Apa yang salah dengan mendandani meja kerja anda?

meja kerja Hak atas foto Getty Images
Image caption Melarang barang-barang pribadi diletakkan di meja dapat mempengaruhi produktivitas.

Ada alasan banyak perusahaan melarang barang-barang pribadi diletakkan di meja. Dan larangan itu dapat mempengaruhi produktivitas.

Saat John Crowley memulai pekerjaan barunya di sebuah pusat layanan pelanggan enam tahun yang lalu, dia diizinkan untuk meletakkan apapun yang dia inginkan di atas mejanya. Namun saat dia keluar dari perusahan tersebut, dia bahkan tidak dapat membawa gelasnya sendiri.

Selama beberapa tahun itu, perusahaannya secara bertahap mengurangi jumlah barang-barang pribadi yang dapat dibawa staf ke kantor. Mereka melarang foto keluarga, tanaman dan foto-foto - dia bahkan tidak diizinkan menumpuk kertas di atas mejanya.

Crowley diharapkan fokus hanya pada komputernya dan menelepon.

Tak heran, saat lingkungan kerjanya semakin ketat, tingkat kepuasan kerja Crowley menurun.

"Dalam beberapa tahun pertama saya lebih bersemangat dan produktif dibandingkan saat dua tahun terkahir," kata penulis yang berbasis di Epworth, Inggris tersebut.

"Saya merasa lebih senang dengan pekerjaan saya saat mereka [manajemen] tidak terlalu ketat."

Meski pusat layanan pelanggan bukanlah tempat yang paling ramah bagi para pekerja, pengalaman Crowley tidak asing, kata Craig Knight, seorang psikolog dan pendiri Haddington Knight yang berbasis di Exeter, Inggris, sebuah perusahaan yang menggunakan sains untuk meningkatkan kinerja usaha.

Tidak boleh meletakkan foto anak-anak kita di meja kerja mungkin terdengar sepele, namun peraturan-peraturan ini secara signifikan mempengaruhi kinerja perusahaan, kata Knight.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Banyak perusahaan, di banyak sektor, membatasi jenis barang-barang pribadi yang dapat diletakkan di atas meja staf mereka.

Knight telah melakukan penelitian mendalam dalam personalisasi ruang kerja dan menemukan bahwa para pekerja yang meletakkan sedikitnya satu foto atau tanaman di meja sekat mereka 15% lebih produktif .

Para pekerja yang bisa menghias meja kerja mereka seperti apapun yang mereka inginkan 25% lebih produktif dibandingkan mereka yang bekerja di meja yang lebih kosong.

Namun, banyak perusahaan, di seluruh sektor, dan sering di ruang kantor terbuka, membatasi jenis-jenis barang pribadi yang boleh diletakkan para staf mereka di atas meja dan banyak perusahaan yang tidak mengizinkan apapun sama sekali.

Namun mengapa memaksakan aturan itu, jika itu mengurangi produktivitas dan membuat orang-orang tidak bahagia?

Ide tersebut muncul, sebagian, dari teori manajemen popular yang mengatakan bahwa meja yang bersih meningkatkan fokus dan produktivitas. Penelitian ini membuktikan sebaliknya.

Ruangan yang bahagia membuat Anda bahagia

Memiliki barang-barang kita sendiri di tempat kerja membuat kita bekerja lebih keras karena itu memberi rasa identitas atas suatu tempat -pekerjaan - jika tidak, kita bisa merasa seperti roda dalam sebuah mesin.

Saat kita memiliki barang-barang pribadi di sekeliling kita, hal ini juga akan lebih mengikat secara psikologis, kata Knight.

"Saat kita memperkaya ruangan kita, kita akan lebih bahagia."

Hak atas foto Vogue
Image caption Sebagian orang yang paling sukses di dunia mendandani meja kerja mereka dengan barang-barang pribadi.

Tiga peneliti, yang menulis di Jurnal Psikologi Lingkungan, menemukan bahwa dengan membuat tempat kerja kita lebih personal, khususnya dalam sebuah ruangan kantor terbuka, ini akan memberikan kontrol lebih dan rasa kepemilikan di lingkungan kita.

Dan, seperti ditemukan Knight, hal itu mendorong produktivitas .

"Menciptakan sebuah tempat milik pribadi di sebuah lingkungan kerja milik publik akan berkontribusi dalam kognitif positif dan kondisi afektif seseorang, yang kemudian menghasilkan sumber daya mental yang meningkat, dan dapat mengatasi dengan lebih baik gangguan yang berpotensi melemahkan karena rendahnya privasi," tulis para peneliti dalam laporan mereka.

'Sepenuhnya beracun'

Jika ada bukti yang menunjukkan bahwa personalisasi dapat membuat kita lebih produktif, mengapa setiap perusahaan tidak mengizinkan kita mendekor tempat kerja?

Karena banyak perusahaan yang masih memiliki pandangan kerja yang otoriter, kata Chris Cutter, pendiri dan CEO LifeDojo, sebuah perusahaan yang berbasis di San Francisco yang membantu para eksekutif meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan para pekerja mereka.

"Secara alamiah para pekerja cenderung patrilineal," katanya. "Jadi jenis kebijakan ini adalah bagian dari hal itu. Standardisasi. Kemungkinan dapat ditebak."

Banyak manajer juga yakin bahwa semakin bersih tempat kerja maka semakin produktif pekerjanya. Jika seseorang percaya sesuatu, mereka akan menerapkan ide itu di seluruh bagian perusahaan, katanya.

Satu alasan pemikiran ini muncul, tambah Knight, adalah karena memiliki sebuah tempat kerja yang bersih, tak terjamah adalah bagian inti dari dua teori manajemen yang terdepan: Six Sigma dan Lean.

Keduanya mengutamakan pendekatan yang kaku dan hemat biaya dalam bekerja di atas segala-galanya.

Idenya adalah untuk menghilangkan segala sesuatu yang dianggap tidak ada kaitannya, karena jika sesuatu itu bukanlah fokus dari pekerjaan yang sedang dihadapi, maka hal itu dianggap boros.

Teori-teori ini, yang menjadi popular pada tahun 1990an, masih banyak digunakan hingga saat ini.

"Logikanya adalah jika apa yang Anda miliki di meja adalah yang Anda butuhkan untuk melakukan pekerjaan, maka Anda akan menjadi lebih produktif," katanya.

"Ini soal memaksimalkan waktu di tempat kerja."

Jadi jika ada barang yang tidak berhubungan secara langsung dengan pekerjaan, misalnya gambar-gambar pribadi atau pernak-pernik yang lain, itu dianggap mengalihkan.

Hak atas foto Chris Cutter, ideamensch.com
Image caption Kebijakan yang melarang personalisasi merefleksikan sebuah tren patrilinealisme dalam perusahaan, kata Chris Cutter, pendiri dan CEO LifeDojo.

Meski demikian, tidak ada bukti bahwa Six Sigma, dan teori manajemen serupa efektif, kata Knight, yang mulai belajar personalisasi dan produktivitas karena dia ingin mengerti lebih baik manfaat teori-teori ini.

Dia segera menemukan bahwa tidak ada manfaatnya.

"Di setiap kasus, kebijakan ini menjadi tempat terburuk Anda menempatkan orang," katanya. "Tidak berhasil dan beracun."

Cutter setuju bahwa gaya manajemen ini tidak berhasil.

"Kembali lagi, semakin banyak yang Anda kontrol maka semakin banyak hal yang dapat ditebak, lebih bagus," katanya.

"Namun jika Anda pikirkan maka itu sangat konyol."

Lebih aneh lagi mengingat banyaknya penelitian yang telah dilakukan mengenai personalisasi - dalam banyak situasi, bukan hanya di tempat kerja - berdampak lebih baik untuk produktivitas dan semangat kerja.

Mengerti data

Pimpinan Anda mungkin tidak ingin berusaha menjadi jahat atau kejam dengan melarang membawa barang-barang pribadi, meski memiliki peraturan yang melarang foto keluarga terdengar kejam.

Banyak manajer yang telah diajarkan bahwa Six Sigma adalah cara yang tepat untuk mengatur perusahaan.

Perusahaan Cutter menghabiskan banyak waktu meyakinkan perusahaan-perusahaan bahwa personalisasi tempat kerja berhasil.

Terkadang, sulit meyakinkan mereka. Sehingga, dia biasanya mencari seorang "jagoan" dalam sebuah perusahaan yang mengerti apa yang dia katakan dan berusaha mendorong perubahan.

Begitu perusahaan melihat data dan menyadari dampak dari staf yang lebih bahagia dan lebih produktif, sikap biasanya mulai berubah.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Memiliki barang-barang kita sendiri di tempat kerja memberi rasa identitas atas suatu tempat, jika tidak kita dapat merasa seperti roda dalam sebuah mesin.

Untuk perusahan-perusahaan yang bimbang untuk berubah, dia menyarankan memulai di satu departemen.

Dampak pada metrik seperti produktivitas, semangat kerja dan tingkat absen pekerja dapat dilacak selama periode waktu tertentu dan perubahan dapat diukur.

"Manajer juga dapat menanyakan apakah orang-orang lebih bahagia atau lebih produktif," katanya. "Lihat bukti dan mereka akan melihatnya."

Sekarang, Crowley bekerja di People HR, sebuah perusahaan yang menciptakan perangkat lunak terkait sumber daya manusia, yang membolehkannya membawa barang-barang pribadi apapun yang diinginkannya.

Meski dia baru beberapa minggu bekerja di sana, dan belum memiliki banyak barang di mejanya kecuali sebuah thesaurus, namun rekan kerjanya memiliki foto-foto, buku-buku, kalender — bahkan ada yang memiliki selimut — di meja sekat mereka.

Dengan membebaskan untuk, mendekorasi mejanya — buku pegangan pekerjanya bahkan menyatakan, personalisasi tempat kerja bisa meningkatkan motivasi — maka para pimpinannya menunjukkan mereka peduli akan kesejahteraan staf.

Hal itu membuat mereka mau bekerja lebih keras.

"Ini membuat saya lega," katanya.

"Dan membuat saya ingin memberikan usaha lebih dan mendapatkan hasil lebih untuk perusahaan saya."


Versi bahasa Inggris tulisan ini bisa Anda baca di What's so wrong with dressing up your desk? di BBC Capital

Berita terkait