Ingin mengubah dunia? Jangan berharap ke Forum Ekonomi Dunia

Davos Hak atas foto Getty Images
Image caption Ada sebuah dansa di Davos yang tidak ada hubungannya dengan kemajuan atau penyelesaian masalah-masalah paling sulit di dunia, tulis Finkelstein.

Raksasa pemerintah dan industri berlagak di Davos, namun gagal. Sekarang tergantung kita.

Apakah "kepemimpinan yang responsif dan bertanggung jawab"? Forum Ekonomi Dunia atau WEF (World Economic Forum) memilih ide ini sebagai tema pertemuan Davos 2017. Apa sebenarnya yang dibicarakan kelompok elit ini ini?

Pertama, supaya jelas, ide menciptakan usaha bersama lintas-negara untuk mengatasi masalah global adalah visi yang mulia. Jika tak ada yang menaruh perhatian terhadap apa yang salah di dunia ini, masyarakat tak akan lebih baik. Dan WEF sadar bahwa ekonomi-politik global mengarah ke risiko yang jauh lebih lebih besar, baik dalam bentuk Donald Trump di AS, Brexit di Eropa atau obsesi Cina akan kekuatan dan kehormatan yang terus berlangsung.

Saya sudah lama mengkritisi pertemuan seperti WEF sebagai sarana untuk membahas isu-isu nyata. Ada sebuah dansa di Davos yang tidak ada hubungannya dengan kemajuan atau penyelesaian masalah-masalah paling sulit di dunia. Itu lebih untuk menunjukkan bahwa anda telah diundang ke acara dansa, dan anda dilihat orang lain di lantai dansa, dan anda dapat menceritakan ke orang-orang nantinya bahwa anda berdansa.

Sejujurnya, ketidakrelevanan acara tersebut dalam mendukung pencarian solusi secara bersama-sama atas isu-isu global dilampaui oleh simbolisme mendalam dari para elit global yang berkumpul di tempat terpencil di pegunungan Swiss.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Ada sebuah dansa di Davos yang tidak ada hubungannya dengan kemajuan atau penyelesaian masalah-masalah paling sulit di dunia, tulis Finkelstein.

Memimpin dalam kehidupan

Ada seorang pria yang datang untuk mengambil sampah dari kantor saya setiap hari. Kalau saya ada di kantor kami berbincang. Dia biasanya bercerita bahwa dia pergi ski, atau ke konser atau membantu dapur umum di lingkungannya, atau menghabiskan waktu dengan teman dan keluarga. Apa yang dikatakannya sangat sederhana dan tidak terdengar besar. Namun juga lebih nyata dibandingkan sebagian besar yang terjadi di Davos. Orang ini benar-benar melakukan apa yang diceritakan ke saya. Dia menjalani hidupnya, bekerja, melibatkan diri, dan berkembang.

Tentu saja itu tak bisa dibandingkan dengan para kepala negara dan CEO perusahaan yang berlomba mendapatkan akomodasi terbaik dan dilihat orang penting lainnya, namun bukan seperti yang anda kira. Orang ini, pembersih kantor ini, nyata. Dia tidak membuat rencana besar, dia hanya menjalani hidupnya. Dia tidak berwacana membantu orang lain, dia benar-benar melakukannya.

Dia tidak mengetahui banyak tentang Revolusi Industrial ke Empat (Label yang digunakan WEF untuk mendeskripsikan perubahan besar yang didorong oleh teknologi digital, kecerdasan buatan dan robotika). Namun dia benar-benar tahu cara menjaga kantor kami rapi dan bersih. Itulah pekerjaannya, dia bangga akan itu dan dia memberi nilai tambah bagi saya dan orang lain.

Orang ini tidak sendiri. Ada seorang perempuan yang telah memotong rambut saya (meski tinggal sedikit) selama 15 tahun terakhir. Saya ada di situ pada hari itu, saat saya mendengar apa yang dikerjakan anak-anaknya (yang lebih tua di sekolah menengah mungkin punya kekasih), saya mendengar tentang bagaimana ia melewatkan akhir pekannya dengan mengendarai mobil salju dengan keluarganya, dan saya mendengar tentang jel rambut baru yang dia ingin coba untuk saya. Dia seorang professional. Dan dia juga nyata.

Hak atas foto Alamy
Image caption Orang-orang yang anda temui setiap hari tidak berakting. Mereka bekerja. Ini adalah lingkungan tempat penulis tinggal di Hanover, New Hampshire.

Ada juga bartender di tempat favorit saya. Dan barista di PK Coffee, bar espresso sementara yang tidak terlalu jauh dari tempat saya tinggal. Dan pengantar surat yang selalu menyapa ketika bertemu saya di luar rumah. Orang-orang ini nyata. Mereka melakukan apapun pekerjaan mereka, setiap hari -dan mereka biasanya melakukan yang terbaik yang dapat mereka kerjakan.

Ada sebuah kata untuk orang-orang seperti ini: masyarakat.

Maafkan jika saya tidak terlalu terkesan dengan orang-orang di Davos. Mereka berakting dalam sandiwara yang kompleks, dilihat dalam usaha membantu dunia menjadi tempat yang lebih baik. Namun orang-orang yang saya temui setiap hari, mereka tidak berakting. Mereka bekerja. Dan saya tentu memilih bekerja daripada berakting.

Krisis elit global

Kaum elit global sedang mengalami krisis. Terlepas dari sentimen populis yang menciptakan perubahan politik yang tidak diharapkan banyak orang, saya tidak membayangkan kaum elit akan kehilangan kekuasaan mereka, karena kekuasaan mereka sungguh luar biasa.

Kepala pemerintahan, pemilik perusahaan besar, presiden organisasi nirlaba dan LSM memiliki alat yang lebih dari cukup untuk mereka mempertahankan kekuasaan dan melakukan apa yang mereka kerjakan.

Namun jika kita mengharapkan mereka memecahkan masalah masyarakat - dan saya sungguh berharap ini tidak benar - kita akan menunggu lama, selama-lamanya. Mereka tidak akan melakukannya.

Akhirnya hal yang paling produktif dari pembicaraan Davos mengarah ke perjanjian-perjanjian yang sangat berperan untuk menguntungkan mereka. Ketika perjanjian-perjanjian itu menjadi global - perubahan iklim misalnya - kemungkinan curang dan permainan orang dewasa mengambil alih. Atau mereka menciptakan kerusakan tambahan yang tak pernah menjadi bagian dari penawaran yang dibayangkan - perjanjian dagang global misalnya - mereka membantu menciptakan revolusi virtual global. Saksikan bagaimana pasar terbuka disalahkan atas ketimpangan besar-besaran di AS dan terbukanya imigrasi di Inggris.

Hak atas foto Getty Images
Image caption "Ingin mengubah dunia? Jangan berharap ke Davos", kata Sydney Finkelstein.

'Solusi-solusi' besar ini memiliki dua kelemahan: mereka terlalu kompleks, sehingga mustahil untuk benar-benar mengerti efek samping yang tidak diinginkan; dan implementasi yang sukses membutuhkan kepercayaan di antara para pelaku yang sebenarnya tidak ada. Kendati saling melontarkan kata-kata klise tentang kebaikan publik, semua orang dalam pertemuan itu tahu mereka ada dalam permainan kalah-menang (zero sum game) dan menang adalah hal terpenting.

Tak ada yang bisa terjadi tanpa kepercayaan, dan ternyata kepercayaan tidak begitu saja terwujud ketika orang-orang berkuasa berbicara di vila di Swiss.

Kepercayaan muncul dari interaksi antara dua orang atau lebih dan orang-orang itu melakukan apa yang mereka katakan akan lakukan. Tidak perlu sempurna, atau tidak perlu berusaha mencari solusi sempurna. Mereka hanya perlu melakukan apa yang mereka katakan akan lakukan.

Saat anda percaya orang lain, anda akan meraih kepercayaan diri, anda akan berdaya, dan anda mungkin dapat menambahkan beberapa solusi baru ke permasalahan lama. Dengan kata lain, anda mungkin dapat menjadi pemecah permasalahan yang kreatif, karena jika hal itu tidak berhasil anda tahu anda tidak akan disalahkan. Sebelum anda menyadarinya, orang-orang mengambil tantangan lebih besar dan mulai menjadi sedikit lebih baik dalam apapun yang mereka kerjakan.

Meski begitu, ini jarang terjadi dengan elit global, yang cenderung membuat janji-janji raksasa, dan konsekuensinya, yang selalu disalahkan saat janji-janji tersebut tidak berjalan seperti yang mereka janjikan. Inilah yang terjadi dengan perjanjian dagang global, itu satu contohnya.

Jadi jika raksasa pemerintah, industri dan LSM tidak dapat melakukannya, bagaimana anda mengubah dunia? Bagaimana anda membuat hidup lebih baik? Saya menanyakan pertanyaan ini ke barista favorit saya, dan dia berkata: "Apakah anda menyukai espresso anda hari ini?" Saya menyukainya.

Versi bahasa Inggris tulisan ini bisa Anda baca diWant to change the world? Don't look to Davos di BBC Capital

Berita terkait