Arrival, salah satu film sci-fi berbiaya besar paling cerdas yang pernah dibuat

Amy Adams

Sudah lama sekali film fiksi ilmiah komersial yang mengangkat ide besar. Kita harus berterima kasih pada Arrival yang akhirnya mengangkat itu, tulis kritikus film BBC, Sam Adams.

Denis Villeneuve adalah sutradara yang gemar mengangkat tema besar. Dan Arrival yang berkisah tentang kehadiran alien di bumi, menyediakan subyek, naskah, dan kemegahan yang cocok dengan itu.

Arrival berkisah tentang Louise Banks (Amy Adams) seorang ahli bahasa yang baru ditinggal mati putrinya, dan harus memecahkan teka-teki bahasa alien. Alien ini datang dengan pesawat berwarna abu-abu lonjong di negara bagian Montana, Amerika Serikat, dan di 12 lokasi lain di seluruh dunia. Peristiwa yang harus dia hadapi ini berbarengan dengan kelebatan kenangannya tentang sang putri yang terus muncul.

Pesawat alien ini muncul tanpa peringatan dan tanpa penjelasan. Tampaknya tidak ada agenda khusus yang mereka sampaikan terkait kedatangannya di bumi. Louise diminta oleh pemerintah Amerika Serikat, karena komunikasi antara pemerintah dan alien selalu gagal karena perbedaan bahasa. Alien tersebut tidak mengerti bahasa manusia. Mereka tak memahami subjek, predikat, kata kerja dan objek.

Berat bukan? Naskah yang ditulis Erix Heisserer mengurangi bahkan menghapus sejumlah hal rumit dari cerita pendek karya Ted Chiang, The Story of Your Life, yang menginspirasi film ini. Namun, mayoritas yang ada di cerpen, tetap dihadirkan di film.

Meskipun Villeneuve jelas-jelas menggunakan cetak biru film-film alien yang pernah dibuat Steven Spielberg, dia berhasil membuat konflik yang jelas antara mereka yang hanya ingin mempelajari alien untuk tujuan pengetahuan, mereka yang khawatir akan adanya serangan alien, atau mereka yang berpikir alien ini akan memberikan kekuatan senjata baru bagi bumi.

Hak atas foto PARAMOUNT PICTURES
Image caption Pesawat alien dalam film Arrival 'mengapung' di 12 lokasi di bumi.

Louise bergabung dengan tim yang berfokus pada pengetahuan, yang dipimpin Ian Donnelly (Jeremy Rennee), fisikawan yang berusaha memahami alien tersebut lewat sains, tidak dengan bahasanya. Namun, tetap saja sulit. Konsep yang kita rasa sangat gampang dan dasar, ternyata hal yang rumit bagi mereka, begitu juga sebaliknya.

Sementara itu, berbagai negara di dunia mulai khawatir: pasar bergejolak, terjadi pemberontakan, pemerintah berbagai negara mulai khawatir untuk berbagai info yang mereka peroleh terkait alien itu.

Ada ide menarik yang sebenarnya diam-diam disisipkan di sini: bagaimana kita bisa mengenal spesies asing, alien, kalau kita sendiri tidak bisa mengenal spesies kita sendiri?

Refleksi Louise

Bahasa lisan alien tersebut sulit dimengerti, tetapi Louise akhirnya mampu menerka bahasa tulis mereka yang berbentuk berbagai lingkaran tinta hitam, yang tampak hidup.

Louise, Ian dan sejumlah tentara penjaga mereka tidak pernah berkontak fisik dengan alien. Mereka berkomunikasi di dalam pesawat alien, yang dibatasi kaca. Tubuh alien kadang terlihat di tengah asap yang memenuhi sisi gelas mereka.

Semakin Louise memahami bahasa mereka, semakin dia mulai berpikir seperti alien, semakin deras pula memori tentang putrinya bermunculan.

Semakin Louise larut ke bahasa alien, caranya melihat dunia mulai berubah. Adams menampilkan ini dengan sangat subtil, di mana perubahan ditariknya ke dalam diri, bukan keluar.

Hak atas foto PAramount Pictures
Image caption Arrival dipuji-puji kritikus dan disebut sebagai salah satu film fiksi ilmiah terbaik yang pernah dibuat.

Karena Arrival banyak 'berhutang' pada karya-karya Steven Spielberg, karakter Louise pun demikian. Dia seperti karakter Richard Dreyfus dalam film alien Spielberg, Close Encounter of the Third Kind; mengulur-ngulur waktu hingga dunia siap mendengarkan apa yang dia tahu.

Elemen fiksi ilmiah Arrival berkurang di akhir film, beralih menjadi drama yang membuat mata basah. Namun, ini adalah film pertama Villeneuve yang membuat perasaaan sentimental terasa dibutuhkan dan bahkan sangat diterima.

★★★★☆

Versi bahasa Inggris tulisan ini bisa Anda baca diArrival, the smartest sci-fi film in years di BBC Culture.

Berita terkait