Cara baru kalangan elite memamerkan kekayaan

Pendidikan Hak atas foto Getty Images
Image caption Belanja pendidikan kalangan elite di AS naik dibandingkan uang yang dikeluarkan oleh kelas menengah.

Pada 1899 ekonom Thorstein Veblen mengamati bahwa sendok perak dan korset adalah simbol status sosial di masyarakat. Hanya kalangan elite yang bisa memiliki sendok perak dan korset tersebut.

Dalam bukunya yang terkenal, The Theory of the Leisure Class, ia melahirkan istilah 'conspicuous consumption' atau 'konsumsi yang mencolok' untuk menggambarkan bagaimana benda atau barang dipamerkan untuk menunjukkan status dan posisi sosial.

Lebih dari 100 tahun kemudian, 'konsumsi yang mencolok' masih menjadi bagian dari lanskap kapitalis kontemporer.

Tapi ada pergeseran. Barang-barang mewah -yang tadinya hanya identik dengan kalangan atas di masyarakat- kini makin mudah diakses didorong oleh biaya produksi yang makin murah, yang pada gilirannya membuat barang-barang berkualitas tinggi menjadi makin terjangkau harganya.

'Demokratisasi' barang-barang konsumen membuat produk yang tadinya barang mewah kini dianggap barang yang lumrah. Ini bisa dilihat dengan televisi layar lebar berukuran besar. Di negara-negara Barat televisi jenis ini ditemui di hampir semua rumah tangga. Contoh lain adalah tas tangan.

Kalau sekarang banyak orang yang bisa membeli tas tangan merek terkenal atau mobil baru, bagaimana kelas super kaya menunjukkan kekayaan mereka?

Jawaban paling mudah adalah membelanjakan uang untuk membeli kapar pesiar, mobil Bentley atau rumah besar lengkap dengan pagar otomatis.

Pendidikan

Hak atas foto Getty Images
Image caption Ketika kelas menengah melirik tas tangan mewah, kaum super kaya memilih membelanjakan uang mereka untuk hal-hal lain.

Di luar kapal, mobil dan rumah besar, yang makin terasa adalah bagaimana kaum elite ini, biasa disebut juga sebagai 'kelas aspirasional', memfokuskan pada layanan dan investasi pendidikan.

Kecenderungan ini bisa dibaca dari data yang dikumpulkan di Amerika Serikat.

Terungkap bahwa sejak 2007, 1% penduduk AS, yaitu orang-orang yang mendapatkan gaji minimal US$300.000 per tahun, makin sedikit membeli barang. Mereka lebih banyak mengeluarkan uang untuk membiayai pendidikan, pensiun dan kesehatan.

Data juga menunjukkan belanja pendidikan kelas aspirasional terus meningkat, naik 3,5 kali lipat dibandingkan data pada 1996. Di sisi lain, belanja pendidikan kelas menengah nyaris tak mengalami peningkatan pada periode waktu yang sama.

Patut juga dicatat, untuk kasus di Amerika, biaya pendidikan jelas tidak murah.

Menurut Survei Pengeluaran Konsumen yang melalukan penelitian mulai 2003 hingga 2013, biaya kuliah perguruan tinggi naik 80%. Tak mengerankan jika biaya pendidikan berkualitas kemudian menjadi 'barang mewah baru'.

Amankan status sosial

Hak atas foto EPA
Image caption Hal-hal yang dibeli kelas aspirasional sekarang cenderung tidak tampak, misalnya pendidikan dan layanan kesehatan.

Yang tak kalah menarik, berlangganan majalah serius, seperti The Economist, juga dipandang sebagai cara untuk memperlihatkan bahwa seseorang masuk kelas aspirasional. Ini karena majalah ini dipakai sebagai acuan dan bahan diskusi lembaga-lembaga pendidikan yang mahal.

Dan yang tak kalah penting, semua investasi ini punya nilai tambah yang tak didapatkan ketika membeli barang-barang mewah.

Mengobrol dengan memakai acuan artikel menarik di majalah New Yorker atau The Economist membuat mereka memperoleh kapital budaya, memungkinkan mereka masuk ke jaringan sosial tertentu yang pada gilirannya membuka peluang mendapatkan pekerjaan, kontak profesional penting, dan juga akses ke sekolah swasta yang bagus.

Investasi di bidang pendidikan, layanan kesehatan dan pensiun berdampak positif terhadap kualitas kehidupan saat ini dan membantu meningkatkan kualitas kehidupan generasi berikutnya.

Bagi kalangan elite, uang yang mereka belanjakan mengamankan status sosial mereka meskipun sekarang 'apa yang mereka beli' tidak perlu dipamer-pamerkan seperti ketika membeli sendok perak, tas tangan mewah, mobil Bentley, atau kapal pesiar.

Tulisan asli dalam bahasa Inggris The new subtle ways the rich signal their wealth bisa Anda baca di BBC Capital.

Topik terkait

Berita terkait