Bagaimana pendapatan bintang Hollywood dapat membantu kita memahami perbedaan gaji?

kesenjangan gaji gender Hak atas foto Getty Images

Daftar bintang film dengan bayaran tertinggi memberikan gambaran yang jelas tentang isu ketidaksetaraan gender yang lebih luas.

Mengapa kita harus peduli tentang fakta bahwa, di Hollywood, aktris berpenghasilan lebih sedikit dari aktor? Penghitungan gaji bintang film terbaru, yang disusun oleh majalah Forbes, menunjukkan pendapatan pria jauh melampaui pendapatan perempuan. Aktris dengan bayaran tertinggi - Emma Stone - berada di urutan 15, menghasilkan US$$42 juta (Rp567 miliar) jauh di bawah aktor dengan bayaran tertinggi, Mark Wahlberg.

Sangat mudah untuk terpesona atau jijik dengan jumlah besar dalam daftar Forbes dan membaca cerita lain tentang bintang Hollywood, tanpa menyadari implikasi dari perbedaan gaji yang terlihat.

"Pria menghasilkan lebih banyak daripada perempuan" telah menjadi cerita yang paling dikenal di seluruh ranah industri ekonomi selama beberapa generasi.

Hak atas foto Kevin Winter/Getty Images
Image caption Menurut daftar Forbes, Mark Wahlberg menghasilkan $42 juta lebih banyak dari wanita manapun di Hollywood.

Tetapi daftar Forbes menjadi penting karena salah satu alasan utama kesenjangan gaji berdasarkan gender di seluruh dunia adalah pemisahan pekerjaan. Perempuan dan laki-laki masih terkonsentrasi pada pekerjaan yang berbeda atau pada tingkat pekerjaan yang berbeda. Misalnya, statistik resmi Inggris menunjukkan bahwa perempuan terkonsentrasi pada rentang pekerjaan yang bergaji lebih rendah daripada laki-laki, terutama lima sektor pekerjaan "K" - keperawatan, katering, kasir, kebersihan dan keagamaan.

Tapi akting profesional adalah satu dari sedikit pekerjaan yang dilakukan baik oleh pria dan wanita selama ratusan tahun dan cukup normal bagi keduanya untuk mencapai tingkat tertinggi.

Akting membutuhkan latihan keterampilan yang sama di tempat kerja yang sama baik oleh pria maupun wanita. Namun kebanyakan aktris di abad ke-21 masih berpenghasilan lebih rendah dari rekan-rekan pria mereka.

Penelitian saya selama 15 tahun terakhir menunjukkan bahwa di AS dan Eropa ada beberapa alasan perbedaan gaji ini. Di Inggris di mana rasio gender aktor sekitar 50:50, alasan utamanya adalah peran untuk perempuan lebih sedikit pada umumnya dan pada khususnya peran utama untuk perempuan lebih sedikit. Jadi selalu ada lebih banyak perempuan yang bersaing untuk mendapatkan pekerjaan pada satu waktu.

Hak atas foto Keystone Features/Getty Images
Image caption Akting profesional adalah satu dari sedikit pekerjaan yang dilakukan baik oleh pria dan wanita selama ratusan tahun.

Manajer artis mengetahui hal ini. Perusahaan juga tahu ini. Jadi sulit bagi seorang perempuan untuk menolak tawaran dengan dasar bahwa bayarannya lebih rendah dibanding peran pria yang serupa. Orang lain akan mendapatkan pekerjaan itu dan mereka akan kehilangan jendela waktu mereka untuk bekerja, yang umumnya lebih kecil dan berlangsung lebih cepat disbanding pria.

Memerangi stereotip

Masalah lainnya adalah casting. Semua aktor bekerja dalam kriteria yang sama dalam hal usia dan penampilan untuk karakter yang mereka mainkan, namun ini lebih sempit untuk wanita. Misalnya, aktris berhenti mengikuti audisi untuk karakter yang menarik secara seksual pada usia yang jauh lebih muda daripada aktor pria.

Bakat dan keterampilan penting untuk sutradara casting, eksekutif komisioning dan produser, namun penampilan juga penting. Tampilan yang tepat diperlukan untuk menyampaikan makna kepada kita, para penonton. Komentar sutradara selama sesi casting menyimpulkan hal ini: "Apa dia terlihat sebagai sosok ibu?"

Ini juga mencakup hilangnya makna. Ketika casting sebuah peran kecil, seperti manajer bank atau pengacara, yang diinginkan adalah tubuh yang tidak membuat penonton berpikir lebih jauh daripada "itu adalah manajer bank". Perusahaan produksi film menginginkan simbol netral yang, dalam kata-kata salah satu produser televisi, "jangan ganggu narasi".

Ketika peran kecil ini dimainkan oleh wanita, ada kekhawatiran yang lebih besar bahwa penonton akan terganggu oleh perempuan itu dan mulai berpikiran: "Apakah dia memiliki anak? Bagaimana cara dia mengelola?". Ini menggemakan masalah bagi wanita pekerja secara lebih umum. Pria tidak terlihat oleh penonton dalam hal yang positif, karena mereka hanya norma.

Ini sudah biasa karena aktor dibayar untuk mewakili kita untuk diri kita sendiri. Dan kita melihat ini dalam dua cara. Pertama sebagai proxy langsung, berakting peran sehari-hari di panggung dan layar sebagai insinyur dan perawat, direksi perusahaan, orang tua. Kedua, sebagai cerminan tidak langsung mengenai cara kerja yang secara tidak resmi tidak setara bagi pria dan wanita di masyarakat luas.

Jadi, pekerjaan perempuan sebagian besar terkonsentrasi pada bagian awal karir akting, yang mana setelah itu peluangnya menurun - seperti di banyak bagian dari pasar tenaga kerja yang lebih luas.

Hak atas foto Tristan Fewings/Getty Images
Image caption Emma Stone - aktor wanita dengan bayaran tertinggi - berada di nomor 15 daftar penghasilan bintang.

Bagaimana masyarakat melihat orang-orang memiliki implikasi ekonomi. Peta Uni Eropa untuk kesetaraan antara perempuan dan laki-laki menyoroti "Penghapusan stereotip gender" sebagai prioritas untuk membongkar ketaksetaraan gender. Stereotip gender dipandang sebagai inti dari hasil yang tidak setara yang terus menerus dalam pekerjaan dan gaji.

Penelitian juga menunjukkan bahwa kelompok pekerja perempuan lebih terpengaruh oleh persepsi negatif tentang penuaan jika menyangkut tingkat pekerjaan dan gaji. Aktor membayang-bayangi pola ini, sekaligus mendapat manfaat atau kehilangan kesempatan karena stereotip yang sama ini.

Bintang Hollywood dan penghasilan mereka tampak sangat jauh dari kehidupan nyata. Tetapi jika para penampil dibayar untuk mewakili diri kita, perlakuan mereka di industri akting memberi wawasan menarik tentang posisi wanita dan pria secara lebih luas. Dampak gender dan usia (gender) terhadap pekerjaan mereka tidak mencerminkan masyarakat yang setara. Sebuah cuplikan di balik tirai gemerlap dari daftar Forbes membuat itu sangat jelas.

Anda dapat membaca versi asli artikel ini dalam bahasa Inggris yang berjudul How Hollywood earnings can help us understand pay disparity di BBC Capital

Berita terkait