Penjelasan di balik foto-foto yang digunakan untuk 'membuktikan' teori konspirasi

UFO Hak atas foto Gordon MacDonald

Sebuah program baru di Photographer's Gallery di London membahas tentang teori konspirasi dan foto-foto yang mempopulerkan teori tersebut. Alastair Sooke menuliskannya.

Apakah Elvis masih hidup? Apa yang terjadi di Area 51? Siapa yang sebenarnya membunuh JFK? Dan apakah politisi serta pemimpin kita sebenarnya adalah reptil yang berubah bentuk menjadi robot manusia?

"Berita bohong atau hoax dan teori konspirasi bukanlah hal baru," kata Clare Grafik, kepala pameran di Photographers' Gallery di London, yang menampilkan pameran dan diskusi selama sembilan hari dengan judul Pekan Konspirasi.

"Namun teori-teori ini masuk ke arus utama sampai ke kadar yang tak pernah kita lihat sebelumnya. Sekarang semua orang bisa menyebar teori konspirasi ke banyak orang lain lewat internet, dan potensi teori konspirasi ini tersebar kini meningkat pesat."

Hal paling menonjol dalam Pekan Konspirasi adalah pameran Divisive Moments, yang berasal dari arsip Wendelle C Stevens (1923-2010), seorang bekas pilot Angkatan Udara AS dan pionir peneliti UFO penting. Dalam kariernya selama 50 tahun, Stevens mengumpulkan koleksi foto-foto UFO paling lengkap di dunia.

Hak atas foto NASA
Image caption Foto yang memunculkan teori konspirasi termasuk pendaratan di Bulan dan Mars.

"Kami merasa bahwa cerita UFO adalah cara yang paling halus untuk mengenalkan perdebatan tentang isu yang kini hangat," kata Grafik.

"Saat ini ada kesan bahwa saat dunia tidak sesuai dengan keyakinan Anda, maka Anda bsia menciptakan realitas sendiri lewat internet, dan forum mendorong debat yang tertutup. Anda tak lagi harus menghadapkan opini Anda pada kenyataan di dunia."

Hal ini, menurut Grafik, memunculkan pertumbuhan teori konspirasi.

Dia juga percaya bahwa teori konspirasi semakin kuat menjadi faktor dalam berubahnya wajah politik global. "Anda juga bisa bilang bahwa Donald Trump muncul dari budaya baru teori konspirasi ini - bahwa ledakan teori konspirasi di internet memungkinkan sosok seperti dia untuk tenar."

Siapa yang tertarik dengan teori konspirasi?

"Orang-orang yang merasa bahwa dunia tidak memberikan kenyataan sesuai yang mereka inginkan," kata Grafik.

"Di dunia yang terkesan berlebihan dan kompleks, maka menarik untuk menemukan narasi yang menjelaskan semuanya - meski ketika narasi itu, bagi orang lain, terkesan sangat aneh. Ada insting alami manusia untuk membuat sesuatu masuk akal, dengan cara apapun."

Hak atas foto Collection of Gordon MacDonald
Image caption Wendelle C Stevens mengumpulkan koleksi foto UFO terlengkap di dunia, termasuk foto ini oleh Billy Meier.

Terlebih lagi, dalam dunia gelap di teori konspirasi, foto memainkan peran penting. Banyak pembuat teori konspirasi yang mengeluarkan argumen mereka berdasarkan 'bukti' yang dihasilkan dari foto di domain publik, yang kemudian tak habis-habisnya mereka analisis dan perdebatkan.

"Ini karena fotografi adalah bentuk bukti saksi mata yang paling mudah diterima," kata Gordon MacDonald, kurator Divisive Moments.

"Intervensi dari mesin (yaitu kamera) memberi fotografi semacam ilusi akan observasi yang tanpa bias. Dan, tentu saja, fotografi bisa dengan mudah dikonsumsi dan disebarkan: dengan mudah kita bisa menyerap informasi dalam foto, sementara membaca teks perlu usaha."

Tentu saja, pemikiran bahwa kamera tak pernah berbohong tidak betul. Di sini, kami memilih lima foto yang sering digunakan oleh pembuat teori konspirasi yang menyukai hal-hal paranormal untuk 'membuktikan' keyakinan mereka.

Piring terbang

Hak atas foto Collection of Gordon MacDonald
Image caption Billy Meier mengklaim bahwa dia menjalin kontak dengan alien dari rasi bintang Pleiades, dan punya foto untuk membuktikannya.

Pada 1979, Stevens menerbitkan buku berjudul UFO: Contact from the Pleiades.

Buku ini menyelidiki klaim dari seorang petani Swiss bernama Billy Meier yang mengatakan bahwa dia menjalin kontak dengan alien dari rasi bintang Pleiades, dan punya fotonya sebagai bukti.

Buku Stevens menganalisis foto-foto Meier - serangkaian lansekap tempat munculnya bentuk lingkaran besi yang tidak jelas dan tampak mengambang dengan latar pegunungan - lewat serangkaian uji sains.

Dengan menggunakan teknologi digital permulaan , tes ini digunakan untuk menentukan kebenaran foto-foto tesebut. Stevens menyimpulkan bahwa foto-foto tersebut bukan merupakan hasil rekayasa.

Meski begitu, dia tidak mempertimbangkan kemungkinan foto ini dipalsukan atau dibuat dengan cara lain (contohnya, Meier bisa saja menggantung tutup panci seperti 'pesawat luar angkasa' dari pohon di luar area foto, menggunakan kawat yang tipis dan sulit terlihat).

"Hanya karena foto itu sungguhan - foto asli yang dihasilkan dari kamera sungguhan - tidak berarti foto itu menampilkan apa yang dikatakan seseorang," kata MacDonald.

Saat mempelajari UFO, MacDonald mencatat adanya sebuah tren.

"Piring terbang cenderung dilihat oleh pria kulit putih di daerah-daerah terpencil, Pegunungan Alpen, gurun pasir di Nevada, pedesaan di Argentina, Meksiko - dan bukan oleh banyak orang di daerah perkotaan. Tak pernah ada klaim bahwa pesawat luar angkasa dilihat oleh 10.000 orang di Oxford Street, misalnya - meski mungkin itu bisa terjadi saat pameran berlangsung.

Rama si alien

Hak atas foto Collection of Gordon MacDonald
Image caption Foto-foto ini diklaim bukan menampilkan alien, tapi diambil oleh Rama, seorang alien yang 'menculik' pria Brasil, Joao Valerio da Silva.

Penampakan UFO sudah dilaporkan sejak beberapa dekade lalu, dan foto-foto alien serta pesawat luar angkasa adalah hal yang relatif umum.

Namun MacDonald sadar ada satu foto yang disebut-sebut diambil oleh alien: seorang makhluk luar angkasa yang ramah bernama Rama, protagonis dalam kasus penculikan yang tak banyak diketahui, yang muncul di kota Botucatu, Brasil, pada 1980an.

"Ceritanya, seorang pria Brasil, Joao Valerio da Silva, dan anak tertuanya diculik oleh Rama beberapa kali, dan dibawa ke planet asalnya untuk berhubungan seks dengan perempuan di sana agar bisa menambah jumlah penduduk," kata MacDonald.

Stevens menulis satu buku khusus tentang kasus "aneh" ini di mana si tawanan mengingat seorang alien perempuan yang ditemuinya "memiliki dada seperti (perempuan) India. Sangat menarik."

Stevens juga mereproduksi beberapa foto atmosferik yang menampilkan sosok seperti manusia yang diklaim adalah makhluk ekstra-terestrial itu, Rama.

Bahkan ada foto aneh dari bagian bawah wajah da Silva yang menampilkan kumisnya yang lebat dan dilaporkan diambil oleh Rama sendiri. "Apa yang disebut sebagai bukti fotografi itu adalah hal yang aneh," kata MacDonald.

"Banyak orang mengklaim diculik, tapi seseorang meminjam kamera otomatis, menyembunyikannya, dan membawanya ke planet alien untuk mengambil foto - Saya belum pernah dengar ini sebelumnya."

Pendaratan di Bulan

Hak atas foto NASA
Image caption Teori konspirasi yang terkenal adalah tentang pendaratan Apollo di Bulan antara 1969 sampai 1972 dan foto asli NASA yang diyakini sebagian orang adalah foto palsu.

Salah satu teori konspirasi paling terkenal adalah tentang pendaratan Apollo di Bulan yang terjadi antara 1969 dan 1972 sebagai hoax atau berita bohong, dan bahwa foto-foto yang dirilis oleh NASA adalah foto buatan.

Ide ini pertama muncul dari pelaut AL AS Bill Kaysing, yang menerbitkan buku menjelaskan teorinya, We Never Went to the Moon: America's Thirty Billion Dollar Swindle, pada 1976.

Mereka yang percaya pendaratan di Bulan adalah hoax berargumen bahwa motivasi NASA adalah untuk menciptakan kesan pada dunia bahwa Amerika memenangkan persaingan luar angkasa melawan Uni Soviet, tapi sebenarnya tidak.

"Kaysing adalah pria dengan pendidikan yang baik, dan dia percaya teorinya itu dan menjelaskannya dengan cara yang analitis," kata MacDonald.

"Saat Anda membaca keraguannya, dia menuturkannya dengan jelas, dan inilah kenapa orang mempercayainya."

Kaysing dan pengikutnya, kebanyakan masih mempertanyakan pendaratan Bulan sampai sekarang, berfokus pada keanehan dalam foto-foto NASA, yang tersedia dengan bebas di situs badan tersebut.

MacDonald menjelaskan: "Ada beberapa masalah: bahwa latar yang sama muncul di beberapa lokasi, sehingga ini terasa seperti set yang ditata; bahwa bayangan dari batu besar dan astronot berasal dari arah yang berbeda; dan terlalu banyak foto yang tersedia, mengingat alat yang mereka bawa saat itu."

Tentu saja, MacDonald melanjutkan, setiap argumen tersebut sudah dibantah oleh NASA - namun popularitas pemikiran Kaysing tetap signifikan, karena ini menjelaskan motivasi teori konspirasi secara umum: ketidakpercayaan pada pemerintah dan mereka yang berkuasa.

"Sama halnya dengan teori konspirasi UFO," kata MacDonald. "Sering ada keyakinan bahwa pemerintah menyembunyikan sesuatu: lihat saja Area 51. Selalu ada pemikiran 'kita dan mereka' dalam teori konspirasi (jika tidak siapa yang akan berkonspirasi?) - dan biasanya pemerintahlah yang disebut 'mereka'."

Kehidupan di Mars

Hak atas foto Getty Images
Image caption Foto Mars Rover yang dirilis oleh NASA membuat mereka yang percaya teori konspirasi menjadi 'menggila'.

Sudah sejak lama manusia berspekulasi akan kemungkinan adanya kehidupan di Mars, sehingga ketika NASA merilis foto yang diambil dari kamera di robot penjelajah Curiosity, yang mendarat di planet pada 2012, komunitas teori konspirasi, tak mengejutkan, langsung 'menggila'.

"Orang melihat bentuk, wajah, piramida, serangga - semua hal - di permukaan Mars," kata MacDonald.

"Dan meski NASA menjelaskan tidak ada apa-apa di sana, bahwa ini bayangan dan trik cahaya, mereka yang yakin teori konspirasi semakin yakin untuk melawan pihak otoritas itu. Bahkan NASA selalu berada dalam posisi tarik ulur dengan para 'ahli' teori konspirasi ini."

Meski banyak klaim tersebut yang lucu - satu foto disebut menampilkan sosok yang mirip Elvis Presley - beberapa teori mendapat dukungan, karena terkesan lebih "meyakinkan".

Contohnya tahun lalu ketika dilaporkan bahwa salah satu foto Curiosity di lansekap tandus Mars, tampak dua piramida yang hancur - bukti akan peradaban yang hilang di Planet Merah.

"Teori konspirasi Mars itu menarik," kata MacDonald, "karena tak seperti pendaratan bulan yang mengindikasikan kepalsuan, namun ini menunjukkan bahwa ada kehidupan alien yang ditutup-tutupi oleh NASA. Dan karena orang melihat piramida dan wajah atau bentuk manusia, seperti patung, mengesankan bahwa bukan hanya kehidupan alien pernah ada di sana, tapi juga karena bentuk alien itu adalah kita."

9/11

Hak atas foto Wikipedia
Image caption Foto 'Pria Turis' ini adalah palsu - dan diambil pada 1997 oleh turis Hungaria yang kemudian mengubahnya secara digital setelah 9/11.

Salah satu teori konspirasi paling gelap dan ekstrem, dan dapat memicu kemarahan, adalah seputar serangan 11 September 2001. Teori konspirasi utama melibatkan kejatuhan cepat Menara Kembar World Trade Center di New York, AS.

Sebagian menyatakan bahwa kehancuran gedung terjadi bukan karena dampak tabrakan dengan pesawat saja, tapi juga sebagai hasil dari ledakan yang terkendali, untuk tujuan-tujuan jahat, oleh pemerintah AS - dan kemungkinan untuk menyediakan alasan mendukung perang di Timur Tengah.

Meski teori-teori konspirasi 9/11 sudah dibantah oleh penyelidik resmi, namun mereka yang mempercayainya menggunakan fotografi traumatis dari serangan itu dan setelah serangan sebagai bukti. "Secara umum, foto paling kuat dari World Trade Center, seperti pria yang jatuh, benar-benar mengerikan," kata MacDonald.

"Foto itu sudah cukup sering ditunjukkan dan kita tak perlu melihatnya lagi."

Namun MacDonald lebih tertarik dengan foto hoax yang muncul setelah 9/11 dan langsung menjadi sensasi di internet, dan menyebar lewat email.

Foto yang dikenal dengan 'Tourist Guy' itu menampilkan seorang pria yang berdiri di dek observasi World Trade Center beberapa detik sebelum tabrakan dengan pesawat yang dibajak, yang terlihat di belakangnya.

"Klaimnya, bahwa petugas penyelamat menemukan kamera di reruntuhan dan film di dalamnya diambil dan diproses, dan mereka menemukan foto terakhir dari turis yang berdiri di puncak World Trade Center," kata MacDonald.

Foto itu kemudian terbukti palsu - karena diambil pada 1997 oleh turis Hungaria yang kemudian mengubahnya secara digital setelah 9/11 sebagai "lelucon".

Saat itu, menurut MacDonald, "foto tersebut menjadi salah satu konspirasi hoax internet pertama yang beredar dengan luas. Pemikiran bahwa ada sesuatu yang ditutup-tutupi pun menjadi semakin luas."

Kenapa orang membuat teori konspirasi?

"Sulit menjawabnya," kata MacDonald.

"Kenapa orang menciptakan virus yang merusak komputer? Akhirnya itu soal sensasi, dan menghasilkan suatu dampak. Jika Anda melepas sesuatu seperti ini ke dunia, Anda mempengaruhinya. Dan ini adalah tentang mendapat pengakuan."

Versi asli tulisan ini bisa Anda baca di The strange photographs used to 'prove' conspiracy theories di laman BBC Culture

Topik terkait

Berita terkait