Para penutur asli bahasa Inggris adalah komunikator terburuk di dunia

Penutur asli Hak atas foto Businesspeople

Dalam satu ruangan yang dipenuhi dengan bukan penutur asli, 'tidak ada kesempatan untuk saling memahami'. Itu mungkin karena bahasa mereka, tetapi pesannya sering tidak sampai.

Hanya ada satu kata dalam satu email, tetapi itu memicu kerugian finansial yang besar bagi suatu perusahaan multinasional.

Pesan itu, tertulis dalam bahasa Inggris, dikirimkan oleh seorang penutur bahasa asli (native speaker) kepada seorang kolega yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. Tidak yakin dengan kata itu, sang penerima menemukan dua makna yang berlawan dalam kamusnya. Dan bereaksi pada makna yang salah.

Berbulan-bulan kemudian, manajemen senior menyelidiki mengapa proyek itu gagal, dengan kerugian ratusan ribu dolar. "Itu semua ditelusuri kembali ke satu kata ini," kata Chia Suan Chong, seorang pelatih keahlian berkomunikasi dan antar budaya yang berpusat di Inggris, yang mau mengungkap kata yang rumit karena kata itu benar-benar khusus untuk industri tertentu dan sangat mungkin diidentifikasikan. "Hal ini menjadi di luar kendali karena kedua belah pihak berpikiran saling berlawanan."

Ketika terjadi ketidaksepahaman seperti itu, biasanya sang penutur aslilah yang disalahkan. Ironisnya mereka memang buruk dalam menyampaikan pesannya dibandingkan orang-orang yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua atau ketiga, menurut Chong.

"Banyak penutur asli yang senang karena bahasa Inggris telah menjadi bahasa dunia. Mereka merasa bahwa mereka tidak harus menghabiskan waktu belajar bahasa lain," kata Chong. "Tetapi… seringkali Anda berada di dalam ruangan rapat yang penuh dengan orang-orang dari negara yang berbeda, berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan semua saling memahami, tapi kemudian tiba-tiba seorang Amerika atau Inggris masuk ke dalam ruangan dan tidak ada seorang pun yang mengerti mereka."

Hak atas foto University of Southampton
Image caption "Penutur bahasa Inggris asli biasanya monolingual dan tidak terlalu pintar dalam menyesuaikan diri dengan variasi berbahasa," kata profesor Jennifer Jenkins

PIC: "Penutur bahasa Inggris asli biasanya monolingual dan tidak terlalu pintar dalam menyesuaikan diri dengan variasi berbahasa," kata profesor Jennifer Jenkins (Credit: Unversity of Southampton)

Ternyata, mereka yang bukan penutur asli berbicara dengan lebih teratur dan hati-hati, khas seseorang yang berbicara bahasa kedua atau ketiga. Di lain sisi, para Anglophone atau penutur bahasa Inggris, sering kali berbicara terlalu cepat untuk diikuti oleh yang lain, dan menggunakan lelucon, bahasa slang dan merujuk pada hal-hal yang spesifik kebudayaan mereka sendiri, kata Chong. Dalam email-email, mereka menggunakan singkatan yang membingungkan seperti 'OOO', daripada mengatakan bahwa mereka akan keluar kantor (out of office).

"Para penutur asli bahasa Inggris… adalah satu-satunya yang tidak merasa butuh mengakomodasi atau beradaptasi dengan yang lainnya," tambahnya.

Terhubung dengan pendengar Anda

Jumlah pembicara bukan penutur asli bahasa Inggris adalah mayoritas di seluruh dunia, jadi para Anglophone yang mungkin butuh meningkatkan keahlian mereka.

"Para penutur asli berada dalam posisi yang tidak menguntungkan ketika berada situasi lingua franca," di mana bahasa Inggris digunakan sebagai suatu denominator yang umum, kata Jennifer Jenkins, seorang profesor bahasa-bahasa Inggris global di University of Southampton di Inggris. "Adalah penutur asli yang biasanya kesulitan untuk memahami dan membuat mereka sendiri dimengerti orang lain."

Para bukan-penutur-asli biasanya menggunakan kosa kata yang lebih terbatas dan ungkapan-ungkapan yang lebih sederhana, tanpa bahasa yang berbunga-bunga atau bahasa slang. Karena itulah, mereka saling memahami melalui mimik wajah. Misalnya, Jenkins menemukan bahwa mahasiswa internasional di suatu universitas di Inggris saling memahami dengan baik dalam berbahasa Inggris dan cepat beradaptasi dengan untuk membantu anggota yang kurang lancar berbahasa Inggris di kelompok mana pun.

'Apa sih ETA itu?'

Bahasa ibu Michael Blattner yang tinggal di Zurich adalah Swiss-Jerman, tetapi secara profesional dia lebih sering berinteraksi dalam bahasa Inggris. "Saya sering mendengar dari para kolega yang bukan-penutur-asli bahwa mereka dapat memahami saya lebih baik ketika mendengarkan saya bicara, daripada jika melakukan hal sama pada penutur bahasa Inggris asli," kata kepala latihan dan pengembangan, IP Operations di Zurich Insurance Group.

Hak atas foto Jean-Paul Nerriere
Image caption Jean-Paul Nerriere telah menyusun Globish - suatu bentuk baru bahasa Inggris yang lebih mudah, mengurangi sampai 1500 kata dan tata bahasa yang standar tapi sederhana - sebagai sebuah alat

Satu hambatan adalah singkatan.

"Ketika pertama kali saya bekerja di suatu lingkungan internasional seseorang berkata 'Eta 16:53' dan saya berpikir 'Apa sih ETA itu?'," kata Blattner. "Untuk menambahkan kebingungan, beberapa singkatan dalam Inggris British sangat berbeda dengan Inggris Amerika."

Dan kemudian ada gaya budaya, kata Blattner. Ketika seorang Inggris berreaksi pada sebuah proposal dengan mengatakan, "Ini menarik" seorang rekan Inggris akan mengenalinya sebagai pernyataan yang meremehkan "Itu sampah." Tetapi orang-orang dari negara lain akan menganggap kata "menarik" sesuai maknanya, kata Blattner.

Kata-kata yang tidak biasa, kecepatan berbicara dan menggumam tidak membantu, tambahnya - khususnya jika sambungan telepon atau video berkualitas jelek. "Anda mulai tak fokus dan melakukan hal lain karena tidak ada jalan untuk bisa paham," katanya.

Di dalam rapat, dia menambahkan, "biasanya, pembicara-asli bahasa Inggris mendominasi sekitar 90% waktu. Tetapi orang lain telah diundang karena suatu alasan."

Dale Coulter, kepala bahasa Inggris di penyedia kursus bahasa TLC International House di Baden, Switzerland, setuju: "Para pembicara bahasa Inggris yang tidak berbahasa bahasa lain sering kali tidak menyadari bagaimana berbicara bahasa Inggris secara internasional.

Di Berlin, Coulter melihat staf berkebangsaan Jerman di perusahaan Fortune 500 diberi pengarahan dari kantor pusat di California melalui hubungan video. Meskipun cukup kompeten berbahasa Inggris, orang-orang Jerman itu hanya mengambil inti dari apa yang dikatakan oleh pemimpin proyek Amerika. Jadi di antara mereka terjadi suatu versi saling pengertian, yang mungkin atau tidak mungkin tidak sesuai dengan apa yang dimaksudkan staf California.

"Banyak informasi menjadi tidak tepat," kata Coulter.

Manakala sederhana lebih baik

Adalah para penutur asli yang sering berisiko kehilangan kerja sama, mantan eksekutif senior marketing internasiona di IBM Jean-Paul Nerriere yang berkebangsaan Prancis, memperingatkan.

"Terlalu banyak non-Anglophone, terutama orang Asia dan Prancis, yang terlalu peduli tentang tidak 'kehilangan muka' - dan mengangguk setuju ketika tidak dapat memahami pesannya sama sekali," katanya.

Itulah kenapa Nerriere menyusun Globish - suatu bentuk sederhana bahasa Inggris, mengurangi sampai 1.500 kata dan tata bahasa standar tapi sederhana. "Ini bukanlah bahasa, ini sebuah alat," katanya. Sejak meluncurkan Globish di tahun 2004 dia menjual lebih dari 200.000 buku teks Globish dalam 18 bahasa.

"Jika Anda dapat berkomunikasi secara efisien dengan bahasa terbatas dan sederhana, Anda menyingkat waktu, menghindari misinterpretasi dan Anda tidak mengalami kesalahan dalam berkomunikasi," kata Nerriere.

Sebagai seorang berkebangsaan Inggris yang bekerja keras belajar bahasa Prancis, Rob Steggles, senior direktur marketing untuk Eropa di perusahaan raksasa NTT Communications, telah memberikan saran untuk para Anglophone. Berlokasi di Paris, Steggles mengatakan, "Anda perlu menyampaikan dengan singkat, jelas dan langsung, dan Anda butuh menyederhanakan. Tetapi ada batas halus antara melakukan itu dan menjadi merendahkan."

"Harus berhati-hati," katanya

Berikan kesempatan pada yang lain

Ketika mencoba berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan sekelompok orang dengan tingkat kefasihan yang bervariasi, menjadi penting untuk dapat menerima dan beradaptasi, menyesuaikan telinga pada seluruh tingkatan yang berbeda dalam berbahasa Inggris, kata Jenkins.

"Orang yang sudah belajar bahasa-bahasa lain mahir melakukan itu, tetapi penutur asli bahasa Inggris biasanya monolingual dan tidak terlalu mahir menyesuaikan diri pada variasi bahasa," katanya

Dalam rapat, para Anglophone cenderung untuk bicara cepat - sesuai apa yang mereka anggap sebagai kecepatan normal, dan juga buru-buru untuk mengisi jeda percakapan, menurut Steggles.

"Jeda bisa terjadi karena para bukan-penutur-asli mencoba merumuskan sebuah kalimat," katanya. "Anda hanya harus menunggu sebentar dan memberikan kesempatan pada mereka. Kalau tidak, setelah rapat mereka akan mendatangi dan berkata, 'Apa artinya semua itu?' Atau mereka pergi dan tidak terjadi apa-apa karena mereka tidak mengerti."

Dia merekomendasikan untuk membuat poin yang sama dengan beberapa cara yang berbeda dan meminta tanggapan, reaksi atau aksi.

"Jika tidak ada partisipasi," Steggles memperingatkan, "Anda tidak tahu apakah Anda dipahami atau tidak."

Anda bisa membaca artikel aslinya Native English speakers are the world's worst communicators dan artikel lainnya di BBC Capital.

Berita terkait