Bagaimana caranya agar jatuh cinta lagi dengan pekerjaan Anda?

pekerjaan Hak atas foto Getty Images

Statistik memperlihatkan bahwa banyak dari kita tidak merasa tertarik lagi atau bahagia dengan profesi yang kini digeluti. Namun, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengubah kondisi itu. Berikut ulasan Eric Barton.

Apakah Anda sekarang tidak lagi suka, atau bahkan membenci pekerjaan yang dulu Anda cintai? Jika iya, Anda tidak sendiri.

Berdasarkan statistik, sekitar dua pertiga pekerja, mulai dari buruh kasar hingga dokter, dan bahkan pilot, melaporkan hilangnya ketertarikan, bahkan merasa tidak puas dengan pekerjaannya. Alasan utamanya? Karena banyak yang merasa kurang dihargai, atau melakukan pekerjaan yang kita rasa tidak ada maknanya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Sekitar dua pertiga pekerja merasa tidak puas dengan pekerjaannya.

Namun, ada kabar baik untuk Anda. Anda ternyata bisa mengubah, memutar balik situasi ini, asalkan Anda mau untuk proaktif dan melakukan beberapa perubahan. Dengan sejumlah langkah, sedikit analisis, dan mau berbicara dengan bos, Anda dapat mengubah kembali pekerjaan menjenuhkan yang Anda lakukan sekarang, kembali menjadi pekerjaan yang Anda cintai.

Bagaimana caranya?

Jika Anda mulai merasa benci pada pekerjaan Anda, pertama Anda harus tahu kalau itu bukan karena kesalahan Anda, setidaknya tidak seluruhnya. Salah satu masalah utamanya adalah, masyarakat punya bayangannya sendiri tentang bagaimana sebuah profesi seharusnya, ungkap Dr Paul White, psikolog yang berbasis di Amerika Serikat.

"Anak-anak muda yang baru memulai karir berpikir mereka bisa mengubah, menyelamatkan dunia, dan menggunakan seluruh bakat kreatifnya untuk menyelesaikan masalah," kata White. "Apalagi untuk posisi pekerja pemula, hanya sedikit posisi yang terkait dengan penanganan hal-hal besar dan membutuhkan energi kreatif."

Langkah pertama untuk mengubah kondisi ini adalah dengan manajemen diri. Coba pikirkan ulang, apakah harapan Anda terlalu tinggi untuk posisi yang sekarang Anda geluti.

Lalu, analisa mengapa Anda tidak suka lagi pekerjaan tersebut, kata Scott Eblin, seorang pakar kepemimpinan. Ingat lagi mengapa dulu Anda mau menerima pekerjaan itu dan coba dikenang lagi, apa yang Anda senangi dari pekerjaan itu.

Nah, langkah-langkah tersebut diyakini bisa membantu Anda mencari tahu bagian apa dari pekerjaan, yang bisa diperbaiki. Dari sana, coba buat "langkah-langkah terukur" untuk mengubah diri, "Jangan berpikir Anda akan tiba-tiba langsung suka lagi dengan pekerjaan Anda dalam semalam," katanya.

"Coba pasang target kepuasan awal sebesar 20-30%, lalu coba terus perbaiki."

Saatnya mengambil risiko

Tentulah perubahan lebih gampang dicapai, jika kita perlahan memperbaiki hal-hal kecil, kata George Elfond, CEO sebuah perusahaan teknologi di San Francisco, Amerika Serikat.

"Bisa saja hal-hal kecil itu lah yang mengubah rasa suka Anda kepada pekerjaan, dan mengembalikan kebahagiaan," ungkap Elfond. Hal-hal kecil itu misalnya dengan menyetok makanan ringan di meja Anda, pergi istirahat keluar untuk sekadar minum kopi, bekerja di luar kantor, hal-hal yang berpotensi membuat Anda bahagia secara umum.

Image caption Bekerja di luar, misalnya, disebut bisa membuat Anda mulai suka lagi pada pekerjaan Anda.

Jika hal-hal kecil ini sudah diperbaiki, kita mulai bereskan masalah besar. Karena Anda sudah mulai merasa tidak suka dengan pekerjaan Anda, Elfond menyarakan inilah waktunya untuk mencoba mengambil risiko untuk memperbaikinya.

"Cobalah bereksperimen," ungkap Elfond. "Anda tidak perlu takut kehilangan pekerjaan, karena toh Anda tidak suka lagi?"

Misalnya dengan berbicara jujur kepada bos Anda, yang mungkin memang tidak Anda sukai. Coba minta agar Anda dipindahkan ke departemen lain, atau menawarkan diri untuk melakukan pekerjaan dengan atasan langsung orang lain. Mungkin bos Anda akan tersinggung, kata Elfond, tapi itulah risikonya, apalagi kalau memang hubungan Kalian sudah tidak akur lagi.

Seandainya, pekerjaan Anda sudah terasa membosankan, otomatis dan berulang-ulang, cobalah berkonsentrasi pada hal-hal yang bisa Anda kendalikan. Apakah ada bagian dari pekerjaan yang bisa Anda negasikan kepada orang lain?

Untuk dokter misalnya, Anda bisa lebih fokus bertemu dengan pasien, dan menyerahkan hal-hal administratif yang membosankan kepada orang lain.

Singkatnya, Anda harus berbicara dan bekerja dengan manajer dan rekan kerja Anda, untuk menciptakan ulang, pekerjaan Anda, kata Thomas Calvard, dosen manajemen manusia di Universitas Edinburgh.

Image caption Cara lain misalnya dengan mendelegasikan pekerjaan administrasi kepada orang lain.

Proaktif-lah, kata Calvard, karena manajer Anda kemungkinan besar tidak tahu kalau anda tidak lagi bahagia dengan posisi Anda sekarang.

"Kita kan sedang berbicara tentang bagaimana caranya untuk mencintai kembali pekerjaan kita, dan caranya ya dengan mengatur ulang kembali bagaimana cara kita bekerja," tutur Calvard.

Hari terbaik, setiap hari

Sementara, Anita Bowness, kepala sebuah perusahaan konsultan bisnis di Kanada menyatakan ada solusi sederhana bagi mereka yang ingin kembali mencintai pekerjaannya.

"Ingat kembali hari terbaik Anda saat bekerja, momen yang membuat Anda paling bahagia," kata Bowness. "Lalu coba cari cara untuk mengulang kembali hari itu, setiap hari."

Ini terjadi di kantor Bowness yang lama, saat dia tiba-tiba tidak tertarik lagi dengan pekerjaannya. Dia merasa menjadi korban dari pekerjaan yang terus menerus berulang, monoton. Dia diminta bekerja untuk seksi teknologi informasi, padahal latar belakangnya adalah bidang sumber daya manusia.

Lalu bosnya kemudian memanggil Bowness, menanyakan mengapa dia tak lagi tampak bersemangat. Saat itulah dia menyadari dia harus berubah. Bowness pun bertanya apakah tugasnya bisa diganti, menjadi sesuatu yang lebih dia senangi. Dan untungnya bosnya memindahkannya ke posisi yang membuat dia merasa lebih bermakna.

Image caption Bos yang bagus selalu berupaya membuat karyawan menikmati pekerjaannya.

Sekarang, sebagai seorang pemimpin, Bowness kerap bertanya kepada stafnya apakah mereka masih semangat dengan pekerjaannya.

"Banyak orang merasa pekerjaannya tidak membuat mereka merasa puas atau bermakna," ungkap Bowness. "Dan itu tidak tidak boleh dibiarkan karena kita bisa mengubahnya, kembali membuatnya bermakna."


Anda bisa membaca versi Bahasa Inggris dari artikel ini berjudul How to love your job again di BBC Capital.

Berita terkait