Enam ide cemerlang yang mengubah cara berkendara di dalam kota

lalu lintas masa depan

Mulai dari kendaraan yang dapat saling berbicara sampai jalan-jalan yang dapat mengisi listrik mobil saat berjalan, inilah pengalaman berkendara kaum urban yang akan mengalami peningkatan di abad ke 21.

Anda telah melihat tampilan seni sampul novel fiksi ilmiah sejak setengah abad lalu. Jadi, Anda tahu benar seperti apa wujud kota di masa depan: gedung-gedung pencakar langit dan angkutan roket pribadi berlalu lalang di atas jaringan transportasi tabung bak spaghetti Cartesian, dalam warna hijau keabu-abuan.

Di sini, di masa depan yang sesungguhnya - sedihnya, masa depan tanpa jetpack alias mesin terbang di punggung - ada sejumlah teknologi yang akan mengubah cara kita berkendara di area perkotaan, terlepas dari apakah kita benar-benar mengemudi atau tidak.

Kendaraan yang bisa bercakap. Di sini kita tidak membicarakan KITT, atau bahkan Siri di mobil Subaru Anda. Kita bicara tentang komunikasi antara kendaraan dengan kendaraan, yang dikenal dengan V2V. Departemen Transportasi Amerika Serikat baru-baru ini mengajukan aturan yang akan menstandarkan satu cara agar satu mobil dapat 'berbicara' dengan mobil lain tentang lokasi, tujuan, dan kecepatan, mengingatkan pengemudi (dan akhirnya, mobil-mobil yang otonom, tanpa sopir) tentang bahaya yang potensial. Di kota, kecelakaan-kecelakaan lebih sering terjadi di persimpangan jalan, dan mobil-mobil itu sendiri yang akan memutuskan apakah Anda memiliki cukup waktu untuk berhenti di lampu merah, dan siapa yang akan mendapat giliran selanjutnya di sebuah perempatan, sehingga Anda dapat meneruskan kegiatan Snapchat tanpa diganggu bunyi klakson.

Mobil-mobil bercakap pada lampu lalu lintas. Bagian lain dari jaringan komunikasi komuter adalah V21, atau komunikasi Vehicle-to-Infrastructure. Mobil-mobil pemadam kebakaran telah menggunakan sejumlah teknologi untuk mengubah lampu merah ke hijau di sepanjang jalur darurat mereka, tetapi V21 akan bekerja lebih menyeluruh: menyimak data kendaraan untuk membuat jaringan lalu lintas yang lebih efisien. Infrastruktur yang cerdas dapat menahan lampu hijau sedikit lebih lama jika lalu lintas mendukung, mengubah batas ambang kecepatan atau mengatur jalanan yang licin untuk memecah kemacetan lalu lintas, dan bahkan mengubah arus lalu lintas di sekitar tempat kecelakaan. Ketika kendaraan-kendaraan mandiri itu datang, tidak hanya mobil-mobil yang dapat merasa dan berpikir - seluruh kota akan menjadi sebuah mesin pintar.

Diskriminasi berdasar bahan bakar. Mesin-mesin diesel memiliki putaran yang tinggi, pekerja keras dan hemat bahan bakar - tetapi Anda akan segera meletakkan mereka di pertanian, dan mereka tidak akan pernah melihat Paris. Ibukota negara Prancis bersama dengan Meksiko, Madrid dan Athena, merencanakan untuk melarang kendaraan bermesin diesel di seluruh jalur utama di kota untuk mengurangi polusi udara pada tahun 2025, dan kota-kota di seluruh dunia tampaknya akan mengikuti hal itu. Dua kota besar di Norwegia, Oslo dan Bergen, mengambil satu langkah lebih jauh, yaitu berencana untuk membuat zona emisi zero pada tahun yang sama, membatasi kawasan di kota untuk juga mengucilkan mesin-mesin berbahan bakar bensin . Jadi sementara Anda mungkin masih kerepotan berurusan dengan mobil pengangkut barang yang besar saat Anda menelusuri kota, Anda bisa meyakini bahwa nantinya mobil-mobil itu akan lebih kecil, bersih dan lebih, lebih tenang.

Mengisi bahan bakar saat mengemudi. Jika semua orang yang berkendara mengemudikan mobil listrik, maka bisa dipastikan bahwa begitu kita mendapatkan alat parkir otomatis (juga pot-pot tanaman penuh bunga, dan cafe-cafe di pinggir jalan), kita akan membutuhkan menara-menara dengan tangan-tangan bagai gurita untuk mengisi ulang bahan bakar Tesla. Sebenarnya, dengan sedikit perencanaan infrastruktur, kita mungkin akan dapat mengisi bahan bakar mobil-mobil kita saat berhenti di lampu merah atau sekedar berhenti di tempat parkir. Ide mengisi bahan bakar dari jarak jauh tampak seperti tidak mungkin, tetapi sejak dekade lalu para ilmuwan telah berhasil melakukan transfer daya dengan jarak hingga dua meter dengan efisiensi mendekati 100 persen. Itu dinamakan magnetic resonance coupling, dan dapat menggunakan kumparan yang sudah dialiri listrik jalanan untuk menciptakan getaran untuk koil yang dipasangkan dalam mobil, yang kemudian akan mengubah getaran menjadi listrik untuk mengisi ulang batere. Sistim transportasi kota di seluruh dunia sudah melakukan uji coba pada bis-bis yang diisi ulang - tanpa dihubungkan denga kabel- sementara menunggu di pemberhentian bis, dan teknologinya seharusnya mudah dibangun di setiap tempat parkir baru, dan aspal di persimpangan. Bagaimana persisnya pengemudi membayar pasokan listrik itu, masih tergantung dari beberapa startup berbasis aplikasi,

Ongkos-ongkos baru untuk mengemudi. Masa depan itu adalah sekarang, dan semuanya berbasis ongkos. "Biaya kepadatan" berarti bahwa Anda akan membayar lebih untuk menggunakan jalanan kota ketika orang lain juga ingin menggunakannya, menambahkan hukum supply and demand, pasokan dan permintaan,bagi peraturan jalan yang lain. Hal ini sudah digunakan di Singapura sejak tahun 1975, tetapi berbagai kota di dunia, dari London hingga Roma, terus membuat skema untuk mengurangi kemacetan. Dan, karena kita segera akan memiliki kendaraan pintar yang bisa berbicara sampai infrastruktur pintar, tidak ada yang mencegah bagian dari infrastruktur itu untuk menjadi otoritas jalan tol. Bukannya pajak bensin, para pengemudi akan membayar tol untuk jarak yang ditempuh, dengan tarif yang lebih tinggi untuk beberapa kawasan di waktu-waktu tertentu. Kendaraan yang lebih besar seperti limo dan SUV akan membayar lebih mahal untuk memasuki pusat kota, sama seperti truk berporos tiga saat ini.

Berkendara ke kota, tetapi tidak di dalam kota. Perekonomian di kota-kota besar tergantung pada Park-n-Ride, Parkir dan berkendara (atau yang sejenis), yakni para pekerja yang tinggal di pinggiran mengemudi ke stasiun kereta api untuk pergi ke kota. Walau sempurna untuk dunia kerja, hal ini tidak ideal untuk perjalanan singkat atau saat di luar jam sibuk ketika jarang ada kereta. Jadi beberapa kota merumuskan ulang ide tersebut, dan tempat parkir sederhana menjadi pusat segalanya. Sebuah kota pintar yang sebenarnya akan mengizinkan Anda berkendara ke beberapa lokasi di pusat kota, dengan cara bergabung dengan bis kecil carpool (berdasarkan permintaan dan bisa dengan aplikasi seluler) untuk membawa Anda ke stasiun troli atau sewa sepeda, atau jaringan angkutan abung macam spagheti Cartesian. Walau mungkin Anda bisa berharap warna hijaunya lebih cerah.

Versi asli tulisan ini bisa Anda baca di Six bright ideas that are changing city driving di BBC Autos.

Topik terkait

Berita terkait