Saatnya menghentikan gelar jabatan yang tidak masuk akal

gelar Hak atas foto Getty Images

Menaruh kata 'mahaguru' atau 'bintang rock' sebagai pekerjaan Anda hanya akan menimbulkan kebingungan.

Jabatan pekerjaan gila bukanlah hal yang baru. Google mempekerjakan Captain of Moonshots sejak tahun 2010. Astro Teller, nama sebenarnya, saat ini menjadi pimpinan bagian penelitian dan pengembangan. Di tempat lain, dia hanyalah "pimpinan penelitian dan pengembangan".

Bukan hanya dunia TI yang memiliki hal ini. Berkshire Hathaway, Wall Street memiliki Direktur Kekacauan sejak sebelum tahun 2006. Orang ini bertanggung jawab atas pertemuan penanam modal di konglomerat terkenal Warren Buffett ini. Di luar dunia perusahaan, orang-orang yang mengisi roti hangat dengan irisan zaitun hangat di restoran Subway diberikan jabatan "seniman roti lapis".

Hak atas foto Getty Images
Image caption Kedengarannya seperti nama film yang buruk, tetapi Astro Teller: Captain of Moonshots adalah nama asli seseorang dan nama posisi jabatannya.

Gelar pekerjaan yang hanya dipahami sementara orang adalah yang menjadi ciri perusahaan industri terkemuka. Hal ini dipakai untuk menyampaikan sesuatu terkait dengan budaya mereka yang unik. Tidak ada yang perlu dipersoalkan terkait dengan langkah ini, jika ditempatkan pada konteksnya.

Misalnya kita bisa saja memaafkan Make-A-Wish Foundation, sebuah badan kemanusiaan yang mengatur pengalaman mimpi-menjadi-kenyataan bagi anak-anak penderita penyakit mematikan. Stafnya kadang-kadang memilih jabatannya sendiri. Manajer humas adalah "Pembawa Pesan Ajaib" dan pimpinannya dikenal sebagai "Ibu Peri Keinginan". Gelar yang muncul di samping nama yang lebih tradisional hanya berguna pada konteksnya.

Hal ini juga membawa keuntungan lain. Sebuah kajian yang dilakukan Academy of Management Journal menemukan gelar pekerjan "yang mewakili kepribadian" membantu pengurangan stres diantara pemakainya.

Bintang rock

Tetapi bagi orang-orang yang menerapkan cara Google atau Make-A-Wish dalam memberikan gelar pekerjaan tidak memiliki kemampuan Google atau Make-A-Wish dalam menyampaikan budaya mereka dan ini adalah budaya yang sangat diperlukan dalam mendapatkan konteks gelar tersebut. Tanpa kerangka acuan budaya, orang akan menjadi kebingungan.

Google ternyata menyadari hal ini, meskipun mereka memang menyukai gelar yang tidak biasa. Halaman pekerjaan eksternal mereka berisi gelar normal seperti "ahli perangkat lunak" dan "manajer perencanaan keuangan".

Keadaan menjadi berubah jika Anda memberikan nama yang aneh begitu peran tersebut sudah dikenal, seperti yang terjadi di Google dan Make-A-Wish. Adalah berbeda jika Anda mengiklankan sebuah pekerjaan yang tidak dipahami oleh satu orangpun.

Jadi jika sebuah perusahaan pasokan binatang peliharaan mengiklankan "ninja waktu" bukannya pegawai personalia atau administrasi, kita akan mempertanyakannya.

Menurut sebuah kajian konsultan ganti rugi AS, Pearl and Meyer, sekitar 8% perusahaan yang dikaji mengatakan mereka tidak menggunakan gelar pekerjaan untuk "menentukan peran seorang pegawai". Jika diterapkan pada bisnis yang mempekerjakan staf di Inggris ini berarti lebih 100.000 orang menggunakan gelar pekerjaan - yang karena alasan tertentu - tidak mewakili pekerjaan yang mereka lakukan.

Kita dapat memahami. Besarnya keragaman dan kecepatan perubahan kemampuan teknis kita membuat gelar jabatan seperti "manajer pemasaran" kemungkinan akan berakhir. Ada terlalu banyak kemungkinan kombinasi keterampilan dengan gelar umum. Tetapi bagi orang awam, seringkali gelar tidak jelas justru akan menimbulkan masalah.

Situs rekrutmen Indeed.com meyakini awalan seperti "ninja, rockstar atau ninja" dikaitkan dengan istilah deskriptif seperti "database atau coding" menciptakan keterasingan. Hal ini berisiko mengkerdilkan profesional yang cerdas, dalam cara yang sama dengan menempatkan tempat tidur gantung atau peluncuran di kantor.

Penelitian Indeed.com berdasarkan istilah pencarian di situs mereka menemukan orang menjadi peran yang sesuai dengan keterampilan, bukannya nilai-nilai mereka. Jadi, kecuali gelar pekerjaan paling tidak mewakili kekhususan peran tersebut, para pencari kerja kemungkinan akan menjadi tidak tertarik.

Ketidakbenaran

Gelar pekerjaan yang sudah mapan pun dapat menimbulkan kebingungan. Sampai bulan Juni 2017, perusahaan besar seperti Sky, Ovo Energy dan American Express adalah bagian dari ribuan yang menempatkan iklan pekerjaan "scrum master" (pimpinan pemain rugby) untuk pekerjaan pengembangan perangkat lunak, mirip dengan peran manajer proyek.

Tetapi kajian nasional terhadap 1.000 warga dewasa Inggris, yang saya menjadi pesertanya, menemukan 75% orang dewasa memandang "scrum master" sebagai gelar pekerjaan palsu, atau tidak mengetahui apakah ini benar. Kajian tersebut menemukan sebagian dari gelar pekerjaan TI (teknologi informasi) yang diiklankan tidak dipahami orang luar, atau dipandang sebagai suatu "ketidakbenaran".

Hak atas foto Getty Images
Image caption Iklan mencari "scrum master" dapat membingungkan pencari kerja, terutama bagi para penggemar rugby.

Kenyataannya, sebagian besar orang yang ikut serta dalam kajian tidak bisa membedakan gelar pekerjaan TI yang sebenarnya dengan gelar pekerjaan yang dibuat tim peneliti, yang sebagian besar berasal dari gelar permainan komputer.

Cloud Master, sebuah permainan Sega Master System, dipandang lebih "nyata kedengarannya" dibandingkan "scrum master" bagi pekerjaan nyata yang menjanjikan gaji besar. Jika gelar pekerjaan yang sangat teknis dan mapan tidak bisa dibedakan dari gelar permainan komputer bagi sebagian besar orang, maka kesenjangan pemahamannya yang terjadi menjadi berarti.

Keinginan besar terhadap gelar yang terdengar menakjubkan kemungkinan terlihat menarik di kartu bisnis, tetapi dapat menciptakan masalah bagi para perekrut pekerja dan industri secara umum. Jika calon tidak mengetahui pekerjaan tersebut dari gelarnya, apakah kita dapat menyalahkan mereka jika tidak ada yang tertarik?

Ini buruk bagi para calon dan buruk bagi industri itu sendiri.

Tidak menjadi bagian "orang yang tahu" sudah menjadi pembatas terhadap akses dan gerak maju di industri yang paling disukai. Warna sepatu masih dapat menentukan di bidang keuangan dan memasuki industri TI dari akademi coding masih direndahkan orang-orang yang memandang universitas mapan sebagai satu-satunya tempat yang layak agar Anda dapat menyumbangkan sesuatu.

Gelar pekerjaan yang tidak bisa dipahami adalah suatu pandangan elitis. Dan jika terdapat satu hal yang paling tidak diperlukan industri kita adalah hal tersebut.

Sir Cary Cooper adalah profesor psikologi dan kesehatan jiwa di Alliance Manchester Business School, Universitas Manchester dan profesor tamu di Jurusan Manajemen Univesitas Lancaster. Tulisan ini pertama kali muncul di The Conversation, dan diterbitkan kembali berdasarkan izin Creative Commons.

Versi bahasa Inggris tulisan ini bisa Anda baca di It's time to put a stop to ludicrous job titles di BBC Capital.

Topik terkait

Berita terkait