Allied: Persekutuan Brad Pitt dan Marion Cotillard di Casablanca

Allied Hak atas foto Paramount Pictures

Apa pun yang orang mungkin pikirkan tentang Allied, sebuah film thriller spionase Perang Dunia Dua yang mengkilap dibintangi Brad Pitt dan Marion Cotillard sebagai agen rahasia yang berusaha menciptakan kehidupan keluarga yang layak di tengah-tengah dunia yang sedang terbakar, layaklah dirayakan bahwa Robert Zemeckis dengan bulat kembali membuat film tentang manusia nyata dengan daging dan darah lagi.

Zemeckis selalu merupakan seorang ahli kriya yang luar biasa teliti, dengan bakat langka untuk memadukan kemajuan teknologi dengan seni pembuatan film, tapi selama lebih dari satu dekade ia kehilangan kehidupan kreatifnya untuk mengejar seni rekaan yang steril, nyaris tersesat di dalamnya untuk selamanya.

Sulit untuk membayangkan seorang pembuat film besar yang sudah begitu nyaris porak poranda oleh teknologi, sama sulitnya dengan mempercayai bahwa ada orang, kecuali sejarawan film, yang akan menonton Beowulf, The Polar Express atau A Christmas Carol bahkan satu dekade kemudian.

Berbeda dengan film-film itu yang bergerak ke arah masa depan, Allied menoleh ke masa lalu, dan tidak hanya dalam hal plot.

Hak atas foto Paramount Pictures

Film ini dimulai dengan adegan seorang mata-mata Kanada yang dimainkan Brad Pitt, Max Vatan, yang terjun dengan payung ke padang gurun Maroko, dan dalam beberapa menit kita sudah berada di Casablanca - dan, mungkin lebih langsung lagi, ke dalam film Casablanca.

Max dan Marianne Beauséjour yang dimainkan Marion Cotillard, agen sangat terlatih yang mengemban misi rahasia yang mematikan dan menjalankannya dengan penampilan yang keren luar biasa.

Allied adalah film tentang kesetiaan dan kepercayaan, tentang hubungan yang membuat orang berada dalam ikatan bersama-sama dan kadang-kadang membutakan mereka. Tetapi ini juga film tentang bagaimana jatuhnya kain sutra pada adegan-adegan Marion Cotillard, dan bagaimana gagahnya Brad Pitt dalam rajutan dengan leher baju berbentuk huruf 'v.'

Penata busana Joanna Johnston telah bekerja bersama Zemeckis selama hampir tiga dekade - dan karenanya turut bertanggung jawab pada peristiwa di suatu Halloween ketika ada orang berteriak menunjuk rompi yang saya kenakan: "Hei! Anda terlihat seperti film Back to the Future!". Betapa pun, antara Allied ini dan film The Man From U.N.C.L.E yang diproduksi tahun lalu, rasanya Joanna Johnston dia tiba-tiba melaju ke suatu tingkat pemcapaian baru yang mempesona.

Panasnya pertempuran

Meskipun tidak ada adegan spektakuler untuk menandingi adegan kecelakaan pesawat di film Flight atau aksi-aksi mendebarkan di menara kembar New York di film The Walk, Allied secara teknis sangat apik dari hulu hingga ke hilir. Setiap gambar yang dibingkai oleh Don Burgess terasa bertujuan, setiap keping suntingan Mick Audsley dan Yeremia O'Driscoll terasa tepat.

Ini adalah film yang harus jadi bahan untuk pelajaran di sekolah-sekolah film, baik untuk pencapaian teknisnya maupun sebagai contoh bagaimana melakukan semuanya dengan benar tapi tetap menghasilkan sesuatu yang terasa hampa di dalamnya.

Film Casablanca dibuat, di atas semuanya, oleh panggilan pengorbanan diri. Bahwa di samping perjuangan melawan ancaman fasisme global, apakah seorang pria dan seorang perempuan jadi hidup bersama atau tidak, bukanlah hal yang penting.

Allied, sebaliknya, adalah tentang hal-hal yang begitu berarti. Latarnya sama dengan Casablanca. Dan mengingat bangkitnya ideologi neo Nazi di seluruh dunia yang mencemaskan, maka kita bisa langsung tersentak ketika pita lengan berlambang swastika pertama kali muncul di depan lensa. Betapa pun kaum Nazi di Allied tidak lebih menakutkan ketimbang di film Top Secret.

Zemeckis selalu menggambarkan dirinya sebagai seorang pembuat film apolitis, berkilah bahwa film Forest Gump yang begitu terang berhaluan kanan, dimaksudkan untuk mengolok-olok kedua spektrum politik. Tapi di Allied, keberpihakannya pada satu salah satu pihak merampas film ini dari apa yang seharusnya menjadi konflik inti.

Setelah Max dan Marianne jatuh ke pelukan satu sama lain, kita khawatir terutama tentang apakah mereka akan ketahuan, bukan apakah belitan romantis mereka nantinya mungkin akan mengakibatkan kematian orang lain.

Rangkaian adegan paling inventif dalam film tidak melibatkan kelihaian mata-mata atau seni perang tetapi dua tokoh yang bergelut di dalam mobil di tengah-tengah badai pasir Maroko, sementara kamera berputar-putar di sekitar tubuh mereka yang semakin telanjang mereka saat hempasan angin mencambuk lebih kencang lagi sekitar mereka.

Hak atas foto Paramount Pictures

Dengan titik-titik acuan klasik Hollywood, film yang paling menyerupai Allied adalah What Lies Beneath karya Zemeckis, yang juga merupakan karya bergenre Hitchcockian yang termotivasi oleh pertanyaan tentang kesetiaan. (Ada tumpang tindih menarik juga, dengan Mr and Mrs Smith, film yang menampilkan Pitt dan Angelina Jolie (lalu menjadi isterinya namun belum lama ini berpisah) yang memainkan pembohong profesional yang tidak pernah bisa cukup yakin apakah cinta mereka satu sama lain merupakan penyamaran yang begitu dalam, serta film karya Jolie By the Sea, yang sama digerakkan oleh kenikmatan menatap tubuh Pitt dan seorang perempuan berbalut busana yang wah.)

Di Allied ini, perang adalah neraka bukan karena orang-orang baik mati, tapi karena membuat kita tidak mungkin percaya bahkan pada orang yang kita pikir tahu dan kenal sangat dalam, dan kecurigaan-kecurigaan itu tidak dengan sendirinya berakhir dengan berakhirnya suatu misi atau tugas. Allied melintasi berbagai negara dan benua, tetapi dunia yang menjadi perhatiannya terasa sangat kecil.

Tulisan asli ulasan ini, Film review: In Allied Pitt and Cotillard go to Casablanca di BBC Culture.

Topik terkait

Berita terkait