Sepeda motor listrik yang terinspirasi oleh gambar anak-anak

Motochimp Hak atas foto Motochimp
Image caption Motochimp ingin meniru kesuksesan Vespa yang menjadi fenomena global ketika diluncurkan pada 1940-an.

Skuter elektrik dan sepeda yang dilengkapi motor makin menjamur akhir-akhir ini.

Sebagian besar didesain dan dibuat 'apa adanya'. Bahkan terkesan hanya 'menempelkan motor bertenaga baterai' ke alat transportasi beroda dua ini.

Untunglah, ada beberapa yang peduli, dengan memperhatikan tidak hanya aspek teknologi, tapi juga memperkenalkan gaya yang menawan.

Salah satunya adalah Motochimp, sepeda motor buatan Singapura, yang menyedot perhatian di ajang pameran desain industri internasional di Shenzhen, Cina.

"Motochimp ingin merayakan spirit kebebasan dan mobilitas urban yang spontan," ungkap Larissa Tan, CEO Vanda, perusahaan yang melahirkan Motochimp.

"Sangat ramah lingkungan, bergaya, murah biaya operasional tanpa kehilangan personalitas," tambahnya.

Ketika diluncurkan pada 1946, Piaggio Vespa bukan skuter motor pertama di dunia.

Sudah ada beberapa model -dengan berbagai bentuknya- selama sekitar 50 tahun. Namun Vespa menjadi fenomena global berkat inovasi teknik dan penampakannya yang tidak biasa.

Motochimp ingin meniru Vespa dalam konteks tersebut.

'Sangat praktis'

Hak atas foto Motochimp
Image caption Motochimp menggunakan baterai. Sekali cas, skuter ini bisa dipakai untuk menempuh jarak 60 km.

"Konsep kami terinspirasi oleh gambar seorang anak perempuan berusia 10 tahun," kata Tan.

"Dari sini kami mengembangkannya, tanpa ada batas-batas kreativitas dan hasilnya kami sungguh sangat bangga."

Salah satu daya tarik utama Motochimp adalah kepraktisan.

Sepeda motor ini memakai baterai lithium yang bisa dicas dengan colokan reguler, yang biasa ditemukan di rumah, selama kurang dari satu jam. Itu pun sudah bisa menjadi sumber tenaga Motochimp untuk menempuh jarak 60 km.

Ini bukan jarak yang pendek dan cukup untuk dipakai untuk memenuhi keputusan transportasi sehari-hari.

Komponen utama Motochimp adalah tabung persegi panjang dengan panjang satu meter dari bahan alumunium yang bisa dicat merah, biru, atau kuning.

Sama seperti Vespa, Motochimp memakai roda kecil, yang diharapkan lebih adaptif dan lebih cocok untuk lingkungan perkotaan.

Kecepataan maksimalnya memang hanya 30 km/jam, tapi di jalan-jalan kota yang padat, bukankah kita juga tak bisa memacu kendaraan?

Jepang akan menjadi pasar pertama Motochimp, menyusul kemudian beberapa negara Asia, Eropa, dan Inggris. Produsen Motochimp mengatakan mereka tidak berencana masuk ke pasar Amerika.

Tertarik? Siapkan uang US$2.000 (sekitar Rp26,8 juta) untuk membelinya.

Artikel asli dalam bahasa Inggris yang ditulis Matthew Phenix: The electric motorbike inspired by a child's drawing bisa Anda baca di BBC Autos.

Topik terkait

Berita terkait