Kenalkan, inilah orang yang menghabiskan masa pensiun di laut

Kapal pesiar Hak atas foto Garry Hogg/ Getty Images
Image caption Perjalanan ke berbagai pelabuhan, aktivitas, dan layanan speerti hotel membuat berpesiar menarik pensiunan.

Pensiun seringkali diartikan menghabiskan tahun emas kehidupan Anda di tempat beriklim cerah dengan tenang. Tetapi bagi pensiunan yang lebih suka bertualang, berakhirnya kehidupan kerja membuka pintu menuju sebuah perubahan yang lebih ekstrem.

Panggilan sirene kehidupan di kabin memanggil semakin banyak prang pergi melintasi dunia melalui laut. Dan tak disangka, ini adalah pilihan yang lebih menarik - dan terjangkau - dibandingkan dengan hidup dengan bantuan (di panti jompo misalnya) untuk sebagian pensiunan.

Jumlah orang yang berpesiar berada pada titik tertinggi sepanjang masa, dengan perkiraan 24 juta penumpang yang berlayar di seluruh dunia pada tahun ini dibandingkan dengan satu dekade lalu yang mencapai angka 15 juta, menurut Cruise Lines International Association, yang berbasis di Washington DC.

Separuh dari orang yang berpesiar ini yaitu berusia 50 tahun atau lebih, dan sejumlah kecil diantaranya menganggap lautan merupakan rumah keduanya atau bahkan kediaman permanen mereka.

Kapal pesiar mungkin merupakan sebuah tujuan pensiun yang ideal, meskipun dalam beberapa hal seperti pelayanan kesehatan urusannya bisa menjadi rumit.

Mereka menawarkan semuanya dengan baik. Mulai dari hiburan tiap malam sampai peralatan olahraga serta internet, sebagian besar kapal dilengkapi dengan semua yang Anda butuhkan untuk membuat tempat itu seperti rumah - termasuk perjalanan, seringkali menjadi sebuah prioritas besar bagi pensiunan muda.

Tidak ada lembaga yang melacak jumlah orang yang memilih bentuk baru pensiunan ini, tapi sebuah perusahaan kapal pesiar mengkonfirmasi bahwa mereka melihat lebih banyak orang yang berpesiar selama hampir sepanjang tahun beberapa kali.

Bagian kemewahan

Bagi sejumlah orang, pensiunan di laut meliputi hidup kabin kecil dalam kapal pesiar standar dengan pelayaran dan rencana perjalanan yang berulang.

Bagi yang lain, artinya membeli sebuah "tempat tinggal" (sebuah apartemen mahal) di atas sebuah kapal mewah seperti The World, yang dikelola oleh ROW Management Limited yang berbasis di Florida atau yang belum dilluncurkan oleh perusahaan yang berbasis di Southern California, kapal pesiar Utopia, keduanya menawarkan tujuan yang eksotis dan expedisi.

"(Mereka adalah) orang yang menyukai perjalanan, tidak ingin bertanggung jawab untuk segala perawatan rumah, ingin menyingkirkan mobil, sehat dan nyaman hidup dengan 'lingkungan' yang berubah," jelas Jan Cullinane, penulis The New Retirement: The Ultimate Guide to the Rest of Your Life, yang berbasis di Florida.

Jay Johnson, pemilik Coastline Travel Advisors di California Selatan, memiliki seorang klien yang berusia pertengahan-enampuluhan yang memutuskan dia ingin berpesiar keliling dunia sebelum menjual rumahnya dan pindah ke panti jompo.

Tetapi, setelah berdiskusi dengan Johnson dan menghitung angkanya, yang kurang dari $300 atau Rp4 juta per hari, dia berubah pikiran.

"Itu lebih murah dibandingkan yang harus saya bayar untuk hidup di sebuah fasilitas perawatan," jelas perempuan itu kepada Johnson. Dia memutuskan untuk menjual rumahnya dan membuat rencana untuk pindah ke kapal secara permanen.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Sejumlah pensiunan membuat lautan sebagai tempat kediaman penuh atau paruh waktu mereka.

Awalnya, perusahaan kapal pesiar tidak terlalu tergila-gila dengan ide tersebut, tetapi akhirnya setuju dengan ide itu, kata Johnson.

Dia tidak terkejut dengan keraguan itu. "Seseorang yang berada di kapal pesiar selama satu tahun kemungkinan tidak berniat untuk berjudi, tidak minum minuman keras, dan tidak banyak melakukan wisata pantai," kata dia.

"Mereka pada dasarnya hanya menyewa kamar, dan tidak akan banyak pemasukan dari sana."

Plus, dengan penumpang yang lebih tua, selalu ada kekhawatiran tentang masalah kesehatan. Semua kapal pesiar diharuskan untuk memiliki staf medis yang dapat dihubungi selama 24 jam per hari, tetapi sebagian besar kapal tidak dilengkapi alat untuk menangani kondisi kesehatan yang serius.

Sebuah rumah kedua

Bagi pensiunan asal Chicago Jan dan Dick Yetke, kapal pesiar Holland America yang mengarungi dunia, selama empat bulan menjadi penawar musim dingin di Midwest selama sembilan tahun terakhir.

Hak atas foto Courtesy of the Yetkes
Image caption Pasangan Yetkes dilantik sebagai Presiden Club pada tahun ini. Yang merupakan tingkat tertinggi dari penjelajah kapal pesiar di Holland America, dengan jumpah pelayaran 1.400 hari.

Itu merupakan rumah musim dingin kami," kata Jan Yetke yang berusia 72 tahun. Kapal itu berlayar pada Januari- April bolak balik dari Florida. Yetkes juga melakukan hal lain, yaitu berpesiar dalam jangka pendek.

"Saya akan melakukannya setahun penuh dengan berdebar," kata Jan Yetke.

"Ini sangat nyaman. Mereka melakukan semuanya untuk Anda. Jadi, mengapa tidak?" Suaminya mengatakan bahwa dia tidak siap untuk menjual rumahnya di daratan dan menghabiskan sebagian dari waktunya dalam satu tahun dekat dengan anak-anak dan cucu-cucunya.

Dan dia mungkin mengarah ke hal lain juga. Memiliki orang untuk melakukan semuanya untukmu akan membuat Anda cepat tua, menurut pakar industri kapal pesiar profesor Ross Klein dari Memorial University of Newfoundland.

"Bayangkan berada dalam ruang yang terbatas dengan staf/kru yang sama dan disajikan hidangan yang sama," kata dia. "Itu akan menjadi tidak menarik setelah beberapa waktu."

Derajat tertinggi

Bagi sebagian, hidup dengan kabin kapal pesiar standar - dengan luas sekitar 16 meter persegi - mungkin sudah cukup. Tetapi ada sebuah tingkatan kemewahan yang tersedia untuk mereka yang memiliki uang lebih.

The World, yang diluncurkan pada 2002, memiliki 165 kediaman pribadi dengan ukuran berbeda dengan harga $1.65 juta sekitar Rp22 milliar untuk tipe studio sampai $15juta atau Rp200 milliar untuk tempat tinggal dengan tiga kamar, di dek paling atas.

Aktivitas termasuk tenis, belanja, gudang anggur, berenang, makan malam yang baik, dan teater untuk ceramah dan hiburan.

"Anda dapat datang dan pergi semaunya," kata Joanna Meredew, Direktur dari Dovetail Agency yang berbasis di London, yang mewakili The World. Dibutuhkan waktu dua setengah sampai tiga tahun untuk kapal menjelajahi dunia dengan berhenti di sekitar 100 pelabuhan setiap tahun.

Hak atas foto Getty Images
Image caption The World memiliki 165 kediamanpribadi dan aktivitas seperti tenis, belanja, berenang, dan teater untuk ceramah dan hiburan.

Dewan kapal, yang terdiri dari penduduk, memilih tempat pemberhentian pada dua atau tiga tahun sebelumnya. Pada 2017, kapal itu akan berlayar ke Laut Ross Antartika untuk pertama kalinya, dan mereka juga akan berhenti di Australia, Selandia Baru, Asia Timur, Kanada, AS, Meksiko, Amerika Tengah dan Kuba.

Sebagian besar penduduk memilih untuk berlayar beberapa bulan pada saat itu, menganggap kapal sebagai rumah kedua, dan rata-rata masa kepemilikan mencapai lima sampai enam tahun. Calon pembeli dapat menyewa satu unit sebelum memutuskan untuk membelinya. Rata-rata usia untuk berlayar yaitu 58 tahun, menurut Meredew.

Meski lebih besar dari The World, kapal pesiar Utopia diperkirakan belum mulai berlayar sampai tiga setengah tahun mendatang. Tapi ketika kapal itu berlayar, Utopia akan menjadi yang termegah dengan ukuran 1.450 sampai 6.200 kaki persegi, dengan harga yang mahal mencapai $4juta (Rp53 milliar) hingga $35 juta (Rp468 milliar). Perusahaan berharap sebagian besar pemilik menggunakan kapal sebagai rumah kedua, bukan warga tetap.

Hak atas foto Getty Images
Image caption The World, sebuah kapal pesiar perumahan, yang memiliki toko kelontong, diantara fasilitas lainnya.

Kapal pesiar mewah Crystal Cruises yang berbasis di Los Angeles mengumumkan pada tahun lalu, akan membangun tiga kapal pesiar baru, masing-masing dengan 48 tempat tinggal untuk dijual selain kabin reguler.

Dan, untuk mereka yang tidak siap untuk menginvestasikan kepemilikan real estate mereka di laut tetapi yang menginginkan lebih besar dibandingkan kabin biasa, Queen Mary II milik Cunard menawarkan sejumlah pilihan kenyamanan, termasuk Grand Duplex Suites dengan ruang makan pribadi, ruang duduk dan ruang dek.

Masalah kesehatan

Tentu saja, kapal pesiar tidak memiliki semua yang dibutuhkan para pensiunan. Perawatan kesehatan merupakan salah satu masalah. "Meskipun sejumlah kapal memiliki helipad, salah satu kekhawatiran adalah kebutuhan untuk mendapatkan perawatan secepatnya dari seorang spesialis, dan kapal tidak dilengkapi peralatan untuk menghadapi sejumlah tantangan potensial dari penuaan. Dan, asuransi untuk evakuasi sangatlah mahal," jelas Cullinane.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Orang yang menghabiskan beberapa bulan di kapal dapat menyewa kabin yang besar.

Klien Johnson yang berusia 80an, contohnya, mengalami sakit tak lama setelah mulai berlayar dan harus meninggalkan masa pensiun di laut lepas. "Tetapi dia harus melakukan itu, bahkan jika itu hanya sebentar," kata Johnson.

Meskipun, jika Anda secara aktif dan sehat, kunjungan ke dokter dapat direncanakan ketika Anda di pelabuhan. Pensiunan seperti Yetkes mengatakan kapal pesiar yang membantu mereka tetap aktif dan suka bergaul.

"Kami suka bergerak dan kami suka berpergian," jelas Jan Yetke. "Duduk di sebuah kondominium di Florida, itu terdengar membosankan bagi kami."


Anda bisa membaca artikel aslinya Meet People Who've Retired at Sea dan artikel lain dalamBBC Capital.