Bagaimana Trump menjadi bintang televisi sebelum The Apprentice

Trump Hak atas foto Getty Images
Image caption Salah satu penampilan Trump di televisi.

Presiden baru AS memiliki sejarah panjang di layar kaca, termasuk pengalaman dibanting ke matras dalam sebuah tayangan gulat, tulis Jennifer Keishin Armstrong.

Ketika Wali Kota New York, Randall Winston, membutuhkan nasihat tentang penulisan memoarnya dalam serial komedi situasi Spin City, Donald Trump berada di sana.

Dalam kemunculan sebagai cameo dalam sebuah episode pada 1998, dia berjalan dengan angkuh ke dalam kantor wali kota. Tanpa diminta dia duduk di kursinya dan mengklaim penulisan bukunya, The Art of the Deal dan The Art of the Comeback, adalah pekerjaan mudah untuknya : "Hari pertama, sembilan bab."

Hak atas foto NBC Universal
Image caption Hubungan Donald Trump dengan televisi pada kurun tahun 80an- awalnya dia tampil sebagai cameo untuk banyak komedi situasi antara lain The Fresh Prince of Bel Air (Credit: NBC Universal)

Dalam kemunculan sebagai cameo dalam serial The Nanny, Trump merupakan seorang pria yang membawa telepon genggam, tidak satu tetapi dua, pada 1996.

Dalam The Fresh Prince of Bel-Air pada 1994, kemunculannya yang tiba-tiba di pintu masuk kediaman keluarga yang sederhana itu sampai membuat Carlton pingsan.

Karier televisi pria yang kemudian menjadi presiden Amerika Serikat juga disoroti. Contohnya, sandiwara 'pengambilalihan paksa' dengan pemilik Worldwide Wrestling Entertainment Vince McMahon dalam pertandingan gulat televisi yang berakhir dengan pembantingan dirinya ke lantai; bertanya kepada karakter Denis Leary dalam The Job mengenai siapa yang dia 'pukul', dan kerja sama dengan seorang pria kaya yang berusaha merayu Samantha dalam serial televisi Sex and the City.

Dan ini semua terjadi sebelum Trump membuat dan membintangi serial The Apprentice pada 2004, yang memungkinkannya untuk mencitrakan diri sendiri sebagai seorang pengusaha yang mewah.

Jauh sebelum dia mencalonkan diri sebagai presiden, Trump memahami kekuatan TV. Dia muncul dalam layar kaca sebagai hartawan sukses yang angkuh - dan tampil berulang kali - membuatnya lebih relevan bagi banyak orang Amerika dibandingkan laporan jurnalistik manapun mengenai kemenangannya dan kegagalan yang mungkin pernah terjadi.

Kebangkrutan yang dialaminya berulang kali dan reputasinya yang ternoda di antara mereka yang mengetahui atau berurusan dengannya di kehidupan nyata tidaklah berarti.

Satu gambaran yang langka dalam TV yaitu dalam parodi Sesame Street 2005, Donald Grump, karakter yang membual, "Aku orang paling norak!"

Trump juga muncul dalam film: dia menjadi cameo dalam Home Alone 2 dan The Little Rascals, serta memerankan sosok perisak bernama Biff yang berdasarkan dirinya, dalam Back to the Future.

Tetapi TV menciptakan "Sang Donald". Sebelum media sosial, TV merupakan cara terbaik untuk berhubungan dengan penonton yang luas. Dan kehati-hatiannya ketika tampil menunjukkan bahwa dia lebih tertarik pada - dan lebih piawai dalam - meraih opini publik terhadap dirinya lebih dari apapun.

Hak atas foto 20th Century Fox
Image caption Orang yang sangat kaya ini juga tampil dalam film seperti Home Alone 2: Lost in New York ketika muncul di Hotel Plaza New York (Kredit: 20th Century Fox)

John F. Kennedy mungkin merupakan presiden pertama yang cocok tampil di TV, tetapi Donald Trump merupakan presiden bintang TV pertama. Dan dia tampaknya akan meneruskan keahlian khususnya untuk memaksimalkan dampak sebagai pemimpin sesungguhnya dari dunia bebas (persekutuan negara-negara barat).

Menyampaikan cerita

Penampilan pertama Trump sebagai cameo TV yaitu pada sebuah episode The Jefferson dengan judul "You'll Never Get Rich", yang ditayangkan pada 1985, ketika bintang utama serial ini mengunjungi Atlantic City, tempat kasino Trump berada.

Tetapi satu penampilan paling awalnya sebagai diri sendiri dengan mode Trump yang sesungguhnya yaitu dalam The Fresh Prince of Bel-Air, yang menampilkan dirinya dan istrinya saat itu Marla Maples dikenalkan kepada Will Smith dan keluarganya yang kaya di Los Angeles. Sepupu Will, Hilary mengatakan,"Secara langsung Anda terlihat lebih kaya."

Kemudian Trump menggambarkan dirinya mengikuti pola yang sama dengan hati-hati. Faktanya, setidaknya seorang penyelenggara tayangan televisi itu bekerja sama dengannya, Peter Marc Jacobson, pencipta The Nanny, mengungkapkan kepada New York Times dengan tepat bagaimana Trump sangat memperhatikan citra dirinya: setelah membaca sebuah episode tentang dirinya, salah satu pengacaranya keberatan terhadap penggambaran dirinya sebagai seorang "jutawan".

"Karena dia merupakan seorang miliarder," seperti yang tertulis dalam catatan di naskah tersebut, "Karena itu, dia ingin bagian itu diubah". Jacobson mengubah menjadi "zillionaire" atau orang yang sangat kaya.

Hak atas foto NBC Universal
Image caption The Apprentice merupakan tayangan realitas, di mana Trump akan memberikan penilaian terhadap karyawan potensial kemudian menyebut calon yang gagal dengan slogannya "Anda dipecat!"(Kredit: NBC Universal)

Berbagai peran ini jika diamati tampak biasa saja saat ditayangkan, tak lebih dari upaya pencitraan seorang pengusaha.

Tetapi mereka mencapai dua hal menakjubkan: pertama, mereka meyakinkan penonton AS bahwa Trump merupakan seorang pengusaha yang tegas dan sukses dengan kualitas seorang bintang.

Kedua, mereka berfungsi sebagai rekaman audisi Trump untuk tayangan reality show The Apprentice, yang mengizinkan dia untuk berperan menjadi dirinya sendiri sebagai seorang bos yang sangat sukses dengan puluhan pelamar muda berpenampilan menarik memohon persetujuannya.

Trump mengatakan kepada Washington Post bahwa dia mengabaikan nasihat dari agennya ketika meneken kontrak untuk menjadi pembawa acara The Apprentice pada 2004. Tayangan perdananya disiarkan ketika demam program TV realitas sangat tinggi, dan menggebrak pada musim pertamanya, dengan 20 juta penonton pada tahun pertama.

Post menyebutkan bahwa Trump menyadari bahwa serial ini berpotensi untuk menjangkau penonton yang lebih muda dan bahwa dia bersikeras untuk mencantumkan namanya ke dalam produksi ini sebanyak mungkin: sebagai contoh, sorotan kamera yang berlebihan terhadap pesawat pribadinya yang bertulis "TRUMP" pada bagian sisinya.

Hak atas foto NBC Universal
Image caption The Apprentice memperopleh peringkat penonton yang bagus sehingga jaringan NBC meminta Trump untuk memperolok kekayaannya dengan menyanyikan lagu tema Green Acres pada Emmy Awards 2006 (Kredit: NBC Universal)

Dia juga bernegosiasi untuk mengambil hak kepemilikan siaran sebesar 50% dan penampilannya di musim pertama mengubah rencana jaringan TV NBC untuk merotasi pembawa acaranya - pengusaha kaya lain Richard Branson dan Martha Stewart untuk tampil di musim berikutnya- jadi The Apprentice menjadi tayangan satu orang saja.

Panggung untuk kepresidenan

Slogan Trump "Anda dipecat !" - membuat dia sebagai penyaji tayangan realitas yang sesungguhnya. Dia adalah Simon Cowell tapi dengan gaya Amerika, sebuah pesan yang menunjukkan bahwa kritik dapat menciptakan bisnis di AS, sehingga Amerika, sebagai bangsa, menjadi lebih kuat, dan bahwa kerja keras akan dihargai.

The Apprentice mengubah Trump dari seorang tokoh tabloid di New York menjadi seorang bintang TV yang terkenal di jantung Midwest - yang menjadi wilayah penting dalam kampanye presidennya.

Ketenaran The Apprentice telah lama memudar, meskipun edisi selebriti acara itu tayang dalam beberapa musim terakhir.

Faktanya, Trump - walaupun dia masih merupakan produser eksekutif di acara itu - mencemooh penggantinya pada musim ini, Arnold Schwarzenegger, karena gagal menandingi "si mesin rating, DJT (Donald J. Trump)."

Peringkat tayangan ini memang turun, tetapi itu menjadi tren selama beberapa musim.

Hak atas foto PBS
Image caption Sesame Street memparodikan miliarder sebagai Donald Grump, seekor monster yang memiliki keturunan yang sama dengan Oscar the Grouch, yang meneriakkan "Saya tidak bermutu"(Kredit: PBS)

Ketika dia mengumumkan pencalonannya sebagai presiden pada Juni 2015, Trump melampaui para pesaingnya dari partai Republik dalam hal ketenaran nama, hampir semuanya karena televisi.

Laporan kegagalan bisnisnya atau tuduhan penipuan melalui Universitas Trump tidak dapat menandingi apa yang disaksikan penonton di TV: seorang pengusaha yang jenius, seorang "zilliuner" yang sangat kaya.

Kemampuannya untuk menghidupkan tayangan realitas yang membosankan di layar dengan bahasa tubuh atau komentar yang liar, dengan mudah diterjemahkan dalam kampanye, menaikkan rating jaringan TV berita yang meliputnya.

Setelah kemenangan Trump yang tak terduga dalam pemilihan presiden, mantan produser Apprentice Bill Pruitt menyampaikan penyesalannya karena memoles citra pengusaha ini untuk konsumsi publik.

Dia menjelaskan dalam sebuah surat elektronik ke Vanity Fair bahwa dengan acara itu, "Beberapa produser yang cerdas membuat cerita tentang seorang miliarder yang kerajaan bisnisnya, sesungguhnya, runtuh disaat yang hampir bersamaan ketika dia menerima pekerjaan, gaji dan hak kepemilikan atas tayangan realitas tersebut.

"The Apprentice merupakan penipuan yang disampaikan ke publik untuk mendapatkan rating. Kami 'menghibur' dan cerita tentang Donald Trump dan perawakannya yang aneh bagi sejumlah orang, dianggap sebagai 'kebenaran' oleh publik."

Saat ini, fakta tentang rekam jejak bisnisnya tidak terlalu penting dibandingkan dengan kebenaran yang lebih besar: pria yang berperan sebagai seorang zilliuner di TV adalah presiden Amerika Serikat.

Anda bisa membaca artikel aslinya How Trump became a tv star before the apprentice atau artikel lain dalam BBC Culture.

Berita terkait