Asal usul nama stasiun kereta bawah tanah di London

stasiun kereta bawah tanah Hak atas foto Wikipedia

Ketika pertama kali menelusuri peta kereta bawah tanah di London, dan Anda mungkin akan menyadari desainnya tampak imajinatif.

Tak hanya itu, nama-nama stasiunnya terdengar aneh, bahkan ganjil. Beberapa nama tampaknya lebih cocok untuk cerita fiksi abad pertengahan (Knightsbridgde, Queensway) atau buku cerita anak-anak (Piccadilly Circus, Elephant & Castle) - dan lainnya masih membuat penduduk London tertawa (Shepherd's Bush, Cockfosters)

Tetapi nama-nama itu tidak dipilih hanya untuk memberikan dunia alternatif kepada penduduk kota yang sibuk untuk berimajinasi. Pada kenyataannya, beberapa asal-usul nama-nama itu memang berasal dari berabad-abad lalu.

Kami telah memilih 10 nama favorit untuk kami pelajari asal-usulnya.

Hak atas foto Wikipedia commons
Image caption Pada suatu saat dalam sejarah, ada huruf 'n' yang hilang

Covent Garden: Nama untuk stasiun kereta bawah tanah ini hampir tak perlu dijelaskan (begitu juga tempat-tempat perbelanjaan, gedung opera dan kawasan West End) - jika saja ada huruf 'n' yang hilang begitu saja sejak Abad Pertengahan.

Sampai dengan abad ke-13, lokasi tersebut merupakan taman anggrek dan kebun yang dikelilingi dinding milik para biarawan dari Westminster Abbey. Mereka menyebutnya sebagai "kebun milik biara" atau "Convent Garden".

Lokasi itu disita (dan diserahkan) oleh Raja Henry VIII setelah peristiwa Pembubaran biara, kemudian ditata sebagai kawasan permukiman.

Namun, pada abad ke-17, tempat ini menjadi lokalisasi pelacuran yang terkenal (sebagaimana digambarkan dalam ukiran karya William Hogarth tentang daerah bordil Rose Tavern).

Sejak dibersihkan, dan sekarang merupakan salah satu lokasi atraksi turis terkenal di London, Covent Garden memiliki stasiun kereta bawah tanah yang dilalui jalur Piccadilly Line.

Hak atas foto Wikipedia
Image caption Jika nama saja tidak cukup, bagian depan dari pusat perbelanjaan di luar stasiun menambah keanehan

Elephant & Castle: Salah satu nama stasiun yang lebih aneh (dan membingungkan) ada di selatan London. Namanya kemungkinan besar berasal dari perusahaan Worshipful Company of Cutlers - sebuah perkumpulan pembuat pisau dan pedang pada abad pertengahan.

Dibentuk pada 1622, simbol organisasi itu adalah seekor gajah yang membawa istana. Gajah mewakili gading yang digunakan sebagai pegangan pisau.

Dan istananya? Mungkin untuk memperlihatkan ukuran seekor gajah, mengingat hanya sedikit orang Eropa pada Abad Pertengahan yang pernah melihat hewan tersebut.

Kemungkinan lain, karena para pembuat pisau memasok senjata untuk King Henry V dalam Pertempuran Agincourt pada tahun 1415, ada perdebatan bahwa simbol gajah dengan menara di punggungnya, merupakan simbol dukungan terhadap negara.

Ada pula asumsi bahwa nama stasiun tersebut berasal dari sebuah penginapan yang bernama Elephant and Castle pada abad ke-18. Nama penginapan itu tampaknya didedikasikan bagi para pembuat pisau di wilayah ini, tulis Cyril M Harris dalam bukunya What's in a Name?: Origins of Station Names on the London Underground.

Para pembuat pisau mungkin sudah lama tidak ada lagi di lingkungan tersebut, dan penginapan itu mungkin sudah dihancurkan pada 1959, tetapi pengaruhnya tetap hidup di pusat perbelanjaan dekat stasiun, yang melayani rute Bakerloo dan Nothern Lines.

Hak atas foto Wikipedia commons
Image caption Bahkan orang-orang London yang sangat serius dapat melihat humor dalam nama ini

Cockfosters: Nama ini mungkin tidak terdengar sangat anggun, tetapi akarnya secara mengejutkan berhubungan dengan kebangsawanan. Stasiun Cockfoster adalah pemberhentian akhir paling utara di jalur Piccadilly Line (sama seperti nama daerah yang mengelilinginya).

Cockfosters dulunya merupakan lokasi Enfield Chase, taman bangsawan seluas 8.000 hektar yang dihuni 3.000 rusa dan para penjaga hutan.

Cockfosters diduga berasal dari istilah untuk kepala penjaga hutan, yaitu Cock forester. Kata 'cockfoster' pertama kali muncul pada tahun 1524 dan di tahun 1613 pada sebuah rumah, merupakan gubuk untuk penjaga hutan.

Hak atas foto Wikipedia commons
Image caption Anehnya, nama ini lebih dikaitkan dengan seorang kepala suku Saxon daripada suara klakson

Tooting Bec: Mungkin ada banyak mobil dan bis membunyikan klakson di Tooting, kawasan London selatan yang menjadi tempat tinggal Wali Kota London, Sadiq Khan. Tetapi dua stasiun di area itu, Tooting Broadway dan Tooting Bec, tidak diberi nama berdasarkan suara klakson lantaran nama itu berasal dari 1.300 tahun lampau.

Ketika orang-orang Anglo-Saxon menaklukkan Inggris pada abad ke-5, mereka tidak hanya mengubah masyarakatnya, tetapi juga bahasanya - yang kita kenal sebagai Old English. Sisa-sisa kekuasaan mereka masih tercantum pada peta London dan peta Inggris.

Kata akhir khas Anglo-Saxon '-ham' (seperti dalam Birmingham) yang berarti wisma, contohnya. Sementara akhiran '-ton' (seperti Brighton) mengacu pada peternakan.

Akhiran '-ing' berarti milik dari atau dihubungkan dengan seseorang atau para pengikutnya.

Jadi Paddington adalah lahan pertanian milik Padda atau keturunannya, Kennington adalah milik masyarakat Cēna - dan Tooting, yang pertama kali tercatat pada abad ke-7, merupakan milik Tota atau teman-temannya.

Hak atas foto France.fr
Image caption Akhir kalimat Tooting Bec berasal dari nama biara di Normandy, Prancis

Ketika bangsa Normandia menyerang pada 1066, mereka menyita harta benda bangsa Saxon untuk kemudian dibagikan pada mereka yang loyal... dan menempelkan nama-nama baru yang lebih sesuai.

Salah satu pemenang dalam perampasan tanah ini adalah biara Bec-Hellouin, di Normandy, yang dijanjikan sebidang tanah yang dulunya milik kepala suku Saxon bernama Tota.

Semuanya digabungkan ke dalam nama yang terdengar tidak masuk akal saat ini: Tooting Bec.

Hak atas foto Wikipedia
Image caption Terlepas dari keanggunannya, nama Knightsbridge tampaknya bukan berasal dari segala sesuatu yang berhubungan dengan para ksatria

Knightsbridge: Stasiun sekaligus daerah Knighsbridge di London barat dikenal dengan kawasan elite dan toko-toko kelas atas. Toko utama Harrods dan Harvey Nichols terdapat di sini.

Tetapi nama Knightsbridge yang terdengar agung itu - yang pertama kali tercatat pada tahun 1046 dengan nama Cnihtebricge, lalu berubah menjadi Knyghtsebrugg di tahun 1364 - lebih mengingatkan pada masa lalu yang keras.

Kata 'bridge' berasal dari Old English 'brycġ', yang berarti jembatan. Di sini, kata ini mengacu pada penyeberangan di atas West Bourne River - salah satu dari 'sungai yang hilang' di London, yang arahnya dialihkan melalui selokan bawah tanah pada abad ke-19.

Di lain sisi, seorang 'knight' atau 'ksatria', berarti seorang anak laki-laki atau pemuda, yang menjadi anak buah seseorang. Para pemuda ini mungkin saja dipekerjakan sebagai penjaga - atau mempertahankan - jembatan.

Atau mungkin mereka hanya berjalan mondar-mandir: "salah satu penjelasan untuk nama Knightsbridge adalah bahwa itu merupakan tempat nongkrong anak-anak muda", tulis Caroline Taggart dalam The Book of London Place Names.

Hal-hal yang tidak membuat Knightsbridge menjadi lebih baik selama abad-abad selanjutnya. Tempat itu dianggap cukup jauh sehingga dapat menampung penderita kusta, rumah jagal, atau pada abad ke-18, sebagai tempat para perampok mencegat orang yang lewat.

Hak atas foto Airbnb
Image caption Tidak ada gadis yang terlibat dalam pemberian nama stasiun ini

Maida Vale: Jika nama ini memunculkan gambaran tentang gadis pemerah susu Inggris dan lembah yang subur di dalam benak Anda, Anda setengah benar.

Penduduk setempat menyebut tanah yang tenggelam itu sebagai 'vale'. Tetapi stasiun di London Barat dan lingkungannya ini tidak ada hubungannya dengan 'maiden' atau 'gadis'. (Mengingat kecenderungan bahasa Inggris terhadap ironi, ada nama jalan seperti Southwark's Maiden Lane yang justru mendapatkan namanya berkat deretan rumah bordil di dekat situ).

Alih-alih 'gadis', Maida adalah nama kota di Calabria, Itali, yang menjadi terkenal ketika Inggris menghancurkan sekutu Napoleon dalam perang di tahun 1806. (Stasiun Waterloo dan Trafalgar Square juga dinamakan dari kemenangan atas Napoleon).

Sebuah tempat minum yang bernama Hero of Maida untuk menghormati peperangan itu, telah lenyap. Namun, nama pub itu dijadikan nama jalan tersebut dan untuk stasiun yang berada di jalur Paddington Line, pada tahun 1915.

Hak atas foto Wikipedia commons
Image caption Aldgate mungkin tampak modern - tetapi namanya sendiri sama sekali tidak modern

Aldgate: Saat ini, jalan-jalan yang sibuk dan gedung berselubung kaca tersebar di sepanjang Adlgate, daerah di sebelah timur Kota London.

Tetapi nama dari kawasan kota dan dari dua stasiun Tube yang berdekatan - Aldgate, yang melayani jalur Metropolitan dan Circle Lines, dan Aldgate East, di sepanjang Hammersmith & City dan District - telah disematkan sejak ketika daerah itu berada pada masa yang berbeda.

Sekitar tahun 190 setelah Masehi, ketika London masih bernama Londinium, bangsa Romawi membangun tembok yang mengelilingi kota. Mereka juga membangun enam gerbang, termasuk satu di sini.

Gerbang-gerbang ini (dan juga dindingnya) ada sampai tahun 1700an. Inilah yang dikenal sebagai Aldgate.

Ada dua penjelasan yang mungkin sahih. Salah satunya adalah bahwa nama tersebut berasal dari 'all-gate'. Tidak seperti gerbang-gerbang yang lain, yang satu ini tidak berbayar, jadi terbuka untuk siapa saja.

Penjelasan lainnya adalah bahwa tempat minum di sini menyajikan minuman ale untuk pendatang baru di kota ini - oleh karena itu disebut 'ale-gate'.

Gerbang-gerbang itu sendiri dihancurkan pada 1760an sebagai upaya untuk mengurai kemacetan. Tetapi nama-nama gerbang itu kemudian diabadikan dalam nama stasiun Moorgate dan Aldgate (ditambah Bishopsgate, Newsgate Street dan Ludgate Hill).

Hak atas foto Open Buildings
Image caption Hanya sedikit dari ratusan orang yang menggunakan stasiun Piccadilly Circus setiap harinya, mengetahui nama itu berasal dari lelucon yang sudah berusia seabad.

Piccadilly Circus: Lupakan akrobat dan anjing pudel yang menari. Stasiun ini (dan tugu yang menjadi ciri khas kota London) tidak mendapatkan namanya dari pekan raya yang sudah lama dilupakan. Circus bisa bermakna lain, yaitu bundaran yang menjadi pertemuan beberapa jalan. Hal ini juga menjelaskan nama Oxford Circus, stasiun yang hanya berjarak setengah mil ke arah barat laut. Adapun Piccadily mengacu pada 'plesetan' berusia ratusan tahun.

'Piccadill' adalah sebuah kerah besar yang kusut, yang menjadi mode pada akhir abad ke-16 dan di awal abad ke-17—bayangkan potret Ratu Elizabeth I.

Membuat piccadill menjadi spesialisasi seorang penjahit di kota London, yang bernama Robert Baker. Berkat usahanya itu, dia dapat membiayai pembangunan rumah besarnya pada 1611.

Tampaknya rumah itu terlihat sedikit berlebihan bagi penjahit 'kelas rendah', karena kemudian rumah itu dikenal dengan sebutan Pickadilly Hall.

Nama guyonan itu tidak berubah sampai ratusan tahun. Bahkan, ketika persimpangan jalan dibangun di sini pada 1819, tempat itu disebut Piccadilly Circus. Jadi, begitu juga stasiun bawah tanah itu, ketika dibuka pada tahun 1906.

Hak atas foto Wikimedia commons
Image caption Nama untuk stasiun dan jalanan itu mengacu pada masa kanak-kanak salah satu ratu di masa lalu.

Queensway:Stasiun di jalur Central Line ini dinamai dari nama Ratu Victoria, sama seperti jalan tempat stasiun ini berada.

Seperti yang mungkin Anda perkirakan mengenai ratu terlama yang berkuasa pada masanya (rekor yang dipegangnya sampai Ratu Elizabeth II melampauinya pada 2015), namanya ada di mana-mana.

Dalam hal transportasi saja, sebagai penghormatan, namanya diabadikan untuk stasiun Victoria, jalur Victoria Line dan banyak jalan. Tetapi Queensway memiliki cerita khusus yang indah: dinamai untuk menghormati Ratu segera setelah dia naik tahta, jalan di mana dia mengendarai kuda ketika kanak-kanak di sekitar Kensington Palace.

Hak atas foto Wikimedia commons
Image caption Apakah nama ini berasal dari semak hawthorn yang dipangkas?

Shepherd's Bush: Daerah di London barat ini memiliki dua stasiun kereta bawah tanah, yakni Shepherd's Bush di jalur Central Line, Shepherd's Bush Market di jalur Circle, dan Shepherd's Bush Market di jalur Hammersmith & City Line.

Meskipun sekarang sibuk dan terhubung dengan baik, daerah itu dulunya berada di daerah pinggiran yang jauh dari pusat kota London. Hal ini membuat nama anehnya tampak masuk akal. Sebuah 'shepherd's bush' (semak-semak penggembala) mengacu pada tempat perlindungan para gembala yang dibuat dengan membabat semak-semak tanaman hawthorn.

Meskipun begitu, beberapa orang berpendapat bahwa nama itu berasal dari nama seseorang (yang dicatat sebagai Sheppards Bush Green pada tahun 1635) - yang tentu saja menimbulkan pertanyaan tentang siapa sebenarnya Sheppard itu dan mengapa semak-semaknya menjadi penting.

Baca artikel ini dalam bahasa Inggris dengan judul How Tube stations got their unusual names di BBC Auto.

Berita terkait