Ahok: Saya tidak berniat melecehkan ayat suci Alquran

Ahok Hak atas foto YouTube Pemprov DKI
Image caption Ahok saat bertemu dengan masyarakat Kepulauan Seribu akhir September lalu.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyatakan tidak berniat melecehkan ayat suci Alquran, terkait pernyataannya soal surat Al Maidah dan menyebutkan ia tidak suka mempolitisasi ayat-ayat suci.

Pernyataan yang diacu gubernur petahana ini terjadi saat bertemu dengan masyarakat di Kepulauan Seribu akhir September lalu.

Namun seorang peneliti psikologi politik Universitas Indonesia, Bagus Takwin, menyebut pernyataan Ahok tentang surat itu tak perlu dan "memperkeruh suasana" dengan berbagai respons.

Dalam video terkait surat tersebut, Ahok mengatakan, "... Kan bisa saja dalam hati kecil, bapak, ibu enggak bisa pilih saya karena dibohongi (orang) dengan surat Al Maidah (ayat) 51 macam-macam itu. Itu hak bapak, ibu."

Isi surat Al-Maidah menyebutkan, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu)."

Melalui akun Instagramnya, hari Kamis (06/10), Ahok menulis, "Saat ini banyak beredar pernyataan saya dalam rekaman video seolah saya melecehkan ayat suci Alquran surat Al Maidah ayat 51, pada acara pertemuan saya dengan warga Pulau Seribu."

'Lebih baik tidak memancing'

"Berkenaan dengan itu, saya ingin menyampaikan pernyataan saya secara utuh melalui video yang merekam lengkap pernyataan saya tanpa dipotong. Saya tidak berniat melecehkan ayat suci Alquran, tetapi saya tidak suka mempolitisasi ayat-ayat suci, baik itu Alquran, Alkitab, maupun kitab lainnya," tambahnya.

Bagus Takwin mengatakan pernyataan Ahok ini digunakan orang "untuk mengingatkan orang agar tidak memilih pemimpin non-Muslim."

Tetapi Bagus mengatakan pernyataan Surat Al Maidah ini menimbulkan berbagai penafsiran termasuk "sampai ada yang bilang, Ahok bilang surat itu bohong atau dipakai untuk membohongi."

"Itu kan ada stimulusnya. Stimulus bahwa ucapan Ahok bisa memancing respons macem macem itu juga harus dipertimbangkan supaya tidak makin memperkeruh suasana. Perlu juga satu strategi menanggapi komentar atau serangan lawan dengan lebih tidak memancing kemungkinan untuk diserang balik," kata Bagus kepada BBC Indonesia.

Tanggapan melalui akun Instagram Ahok sendiri dengan hampir 1.000 komentar sampai Kamis (06/10) ada yang membela dan mengkritik.

Akun Fajarprima24 misalnya menulis, "Yang penting kalau kita sudah tahu isi ayat di Alquran seperti itu...jangan dijadikan unsur politisasi malah jadi memecah belah negara ini," sementara Kikikhairunisa menulis, "Haters pak Ahok mati gaya."

Akun lain Bennyhera menulis, "Kenapa agama cuman dijadikan alat untuk memecah belah,,,bukannya jadi panutan untuk saling mengasihi,,,,tobatlah orang-orang sok suci."

Kontroversi surat Al Maidah ini juga mencuat setelah kelompok yang menamakan diri Advokat Cinta Tanah Air melaporkan Ahok ke Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta tanggal 27 September lalu karena gubernur petahana dianggap tidak bisa manafsirkan Al Maidah karena non-Muslim.

Berita terkait