Bagaimana cara meningkatkan keamanan di bandara

Keamanan di bandara Hak atas foto BBC Indonesia

Setelah beberapa perbaikan kecil selama puluhan tahun, teknologi baru yang inovatif telah siap mengubah pos pemeriksaan keamanan di bandar udara agar lebih efisien dan efektif.

Bayangkan. Anda pergi ke bandara untuk bepergian dengan pesawat. Anda bergeser dari beranda untuk meletakkan tas Anda yang sudah diperiksa, lalu langsung menuju pintu masuk, lolos dari antrian pemeriksaan dengan mesin sinar A di pos keamanan. Teknologi bandara yang sangat canggih akan membaca wajah dan tanda-tanda vital Anda dan memindai tas Anda dengan mulus, semuanya berlangsung tanpa mengorbankan keamanan - teknologi yang dapat memperingatkan pihak berwenang akan adanya wisatawan yang mencurigakan dan perlu diperiksa lebih lanjut. Bagi banyak wisatawan yang tidak dicurigai, satu-satunya hambatan adalah berusaha menghindar dari penjual roti kayu manis.

Masa depan itu mungkin tidak terlalu lama lagi.

Karena teknologi di bandara belum berubah secara mendasar sejak tahun 1980an, Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat telah melakukan percobaan teknologi pengenalan wajah dan pemindaian biometrik yang dapat mendeteksi kedatangan wisatawan yang mencurigakan tiba di Amerika Serikat.

Hak atas foto Jeff Topping/Getty
Image caption Tempat-tempat pemeriksaan di bandara merupakan suatu keseimbangan yang konstan antara keamanan dan kecepatan.

Berjalan terus dari beranda ke pintu gerbang, persis seperti dalam film Total Recall, barangkali akan menjadi kenyataan dalam lima sampai 10 tahun lagi, kata Steve Karoly, pejabat asisten administrator yang memimpin inovasi bagi US Transportasion Security Administration (TSA).

Tempat-tempat pemeriksaan di bandara merupakan suatu keseimbangan yang konstan antara keamanan dan kecepatan. Para penumpang harus mendapatkan penerbangan mereka, tetapi kepastian keamanan harus didapatkan. Selain itu, mesin-mesin juga dibutuhkan untuk mencegah alarm palsu dengan membedakan antara ancaman yang nyata dan hal-hal yang menyerupai ancaman, semuanya tanpa melanggar privasi para wisatawan. Contohnya: madu dan bahan peledak cair mungkin akan tampak mirip pada level molekul, kata Mark Laustra, wakil presiden pengembangan bisnis global di Analogic Corporation, salah satu pabrik pembuat alat pemindai koper yang ditemukan di pos pemeriksaan bandara.

Dan pabrik-pabrik itu akan mendapatkan perubahan besar di pasaran.

Tinggalkan laptop Anda di dalam tas

Apa perubahan dalam waktu dekat? Pemindai koper dengan sinar X yang sudah kuno akan segera digantikan oleh CT scanner yang lebih canggih, yang berarti barang-barang bawaan tersebut dapat bergerak mulus bagi sebagian besar penumpang.

Hak atas foto Jeff J Mitchell/getty
Image caption Pemindai koper dengan sinar X yang sudah kuno akan segera digantikan oleh CT scanner yang lebih canggih, yang berarti barang-barang bawaan tersebut dapat bergerak mulus bagi sebagian besar penumpang.

CT scanner sudah digunakan untuk memeriksa tas-tas yang lebih besar, tetapi beberapa perusahaan tengah membuat alat itu menjadi lebih kecil dan lebih murah untuk digunakan pada tas-tas tangan, kata Karoly. TSA bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan ini untuk menguji alat-alat pemindai baru ini di bandara, tambah Karoly. Analogic mempunyai satu alat miliknya sendiri yang disebut ConneCT, yang sekarang sedang dalam proses perizinan.

TSA berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan dari negara-negara lain untuk mempercepat proses perizinan teknologi baru itu. Sejumlah bandara di Eropa menggunakan CT scanning untuk barang-barang bagasi, ditambah dengan perangkat yang dirancang untuk mendeteksi cairan-cairan berbahaya, gel, dan aerosol. Dengan mempelajari bagaimana teknologi ini digunakan di mana-mana, TSA dapat menemukan cara terbaik untuk membawa teknologi ini ke Amerika Serikat. "Melalui kemitraan internasional kami, TSA menghindari usaha penggandaan dan secara efektif memajukan investasi di bidang kemampuan screening di Amerika Serikat," kata Karoly.

Bagi Laustra, hal ini merepresentasikan suatu "lompatan kuantum": bahwa para penumpang saat ini tidak harus mengeluarkan barang-barang seperti laptop atau cairan dari tas mereka di tempat pemeriksaan.

Tetapi Karoly melihat melampaui "lompatan kuantum" - keamanan bandara secara keseluruhan mulai bergeser dari pos-pos pemeriksaan.

Tidak ada pos-pos pemeriksaan lagi?

Hak atas foto Spencer Platt/Getty
Image caption TSA mulai memandang keamanan sebagai suatu ekosistem yang berawal bahkan sebelum seorang penumpang tiba di bandara dan berakhir ketika si penumpang tiba di tempat tujuannya.

Saat ini, TSA mulai memandang keamanan sebagai suatu ekosistem yang berawal bahkan sebelum seorang penumpang tiba di bandara dan berakhir ketika si penumpang tiba di tempat tujuannya. TSA dan rekanan mereka masih berusaha mencari tahu seperti apa privasi seseorang dengan teknologi baru ini, kata Karoly.

Meskipun kemajuan teknologi yang cepat itu mengubah hubungan para penumpang dengan pihak keamanan bandara, pada dasarnya tugas TSA tetap sama. "Kadang-kadang orang lupa bahwa kami bertugas membuat mereka aman," kata Karoly. "Pos pemeriksaan yang terdapat di sana, ada karena alasan tertentu. Saya pikir kami akan terus melakukan pekerjaan kami untuk membuat (para penumpang) merasa aman di bandara dan di dalam pesawat."

Instansi dari tempat-tempat seperti Eropa dan Israel tampaknya akan mengembangkan dan mengadopsi teknologi itu lebih cepat.

"Pihak pengelola mengetahui bahwa proses akuisisi, serta proses kematangan teknologi kami, tidak harus secepat yang mereka butuhkan," kata Karoly. Sehingga dibentuklah TSA's Innovation Task Force, yang dirancang untuk bekerja dengan perusahaan-perusahaan swasta, seperti pabrik-pabruk atau bahkan perusahaan-perusahaan penerbangan, untuk suatu pendekatan "kewirausahaan" pada teknologi keamanan baru.

Hak atas foto George Frey/Getty
Image caption Meskipun kemajuan teknologi yang cepat itu mengubah hubungan para penumpang dengan pihak keamanan bandara, pada dasarnya tugas TSA tetap sama.

Sejak pembentukannya di bulan Februari, Innovation Task Force telah melahirkan banyak kekaguman.

Misalnya dengan mengambil jalur screening otomatis. Pada bulan Maret, perwakilan Delta berkolaborasi dengan TSA Innovation Task Force untuk menguji teknologi itu, yang telah digunakan di Eropa selama lima tahun, kata Karoly. Di bulan Mei, jalur-jalur tersebut dipasang untuk diujicobakan di Hartsfield-Jackson Atlanta International Airport. Lebih banyak inovasi yang akan hadir; di bulan November, American Airlines mengumumkan dua jalur baru untuk pemeriksaan koper otomatis di O'Hare Airport, Chicago, bertujuan untuk mengurangi waktu yang dihabiskan para wisatawan untuk menunggu tas-tas mereka sebanyak 30 persen.

Tetapi apakah itu di Amerika Serikat atau tempat lainnya, meningkatkan infrastruktur keamanan di bandara merupakan tugas yang menakutkan

Perubahan di seluruh dunia

TSA beroperasi di sekitar 440 bandara di Amerika Serikat dengan menggunakan lebih dari 13,000 buah peralatan keamanan yang dirancang untuk mendeteksi ancaman-ancaman dari seseorang atau dari barang bawaan, kata Karoly. Ketika sebuah alat berhenti bekerja, yang terjadi setiap 10 sampai 15 tahun, TSA di bandara setempat harus memilih dari dari daftar teknologi baru untuk diperiksa dan dievaluasi oleh lembaga itu.

Hak atas foto Justin Sullivan/getty
Image caption TSA beroperasi di sekitar 440 bandara di Amerika Serikat dengan menggunakan lebih dari 13,000 buah peralatan keamanan yang dirancang untuk mendeteksi ancaman-ancaman dari seseorang atau dari barang bawaan.

Semua alat yang berasal perusahaan-perusahaan manufaktur yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun mengembangkan alat-alat yang memenuhi persyaratan teknologi TSA dan standar pendeteksi, yang merinci bagaimana teknologi seharusnya bekerja. (Karoly tidak dapat menawarkan rincian-rincian ini karena alasan keamanan, tetapi menyebutkan bahwa alat-alat tersebut harus dapat mendeteksi barang-barang peledak). Proses pemeriksaan berlangsung sepanjang tahun; jumlah yang pasti dari teknologi yang disetujui bervariasi.

Di masa lalu, satu-satunya teknologi yang dapat disetujui oleh TSA harus melalui proses standarisasi formal. Perusahaan-perusahaan manufaktur mengirimkan surat aplikasi dan contoh alat mereka ke fasilitas riset TSA di Atlantic City, New Jersey. Di sana, TSA memastikan bahwa mesin-mesin itu memenuhi standar untuk mendeteksi ancaman dan untuk dioperasikan oleh manusia, semuanya sambil bekerja sama dengan perusahaan manufaktur untuk penyesuaian dan pengembangan. Akhirnya, teknologi itu diujicobakan di beberapa bandara di seluruh negeri.

Seluruh prosesnya, dari uji coba sampai persetujuan, biasanya berlangsung selama sekitar tiga tahun, meskipun kadang-kadang hampir selama satu dekade, kata Laustea; Karoly memperkirakan rata-rata sekitar lima tahunan.

Hak atas foto PAUL J. RICHARDS/AFP
Image caption TSA memastikan bahwa mesin-mesin itu memenuhi standar untuk mendeteksi ancaman dan untuk dioperasikan oleh manusia.

Teknologi pemeriksaan - sesuatu seperti Explosives Trace Detector yang membutuhkan satu contoh dari tas dan tangan, atau alat penghisap rokok yang sekarang sudah tidak digunakan lagi, atau alat sinar X seukuran mobil, yang disebut CTX 5500, tempat di mana para penumpang meletakkan tas-tas mereka sebelum diperiksa - ada di dalam daftar mereka, sehingga ketika ada alat yang harus diganti setiap kurang lebih sepuluh tahun, TSA di bandara tertentu dapat memilih teknologi yang tepat untuk menggantikannya berdasarkan faktor-faktor seperti kinerja dan biaya.

Antara inovasi dan adopsi, penundaan ini menjelaskan mengapa membutuhkan waktu beberapa tahun untuk menemukan teknologi yang paling baru di bandara setempat.

Tetapi dengan persyaratan teknologi standar seperti ini, TSA tidak mendorong perusahaan-perusahaan untuk berpikir kreatif tentang bagaimana meningkatkan keamanan. "Teknologi tidak berubah banyak sejak tahun 1980an, ketika kami melindungi pesawat dari pembajakan," kata Laustra. Misalnya, banyak bandara masih menggunakan sistem sinar X dua dimensi untuk memindai barang bawaan, yang terbatas untuk mengetahui jenis bahan peledak, dan berjalan begitu saja melewati deteksi metal bukan teknologi gelombang milimeter yang lebih maju untuk memindai tubuh para penumpang. "Kami melihat perubahan kecil secara bertaham, tetapi tidak berupa lompatan kuantum," tambah Laustra.

Ketika TSA menyetujui sebagian teknologi, hal itu memberikan lampu hijau secara otomatis di beberapa negara lain. "Banyak pemerintah lain di dunia ini, terutama di Asia, tergantung pada TSA. Hal ini benar-benar merupakan standar emas dalam hal pengujian dan evaluasi," kata Laustra.

Terlepas di mana Anda berada di dunia ini, navigasi di bandara-bandara akan semakin mudah - tetapi harga roti kayu manis tetap mahal.


Anda dapat membaca versi bahasa Inggris artikel How to improve airport security di laman BBC

Berita terkait