Mengapa perempuan harus lebih sering menginterupsi pria?

interupsi Hak atas foto Getty Images

Keributan yang baru-baru ini terjadi di ruang rapat Uber mengangkat masalah 'interupsi pria'. Kolumnis Financial Times, Lucy Kellaway, mengatakan pria seharusnya mengurangi melakukan interupsi, sementara perempuan justru sebaliknya.

Minggu lalu, David Bonderman melakukan keributan besar.

Di tengah-tengah pembicaraan budaya seksis Uber, dia melontarkan lelucon tentang bagaiman perempuan terlalu banyak berbicara. Kata-katanya dipotong Arianna Huffington, sesama direktur Uber, dan dia mengedepankan fakta yang salah.

Wanita tidak berbicara lebih banyak daripada pria. Dia melakukan banyak kesalahan, dan harus mundur dari Uber.

Tetapi satu hal berpihak kepadanya.

Sebagai seseorang yang seorang memotong pembicaraan, saya merasa harus membelanya. Interupsi tidak banyak diberitakan karena dipandang kasar. Dan ketika seorang pria menginterupsi perempuan (seperti yang mereka lakukan setiap waktu) hal ini dipandang sangat buruk.

Eric Schmidt baru-baru ini diturunkan karena melakukan interupsi laki-laki atau 'manterupting' ketika pimpinan Alphabet menginterupsi satu-satunya perempuan di panel. Dan ketika suara Bonderman mengalahkan Huffington, New York Times menulis artikel mengutuk praktek tersebut.

Jalan keluarnya -dan sebagian besar orang mendukungnya- adalah menghentikan pria. Beberapa bulan lalu, saat memperingati International Women's Day, sebuah app diluncurkan bernama Woman Interrupted.

Kapan boleh interupsi?

Setiap pria yang mengunduh harus sebanyak tiga kali mengulang "Saya tidak akan menginterupsi perempuan lagi" dan kemudian diberikan tanda hitam jika melakukan pelanggaran.

Tetapi ini bukan jawabannya. Jika semua pria dilarang memotong rekan perempuannya, mereka bukan hanya tidak akan mulai mendengar sebagian, tetapi akan tidak akan menyimak sama sekali.

Seorang perempuan, atau pun pria, seharusnya selalu dipotong pembicaraannya jika dia membosankan, atau jika orang yang menginterupsi perlu menyampaikan sesuatu hal yang sangat penting.

Hak atas foto Getty Images
Image caption David Bonderman menginterupsi Arina Huffington untuk melontarkan lelucon dan kemudian mundur dari Uber karena dikecam.

Kebanyakan pembicaraan bisnis dan hampir semua diskusi panel memang membosankan. Ketika seseorang mulai berbicara, inti dari pembicaraannya sering kali menjadi jelas pada kalimat pertama atau kedua, setelah itu sebaiknya orang memasukkan sesuatu hal baru.

Interupsi membuat suasana hidup, membuat perhatian orang tetap tersita. Kekhawatiran akan kehilangan perhatian hadirin membuat Anda menyampaikan pemikiran secara singkat.

Banyak yang enggan

Pria tidak seharusnya dipaksa mengurangi interupsi, perempuan yang seharusnya lebih sering memotong pembicaraan. Banyak orang mengalami kesulitan melakukan ini, tetapi setelah saya sendiri berhasil melakukannya, ternyata interupsi tidaklah begitu sulit.

Ketika pembicara mengambil nafas, Anda segera berbicara.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Ketika seseorang mulai berbicara tanpa arah, tidak ada masalah jika orang lain memotongnya.

Terkait butir ketiga Bonderman, apakah perempuan memang lebih banyak bicara, terdapat banyak bukti yang berlawanan. Jawabannya bergantung pada konteks.

Siapapun yang berada di rapat atau mengamati tingkah laku dewan ahli, dapat mengatakan terdapat hubungan langsung tentang seberapa penting seseorang memandang dirinya, dan seberapa jauh kebenaran pandangan tersebut.

Karena ketidakseimbangan dunia bisnis, sebagian besar orang yang merasa dirinya penting cenderung masih berjenis kelamin pria.

Jalan keluarnya sangatlah jelas. Ketika orang-orang seperti ini beraksi, yang lainnya harus melakukan interupsi. Mereka tidak perlu dihukum karena dianggap kasar. Mereka justru membantu yang lainnya.

Lucy Kellaway menulis tentang manajeman dan kehidupan di kantor untuk the Financial Times.Transkrip ini diambil dari World Business Report, BBC World Service.

Versi bahasa Inggris tulisan ini bisa Anda baca diWhy women should interrupt men di B.

Topik terkait

Berita terkait