Bagaimana caranya supaya bisa libur terus-terusan?

jalan-jalan

Mari kita bertemu orang-orang yang bisa mengambil cuti berbulan-bulan setiap tahunnya, tanpa merusak karier dan membuat rekan kerjanya kesal.

Ketika perusahaan Chris Lang menerapkan kebijakan boleh mengambil libur jalan-jalan tanpa batas, dia menambah jumlah hari liburnya dua kali lipat. Dia pun berhati-hati merencanakan liburannya, sembari mendelegasikan pekerjaan kepada staf dan mendorong stafnya untuk melakukan hal serupa.

Sebagai seorang eksekutif, dia selalu mempertimbangkan seberapa sering dia mengambil cuti. Dia sebenarnya agak khawatir membuat rekan-rekannya terganggu, saat dia memanfaatkan kebijakan perusahaan asal Eropa tempatnya bekerja.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Jumlah cuti terbatas semakin banyak ditemui di berbagai perusahaan.

"Hal yang paling penting sebenarnya adalah kita harus benar-benar percaya dengan rekan kerja kita, bahwa mereka akan membantu," katanya.

Dan strategi itu berhasil. Sebagai seorang pejabat eksekutif sebuah perusahaan software yang berbasis di Amsterdam, Lang sukses mengambil cuti lebih lama tetapi tetap melewati target keuntungan perusahaan. Tahun lalu, dia mengambil cuti selama enam minggu. Tahun sebelumnya hanya tiga minggu. Tahun ini dia mengaharapkan bisa cuti delapan minggu.

Apa yang disampaikan oleh keadaan meja kerja Anda?

Ternyata wajar mendapatkan pekerjaan impian lalu membencinya

"Salah satu hal paling sulit terkait liburan adalah menentukan kapan waktunya," ungkap Lang, yang berasal dari Boston, Amerika Serikat.

Dengan kebijakan liburan tanpa batas ini, semakin banyak orang yang sadar bahwa mengambil banyak cuti tidak berarti akan merusak karier. Dengan semakin banyaknya orang mengambil cuti dalam jangka waktu panjang, banyak pula yang iri, karena dengan waktu libur biasa saja, mereka kesulitan mengelola waktu.

Lalu, apa rahasia mereka?

"Anda harus mengatakan kepada diri Anda bahwa bekerja bukanlah segala-galanya," ungkap Lang. "Rasanya nanti sekembalinya ke kantor, semua orang akan marah atau iri, padahal tidak."

Kebijakan berlibur berbeda di seluruh dunia. Tapi yang jelas tidak sedikit yang merasa pergi liburan malah bisa membuat stres.

Di Inggris dan sebagian besar Eropa, jumlah cuti tahunan adalah lima minggu per tahun. Sementara di banyak perusahaan Amerika, jumlah cuti adalah tiga minggu pertahun.

Namun, bekerja lintas negara bisa membuat orang untuk berpikir dua kali untuk mengambil cuti, kata Rachel Mason, manajer pemasaran 33Talent, sebuah perusahaan yang berbasis di Singapura.

"Teman-teman Singapura saya tidak semuanya yang mengambil katah cuti," kata perempuan berusia 27 tahun itu, yang pindah bekerja dari Inggris. Menurutnya itu persoalan budaya. "Sementara teman-teman saya yang bekerja di Inggris, selalu menggunakan jatah liburnya, bahkan hanya untuk diam di rumah, tidak ke mana-mana."

Khawatir kata orang

Bagi mayoritas orang, mengkhawatirkan apa yang dikatakan orang menjadi kendala utama untuk mengambil cuti.

Image caption Sebaiknya transparanlah kepada rekan-rekan kerja soal libur kita.

Kondisi ini membuat orang berusaha mengambil cuti diam-diam. Namun, mereka yang lebih cerdas cenderung terbuka tentang hari liburnya. Ini akan membuat suasana jadi terasa lebih transparan, kata Jacob Shriar, 29 tahun, direktur konten di sebuah perusahaan teknologi di Kanada.

Sebelum pergi berlibur, Shriar menyebutkan rencananya itu saat rapat, empat hari sebelum libur, dan bahkan menulisnya di papan tulis kantor.

"Saya berusaha untuk memberitahu staf saya terlebih dulu," ungkap Shriar, yang baru saja pulang berlibur dari Barcelona dan New York. Tindakan itu diambilnya untuk memberi contoh kepada stafnya bahwa mengambil cuti adalah hal yang wajar.

Rajin bekerja, rajin liburan

Bagi Tyler Maynard, kepala penjualan sebuah perusahaan katering, target adalah ukurannya untuk mengambil waktu libur. Dia biasanya menetapkan target dua-tiga mingguan, lalu mulai mengatur libur.

Mantan bankir ini mendapat jatah libur menggiurkan dari CaterCow, perusahaan tempatnya bekerja. Dia bisa mengambil tiga bulan waktu untuk bekerja di luar kantor. Tahun ini dia berencana untuk main ski di Vermont lalu mengunjungi Kolombia. Jika dia bekerja di rumah lebih awal dan cepat, dia bisa menyisakan waktu untuk jalan-jalan.

Image caption Bagi Tyler Maynard, tercapainya target di kantor adalah pertanda untuk liburan.

Pelibur konstan ini juga punya rahasia sukses untuk beristirahat dari kerja. Mereka tidak mengambil cuti tambahan di tengah rencana kerja besar. Namun, ketika hari berjalan biasa, mereka akan mengambil hari libur biasa juga untuk bersenang-senang.

"Saya tidak suka dengan ide kita harus bekerja sekeras mungkin hingga ke batasnya. Otak Anda tak didesain untuk itu," pungkasnya.

Menyusun strategi

Tapi tentu, telpon darurat dan perintah dari atasan penting tidak dapat kita tolak meskipun sedang berada di manapun di bumi ini. Triknya adalah berpintar-pintarlah dalam menghadapinya dan merencanakannya.

Image caption Rachel Mason menyatakan buat aturan bagaimana rekan kerja bisa menghubungi Anda.

Sebelum pergi cuti, Anda harus membuat aturan bagaimana dan kapan Anda bisa dihubungi, kata Mason. Jadi, rekan kerja Anda tahu, kapan Anda akan melihat email pekerjaan dan seberapa sering Anda melihat email itu.

Biasanya, Mason benar-benar tidak membaca email kerja ketika sedang berlibur dalam jangka panjang. Tapi dia cukup rutin melihat email kalau sedang liburan singkat, atau pada akhir pekan.

Kembali ke kantor

Dan semua hal yang membahagiakan pasti berakhir. Kembali ke kantor dengan persiapan akan membuat orang yang rutin berlibur tidak kewalahan. Ketika Denise Twum, 34, seoarang manajer di majalah Issuu pergi berlibur, dia meninggalkan catatan apa yang harus dikerjakan stafnya untuk mengisi kekosongannya.

Image caption Denise Twum membuat daftar kerja untuk rekan kerjanya.

Ketika dia kembali ke kantornya di Palo Alto, California, setelah berlibur dua minggu di Korea Selatan dan pulang kampung ke Ghana, dia langsung masuk kantor pada akhir pekan untuk memulai rutinitasnya, mengecek email dan melihat apakah daftar kerja yang diserahkan pada stafnya telah dikerjakan atau belum. Di hari Senin-nya, dia masuk kerja dengan santai.

Dengan memulai hari lebih awal, kita akan merasa tidak kewalahan. "Dan saya bisa menyusun strategi untuk hari baru, dan tentunya membuat ucapan terima kasih tertulis atau memberi oleh-oleh bagi mereka yang membantu," tutur Twum.

Anda bisa membaca versi bahasa Inggris dari artikel di atas berjudul These are the secrets of constant vacationers di BBC Capital.

Topik terkait

Berita terkait