'Brunch' mewah Rp10 juta ala ekspatriat di Dubai

brunch Hak atas foto Nomee Gulfam
Image caption Harga yang tinggi untuk brunch ini sangat setimpal dengan menfaatnya: menjalin jaringan baru.

Brunch -kombinasi sarapan dan makan siang yang biasa dilakukan pagi menjelang siang- bagi para ekspat ini bukanlah makanan biasa. Di beberapa kota global dengan populasi ekspat yang besar, biaya jamuan makan ala prasmanan dengan minuman anggur yang tak terbatas dapat mencapai ratusan dollar.

Robyn Coughlan senang menikmati brunch.

Dia berasal dari Skotlandia, namun pindah ke Dubai dua tahun lalu untuk bekerja di industri minyak dan gas di sana. Bahkan sebelum dia tiba ke Dubai, dia sudah mendengar tentang elemen yang terkenal dari kehidupan ekspatriat ini.

"Brunch ada di mana saja, mustahil Anda berada di Dubai namun tidak mendengar atau melihat iklannya," kata Coughlan. Baginya, brunch adalah waktu untuk bersosialisasi dengan teman-teman dan memanjakan diri dengan makanan dan minuman di hotel mewah. "Itu adalah kegiatan yang paling disukai saat akhir pekan di sini, jadi saat Anda tiba, dijamin Anda pasti akan diundang ke salah satu brunch."

Hak atas foto Nomee Gulfam
Image caption Beberapa brunch menawarkan hiburan seperti akrobat - dengan harga yang cukup tinggi.

Tidak ada brunch yang biasa-biasa saja. Kota Emas -sebutan Dubai- adalah salah satu dari beberapa kota global dengan populasi ekspat yang besar - dengan kegiatan favorit waktu luang adalah pergi ke brunch mewah yang berlangsung hingga beberapa jam, dan menawarkan sajian prasmanan dengan wine mahal dan champagne tanpa batas.

Biasanya disajikan di hotel berbintang lima dan di restoran-restoran kelas atas di kota itu, acara yang menghadirkan hiburan langsung seperti ini dapat mencapai $800 (atau Rp10,6 juta) per orang.

Banyak profesional yang tinggal di luar negeri memiliki disposable income -pendapatan bersih yang siap dibelanjakan- dan tinggal di negara tanpa kehadiran keluarga besar atau teman-teman lama.

Di kota-kota global dengan populasi ekspat yang besar seperti Dubai, Hong Kong, Singapura dan Mumbai, brunch mewah seperti ini menawarkan tempat untuk bertemu orang-orang, menjalin jaringan dan memperkenalkan diri.

Dan di kota-kota seperti Dubai, kenikmatan brunch menjadi tiada bandingannya, karena dapat menjadi ajang mengkonsumsi alkohol di daerah dengan hukum alkohol yang sangat ketat. Sebagian besar tempat brunch menyebut tempat mereka 'aman' untuk konsumsi alkohol.

Pesta yang dapat berpindah

Monica Metzger, yang berasal dari Italia yang pindah ke Dubai sekitar 10 tahun yang lalu dan bekerja di industri perhotelan, berkata brunch telah berkembang sejak dia tinggal di sana.

Hak atas foto Nomee Gulfam
Image caption Brunch dapat mengisi kekosongan sosial serta memberi kesempatan untuk kemewahan dan kehidupan glamor.

"Brunch pada awalnya berskala kecil dan terfokus pada makanan prasmanan dengan minuman yang dapat ditambah terus menerus namun cenderung tanpa suasana… begitu selesai brunch, orang-orang akan pulang ke rumah," kata Metzger.

Dalam beberapa tahun terkahir, mereka telah berevolusi menjadi acara yang lengkap dengan hiburan. Sebagian memiliki smorgasbords -prasmanan ala Skandiavia- dengan makanan-makanan lezat yang disiapkan oleh para koki top dan disertai minuman anggur yang berkualitas.

Yang lainnya penuh hiburan dengan tema sirkus keliling, aktivitas untuk anak-anak dan penampilan kelompok musik. Terkadang penikmat acara tinggal hingga pesta lanjutan yang berlangsung hingga subuh keesokan harinya.

Adrian John, pendiri dan editor direktori online Mr & Mrs Brunch UAE pindah ke Dubai dari Inggris delapan tahun yang lalu. Dia telah merasakan brunch di banyak negara namun "Dubai sungguh memberikan pengalaman gastronomi hingga ke tingkatan tertinggi."

Hak atas foto Nomee Gulfam
Image caption Bagi para ekspat yang belum memiliki jaringan di negara barunya, acara-acara seperti ini dapat menjadi alat untuk membangun komunitas yang penting.

Meski begitu, brunch adalah bagian yang penting dalam kehidupan ekspat, katanya.

"Mereka melambangkan upacara penerimaan setiap ekspat ke dalam komunitas dan menjadi solusi yang gampang untuk acara ulang tahun, pernikahan dan memperkenalkan anak baru ke lingkungan sosial yang mereka harapkan."

"Solidaritas d iantara sesama ekspat lebih diinginkan dibandingkan kesendirian yang sepi dan pemikiran rindu akan kampung halaman."

Kemewahan yang terjangkau?

Brunch mewah dapat berarti tagihan dalam jumlah besar. Yang memasukkan alkohol tanpa batas dapat mencapai ratusan dolar.

Di Mumbai, hotel JW Marriott menawarkan salah satu brunch paling mewah di kota itu, seharga $60 (Rp790 ribu) per kepala. Ini di negara dengan pendapatan tahunan rata-rata sebesar $616 (Rp8,1 juta), menurut survei Gallup pada 2013.

Makanan yang ditawarkan ada dari setiap benua, dengan anggur champagne yang tak terbatas, begitupun anggur dari seluruh dunia. Pelanggannya adalah orang-orang yang paling kaya di kota itu dan para ekspat yang menghabiskan waktu beberapa jam di sana pada hari Minggu.

Hak atas foto Nomee Gulfam
Image caption Minuman anggur dan yang champagne tak terbatas mendongkrak harga.

Di Hong Kong, Mercedes Me, campuran dari dealer Mercedes-Benz dengan restoran tapas (kudapan khas Spanyol), menawarkan brunch dengan tapas ala Jepang, Peru, dan Spanyol dan makanan penutup seharga $75 (Rp 1 juta), dengan tambahan $40 (Rp500 ribu) untuk anggur champagne yang tak terbatas.

Brunch berlimpah di Dubai biasanya disajikan setiap Jumat (di banyak negara muslim, termasuk UEA, akhir pekan jatuh pada Jumat dan Sabtu, dengan Jumat dianggap hari untuk sholat). Di sini, brunch dibawa ke level berbeda - misalnya, The Westin Dubai Mina Seyahi menawarkan brunch seharga $180 (Rp2,4 juta) lengkap dengan alkohol yang tak terbatas, meja tempat memasak langsung, ahli sulap, akrobat dan lukisan wajah untuk anak-anak.

Untuk harga yang lebih tinggi lagi, restoran makanan laut Dubai Pierchic menawarkan brunch Laurent Perrier Grand Siècle seharga hampir $800 per orang (Rp10,6 juta).

Meski dengan harga yang sangat mahal, brunch seperti ini tidak jarang pelanggan.

"Jika memesan a la carte (sesuai daftar menu) untuk setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi selama brunch, tagihan yang diberikan akan jauh lebih besar daripada harga paket. Dan hal ini berlaku di Dubai, karena harga minuman beralkohol sangat mahal," kata Metzger.

Banyak yang mampu membayarnya. Meski paket kompensasi tradisional yang diterima ekspat sudah lebih sedikit dibanding beberapa dekade lalu, masih banyak yang menerima kompensasi dalam jumlah besar.

Besar paket kompensasi yang diterima manajer menengah di Hong Kong sebesar $266 ribu (Rp3,5 milyar), tertinggi ke empat di area Asia Pacific, menurut konsultan ECA International. Di Singapore, jumlahnya sekitar $239 ribu (Rp3,15 milyar) dan di India, paket yang diterima manajer menegah ekspat rata-rata $293 ribu (Rp3,8 milyar).

Jika hanya memperhitungkan gaji semata, para ekspat yang tinggal di India dibayar tertinggi ke tiga di dunia, menurut survei ExpatExplorer HSBC. Sebagai tambahan, hampir 89% dari seluruh ekspat yang tinggal di India menerima setidaknya satu tunjangan finansial dari perusahaannya, menurut survei tersebut.

Terlepas dari ekspat, negara-negara ini juga memiliki populasi lokal dengan kekayaan signifikan. Mumbai, ibukota finansial India, yang juga kota terkaya di negara tersebut memiliki 46.000 milyuner dan 28 bilyuner, menurut survei New World Wealth pada 2017.

Pertimbangan budaya

Brunch di Dubai juga menawarkan peta navigasi kota yang memiliki hukum alkohol yang ketat itu. Yang muslim tidak diijinkan untuk minum alkohol di Dubai, dan non-Muslim diijinkan hanya di tempat-tempat tertentu. Brunch menawarkan ekspat tempat yang aman untuk minum alkohol, meski ilegal untuk minum di luar batas properti hotel yang diijinkan.

Banyak ekspat di Dubai berkata jenis brunch seperti ini bukanlah bagian dari budaya di negara asal mereka, karena mereka lebih cenderung menghabiskan waktu dengan teman-teman atau keluarga dengan acara makan yang lebih intim.

"Cara yang gampang untuk bertemu teman baru … Memang dengan cepat menciptakan kelompok teman baru di tempat yang jauh dari rumah," kata Nicola Duncan, yang pindah ke Dubai hampir empat tahun yang lalu dengan suaminya.

Hak atas foto Nomee Gulfam
Image caption Penampilan sirkus di The Westin Dubai Mina Seyahi.

Kebanyakan ekspat memilih brunch untuk high tea (waktu teh) atau makan malam yang mewah, kata Duncan. "Saat Anda dapat menikmati minuman beralkohol tanpa batas, ditambah makanan mewah dan suasana sosial yang menyenangakan … ini menjadi masuk akal."

Versi bahasa Inggris tulisan ini bisa Anda baca di The extravagant brunches of expat elites di BBC Capital

Berita terkait