Kasus pembunuhan ratu kecantikan anak-anak yang tak terungkap selama 20 tahun

Resepsionis membaca koran dengan sampul kasus JonBenet Ramsey Hak atas foto Getty Images
Image caption Historiografi akan kasus pembunuhan JonBenét Ramsey bisa lebih memberikan gambaran akan dunia kita yang aneh ini daripada sejarah kasus itu sendiri.

Sebuah film dokumenter eksperimental yang ditampilkan di Festival Film Berlin mempertanyakan kenapa banyak orang terobsesi dengan kasus JonBenét Ramsey, kata kritikus Jessica Kiang.

Kita hidup di era 'semacam kebenaran', bahwa gabungan antara 'fakta alternatif' dan opini tak berdasar kemudian dihadirkan sebagai sebuah kejujuran.

Dan di arena ini, masuklah dokumenter yang genit dan seolah membuat pose menggemaskan dengan mengenakan topi cowboy warna pink -- sebuah dokumenter hibirida yang cerdas, segar dan jernih karya sutradara Australia Kitty Green, berjudul Casting JonBenét.

Film ini bukan tentang JonBenét Ramsey, ratu kecantikan usia enam tahun yang ditemukan terbunuh di rumahnya di Boulder, Colorado pada sore hari di 26 Desember 1996.

Namun ini adalah tentang mitologi kematiannya, tentang bagaimana semua orang di sekitarnya punya teori tentang pembunuhan itu dan hubungan pribadi dengan kasus itu, baik karangan ataupun tidak.

Dan yang paling mengejutkan, ini juga soal psikosis di balik proses akting.

Namun ada pertanyaan soal etis yang muncul lewat pendekatan Green. Dengan mengambil cerita, gosip dan rumor di sekitar kematian JonBenét sebagai subjeknya, film Green terlihat sebagai satu lagi upaya ironis dari tragedi mengejutkan yang dialami oleh tubuh kecil yang tercekik dan tersiksa di ruang bawah tanah itu.

Tetapi ini adalah film yang secara persuasif berargumen bahwa kebenaran akan "apa yang sebenarnya terjadi" tidak akan diketahui.

Mungkin sekarang, 20 tahun kemudian, historiografi kasus pembunuhan JonBenét Ramsey bisa lebih memberikan gambaran atas dunia kita yang aneh ini ketimbang sejarah kasus itu sendiri.

Kebenaran mungkin lebih aneh ketimbang fiksi, tapi tanpa kebenaran, fiksi bisa menjadi penggantinya. Dan ketika fiksinya begitu beragam dan multifaset seperti ini, maka tak menjadi masalah.

Fiksi yang menjadi dasar film ini terasa sedikit mencurigakan: sebagian besar dari Casting JonBenét terdiri dari "audisi" (yang diambil gambarnya dengan penerangan sedikit lebih dipertimbangkan ketimbang rekaman audisi standar) para aktor dan non-profesional yang mencoba mendapatkan peran Patsy (ibu JonBenét), John (ayahnya) dan Burke (saudaranya) dalam film yang akan membahas pembunuhan tersebut.

Para subjeknya tahu bahwa materi dari wawancara tersebut akan digunakan namun tak jelas seberapa jauh mereka mengetahui niatan Green.

Ini sedikit mengganggu niatan film tersebut sampai ke akhirnya yang luar biasa.

Namun hal ini muncul pada momen-momen yang diatur atau disunting untuk mengundang tawa, di mana subjeknya pasti tak mengetahui bahwa mereka jadi tertawaan.

Seorang "edukator seks" berbadan besar yang beraudisi untuk peran kepala polisi adalah objek itu, yang kemudian muncul setelah bagian yang lebih serius, setelah beberapa subjek berteori tentang surat pemerasan yang mencurigakan - dan pria itu tetap saja menceritakan tentang prefrensi seksualnya, seperti "siksaan dada" dan "permainan puting". Lucu, tapi kejam.

Pesta kostum

Dan bukan sekali itu saja, saat Green menjadikan subjeknya sebagai bahan bercandaan, dia tak bermurah hati.

Meski salah satu aktor profesional yang mencoba mendapatkan peran John menjelaskan alasannya berpartisipasi bahwa meski ini hal yang menyakiti perasaan orang, namun tetap saja "lebih baik ketimbang tidak dapat apa-apa", dan mungkin, dengan cara yang entah bagaimana, "akan membantu".

Tentu yang dia maksudkan adalah "membantu kasus pembunuhan yang masih belum terungkap" dan tentu saja, itu bukanlah niatan Green di sini.

Namun kekhawatiran akan masalah etis tak akan menghambat kenikmatan Anda terhadap film ini.

Para aktor, kebanyakan dari Boulder, Colorado, adalah orang-orang menarik untuk teman menghabiskan waktu, dan dalam beberapa kesempatan menunjukkan kemarahan, kesedihan atau simpati yang tulus akan kenangan kematian JonBenét, sementara ada yang menggunakan airmata buaya untuk membuat dirinya dipilih oleh panel casting, dan lainnya lagi menggunakan audisi itu sebagai arena pengakuan, atau sesi terapi dengan menceritakan kisah personal akan kematian tiba-tiba yang menyatukan kehidupan mereka dengan kasus Ramsey, saking luasnya pengaruh kasus itu.

Secara individu, mereka membela interpretasi mereka sendiri akan peristiwa yang terjadi pada hari Natal itu. Mereka mengecam atau membela Patsy, John atau Burke, atau ketiganya. Mereka heran kenapa isu pedofilia tak lebih dalam diselidiki.

Mereka mengecam surat pemerasan tiga halaman, antara menunjuk atau mengabaikan kejadian JonBenét mengompol di kasur sebagai motivasi yang mendorong ibunya, Patsy, untuk melakukan aksi kejahatan itu.

Green mewawancarai Sinterkals di mal (yang terlibat dalam salah satu teori yang aneh), dan mendapatkan versi yang mengesankan dari John Mark Carr, yang mengaku sebagai pelaku kejahatan tersebut, dan dimainkan oleh aktor yang tingkat risetnya cukup mengkhawatirkan.

Salah satu aktor yang memerankan John menyimpulkan semua fenomena itu dengan mengatakan bahwa tak ada teori yang cocok dengan fakta-fakta itu tanpa terdengar gila - meski begitu, seorang perempuan yang mengungkit soal keterlibatan pemujaan Setan karena semua angka enam yang ada (JonBenét berusia 6, dan meninggal pada 26 Desember 1996) mungkin adalah yang paling luar biasa.

Dan sepanjang film, Green menggabungkan fragmen dari rekonstruksi yang sesuai skenario, dibintangi berbagai Patsy dan John dalam paduan yang berbeda.

Adegan-adegan itu, yang diperankan oleh para aktor, merujuk pada bagian akhir yang sebenarnya adalah instalasi seni.

Di panggung yang sengaja dibuat-buat, dan ditata seperti latar komedi situasi, beberapa ruangan di rumah Ramsey direka ulang, tapi terhubung oleh lorong yang menuju balik panggung.

Di sana, John, Patsy dan Burke berakting, di ruang yang sama, seperti digambarkan dalam skenario film.

Diorama yang mengagumkan seukuran manusia ini adalah suatu tipuan yang brilian, rumit, dan menarik untuk menjelaskan tentang seberapa tidak tahunya kita akan kebenaran dan bagaimana praktik memitoskan sesuatu itu seperti Hydra, karena teori yang terus muncul.

JonBenét adalah karakter yang paling tidak hadir di sini, dan apakah penghilangan itu pantas - atau apakah terasa seperti kursi kosong di meja makan atau lubang di mana hati film ini seharusnya berada - bisa diperdebatkan.

Casting JonBenét menjadi lucu, provokatif, cerdas, berani dan mungkin sama berkilaunya seperti gigi ratu kecantikan yang dilapis Vaseline. Tapi ini tidak sedih, walaupun mungkin seharusnya sedikit sedih.

Versi asli tulisan ini bisa Anda baca di The 20 year old unsolved murder of a child pageant queen di laman BBC Culture

Topik terkait