Apakah perlu membangun pencitraan pribadi?

pencitraan pribadi Hak atas foto Rebecca Smeyne/Getty Images

Membangun sebuah pencitraan pribadi telah menjadi praktik normal di dunia bisnis - namun bagaimana jika Anda ingin terus maju tanpa mengkurasi dan membagikan versi tertentu dari diri Anda?

Sheryl Sandberg, penulis terkemuka dan Chief Operating Officer Facebook, baru-baru ini ditanyakan bagaimana orang-orang di dunia bisnis seharusnya mengelola pencitraan pribadi mereka.

Jawabannya tidak terduga.

"Anda tidak memiliki sebuah citra," dia menjawab saat sesi tanya jawab di The Wharton School di University of Pennsylvania pada Mei 2017.

"Saya sering mendapatkan pertanyaan ini, dan saya selalu merasa ngeri. Crest memiliki sebuah citra. Perrier memiliki sebuah citra. Orang-orang tidak sesederhana itu. Saat kita dipaketkan, kita menjadi tidak efektif dan tidak otentik."

Apa yang kita masing-masing miliki adalah suara, tambahnya, yang dapat menjadi kompleks, kontradiktif dan terkadang salah. Sarannya? "Jangan mempaketkan diri Anda sendiri." Bicaralah dengan jujur, faktual dan dari pengalaman Anda sendiri.

Hak atas foto Getty Images
Image caption "Crest memiliki sebuah citra. Perrier memiliki sebuah citra. Orang-orang tidak sesederhana itu", kata COO Facebook Sheryl Sandberg.

Sandberg adalah salah satu tokoh paling berpengaruh di media sosial, dan media sosiallah yang telah membantu membuat ide pencitraan pribadi begitu kuat. Jadi, apakah fenomena ini telah berlalu? Sandberg mungkin di depan kurva dengan menolak ide ini sebagai absurd dan tidak manusiawi.

Promosi diri dan diri sendiri

Konsep membangun sebuah citra pribadi muncul beberapa dekade lalu. Pada 1997, Fast Company menerbitkan sebuah artikel yang berjudul "Citra yang disebut Anda" yang mempopulerkan konsep itu, beralasan bahwa bukan hanya para CEO atau selebriti yang perlu dengan hati-hati merangkai citra mereka. Semua orang perlu.

Meningkatnya promosi diri dan kemitraan pencitraan pada media sosial berarti saat ini menjadi sifat kedua bagi orang-orang untuk membangun sebuah citra pribadi: untuk memikirkan bagaimana citra yang ingin mereka tampilkan di dunia daring dan impresi yang ditinggalkan kepada teman-teman, para klien, kolega dan bahkan calon perusahaan atau sponsor.

Penekanan pada penyajian citra publik yang kuat ini terutama semakin nyata dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu ini: "ekonomi berdasarkan penampilan" yang berkembang dan sangat kompetitif ini telah membuat profil digital sebagai bagian yang sangat penting dalam mencari kesempatan pekerjaan. Pekerjaan lepasan telah meningkat 43% di Inggris sejak 2008, menurut sebuah survei yang dikeluarkan IPSE, dan sebuah laporan yang dikeluarkan oleh perusahaan peranti lunak Intuit memprediksi bahwa 40% dari tenaga kerja AS akan terdiri dari pekerja independen pada 2020.

"Citra pribadi saat ini diajarkan di Kazakhstan, Mesir dan bahkan Kamboja. Di seluruh dunia, para konselor pekerjaan memberi tahu orang-orang untuk memunculkan tiga hingga empat kata-kata yang merefleksikan diri otentik mereka," menurut Ilana Gershon, seorang junior profesor antropologi di Indiana University Bloomington.

Pencitraan tradisional menggambarkan sebuah citra produk yang tak bercela dan konsisten - bayangkan slogan merek yang terkenal seperti "Diketahui tidak pernah dijual dengan harga yang lebih rendah" ke "Yang terbaik yang dapat diperoleh seorang pria." Manusia tidak bekerja seperti itu, seperti yang diakui Sandberg. Kita rumit dan berbuat kesalahan. Ada resiko menciptakan sebuah citra pribadi yang "sempurna" dapat menciptakan tekanan luar biasa untuk menghidupinya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Media sosial membuat orang-orang mudah mengkurasi dan membagikan aspek kehidupan mereka agar sesuai dengan pencitraan yang ingin mereka proyeksikan.

Selalu ada kegelisahan dengan ide yang menyatakan bahwa manusia dapat dipaketkan, dan citra pribadi sering diserang sebagai gambaran artifisial akan orang-orang yang senang menyenangkan diri sendiri. Pada 2012, Koran online yang satire The Onion menghina tren itu dengan judul "'Saya adalah sebuah citra', Kata Orang-Orang Menyedihkan."

Ceritanya mendeskripsikan "seorang pengembang situs yang menyedihkan" yang "melihat blog hariannya yang tidak berharga, status terkini Facebook yang tak berakhir, dan daftar Foursquare yang mengganggu sebagai 'perpanjangan nama citranya.'" Inti yang penulis ini buat adalah: tidak ada yang peduli dengan pesan-pesan yang ingin kita sampaikan. Kita akan dinilai di kantor jika melakukan pekerjaan dengan baik, bukan dengan berusaha memproyeksikan citra yang terus-menerus sempurna.

Promosi diri juga dapat melelahkan

"Saat orang-orang berusaha menciptakan sebuah citra pribadiā€¦ mereka harus terus menerus melakukannya," kata Ilana Gershon, penulis Down and Out in the New Economy (Sengsara di Ekonomi Baru). Ini dapat berarti memperbarui media sosial beberapa kali sehari dengan konten yang dikurasi dengan hati-hati, cocok dengan orang-orang yang mereka ingin bekerja atau bersosialisasi bersama.

Ini, katanya, "memperkenalkan sebuah cara baru menertibkan diri Anda. Itu memaksa Anda untuk jauh lebih instrumental mengenai kehidupan personal Anda, melihat diri Anda sebagai orang yang terus tampil untuk sorotan yang digerakkan oleh bisnis."

Kompetisi untuk mengungguli saingan dibuat lebih parah dengan kenyataan bahwa relatif lebih murah untuk membeli tanda suka di Facebook, pengikut di Instagram, 'retweet' Twitter, dan semua metrik lain akan kesuksesan di media sosial.

Penulis asal Inggris Ella Woodward, yang menjalankan blog makan sehat 'Deliciously Ella' dan memiliki lebih dari sejuta pengikut di Instagram, telah mengutarakan keletihan media sosialnya dalam beberapa wawancara. "Gampang jika Anda bekerja di sebuah dunia digital yang tidak tidak pernah berhenti, untuk tidak berhenti," dia mengatakan ke majalah pemasaran Campaign, "dan oleh karena itu membagikan setiap aspek hidup Anda. Anda dapat terekspos, dan semakin besar Anda, semakin besar kemungkinan Anda akan mengundang kritik."

Melawan latar ini, pendapat Sandberg akan citra pribadi dapat menjadi sinyal kematian konsep ini.

Mengkomunikasikan 'anda'

Yang lain, bagaimanapun, yakin ide itu memiliki manfaat.

Jennifer Holloway, seorang konsultan pencitraan pribadi yang tinggal di Yorkshire Dales, Inggris, berkata bahwa kritik lahir dari ketidakpahaman. "Itu bukanlah kepalsuan," katanya mengenai menciptakan strategi pencitraan pribadi. "Itu adalah 'Citra apa yang sudah saya ciptakan?'"

Holloway melihat proses itu dalam sisi praktikal. Orang-orang membentuk sebuah ide akan Anda berdasarkan apa yang Anda katakan, bagaimana Anda bertindak dan bagaimana Ada terlihat, bagaimanapun. Mengapa tidak menghabiskan waktu berpikir mengenai kekhasan dan kualitas terbaik Anda, sehingga profil Anda di dunia daring adalah orang yang hangat dan positif, dan Anda memiliki jawaban yang jelas atas pertanyaan-pertanyaan seperti, "Apa yang Anda kerjakan?"

Kunci sarannya adalah: "Jangan mencoba menebak-nebak, 'Orang seperti apa yang akan disukai perusahaan ini dan bagaimana saya menjadi seperti itu?' Jangan berharap memiliki sebuah citra pribadi yang disukai semua orang. Itu mengenai kehalusan dan otentisitas." Dia juga menyarankan agar tidak berlebihan, dengan mengatakan bahwa lebih baik menggunakan satu platform sosial media dan melakukannya dengan baik daripada melakukan terlalu banyak hal di saat bersamaan.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Gampang untuk mulai membagikan setiap aspek kehidupan anda, namun hati-hati bila berlebihan, kata Ella Mills, penulis dan pendiri 'Deliciously Ella'.

Molly Crist dan Katerina Clauhs Dhand telah menemukan bagaimana menyeimbangkannya. Dua kakak beradik berusia millennial dari Philadelphia di AS yang meluncurkan sebuah perusahaan perjalanan butik, Onward Travel, pada 2014, membagikan sebagian keraguan Sheryl Sandberg mengenai pencitraan pribadi meski menyadari bahwa mereka tidak dapat menghindarinya sepenuhnya.

Pengunjung situs mereka dapat menonton sebuah video kakak-beradik itu makan pho (mie khas Vietnam), minum margarita (minuman khas Meksiko), dan menjelaskan masa kecil mereka dibesarkan di sebuah peternakan di Pennsylvania, tempat di mana ibu dan nenek mereka menjalankan kelas masak sejak awal 1990an. "Kami bisa saja lebih memolesnya," kata Dhand, "namun itu menunjukkan siapa kami, memang agak konyol. Saya harap hal itu mengkomunikasikan bahwa kami nyata dan hal itu menginspirasi kepercayaan."

Tidak ada gunanya mendorong pencitraan pribadi melewati batas tertentu

Crist mengakui bahwa "penting untuk mengkomunikasikan kisah kita dan diri kita kepada para pelanggan," namun tambahnya tidak ada gunanya mendorong pencitraan pribadi melewati batas tertentu . Sebagai contoh, Onward Travel ada di platform-platform media sosial pada umunya, namun, jelas Crist, "itu bukan prioritas nomor satu kami. Kami belajar bahwa mereka mengambil banyak waktu dan pikiran untuk dikelola, dan dari awal tak ada staupun dari kami yang bersedia membagikan terlalu banyak di dunia daring."

Dia senang bahwa, tidak seperti sebagian orang yang berpengaruh atau pembimbing yang sangat bergantung pada promosi diri, "kami pada akhirnya menjual tur dengan pemandu, kami tidak menjual diri kami."

Versi bahasa Inggris tulisan ini bisa Anda baca diThe case against personal brandsdi BBC Capital

Topik terkait

Berita terkait