Apakah ada untungnya memiliki nama samaran?

orang dan lampu Hak atas foto Ian Gavan/Getty Images

Dari dulu orang mengubah nama supaya sukses. Tapi sekarang alasan orang mengubah namanya berubah, yaitu supaya tampil beda, kata Alina Dizik.

Sewaktu Lyna Rose mengganti nama belakangnya — dari Jones menjadi Rose — tahun lalu, menurutnya dalam sekejap dia merasakan keuntungan buat kariernya.

Orang-orang yang menyapanya di medsos mulai menyebutkan namanya secara lengkap, nama depan dan nama belakang, sehingga dia lebih mudah diingat dan pengikut onlinenya serta pengikut bisnisnya pun bertambah.

Menurutnya perubahan nama juga membawa kesan ''lebih lembut'' yang selama ini dia inginkan. Sebab, kesan tersebut sejalan dengan kariernya sebagai ''penganjur spiritualitas'', dimana dia banyak menulis mengenai topik-topik kebatinan dan cukup terkenal di Internet.

''Dalam bisnis ini, saya membantu orang-orang supaya terhubung dengan akar batin mereka,'' ujarnya. Setelah namanya berubah, menurutnya banyak yang mulai memberi pengakuan dan menilainya 'lebih bisa dipercaya'.

Berabad-abad lamanya, sejumlah orang sudah mengubah nama mereka demi menghindari perlakuan rasis atau bias. Tapi menurut para ahli, seiring dengan peran medsos yang semakin sentral dalam ambisi karier seseorang, maka penggunaan nama samaran atau pseudonim semakin jamak.

Hak atas foto Olivia Cano Graff
Image caption Lyna Jones mengganti namanya di Internet menjadi Lyna Rose. Menurutnya, perubahan ini membantu menggenjot karirnya. Foto: Olivia Cano Graff

Entah apakah alasannya untuk mengaburkan jenis kelamin dan latar belakang etnis, dengna menyelipkan nama tengah atau benar-benar mengganti nama menjadi persona yang berbeda, lebih mudah untuk menghindari sakit kepala mengurus perubahan nama secara kependudukan dan hanya memakai nama baru tersebut untuk sebutan di dunia maya.

Tapi membuat supaya nama Anda optimal sulit juga. Banyak yang menyarankan supaya nama alternatif tersebut dibuat pendek atau pilih yang mudah diucapkan (seperti Kim Kardashian atau Brad Pitt), sementara itu sebagaian orang menyukai nama-nama yang mudah diingat dan netral secara gender. Yang jelas, tujuan akhirnya adalah menciptakan identitas baru untuk membantu Anda maju.

Apa yang berbeda?

Dalam penelitian historisnya, profesor bidang ekonomi dari University of Southampton Corrado Giulietti menyebutkan bahwa imigran Eropa yang mengubah namanya supaya kedengaran Amerika saat tiba di akhir abad umumnya karier dan keuangannya lebih maju ketimbang yang tidak mengganti nama.

Tapi di zaman sekarang, imbuh dia, lebih banyak lagi orang yang mau mengubah nama mereka tujuannya untuk membangun citra yang lebih kuat.

''Menurut penelitian saya, dulu ganti nama untuk mengurangi stigma, [sekarang] tujuannya supaya lebih dikenal,'' kata dia. Belakangan ini sudah lebih banyak orang yang berani bereksperimen dengan nama ketimbang zaman dulu. Cukup tambahkan kesan resmi di nama tengah atau cukup singkat nama belakang, ujarnya.

Sebagian dari meningkatnya jumlah orang yang mengganti nama adalah tuntutan untuk dikenal sehingga nama-nama baru yang diciptakan cenderung lebih diterima oleh masyarakat luas - juga global, kata Emilie Tabor, seorang direktur strategi asal Amsterdam di IMA, agensi bagi influencer digital.

Umumnya mengganti nama dilakukan dengan menyingkat nama-nama yang sulit diucapkan dan mengubah nama pasaran menjadi nama yang lebih diingat lintas budaya, kata Tabor. Ada juga yang cuma menyederhanakan ejaan nama supaya lebih mudah diketik di Twitter atau Instagram.

''Anda tentunya tidak ingin mengetik nama hingga enam kali, hanya untuk menemukan akun Instagram seseorang,'' kata Tabor.

Gejala sosial

Banyak orang yang merasa perlu membuat namanya 'kebarat-baratan' supaya bisa maju dalam karier. Nama telah lama dipakai sebagai penanda latar belakang etnis, kelas sosial, dan ras, kata John Cotton, profesor manajemen di Marquette University di Wisconsin, AS.

''Orang meremehkan bagaimana nama dipakai sebagai penanda tentang latar belakang Anda,'' tambahnya.

Dan, ketika saat ini banyak perusahaan berusaha menyingkirkan informasi tentang nama dari CV dan seluruh dokumen lamaran kerja, ada yang masih memakainya sebagai patokan.

Bias itu masih ada, kata Cotton, yang penelitiannya menyebutkan bahwa mereka dengan ''nama (depan) khas orang Kaukasia'' lebih mendapat penilaian positif oleh responden ketika mereka dimintai pendapat mana nama yang disukai dan potensial mendapat tawaran kerja. Berbeda dengan nama-nama yang kedengaran berasal dari Rusia atau Afrika Amerika.''

Mengubah nama online juga bisa membantu memisahkan karier yang Anda kejar, yang berbeda dengan pekerjaan yang Anda lakukan setiap hari, kata Karen Leland, seorang konsultan pencitraan yang berasal dari San Francisco.

Banyak kliennya ingin membangun atau menciptakan keahlian di bidang tertentu untuk usaha sampingan baru atau bisnis yang berbeda dengan pekerjaaannya sehari-hari.

Contohnya ada seorang analis data yang ingin membuat podcast sejarah. Leland pun menyarankan supaya kliennya memakai nama baru yang intinya memisahkan kedua ''citra'' — nama asli untuk pekerjaan sehari-hari dan kepribadian baru untuk bisnis sampingan yang ingin dibangun di Internet.

Bisnis nama panggilan

Hak atas foto ULI DECK/Getty Images
Image caption Dari dulu penulis memakai pseudonim untuk menyembunyikan identitas mereka, tapi sekarang influencer di Internet memakainya supaya beda sendiri dari orang kebanyakan

Saat mengubah nama, John Cotton profesor manajemen di Marquette University, Wisconsin AS menyarankan supaya orang memilih nama yang seimbang antara keunikan dan popularitasnya.

''Ada sejumlah keuntungan memakai nama yang tidak biasa tapi mudah dikenal orang,'' begitu kesimpulan Cotton dalam risetnya. ''Anda harus bisa mengucapkannya.''

Contohnya, nama-nama seperti Lincoln, dari nama figur sejarah populer, akan membawa kesan otoritatif tapi juga unik saat dipakai sebagai nama depan.

Menjauhi nama-nama tradisional juga membantu. Ada banyak orang tua baru yang menjauhi nama yang terlalu religius atau lebih memilih ''nama yang keren, trendi, dan unik'', kata Corrado.

Dia yakin nama-nama tradisional dari abad ke-20 seperti John atau Mary sudah berkurang dan sekarang dianggap ketinggalan zaman sehingga tidak dianggap sukses saat dipakai di Internet.

Jasmine Sandler, ahli strategi pencitraan dari New York, biasanya berdiskusi dengan kliennya terlebih dahulu soal perubahan nama. Terutama jika ada nama yang sama persis di LinkedIn. Tapi pada akhirnya, dia akan menyarankan kliennya memilih sesuai keinginan mereka.

Walau sederhana sekali mengubah nama di profil medsos, banyak orang yang melakukan kesalahan dengan memperbarui nama mereka dengan nama yang ''agak susah diucapkan'' kata Sandler. Sehingga, dia mengingatkan, apapun perubahan yang Anda inginkan pada nama, penting juga menguji nama panggilan yang baru tersebut sebelum benar-benar memutuskan mengubah nama.

Anda bisa membaca versi Bahasa Inggris dari artikel ini yang berjudul The changing perks of a pseudonym di BBC Capital.

Topik terkait

Berita terkait