Melompat ke dalam suatu 'rahasia'

Bangladesh Hak atas foto ohammad Ponir Hossain/Reuters
Image caption Seorang penumpang melompat diantara kereta di Bangladesh.

Foto penumpang kereta yang melompat dari kereta ke kereta di Bangladesh pada pekan ini membuat Kelly Grovier mencari tahu siapa seniman yang mengambil momen 'terbang' yang membeku dalam waktu.

Apakah ada aksi besar yang yang dapat dilakukan manusia selain melompat? Ketika Astronot Amerika Neil Armstrong yang menjejakkan kaki pertama kali di bulan, dia dengan cepat menyatakan "langkah kecil" yang dia sebut sebagai sebuah "lompatan".

Melompat adalah bagaimana pahlawan super dengan sebuah lompatan menaklukkan gedung-gedung tinggi dan bagaimana sebagian dari kita merespon keberuntungan.

Kita tidak melompati peluang dalam hidup. kita melakukan lompatan. Kemajuan tidak pernah diukur dari brankas yang besar, tetapi dari jumlah lompatan.

Ketika puisi Romantis William Wordsworth menggambarkan rasa haru terhadap indahnya pelangi, limpanya tidak bergetar; hatinya melompat.

Dan ketika kita lelah menunggu untuk saat yang tepat untuk bertindak dan akhirnya suap untuk melangkah, kita tidak bergerak dengan melangkah; kita melompat ke dalam aksi.

Melompat mengubah kita dari penonton pasif dalam kehidupan menjadi agen yang aktif di dalamnya.

Foto akrobatik yang diambil pada pekan ini di Bangladesh yang merekam penumpang yang melompat dari gerbong kereta ke gerbong lainnya di kota Tongi, di luar kota Dhaka, tampak merupakan intisari dari lompatan eksistensial.

Mereka menuju Biswa Ijtema, pertemuan umat Muslim terbesar setelah haji. Para komuter dengan sigap melompat dari gerbong ke gerbong lain tampak terlihat sebagai semangat untuk mengikuti kebaktian yang digambarkan oleh filsuf Denmark Søren Kierkegaard yang seringkali salah diingat, sebuah "lompatan karena iman" tetapi sebaliknya "lompatan kepada iman".

Berlari dengan bersemangat seperti itu, perlu dikatakan, didorong oleh keyakinan yang tak terbatas bahwa akan ada ruang untuk mendarat dengan aman di bagian lain.

Kemungkinan yang menakutkan adalah bahwa tidak ada lahan yang stabil di bagian lain, sebagai pengingat foto yang tak terlupakan ini, yang dibuat ketika berlangsungnya sejarah kebudayaan ketika perdamaian dunia tampak tidak terbayangkan.

Hak atas foto Wikimedia
Image caption Foto montase lompatan ke ruang kosong, Yves Klein difoto oleh duo Harry Shunk dan János Kender, yang dikenal sebagai Shunk-Kender

Foto montase seniman pascaperang Prancis, Yves Klein "Le Saut dans le Vide" (Melompat ke Ruang Hampa ), yang diambil Klein pada Oktober 1960, menunjukkan bahwa seniman ini terjun dari sebuah jendela di Paris - tubuhnya yang terlempar tampak membeku selamanya seolah tengah terbang atau terhempas ke troroar yang berada di bawahnya.

Sebagian orang melihatnya seperti sebuah pandangan terhadap ambisi Nasa yang terlalu tinggi (pada saat itu) untuk mencapai bulan dan oleh pihak lainnya dianggap seperti melanjutkan Perang Dingin, foto Klein Melompat ke Ruang Hampa diambil pada situasi yang tidak pasti.

Lima puluh enam tahun kemudian, dunia sekali lagi menemukan diri mereka melayang di udara - satu kaki mengarah ke belakang sebagai kita di masa lalu, dan yang lainnya ke depan, kita ingin menjadi siapa.

Anda bisa membaca artikel aslinya dalam A leap into the unkown dan artikel lain dalam BBC Culture.

Berita terkait