Mengapa aktor cilik harus lebih dihargai?

Aktor cilik Hak atas foto BBC Sport

Juvenile Award dihapuskan dari ajang Piala Oscar setelah tahun 1961. Hal ini menyebabkan para aktor dan aktris muda menjadi sulit terangkat ke permukaan. Penganugerahan itu harus diadakan lagi, demikian tulis Christian Blauvelt.

Seorang bocah laki-laki yang mengenakan tuksedo mencuri perhatian pada ajang penganugerahan Piala Oscar tahun lalu. Dalam film Room, dia menampilkan aktingnya yang menyayat hati sebagai anak kandung dari seorang perempuan muda yang diculik ketika remaja dan ditawan selama bertahun-tahun di dalam sebuah gudang. Tokoh yang dia perankan lahir dalam masa penyekapan dan tidak pernah mengetahui kehidupan di luar tempat dia dan ibunya ditawan. Peran ini membutuhkan penghayatan peran yang luar biasa dari aktor Jacob Tremblay, yang baru berumur sembilan tahun ketika dia menghadiri malam penganugerahan Piala Oscar.

Perannya menuntut imajinasi yang dramatis juga. Masa kanak-kanak adalah periode penemuan-penemuan dan berbagai pengalaman pertama, tetapi tokoh yang diperankan Trembla, ketika akhirnya dibebaskan, mengalami semuanya sekaligus, setelah selama ini berpikir bahwa gudang tempat dia dan ibunya disekap adalah dunianya. Untuk memiliki kemampuan memperlihatkan apa rasanya memiliki ketakjuban yang dimiliki seorang bocah, namun pada saat bersamaan dirinya masih anak-anak, merupakan hal luar biasa. Ini membutuhkan suatu pemahaman mendalam terhadap tokoh tersebut, yang hanya dimiliki aktor terbaik.

Hak atas foto Mike Windle/Getty
Image caption Jacob Tremblay dipuji secara luas oleh para kritikus atas penampilannya dalam film Room, namun tidak pernah ada pembahasan serius untuk menominasikannya

Tetapi Jacob Tremblay tidak dinominasikan untuk penampilannya di film Room, dan perannya di ajang penganugerahan Piala Oscar hanya sebagai hiasan, meskipun dia begitu dicintai.

Dia melakukan tos dengan lawan mainnya, Brie Larsen, ketika nama aktris itu dibacakan dalam kategori aktris terbaik. Dia mengatakan pada pembawa acara Chris Rock, "Saya mencintaimu dalam film Madagascar! Dia menjulurkan lehernya agar dapat melihat lebih baik ketika robot Star Wars BB-8, R2-D2 dan C-3PO berada di panggung. Secara keseluruhan, dia dianggap ada karena kelucuannya bukan karena bakatnya.

Namun, dialah sesungguhnya alasan mengapa The Academy of Motion Picture Arts and Sciences perlu mengadakan kembali The Academy Juvenile Award, yang pernah diadakan pada 1935 sampai 1961 untuk menghargai para aktor dan aktris berumur di bawah 18 tahun.

Nominasi Oscar untuk aktor cilik di dalam kategori yang ada saat ini jarang terjadi. Tahun ini, Sunny Pawar, pemain muda yang memerankan seorang anak yang terpisah dari orang tuanya dalam film Lion, memberikan gebrakan emosional dalam film ini. Ketika penulis skenario Luke Davies menerima Bafta Award untuk skenario terbaik film Lion, dia menyebutkan bahwa Pawar adalah bakat yang "ditemukan sekali dalam beberapa generasi" - dan seperti halnya Tremblay, Pawar tidak dinominasikan.

Bahkan, kalaupun anak-anak dinominasikan dalam kategori peran untuk Piala Oscar, mereka jarang menang. Kandidat aktor terbaik yang termuda adalah Jackie Cooper yang berusia sembilan tahun saat itu untuk film Skippy, sementara pemenang termuda adalah Adrien Brody, yang berusia 29 tahun untuk film The Pianist. Kandidat aktris terbaik termuda adalah Ouvenzhané Wallis yang waktu itu berusia sembilan tahun, dalam film Beast of the Southern Wild, sementara pemenang termuda adalah Marlee Matlin yang berusia 21 tahun, bermain dalam film Children of a Lesser God.

Hak atas foto Frazer Harrison/Getty
Image caption Di dalam film Lion, Sunny Pawar memerankan Saroo Brierley, seorang lelaki yang terpisah dari ibu kandungnya ketika berusia lima tahun, dan baru bertemu setelah 25 tahun kemudian.

Kategori pemeran pembantu mengikuti tren yang sama. Justin Henry berusia delapan tahun ketika dinominasikan untuk pemeran pembantu terbaik untuk perannya yang menguras air mata dalam film Kramer vs Kramer. Adapun pemenang termuda untuk kategori pemeran pembantu adalah Timothy Hutton yang berusia 20 tahun dalam film Ordinary People. Kategori peran pembantu memberikan kelonggaran yang besar bagi penampil anak-anak, dan aktor-aktor cilik ini juga merupakan kandidat peran pembantu: Haley Joel Osment yang berusia 11 tahun (The Sixth Sense), Brandon De Wilde 11 tahun (Shane), Jack Wild yang berusia 16 tahun dalam Oliver! dan Sal Mineo yang berusia 17 tahun dalam film Rebel Without a Cause.

Hak atas foto Ranker
Image caption Tatum O'Neal, yang memenangkan piala Oscar untuk peran pembantu wanita terbaik ketika berusia 10 tahun pada 1974, tetap menjadi pemain termuda yang memenangkan Piala Oscar.

Artis pemeran pembantu terbaik memberikan tiga pengecualian: Tatum O'Neal yang berusia 10 tahun, Anna Paquin 11 tahun, dan Patty Duke 16 tahun. Mereka semua mengumpulkan Piala Oscar, dengan tujuh orang lainnya yang berusia di bawah 15 tahun sebagai nominator.

Implikasinya jelas: para juri Piala Oscar lebih berkeinginan mengakui penampilan para pemain anak dalam kapasitasnya sebagai peran pembantu. Hal ini menunjukkan perlawanan terhadap wacana yang ingin menampilkan anak-anak sebagai pemeran utama. Hollywood perlu hadir untuk menolak anggapan bahwa umur bukanlah prasyarat untuk penampilan yang bagus, dan mengembalikan The Academy Juvenile Award akan membantu memastikan bahwa anak-anak pantas disebut seniman.

'Jangan pernah bekerja dengan binatang atau anak-anak'

Dari 1935 sampai 1961, The Academy Juvenile Award, sebuah patung berukuran lebih kecil (tujuh inci) dari ukuran piala untuk aktor dewasa (13,5 inci), diberikan kepada aktor cilik seperti Deanna Durbin, Mickey Rooney, Judy Garland, Margaret O'Brien, Claude Jarman Jr, Bobby Driscoll, Hayley Mills dan, tentu saja, Shirley Temple.

Anggapan banyak orang terhadap Temple - bahwa dia hanyalah seorang anak lucu yang berperan sebagai anak-anak lucu yang membuat orang dewasa tersenyum dan berkata 'Awwww' - mungkin akan selamanya menggarisbawahi bayangan tentang 'bintang cilik'. Tetapi hal itu tidak adil untuk Temple, yang telah berbuat banyak ketimbang menari di atas balok kayu atau menyanyikan lagu The Good Ship Lollipop.

Koreografi tap-dance-nya dengan penari profesional yang legendaris, Bill Bojangles Robinson, dalam film The Little Colonel sekaliber Eleanor Powell. Dia menghabiskan enam bulan untuk mempelajari kalimat-kalimat dalam bahasa Mandarin untuk perannya dalam Stowaway. Dan sebagai korban penculikan dalam film Heidi, dia benar-benar menghayati.

Anggapan bahwa kelucuan adalah kelebihan sinematik utama pada aktor dan aktris cilik merupakan salah satu hal yang belum dapat dihilangkan di Hollywood. Di luar Amerika Serikat, anak-anak telah menjadi pemeran utama dalam film-film bergengsi karya para sutradara terkenal seperti De Sica, Truffaut, Tarkovsky, Oshima, Malle, Buñuel, Bergman dan Kiarostami. Jean-Pierre Leaud dalam film karya Truffaut yang berjudul The 400 Blows dapat menepis anggapan bahwa aktor dan aktris cilik tidak bisa lebih dari sekedar lucu. Tetapi kutipan terkenal dari WC Fields "Jangan pernah bekerja dengan binatang atau anak-anak" - karena mereka dianggap tidak benar-benar profesional atau akan membuat kewalahan lawan main dewasa mereka - telah lama menjadi mantra bagi industry film Hollywood.

Hak atas foto Hulton Archive
Image caption Shirley Temple, 1935, menghabiskan enam bulan untuk mempelajari kalimat-kalimat dalam bahasa Mandarin untuk perannya dalam Stowaway.

Berapa banyak sutradara besar Hollywood membuat film-film yang menonjolkan penampilan aktor dan aktris cilik? Dari Hitchcock, Hawks, atau Houston, ide tersebut hampir tidak terpikirkan.

John Ford merupakan pengecualian terbesar, dengan membuat film yang memenangkan film terbaik pada tahun 1941, How Green Was My Valley, bersama Roddy McDowall (12 tahun). Penampilan McDowall menyangkal tudingan bahwa aktor cilik tidak dapat bekerja lebih dalam.

Dalam dekade yang lebih baru, Spielberg melangkah lebih jauh lagi, membuat beberapa film tentang anak-anak dan dari perspektif anak-anak tentang dunia. Dan bahkan Woody Allen, yang merupakan kombinasi kecerdasan dan kecakapan orang dewasa, menciptakan beberapa momen yang paling berkesan di layar perak dengan memakai jasa aktor cilik di Annie Hall dan Radio Days.

Yang terbaik dari kaum muda

Jadi, mengapa The Academy berhenti memberikan Juvenile Award? Ada beberapa argumen berulang untuk mendevaluasi penampilan aktor-aktor anak-anak.

Ada ide bahwa anak-anak tidak harus mengatasi kesadaran dan keraguan diri sendiri yang dapat menjadi tantangan bagi para aktor dewasa untuk mengatasi ketakutan karena penilaian. Ini merupakan pendapat yang menunjukkan bahwa kecemasan merupakan bahan utama untuk suatu penampilan yang hebat; seorang aktor anak-anak tidak mengalami rasa takut akan kritik sebagaimana orang dewasa sehingga aktor dan aktris cilik dianggap tidak mempertaruhkan apapun.

Bukanlah suatu kebetulan bahwa terakhir kali Juvenile Award diberikan pada 1961, tepat pada saat jajaran the Academy mulai didominasi oleh para aktor yang berkomitmen pada Stanislavski, Adler and The Method. Bagi banyak penggemarnya, tantangan berakting adalah ketika Anda harus secara total menjadi orang lain yang diperankan. Artinya ' tinggal di dalam tokoh tersebut' atau melakukan latihan akting rumit lainnya. Bagaimana seorang anak dapat menjadi seorang aktor Method dan tetap sebagai tokoh yang diperankan saat sutradara berteriak 'cut'?

Hak atas foto Criterion Collection
Image caption Penampilan anak-anak dalam film-film karya sutradara rumah produksi internasional seringkali mendapat penghargaan daripada aktor anak-anak di Hollywood

Kalaupun mengabaikan betapa aktifnya imajinasi anak-anak sehingga dapat menjadi aktor dan aktris 'Method' seperti orang dewasa, beberapa aktor dan aktris cilik telah menempuh persiapan gaya Method, suka atau tidak suka. Ibu Natalie Wood akan mempersiapkan anaknya - tanpa persetujuannya - untuk adegan-adegan sedih di dalam drama pengungsi Tomorrow Is Forever dengan mengingatkannya pada saat dia melihat anjingnya ditabrak mobil. Lalu dalam satu kesempatan, menurut penulis biografi Wood, Suzanne Finstad, ibunya mengambil seekor kupu-kupu hidup dari botol selai dan merobek sayapnya di depan anak itu. Natalie yang berusia tujuh tahun lalu didorong ke depan kamera sambil menangis, dan kamera siap merekam.

Hak atas foto MGM)
Image caption Jackie Cooper adalah salah satu dari aktor anak-anak yang diakui dalam sejarah Hollywood untuk perannya dalam The Champ

The Academy selalu memiliki sebuah preferensi untuk pertunjukan-pertunjukan memikat yang mendekati histeria. Di sisi lain, mungkin ada perasaan bahwa anak-anak hanya dapat memerankan diri sendiri. Tetapi bagaimana Anda menjelaskan kesedihan luar biasa yang ditampilkan oleh Jackie Cooper yang saat itu berusia sembilan tahun - dengan ratapan yang sangat menyayat hati sambil menjambak rambutnya sendiri - ketika mengetahui ayahnya telah meninggal?

Jika Anda meyakini bahwa berat bagi anak-anak untuk tetap sederhana dan tidak menguasai kamera, Anda perlu melihat The Black Stallion, ketika Kelly Reno yang berusia 11 tahun, yang memerankan seorang anak yang terdampar sendirian di sebuah pulau dan hanya ditemani dengan seekor kuda, memperlihatkan penampilan yang begitu minimalis sehingga dia dapat menjadi inspirasi bagi Robert Bresson.

Tidak berpikir anak-anak dapat menjadi jahat? Coba lihatlah Douglas Silva sebagai L'il Ze, seorang anggota geng remaja yang berbahaya, dalam City of God. Tetapi pastinya seorang anak hanya bisa berperan sebagai anak-anak, bukan? Maka Anda belum pernah melihat Haley Joel Osment dalam AI: Artificial Intelligence, menggambarkan robot yang memerankan seorang anak yang tidak memiliki ibu. Keseluruhan penampilannya adalah komentar terpisah dari aktor anak-anak terhadap, tidak hanya tentang sifat masa kanak-kanak, tetapi juga tentang kemanusiaan itu sendiri.

Hak atas foto Mubi
Image caption Saat bandit kecil Lil Zé, yang diperankan Douglas Silva, pertama kali menjadi seorang pembunuh merupakan salah satu adegan paling mengerikan dalam film itu

Mungkin ironi merupakan ujian terbesar bagi bakat aktor cilik. Tetapi lihatlah bagaimana Macaulay Culkin menghilang ke dalam perannya sebagai Kevin McAllister dalam Home Alone sambil membawa kesadaran akan diri sendiri ke dalamnya. Di dalam film, Culkin diminta untuk tidak hanya berperan sebagai anak-anak tetapi sebagai perwujudan dari fantasi manusia secara universal, lalu memperlihatkan kelemahan dari fantasi itu ketika hal tersebut terpenuhi.

Ketika dia dan tetangga penyapu salju yang awalnya dikira berbahaya, Roberts Blossom, duduk bersama di bangku gereja dan saling bercerita tentang kesepian yang mereka rasakan, kita melihat seorang anak mengalami semacam depresi karena sendirian di hari Natal yang hampir secara pasti dirasakan oleh orang dewasa.

The Academy Awards ditentukan berdasarkan kampanye yang ditonjolkan dan narasi yang diciptakan oleh para humas dan para eksekutif pemasaran studio sebanyak apa pun, dan anak-anak, meskipun mampu menampilkan akting terbaik mereka, biasanya tidak dapat menyampaikan bagian ini dalam proses Oscar, entah karena sekolah atau komitmen keluarga.

Itulah alasan lain kenapa begitu sedikit penampil anak-anak yang dinominasikan dalam kategori yang dikompetisikan. Tetapi The Academy perlu mengembalikan The Juvenile Award untuk mengatasi kekeliruan seperti itu.


Anda bisa membaca artikel aslinya dalam Why child actors deserve more respect dan artikel lain dalam BBC Culture.

Berita terkait