Pesona jalan tol legendaris di Inggris yang terancam punah

pesona jalan tol Hak atas foto Sam Mellish/INSTITUTE

The Great Southwest Road, jalan tol yang menghubungkan London ke Cornwall di ujung barat daya Inggris, bukan sekadar ruas jalan. Sebagaimana diperlihatkan oleh Sam Mellish melalui karya-karya fotografinya yang luar biasa, jalur tersebut menyajikan gaya hidup yang sangat Inggris - namun terancam punah.

Hak atas foto Sam Mellish/INSTITUTE

Nyalakan mesin-mesinmu

Dari sandwich bacon yang mudah didapat sampai awan-awan yang terpencar di langit, foto-foto karya Sam Mellish merupakan bantahan terhadap anggapan bahwa perjalanan darat sejati hanya melibatkan semua hal yang berbau Amerika. Bantahan itu juga dinyatakan oleh fotografer Inggris Paul Graham, dan serial foto ikonik karya Graham 'The Great North Road'

Tetapi, Graham mengarahkan perjalanan ke utara, sementara Mellish ke selatan. Dia melintasi The Great Southwest Road, sebuah rute sepanjang 284 mil (457 km) dari London ke Cornwall, di ujung barat daya Inggris atau biasa disebut Land's End. Foto yang dia ambil di awal perjalanannya, adalah apa yang Anda temukan ketika Anda memulai perjalanan dari Jalur Tol A30 di luar London, yaitu the Orchard Café di Staines Road. Penunjuk jalan berkarat ini mencerminkan salah satu tema utama yang ingin dikemukakan Mellish: bagaimana jalanan di Inggris berubah dan betapa banyak pemandangan yang paling tradisional terancam punah karena kehadiran jaringan korporasi yang makin banyak bermunculan di jalan tersebut.

Ketika Mellish memulai perjalanannya selama dua pekan dari London ke Cornwall, yang dia miliki hanyalah sebuah tenda, kameranya, dan bayangan rencana. Dia tidak mengetahui bahwa perjalanan pertamanya ini akan menjadi suatu proyek empat tahun - atau menjadi sebuah buku. "Saya mengetahul jalan yang ingin saya lalui. Itu saja," kata Mellish. "Saya tidak mengetahui di mana saya akan berhenti. Saya hanya mencari tempat-tempat yang tampak unik dan menyenangkan - dan di mana saja saya bisa mendapatkan secangkir teh."

Hak atas foto Sam Mellish/INSTITUTE

Waktu minum teh

Seiring hadirnya toko-toko dan warung kopi waralaba seperti Starbucks dan Marks & Spencer di tempat-tempat pengisian bahan bakar, kafé-kafé tradisional Inggris di pinggir jalan—biasanya kecil, dimiliki secara mandiri oleh perorangan dengan modal kecil, semacam pemberhentian truk di Amerika—harus mencoba berubah untuk bersaing demi mendapatkan pelanggan. Salah satu tren baru yang mereka coba? Memperbaharui tempat menjadi tempat makan bergaya Amerika.

Ketika Mellish berkunjung ke Newcott Chef di Devon di Jalur Tol A303 pada 2008, tempat itu telah mengambil tema Amerika lengkap dengan poster Disney di dinding. Tetapi tidak semuanya menggambarkan tema Amerika. Dalam foto ini, yang merupakan salah satu foto kesukaan Mellish, memperlihatkan sepasang manusia menikmati camilan utama Inggris: teh dan roti bakar.

Sejak foto itu diambil, restoran itu telah mengalami perubahan untuk membuatnya lebih 'Amerika'. Baru-baru ini restoran itu telah berganti menjadi sebuah restoran bernama Route 303, dengan memasang dekorasi bertema Amerika - seperti biskuit dan saus di dalam menu, dan banyak memorabilia bertema Amerika yang dipamerkan (termasuk motor Harley-Davidson).

Hak atas foto Sam Mellish/Institute

Burger, roti bundar dan roti lapis

Selain kafé 24 jam, pilihan 'tradisional' lain untuk jajanan pinggir jalan di Inggris adalah burger yang dijual di minibus. Biasanya tempat semacam itu khusus menjual roti bacon atau roti lapis bacon, burger dan kopi yang hampir selalu instan. Mereka cepat dan murah. Ketika Mellish memulai proyeknya pada 2008, secangkir teh seharga sekitar 50 sen (sekitar Rp8.000); setangkup roti bacon seharga £2 (sekitar Rp33.000). Dan ketika sepupu kosmopolitan mereka, 'food truck', menjadi semakin trendi, kebanyakan minibus penjual burger terus menghidangkan menu andalan yang berlemak. (Ini adalah bagian dari mengapa Anda sering menemukan tempat-tempat tersebut, tidak hanya di sepanjang jalur tol, tetapi juga di daerah universitas pada tengah malam, di mana mereka melayani para mahasiswa yang mencari camilan setelah menghabiskan waktu di pub).

Hak atas foto Sam Mellish/INSTITUTE

Inggris yang sebenarnya

Tomat kalengan, telur goreng dan roti, sosis, bacon dan kacang: "Itulah aneka hidangan klasik gorengan ala Inggris," kata Mellish. Seperti halnya makanan favorit di akhir pekan (tanyakan saja kepada para mahasiswa di pagi hari setelah semalaman berpesta), menu ini juga merupakan makanan favorit pinggir jalan. Dan di tempat seperti yang satu ini - Annie's Tea Bar di Upottery, Devon, di Jalur Tol A303 - ini ada di dalam menu sepanjang hari. "Ini cukup menghibur, sedikit banyak, sama seperti sosis dan kentang tumbuk, atau pie dan kentang tumbuk," kata Mellish. "Saya makan banyak selama mengerjakan proyek ini."

Hak atas foto Sam Mellish/INSTITUTE

Makan siang dengan pemandangan

Meskipun tampaknya pasangan ini mengatur meja piknik mereka sendiri di Jalur Tol A303, tepatnya di Wiltshire, ada sebuah minibus penjual burger yang tak tampak di foto tersebut. "Persis setelah foto ini diambil, mereka menyantap sarapan - sandwich bacon," kata Mellish. "Ini adalah hal yang klasik di jalan." Namun, momen seperti ini semakin jarang. Berkat kehadiran toko-toko waralaba dan tempat beristirahat yang masif, bersama dengan pola lalu lintas yang berubah dan bahkan peraturan tentang berapa seringnya pengemudi truk dapat berhenti, Mellish mengaku banyak orang yang mengatakan kepadanya bahwa tidak banyak lagi minibus penjual burger seperti dulu. Sejak dia menyelesaikan proyeknya pada 2012, tempat-tempat itu menjadi semakin jarang. "Ada beberapa yang terdapat di dalam proyek, sekarang sudah tutup," katanya. "Tidak lagi sejamak seperti dulu."

Hak atas foto Sam Mellish/INSTITUTE

Pemberhentian cepat

Ketika berhenti di samping minibus penjual burger di Jalur Tol A30 di Devon, Mellish bertemu seorang pengemudi truk, yang hampir saja menghabiskan roti lapis baconnya. "Ibaratnya ini seperti saat para pekerja tambang keluar dari lubang pertambangan, dan sebelum membersihkan diri, mereka ingin menyantap makan malam mereka," kata Mellish.

Hak atas foto Sam Mellish/INSTITUTE

Perlombaan menunggu

Perahu di latar belakang memperlihatkan bahwa tempat ini - di Hilgay, Norfolk, di Jalur Tol A10 - adalah bagian yang sangat indah di pinggir jalan. Tetapi ketika Mellish mengambil gambar, dia juga merupakan satu-satunya pembeli di minibus penjual burger ini, yang bernama Snax in Trax. "Ada banyak momen ketika... kecepatan melambat dan mereka menunggu orang-orang berhenti," katanya. "Anda akan banyak mengalami momen seperti itu: penuh kebosanan selagi Anda menunggu secangkir teh Anda yang berikutnya dibuat, atau burger Anda dimasak."

Hak atas foto Sam Mellish/INSTITUTE

Membaca di pinggir jalan

Apakah hal yang jamak ditemui di pemberhentian selain burger atau roti? Surat kabar. Mungkin the Sun, atau Mail atau Express," kata Mellish, memberikan tiga daftar tabloid terbesar di Inggris. Koran-koran itu sering ditinggalkan di kafé pinggir jalan, tetapi pelanggan minibus penjual burger kadang-kadang sengaja meninggalkannya untuk orang lain - seperti di sini di Lee Swansons Snack Bar, yang terdapat di Jalur Tol A120, di dekat Bishop Stortford di Hertfordshire.

Hak atas foto Sam Mellish/INSTITUTE

Inspirasi original

Ini adalah tempat yang memulai semuanya: Dona's Café di Jalur Tol A12 tepatnya di Stratford St Mary, Suffolk. Mellish yang besar di daerah ini biasanya bersepeda melewati tempat ini di pinggir Jalur Tol A12 dalam perjalanan menuju kantor. Dia selalu terkejut dengan perbedaan antara beberapa restoran mahal di dekat tempat itu dan minibus penjual burger yang "usang" di sini. Perbedaan itulah yang menuntunnya untuk menciptakan proyek foto keadaan di jalur tol legendaris. Bagaimana dengan jam buka yang aneh? Untuk pemberhentian di pinggir jalan, kata Melilish: adalah normal kalau mereka akan buka di pagi hari sampai makan siang, lalu tutup di sore hari.

Hak atas foto Sam Mellisih/INSTITUTE

Kafé biasa

Pat pernah bekerja sebagai pelayan di kafé pinggir jalan bernama Jacks of Bagshot di Surrey sedikit melewati Jalur Tol A30. Sesaat sebelum Mellish mengambil foto, istri Pat meninggal. Setelah peristiwa itu, Pat akan pergi ke Jacks untuk makanan gratis - makan siang atau makan malam - setiap hari. Dia sedang menyantap salah satu makanan itu ketika Mellish bertemu dengannya. "Para pelayan terus singgah ke meja saya dan mencoba mengisi cangkir saya. Saya kira pelayan itu khawatir Pat terlalu banyak bicara," kata Mellish, mengingat jam yang dihabiskan untuk ngobrol. "Dia benar-benar orang yang dicintai."


Baca artikel ini dalam bahasa Inggris dengan judul The UK's answer to Route 66 is under threat di BBC Auto.

Berita terkait