Delapan film yang pantas ditonton di bulan Februari

Film Februari Hak atas foto Nordisk

BBC Culture mengumpulkan delapan film yang keluar bulan ini, termasuk kisah inspirasional yang belum pernah diceritakan sebelumnya, The Lego Batman Movie, dan dua film yang masuk nominasi Film Berbahasa Asing Terbaik di ajang Oscar.

Hidden Figures

Hak atas foto Twentieth Century Fox Film

Drama yang optimistis tentang tiga pahlawan tanpa tanda jasa yang memuncaki box office AS pada akhir pekan pelantikan presiden AS, dan sudah mendapat nominasi Academy Awards untuk Film Terbaik, Aktris Pendukung Terbaik, dan Adaptasi Skenario Terbaik.

Di era segregasi, tiga perempuan kulit hitam Katherine Johnson (Taraji P Henson), Dorothy Vaughan (Octavia Spencer - yang meraih nominasi) dan Mary Jackson (Janelle Monáe) mengkalkulasi data matematika yang dibutuhkan Nasa untuk misi luar angkasa pertama mereka yang sukses.

Disutradarai oleh Theodore Melfi dan didasarkan dari kisah nyata, film ini adalah kolaborasi bersama, dengan aktor yang terlibat mulai dari Kevin Costner, Kirsten Dunst dan Mahershala Ali dalam "campuran kisah persaingan luar angkasa dan hak sipil yang memenuhi dua topik tersebut dengan baik".

Penulis skenario Allison Schroeder - yang tumbuh besar di Tanjung Canaveral, dan neneknya adalah programmer komputer di Nasa — membuat film yang merupakah "hiburan yang mengagumkan sekaligus jendela menuju sejarah", menurut majalah Time.

The Salesman

Hak atas foto Farhadi Film Production

Sutradara-penulis skenario peraih Oscar Asghar Farhadi (A Separation) kembali ke Iran dengan The Salesman, yang sudah mendapat nominasi Oscar untuk Film Berbahasa Asing Terbaik tahun ini. Shahab Hosseini dan Taraneh Alidoosti berperan sebagai suami istri di Teheran yang tengah mengatasi masalah pernikahan sambil memerankan karya Arthur Miller, Death of a Salesman.

Dipaksa meninggalkan apartemen mereka, yang terancam hancur, mereka kesulitan bertahan setelah serangan misterius. "Dengan setiap adegan, simpati kita menyala dan tumbang" kata The New Yorker, sementara The Chicago Reader memuji Farhadi karena mengutamakan "sudut pandang perempuan tanpa membagi atau menjelajahinya".

Land of Mine

Hak atas foto Nordisk Film

Satu lagi film nominasi Oscar untuk Film Berbahasa Asing Terbaik. Drama Denmark yang menegangkan ini memberikan "epik Perang Dunia Dunia klasik di layar lebar…dengan beberapa twist yang meresahkan", menurut LA Times.

Film fitur ketiga dari sutradara-penulis Martin Zandvliet yang mengisahkan sekelompok tahanan perang Jerman yang dipaksa mengangkat ranjau darat di pesisir pantai pada penghujung perang.

Menurut Variety, "Naskah dan arahan Zandvliet menghindari memanfaatkan situasi yang sudah menegangkan untuk mendapat melodrama berlebihan, dan tetap bertahan pada pendekatan yang ekonomis dan diam dan semakin menambah kekuatannya".

The Great Wall

Hak atas foto Universal Pictures

Pendapat kritikus berbeda-beda tentang film blockbuster Cina-AS dari sutradara kenamaan Zhang Yimour ini. Strait Times Singapura menyebut epik ini sebagai "upaya menjajal kapitalisme Hollywood dengan karakteristik Cina". Didukung oleh studio Hollywood yang dimiliki Cina, The Great Wall adalah film termahal yang pernah dibuat di Cina, dan diyakini akan menjadi pasar film terbesar dunia pada 2019.

Dan ada keraguan terhadap sensitivitas terhadap budaya setempat. Namun beberapa resensi menilai positif, dan The Guardian mengatakan, "Futuristis dan bersejarah secara bersama-sama, tontonan visual sangat mendukung film ini…sentuhan artistik sutradara terlihat dalam gambar-gambar panoramik lama dan penggunaan warna yang penuh citarasa seni".

Matt Damon bermain sebagai pembunuh bayaran Irlandia bersama Andy Lau dan Jing Tian dalam film yang terlihat sebagai hubungan Cina dengan orang asing — tanpa menjadi terlalu kentara. Menurut South China Morning Post, "Zhang tampaknya ingat dia tengah membuat sebuah hiburan fantasi, bukan manifesto politik".

I am not Your Negro

Hak atas foto Velvet Film

Disebut sebagai "perjalanan sejarah kulit hitam yang menghubungkan masa lalu gerakan Hak Sipil dengan #BlackLivesMatter di era sekarang", dokumentar dari pembuat film Raoul Peck (Sometimes in April) membayangkan sebuah buku James Baldwin yang belum selesai.

Saat meninggal pada 1987, penulis James Baldwin meninggalkan 30 halaman yang menggambarkan penugasan yang ditolaknya pada 1970an.

Manuskrip itu membahas kehidupan dan pembunuhan tiga teman dekatnya, pemimpin hak sipil Medgar Evers, Malcolm X dan Martin Luther King, Jr.

Dengan menyambungkan kata-kata Baldwin (yang dinarasikan oleh Samuel L Jackson) dengan rekaman arsip, Peck "menyusun sebuah kasus intuitif yang meyakinkan akan Baldwin sebagai seorang penyair dan nabi".

Dia juga mengaitkan masa lalu dan masa kini, membuka dengan montase foto Ferguson, Missouri dan Tamir Rice serta Trayvon Martin. Menurut The New Yorker, "Referensi Peck terhadap peristiwa sekarang menunjukkan pandangan Baldwin akan sejarah dan visinya akan masa depan ternyata akurat meski menyakitkan".

The Space Between Us

Hak atas foto Jack English/STX Productions

Peter Chelsom (Hector and the Search for Happiness) menyutradarai kisah petualangan antar planet yang mengambil kisah remaja klasik dengan sentuhan kosmik.

The Space Between Us dibintangi Asa Butterfield sebagai remaja pria yang lahir di Mars ketika seorang astronot menyadari dia hamil saat sedang dalam perjalanan menuju planet merah tersebut.

Setelah memulai pertemanan online dengan gadis bernama Tulsa (Britt Robertson), dia pergi ke Bumi tapi menyadari bahwa organnya tak bisa bertahan di Bumi.

Kehabisan waktu, dia pergi dengan Tulsa mencari ayahnya.

Dalam wawancara, Butterfield menggambarkan bahwa film tersebut tidak masuk satu genre khusus.

"Ada elemen fiksi sains. Ada road trip. Ini kisah cinta. Tapi saya rasa utamanya ini adalah film dewasanya seorang remaja yang belajar menjadi manusia dan mencari tahu tempatnya di dunia."

The Lego Batman Movie

Hak atas foto Warner Bros. Entertainment Inc

Alumni serial televisi Arrested Development Will Arnett dan Michael Cera berperan sebagai Batman dan Robin di film spin-off dari The Lego Movie yang keluar 2014.

Rosario Dawson adalah Batgirl (yang dalam peran ini juga menjadi Komisioner Polisi perempuan Gotham City), Siri menjadi komputer batcave dan Ralph Fiennes adalah Alfred Pennyworth dalam film yang disebut oleh sutradara Chris McKay sebagai "kritik atas karakter Batman".

Dalam diskusi panel, dia mengatakan, "kami ingin melihat bagaimana absurdnya orang ini…Hal yang dia lakukan untuk mengisi lubang di hatinya adalah dengan pergi dan belajar karate dan memakai pakaian seperti kelelawar dan melawan penjahat pada malam hari."

Meski begitu, Arnett yang memerankan lagi karakter ini menjadi sosok yang lebih simpatik daripada karakter sombong di The Lego Movie — di trailer, dia duduk sendiri di kastilnya dan berupaya untuk mensinkronisasi gawainya.

Kiki

Hak atas foto Hard Working Movies

Sebuah bentuk seni yang terkenal lewat video musik Vogue Madonna pada 1990 muncul lagi dalam beberapa tahun terakhir, dan figur utama dalam lingkungan tersebut muncul dalam dokumenter yang mengombinasikan kisah personal dengan penampilan tarian yang gegap gempita.

Jennie Livingston memberikan gambaran di balik budaya ballroom New York yang muncul dalam film monumentalnya, Paris is Burning, yang mendapat penghargaan grand jury di Sundance pada 1991.

Dan kini, lewat Kiki, film karya sutradara dan penulis Sara Jordeno dan penulis Twiggy Pucci Garçon menunjukkan subkultur yang mencampur antara seni dan aktivisme.

Menurut New York Times, "Kiki dengan lancar mencampur wawancara dengan adegan tarian jalanan dan di lantai dansa untuk menciptakan gambaran yang begitu hidup dan multifaset dari orang-orang di ballroom, yang sebagiannya adalah aktivis LGBT".

Dengan mengikuti tujuh karakter dari komunitas Kiki selama empat tahun, pembuat film Swedia, Jordenö, melihat kehidupan anak-anak muda itu di luar tarian untuk menciptakan "gambaran yang nyata dan kaleidoskopis akan sebuah dunia yang begitu besar, flamboyan tapi sebenarnya rapuh".

Versi asli tulisan ini bisa Anda baca di Eight films to watch in February di laman BBC Culture

Topik terkait

Berita terkait