ISIS 'kehilangan 50,000 anggota militannya'

Mosul, ISIS Hak atas foto Reuters
Image caption Beberapa orang yang diduga pendukung kelompok militan ISIS ditangkap oleh pasukan Irak di pinggiran kota Mosul, Irak.

Sedikitnya 50,000 orang anggota kelompok militan yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS telah tewas semenjak pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat terlibat dalam pertempuran di Irak dan Suriah sejak dua tahun silam, kata pejabat militer AS.

Pejabat militer itu mengatakan jumlah anggota ISIS yang tewas itu merupakan perkiraan perhitungan yang dianggap paling mendekati kenyataan.

Kekuatan udara dan kehadiran sejumlah kecil pasukan AS dianggap berdampak kuat selama keterlibatan mereka di Irak dan Suriah.

Hak atas foto Alamy
Image caption Pemerintah AS mengklaim sekitar 50,000 anggota ISIS telah tewas.

Namun demikian, pejabat itu juga berulangkali memperingatkan bahwa kelompok militan ISIS kemungkinan dapat memenangi pertempuran.

Dikatakan pula bahwa serangan udara pasukan koalisi yang dipimpin AS dapat diintensifkan di wilayah seperti Mosul, ketika pasukan Irak tengah terlibat peperangan untuk merebut kembali kota itu, walaupun kemungkinan beresiko terhadap keselamatan warga sipil.

Selama ini AS sering tidak bersedia memberikan data tentang kondisi musuh yang dihadapi.

Namun demikian pada Agustus lalu, Letnan Jenderal Sean MacFarland, yang dikutip Kantor berita AP, mengatakan bahwa sekitar 45.000 orang kelompok militan ISIS telah tewas.

Sejauh ini ISIS telah kehilangan wilayah yang mereka kuasai sejak 2014. Sebagian besar wilayahnya itu kini telah direbut kembali oleh pasukan Rusia, Turki, Irak, Suriah dan kelompok Kurdi, melalui dukungan serangan udara AS dan Inggris.

Berita terkait