Bahasa Inggris memiliki 3.000 kata untuk mabuk

mabuk minuman beralkohol

Ketika 'Januari yang Kering,' atau Dry January, suatu kampanye publik selama Januari untuk mendesak masyarakat menjauhi minuman beralkohol di Inggris, Susie Dent melihat kembali hubungan yang panjang dan berwarna antara alkohol dan bahasa Inggris.

Dry January hampir berakhir, dan mereka yang untuk sementara tidak mengonsumsi minuman beralkohol akan segera kembali ke 'booze' (minuman beralkohol). Kata 'booze' cenderung menyulap sejumlah omongan tidak jelas, dengan seteguk dekadensi. Kata itu juga terdengar modern. Padahal sebenarnya kata itu berusia lebih dari lima abad, merupakan pengaruh dari bahasa Belanda 'buizen', minum secara berlebihan. Pertama kali disebutkan pada era Ratu Elizabeth I, dalam pertunjukan Jack Drum's Entertainment dan pernyataan yang jelas 'You must needs bouze' (Anda harus mabuk)- suatu pernyataan yang tidak disetujui oleh beberapa January's hydropots (satu sebutan untuk peminum air).

Hak atas foto Hulton Archive
Image caption Kata 'booze' dalam bahasa Inggris sudah berumur lebih dari 500 tahun, berasal dari bahasa Belanda 'buizen'.

Kata 'booze' pernah menjadi bahasa gaul yang populer atau kata 'tidak bisa' di dunia kriminal, yang dapat menjelaskan nada pemberontakan saat ini. Tetapi baik secara formal atau informal, ketika sudah terkait minuman beralkohol, Inggris telah bekerja keras selama beradab-abad. Kata 'alcohol' itu sendiri berusia 800 tahun, diambil dari bahasa Arab Spanyol; al-kuhul yang berarti 'the kohl', yang berhubungan dengan tata rias hitam pada mata yang dapat Anda temui di semua gerai tata rias modern. Istilah ini awalnya diterapkan untuk bubuk atau sari pati yang diperoleh dari para ahli kimia melalui proses penyulingan. Hal ini termasuk salep untuk wajah dan cairan beralkohol dari jenis yang memabukkan.

Sejak saat itu, sesuatu akibat yang memabukkan itu membayangi kita. Para pemasok barang-barang tersebut telah mengundang ratusan julukan selama lebih dari seribu tahun. Para peminum di masa lalu akan mengunjungi 'the Lushington crib', 'shicker shop' atau 'fuddle-caps hall' (seperti pub lokal) dengan senang hati, untuk mengambil contoh yang ditawarkan pada para tuan tanah - alias 'knight of the spigot' yang bahagia.

Hak atas foto Frank Martin/Hulton Archive
Image caption 'Booze' dulu merupakan istilah gaul yang populer atau 'tidak bisa' dalam dunia kriminal.

Ramuan-ramuan yang disebarkan oleh para ksatria itu bahkan mengisi kosakata-kosakata yang lebih kaya, mengubah arah dari 'tiger's milk' yang eufemistik sampai ke undangan yang terang-terangan dari 'strip-me-naked'. Tambahkan kata-kata itu ke 3,000 kata dalam bahasa Inggris yang sekarang digunakan untuk menggambarkan keadaan mabuk (termasuk 'ramsquaddled', 'obfusticated', 'tight as a tick', dan 'been too free with Sir Richard' yang membuat penasaran) dan Anda akan mendapatkan bahwa satu-satunya subyek yang lebih banyak mengisi halaman-halaman bahasa Inggris gaul adalah uang dan seks.

Kosakata tentang pemabuk seperti itu membuat semua sulit meninggalkan alkohol selama satu bulan penuh. Bagaimanapun juga, mereka yang berhasil melaluinya dapat menghibur diri mereka sendiri dengan kenyataan bahwa mereka telah menikmati minggu-minggu tanpa ketidaknyamanan karena merasa 'crapulent', 'cropsick', atau 'wamble-cropped': tiga kata yang dinyatakan secara indah untuk pemabuk yang ditakuti.

Di masa lalu, para pemabuk memilih untuk meminum obat penyembuh di pagi hari setelah menghabiskan malam, dari abu kepiting sampai minum cuka, meskipun orang yang lebih kaya akan lebih suka menjatuhkan batu kecubung ke dalam gelas mereka sebelum meminumnya. Batu kecubung atau 'amethyst' itu sendiri berasal dari bahasa Yunani kuno amethustos, yang berarti 'tidak mabuk', karena batu itu diyakini memiliki kekuatan ajaib untuk mencegah keracunan.

Hak atas foto Hulton Archive
Image caption Sebagian dari 3,000 kata bahasa Inggris untuk mabuk termasuk ramsquaddled dan obfusticated.

Sementara itu, gagasan untuk memiliki 'hair of the dog' (yang menggigitmu) sekali waktu pernah benar-benar literal. Pada zaman pertengahan, siapapun yang digigit oleh anjing liar akan berlari mengejar hewan tersebut untuk mencabut salah satu rambutnya: ramuan dengan rambut anjing itu dipercaya dapat meringankan perasaan galau setelah minum (yang dalam bahasa Jerman disebut Katzenjammer, di mana erangan si peminum dapat dibandingkan dengan suara erangan kucing yang kesakitan). Hal ini mungkin sepenuhnya tepat bahwa kata 'poison' (racun) berakar dari kata Latin potare, minum.

'Drunk as a thrush' (Mabuk seperti sariawan)

Mereka yang berada di atas gerobak mampu tersenyum lebar atas kepura-puraan seperti ini. Gerobak yang dimaksud awalnya ditujukan untuk mengangkut air ke sekeliling kota kecil Amerika selama gerakan temperance movement (pembatasan alkohol), ketika penduduk kota dipaksa untuk merangkul kaum 'tee-totallism' (orang yang sama sekali tidak pernah minum alkohol), di mana kata 'tee' ada di sana hanya untuk memberikan penekanan pada huruf pertama dari Total.

Hak atas foto Hulton Archive
Image caption Perasaan galau setelah minum disebut Katzenjammer dalam bahasa Jerman, membandingkan erangan orang mabuk dengan kucing yang kesakitan.

Gagasan itu segera menyebar di Inggris, di mana pantangan berperang dengan sensasi menjadi 'drunk as a lord', sebuah ungkapan dari abad ke 17 yang anehnya terhubung dengan sumpah serapah 'bloody'. Sumpah serapah yang diperkirakan telah dimulai dengan'bloods' atau bangsawan yang kasar di periode yang sama, ketika menjadi 'bloody drunk' menjadi seperti 'drunk as a blood' - dengan kata lain, mabuk layaknya berandalan berduit. Tampaknya tidak ada yang lebih disukai keturunan ini ketimbang painting the town red (sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan peminum alkohol yang berlebihan), frasa lain di dalam gudang minuman yang diklaim kota Melton Mowbray di dekat Leicester di East Midlands, Inggris, sebagai miliknya, berkat malam hari ketika Marquis of Waterford dan sekelompok teman berlari berhamburan dengan semangkuk cat berwarna merah menyala.

Semua yang mengambil bagian dari dry January telah menghindari hasil dari kekacauan secara langsung, hal itu akan sulit dilakukan dengan bahasa metafora mereka, karena minum ada di belakang beberapa kata yang mengejutkan yang selalu bersembunyi di balik cerita mabuk mereka. Kata sifat 'bridal' berawal dari 'bride-ale', dan digunakan dalam suatu pesta pernikahan yang menampilkan minuman beralkohol. Di sisi lain, 'small beer' merupakan versi bir yang lebih encer dari aslinya, dapat dinikmati oleh anak-anak dan orang dewasa ketika terbukti minum air dapat lebih berbahaya dari dari bir yang lebih keras (ale).

Sementara tidak ada yang lebih kita sukai ketimbang mengkritisi (lampooning ) para politisi di media sosial pada masa kini, kata itu juga berakar dari kata 'menenggak'. 'Lampons!' untuk orang Prancis berarti 'ayo kita minum!', dan merupakan ajakan bagi mereka yang bersuka ria untuk mengangkat gelas mereka dan menyanyikan satu atau dua buah lagu. Seperti halnya lagu-lagu yang mengejek dan menyindir, jadi selera modern kita yang aneh ini menyebar. Mengkritik dan berpesta pora berjalan bersama - cukup tepat diberikan bahwa 'carouse' berasal dari bahasa Jerman gar aus trinken, yang berarti 'minum sampai dasar gelas'.

Hak atas foto Hulton Archive
Image caption Selama gerakan anti-minuman beralkohol di Amerika Serikat, penduduk kota didorong untuk merangkul 'tee-totallism'.

Ada sebuah kata yang lebih mengejutkan untuk ditambahkan ke dalam daftar ini. Kita mungkin 'pissed as a newt' (terlalu mabuk untuk berjalan dengan benar) hari-hari ini, tetapi bagi orang-orang Romawi gambaran dari pilihan dapat berupa 'drunk as a thrush', yang tampaknya merupakan sebuah kiasan yang menggambarkan kegembiraan burung yang terhuyung-huyung di ladang anggur setelah berpesta pora dengan anggur-anggur hasil fermentasi. Anehnya, kata 'sturdy' dalam bahasa Inggris kita mungkin kembali ke bahasa Latin turdus, 'thrush'. Siapapun yang digambarkan sebagai 'sturdy' di tahun 1200an sengaja bertindak ceroboh dan mungkin bergerak seperti burung mabuk.

Burung-burung melakukan hal itu, kadal-kadal juga, bahkan tuan-tuan yang berpendidikan; godaan untuk mabuk tampaknya sulit ditolak. Terutama jika Anda seorang pelaut, yang hubungannya dengan rum merupakan sebuah legenda. Tepatnya 'groggy' itu sendiri berasal dari laut, berkat seorang perwira angkatan laut Inggris Admiral Edward Vernon, yang dijuluki Old Gorg karena mantel tebalnya yang terbuat dari main grogram (campuran wol dan sutra) yang kasar. Vernonlah yang memberikan perintah tidak menyenangkan pada para pelautnya, karena jatah rum mereka harus diencerkan dengan air. Pastinya dia tidak akan menyetujui dua istilah gaul yang muncul di antara pelaut pada masanya.

Seorang Admiral of the Narrow Seas dijelaskan dalam Francis Grose's 1785 Classical Dictionary of the Vulgar Tongueas sebagai "seseorang yang begitu mabuk hingga muntah di atas pangkuan orang yang duduk di seberangnya". (Lebih buruk lagi, seorang Wakil Laksamana dari lautan yang sama adalah 'seorang pemabuk yang kencing di bawah meja ke dalam sepatu rekannya'). Mungkin bukan untuk apa-apa, mereka yang senang melempar kembali gelas-gelas bir mereka dan meminum isinya dengan suka hati, sejak awal dikenal sebagai 'tosspots' atau peminum.

Tosspot atau hydropot (peminum alkohol atau peminum air), bahasa Inggris telah mengajari kita semua. Dan jika satu pint ale yang berbuih atau satu gelas warna merah yang menggoda memanggil di bulan Februari, bersoraklah. Dan jangan lupakan batu kecubungmu.

Anda bisa membaca artikel ini dalam bahasa Inggris English has 3,000 words for being drunkatau artikel lain dalam BBC .

Berita terkait