Apakah berhubungan seks dengan robot sama dengan zina?

robot Hak atas foto HBO

Westworld memunculkan sejumlah pertanyaan tentang masa depan kehidupan seks kita yang semakin digital, demikian ditulis Brandon Ambrosino.

Bayangkan jika Anda cukup kaya untuk membelanjakan US$40.000 atau Rp536 juta untuk mengunjungi sebuah kota selama satu hari di mana tidak ada aturan. Anda bisa menjadi siapa pun yang Anda inginkan.

Anda bisa memperkosa siapa pun. Anda bisa memaksa setiap orang yang Anda temui untuk memuaskan kesadisan Anda. Aksi Anda tidak akan dihukum di kota ini. Hanya sedikit orang yang akan mengetahui tingkah laku Anda dan mereka akan mendorong Anda untuk terus melakukannya.

Kedengarannya jahat sekali bukan?

Sekarang bayangkan skenario yang sama, dengan satu perubahan: setiap orang yang Anda paksa berhubungan seksual adalah robot. Siapa pun yang kepalanya Anda tembak adalah seorang robot.

Orang yang Anda siksa dan manipulasi dan sentuh sebenarnya bukan manusia. Mereka diciptakan untuk melayani Anda dan memuaskan Anda dan membuat Anda mencapai apa pun yang Anda inginkan.

Apakah kedengarannya sejahat skenario pertama?

Robot tidak bisa menyakiti orang lain. Paling tidak itulah pemikirannya...

Hak atas foto HBO
Image caption Pengunjung membayar agar dapat membunuh dan memperkosa.

Ini adalah salah satu ide utama yang dikaji Westworld, drama terbaru HBO, tentang taman hiburan bertema Wild West di mana para tamu dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan bagi 'para tamu' atau robot penghuni resor itu.

Seperti yang dikatakan Bernard (Jeffrey Wright), seorang programer kepada salah satu robot, "Anda dan semua orang lain yang Anda kenal dibuat untuk memuaskan keinginan orang yang membayar tiket masuk ke dunia Anda." Dan lebih penting lagi robot tidak bisa membalas atau menyakiti tamu.

Itulah paling tidak pemikirannya tetapi setelah penayangan tiga episode sepertinya akan terjadi masalah.

Hak atas foto HBO
Image caption Slavoj Žižek memandang kita menghidupkan fantasi lewat permainan video.

"Semua anak-anak pemberontak," demikian diperingatkan Ashley Stubbs (Luke Hemsworth). Dan ayah robot, Dr Robert Ford (Anthony Hopkins), sepertinya memang menginginkannya.

Pada episode permulaan, kita mengetahui Ford "secara tidak sengaja" memperkenalkan cacat pada kognisi penghibur yang memungkinkan mereka untuk sewaktu-waktu mengingat masa lalu, tentu saja menakutkan karena masa lalu melibatkan perkosaan dan kematian penuh kekerasan.

Ingatan ini sepertinya menciptakan kesadaran diri yang lebih tinggi bagi penghibur, sebagian mulai mempertanyakan sifat realita mereka. Dan sementara sejumlah pemilik taman hiburan dan perancang mencemaskan pengaruh cacat ini, Ford sepertinya ingin melihat ciptaannya bergerak ke tingkat evolusi yang berikutnya.

Westworld memaksa para penonton untuk menghadapi pertanyaan tentang masa depan, terutama karena ini berkaitan dengan erotisme kita. Ini adalah pertanyaan yang sebagian dari kita sebelumnya pandang sebagai kekonyolan sci-fi.

Seks siber

"Anda selalu membayar, Sayang," kata Maeve Millay, pimpinan sebuah rumah bordil kepada Teddy (James Marsden). "Perbedaannya adalah harga kami tetap dan dibayar di pintu itu."

Maeve yang diperankan Thandie Newton menantang Teddy untuk memikirkan kembali konsep pelacuran. Dia mengisyaratkan perempuan manapun yang berhubungan seksual dengan Anda pada akhirnya akan membuat Anda membayar, tetapi dengan mereka tidak ada biaya tersembunyi.

Yang benar?

Maeve adalah seorang penghibur. Dia dibuat seksi dan memikat tamu mana pun yang dia perkirakan ingin bersenang-senang. Termasuk tamu yang memiliki pasangan, seperti William (Jimmi Simpson), yang menolak tawaran sejumlah robot karena dia memiliki "seseorang yang nyata" di rumah.

Apa artinya "nyata"? Robot, termasuk alat kelaminnya, yang secara teratur kita lihat, bertindak seperti manusia. Desahan, ciuman, erangan dan orgasme mereka sepertinya nyata.

Tetapi direktur naratif taman hiburan, Lee Sizemore (Simon Quarterman) mengatakan, "Tempat ini berjalan karena para tamu mengetahui para penghibur tidak nyata." Seharusnya seperti ini karena tidak satu manusiapun ingin "membayangkan suaminya benar-benar (berhubungan seksual dengan) perempuan cantik itu."

Hal ini memunculkan pertanyaan sangat menarik: seberapa nyatanya suatu hubungan seksual agar dipandang suatu ketidaksetiaan?

Hak atas foto Kino Lorber
Image caption Metropolis-nya Fritz Lang memperkenalkan ide robot seksi.

Di satu sisi seks yang terjadi di Westworld adalah digital, jika itu berarti seks yang terjadi pada realita versi komputer. Tetapi pada saat yang sama, seks di Westworld melibatkan berbagai tubuh yang serasi sama lain, termasuk tubuh yang dibentuk berbeda, jadi kita bisa menyimpulkan seks terjadi pada mahluk di waktu dan tempat yang nyata.

Sejumlah pengkritik marah karena Westworld menampilkan kekerasan seksual. Mereka memusatkan perhatian kemarahan terhadap kekerasan seksual terhadap Dolores (Evan Rachel Wood), yang seperti Maeve mulai mengingat masa lalu, yang sayangnya berisi kekerasan seksual.

Tetapi Dolores dan Maeve bukanlah penghibur satu-satunya yang diprogram untuk memuaskan para tamu. Bisa dibilang semua robot di Westworld dalam kendali keinginan para tamu. Jika itu yang terjadi, dalam bentuk seperti apa tindakan seksual di taman hiburan dipandang suka sama suka?

Konsep izin bergantung pada kemungkinan menyatakan tidak. Bahkan ketika para penghibur tidur dengan penghibur lainnya, mereka hanyalah mematuhi pria yang merancang mereka. Di atas kehidupan seks, dalam bentuk seperti apa kita bisa katakan interaksi antara penghibur dan tamu sebagai suka sama suka?

Anda yang 'sebenarnya'

Hak atas foto Warner Bros
Image caption Robot wanita seksi muncul di fim science fiction.

Westworld bisa dibilang taman hiburan di mana Anda memilih petualangan Anda sendiri. Penghibur diprogram dengan lebih 100 naratif yang saling berkaitan, yang diputar bergantung pada pilihan tertentu para tamu di waktu tertentu.

Sejumlah tamu memilih untuk menunggang kuda, yang lainnya memburu bandit dan yang lainnya memukul tuan rumah manapun yang mereka temui. Logan (Ben Barnes), tamu yang kembali berkunjung, sepertinya gemar meneror.

Ada saatnya, dia menikam seorang pria tua hanya karena dia bisa melakukannya. Baginya, itulah alasan ke taman hiburan karena dia tidak akan dihukum.

Logan sepertinya terganggu jiwanya sampai kita mengingat bahwa sebagian dari kita pernah melakukan hal yang sama.

Seperti saat Laura Hudson bertanya kepada Vulture, apakah ada perbedaan antara Logan dengan "anak 15 tahun yang masturbasi dengan pekerja seks siber di Grand Theft Auto hanya karena dia bisa melakukannya?" Memang lebih mudah menembak avatar 7 cm di layar TV dibandingkan robot 1,82 yang berdiri di depan Anda.

Tetapi yang jelas, kedua pembunuhan dibela dengan menggunakan alasan yang sama: ini hanya sebuah permainan.

Sudah pasti, terdapat perbedaan di Westworld: para penghibur sepertinya merasakan sakit, cemas dan teror. "Lihat cara dia menggerakkan tubuh!" kata seorang tamu sementara penghibur yang baru saja ditembak suaminya meninggal dengan perlahan-lahan di tanah.

Dan meskipun ini kelihatannya tidak benar, kita harus konsisten dengan penilaian moral kita: jika berbagi orgasme dengan robot bukanlah suatu perzinahan, maka membunuh salah satu dari mereka bukanlah suatu pembunuhan.

Hak atas foto ABC
Image caption Fembots atau 'gynoids' populer di TV AS seperti di Battlestar Galactica.

Salah satu cara yang dilakukan para pengelola taman hiburan dalam membela perlakuan terhadap para penghibur adalah bahwa trauma dihapus dari ingatan mereka setiap malam. Tetapi pembelaan tersebut didasarkan pemikiran bahwa satu-satunya alasan menyakiti dipandang sebagai suatu kesalahan karena mereka akan mengingatnya.

Jelas bukan ini yang terjadi. Apalagi para penghibur secara perlahan-lahan mengingat trauma yang mereka alami. Sejumlah perancang mengetahuinya, yang mengisyaratkan tokoh dibalik percobaan ini tidak terlalu memikirkan etika.

Tidak diragukan lagi, Westworld akan terus mengkaji pertanyaan yang sebagian dari kita belum pikirkan. Tetapi kita tidak seharusnya berpura-pura dengan memandang pertanyaan ini hanyalah milik para ahli teknologi dan pengamat masa depan. Seperti yang ditegaskan psikolog sosial Sherry Turkle yang mengkaji hubungan kita dengan teknologi, perbincangan kita tentang masa depan seharusnya bukanlah tentang akan seperti apa robot.

Tetapi kita seharusnya berpikir kita akan menjadi manusia jenis seperti apa, setiap hari, apakah kita menonton pornografi, bercinta dengan pasangan kita, berusaha mengalahkan Siri atau membunuh avatar tanpa alasan selain apa yang terjadi di permainan video.

Ford mengatakan memahami mengapa manusia bersedia mengeluarkan begitu banyak uang untuk membunuh dan berhubungan seksual dengan robot, membunuh pihak yang tidak bisa membela diri dengan alasan yang sama: ini hanya permainan.

Logan memahami ini. Pada akhir kunjungan, dia mengatakan kepada William, "Anda akan memohon saya tetap di sini, karena tempat ini menjawab pertanyaan yang juga Anda tanyakan sendiri: siapa Anda sebenarnya. Dan saya tidak sabar untuk segera bertemu orang itu."

Versi bahasa Inggris tulisan ini bisa Anda baca di Would sex with a robot be infidelity? di BBC Culture.

Topik terkait

Berita terkait