Wanita yang dapat 'menggambar' musik

musik Hak atas foto Fred Wood/Daphne Oram
Image caption Oram menggambar timber pada mesin.

Sebagai salah satu pembaru elektronika, Daphne Oram telah membantu merevolusi musik tetapi dia tetap kurang dikenal orang.

Sebuah drama baru dipentaskan meneropong kehidupannya yang lain dari yang lain, serta sejumlah keberhasilannya.

Hanya sedikit orang yang mengenal Daphne Oram, tetapi dia telah membantu pembentukan bunyi dan lagu yang kita dengar pada hari ini. Sebagai seorang pembaru musik elektronik, dia menulis Still Point, sebuah karya yang dipandang sebagai komposisi pertama di dunia yang menggunakan suara elektronik secara langsung, pada tahun 1949.

Di tahun 1957, dia membentuk BBC Radiophonic Workshop yang terkenal itu. Pada tahun yang sama, dia mulai mengolah mesin Oramics-nya, yang mengubah gerakan grafis menjadi musik, dimana para penggunanya dapat 'menggambar' suara yang mereka ingin dengar.

Keberhasilannya membantu mengubah musik. Tetapi baru pada beberapa tahun terakhir prestasinya itu mulai diakui. Komposer ini tetap tidak begitu dikenal orang pada umumnya, berbeda dengan rekannya dari Radiophonic Workshop, Delia Derbyshire, yang menggunakan studi untuk mengolah kembali karyanya yang paling dikenal, musik film Dr Who.

Sekarang dia menerima pengakuan yang seharusnya sudah diterimanya sejak lama, termasuk lewat drama baru, Wonderful World of Sound. Notasinya dibuat oleh seniman suara elektronik Anneke Kampman, dan pertunjukan ini sedang dipentaskan di sejumlah teater Skotlandia.

Ketika dramawan Isobel McArthur (yang juga memainkan peran sebagai Oram) dan Paul Brotherston mulai meneliti tentang Oram, mereka benar-benar terkejut.

"Kami langsung menyaksikan sebuah riwayat hidup yang begitu menarik dan nyaris sulit dipercaya. Dan kami cemas karena kami tidak mengenal orang ini sebelumnya dan kemudian mulai menyadari memang hanya sedikit orang yang mengenalnya," kata Brotherston.

"Sepertinya terdapat sejumlah pemusik dan teknisi yang setia kepadanya, tetapi dalam lingkungan yang lebih luas, dia telah dilupakan.

Oram yang meninggal pada tahun 2003, memiliki riwayat hidup yang sulit diduga, mirip dengan komposisinya sendiri, dan ini bukan hanya karena dia berkarya di dunia pria, dunia sound engineering (rekayasa suara).

Di luar jalur

Hak atas foto National Galleries of Scotland/The Artist
Image caption Dramawan Isobel McArthur dan Paul Brotherston terinspirasi lukisan tentang Daphne Oram karya Victoria Morton dari tahun 2014.

Drama dibuka dengan adegan masa kecil Oram di Wiltshire dan menampilkan pertemuan dengan roh yang mengubah kehidupan dan memulai karir musiknya. Ketika dia berumur 17 tahun, ayah Oram mengundang seorang perantara roh yang terkenal, Leslie Flint ke rumah.

Flint yang cukup terkenal di tahun 1942, di kemudian hari dibeberkan kedangkalannya. Tetapi dia mengatakan suara dari dunia luar menyebutkan Oram akan menjadi pemusik besar. Hal ini mendorong ayahnya untuk mendukung keputusan Oram berhenti mengikuti pelatihan untuk menjadi perawat, dan meniti karir di dunia musik.

Kemungkinan tidaklah mengherankan bahwa hal ini juga memicu perhatian Oram sejak lama terhadap dunia mistik. Dia bahkan mengembangkan teorinya sendiri yang seringkali eksentrik terkait dengan hubungan antara gelombang suara dan jiwa.

Tetapi bahkan dalam kaitannya dengan musik, Oram telah melenceng dari jalur umum.

Pada usia 18 tahun, dia menolak tawaran belajar di the Royal College of Music agar dapat bekerja sebagai penyeimbang musik di BBC. Dalam beberapa tahun dia menjadi manajer studio dan memulai perjuangan untuk membuat sebuah studio bagi pembuatan efek suara elektronik dan musik.

"Saat kamera dan film dipenuhi pemikiran ruang dan waktu dalam menyampaikan berbagai kisah, pastinya mikrofon dan tape dapat melakukan hal yang sama untuk musik," tulis Oram di tahun 1952.

Dia melihat kemungkinan bagi dilakukannya rekayasa tape ketika teknologi itu muncul di permulaan tahun 1950-an, seperti memperlambat atau mempercepat, memotong atau membuat lapisan rekaman untuk menciptakan efek suara dan gubahan musik baru.

Percobaan seperti itu dipandang sebagai sesuatu yang radikal saat itu. Tetapi sementara percobaan inovatif sejenis dibiayai pemerintah di negara-negara Eropa lainnya, di Inggris pemikiran seperti itu tidak dianggap serius, terutama karena berasal dari seorang wanita muda.

Oram, bersama-sama Desmond Briscoe, pada akhirnya berhasil membuat BBC membentuk Radiophonic Workshop. Kelompok ini adalah grup yang kecil dan dananya terbatas. Mereka menggunakan peralatan bekas milik the Royal Albert Hall.

Oram terutama bertugas menghasilkan efek suara desingan bagi drama radio. Sebagian dari karyanya dipandang membawa pembaruan, seperti pada All That Falls-nya Samuel Beckett.

Tetapi kemungkinan bagi adanya bahasa musik yang sama sekali baru tetap belum muncul. Oram yang pantang menyerah, bekerja sendirian pada malam hari, merekayasa tape recorder untuk menciptakan studio banyak track guna menghasilkan karya simfoni.

Tetapi Oram kemudian diminta mengambil cuti selama enam bulan, karena atasannya mengkhawatirkan pengaruh peralatan radiofonik pada tubuh manusia. Atau apakah maksudnya pengaruh pada tubuh wanita, karena rekannya yang berjenis kelamin pria tidak mengalami gangguan?

Oram yang sangat kecewa, kemudian mengundurkan diri. Meskipun sudah berjuang bagi Radiophonic Workshop selama bertahun-tahun, dia nyaris tidak menyaksikan masa pasca kelahirannya.

"BBC adalah sebuah lembaga yang dijalankan pria, di dunia yang lebih dari hanya seksis," kata McArthur saat menjelaskan zaman saat Oram masih hidup.

"Ini bukan berarti dia sempurna atau orang di sekitarnya jahat, tetapi dia membela sesuatu yang dia pandang diremehkan. Dan dia menghadapi sikap dimana orang melihatnya sebagai: wanita sangat bermasalah, ingin menang sendiri dan keras kepala, dan ini adalah semua hal buruk bagi wanita."

Pemunculan

Oram membuat studionya di Tower Folly, mengubah sebuah gudang pengeringan di Kent. Di tempat itu dia membuat karya konser menakjubkan dengan menggunakan rekayasa tape: diantaranya adalah Four Aspects (1960), dengan melodi yang berputar, irama yang berantakan dan benturan suara.

Karya ini diperdengarkan di Queen Elizabeth Hall pada tahun 1968. Pulse Persephone dengan suara gemanya adalah pesanan untuk pameran Treasures of the Commonwealth di Royal Academy of Arts tahun 1968.

Sementara itu pekerjaan komersial, termasuk pembuatan jingle untuk Lego dan Nestea, membantu pemenuhan biaya hidupnya.

Hak atas foto Science Museum
Image caption Mesin Oramics lebih canggih daripada sekuenser yang dikembangkan 20 tahun kemudian.

Kabarnya Oram juga menerima tamu terkenal, seperti The Who, Mick Jagger dan The Beatles. Meskipun menarik untuk membayangkan White Album dengan Oram di studio, tetapi ini sebenarnya tidak pernah terjadi.

"Dia diketahui berbicara tentang anak-anak berambut gondrong yang berkunjung, tetapi itu bukanlah seleranya," kata McArthur.

Tetapi di tahun 1960-an, Oram membuat penemuannya sendiri: mesin Oramics. Dia mengenal Cathode Ray Oscilloscope -yang dapat memperlihatkan bentuk visual gelombang suara- saat mengikuti pelatihan di BBC.

Mengapa tidak membalikkannya? Jika Anda menggambar gelombang dalam "bentuk" suara yang Anda ingin dengar pada film 35mm, menentukan pitch, vibrato, timber dan selanjutnya, pemindai dapat membaca dan mengubahnya menjadi suara berlapis.

Pada dasarnya, ini adalah sebuah sekuenser perintis yang lebih canggih daripada yang pertamakali beredar di tahun 1980-an.

Hak atas foto Fred Wood/Daphne Oram
Image caption Oram menggambar timber pada mesin Oramics.

Sistem "musik grafis" menyita pikiran Oram. Ini mewakili pandangannya tentang musik elektronik tidak hanya sebagai sebuah benda yang diatur secara mekanis, tanpa jiwa. Dia melihatnya sebagai sesuatu yang organis, manusiawi dan tidak sempurna sama seperti musik lain.

"Ini adalah pandangan yang sangat demokratis: pada sesuatu sesuatu seperti mesin Oramics, Anda bisa menggambar," kata McArthur.

"Langkah campuran ini membuat semua orang bisa menjadi komposer, ini terkait dengan pandangannya bahwa pada tingkat molekul, kita semua adalah suara. Kita terbuat dari atom dan getaran yang berisik, suara pada intinya adalah diri kita. Saya pikir ini benar-benar menarik."

Pada tahun 1972, Oram juga menerbitkan manifesto-nya: An Individual Note of Music, Sound and Electronics. Ini adalah suatu karya yang aneh tetapi menarik. Oram kemungkinan akan menjelaskan tentang cara kerja sirkuit elektrik, tetapi kemudian menggunakannya sebagai perumpamaan bagi tubuh dan jiwa manusia.

Sebagian besar hal ini akan membuat para ilmuwan mengejeknya, tetapi terdapat suatu keyakinan dan imajinasi dalam pemikirannnya.

Dia memandang manusia sebagai alat, berisi "seluruh spektrum frekuensi resonansi yang tidak pernah beristirahat, tidak pernah dalam keadaan diam, tetapi bergelora karena gerakan ketegangan" sampai ke setiap sel dan atom.

Meskipun pandangannya lain dari lain, Oram bukanlah seorang genius yang bermasalah, kata McArthur, "Dia memiliki banyak teman dan bergaul: dia ramah, berkepribadian dan bahagia."

Adalah suatu tragedi bahwa Oram ditolak kelompok mapan, tidak dimasukkan ke dalam sejarah musik elektronik yang dikuasai laki-laki. Baru pada beberapa tahun terakhir mulai muncul perhatian ke arahnya.

The Oram Award diberikan bulan ini untuk menghormatinya. Penghargaan dari PRS Foundation dan New BBC Radiophonic Workshop ini diberikan untuk "memperingati wanita pembaharu di bidang suara dan musik". An Individual Note dicetak ulang baru-baru ini dan arsipnya dapat dikaji di Goldsmiths University, London.

The Science Museum memamerkan mesin asli Oramics dan Apple mengedarkan app Oramics. Musim panas lalu, komposisinya Still Point - yang dibuat di tahun 1949 dan belum pernah dipertunjukkan - akhirnya dipentaskan atas dukungan Shiva Feshareki, James Bulley dan the London Contemporary Orchestra.

Oram baru berumur 23 tahun ketika menulis Still Point. Sebuah karya liar ambisius, yang mendahului gubahan Pierre Schaeffer dan Karlheinz Stockhausen. Ini adalah musik yang berada diantara orkestra dan piringan hitam 78rpm, dengan menggunakan alat pemutar PH dan mikrofon untuk merekayasa langsung suara.

Pemunculannya yang sangat terlambat ini disambut sebagai suatu kemenangan. Pandangan Oram terkait dengan gubahan elektro-akustik akhirnya dipentaskan.

Dan karya Oram, Wonderful World of Sound, sekarang sedang tur, dengan harapan akan semakin banyak orang yang mengenal ibu permandian musik elektronik. "Dia telah mencapai begitu banyak hal bagi seseorang yang bisa dibilang tidak tercatat dalam catatan sejarah," kata McArthur.

"Inilah cerita yang ingin kami sampaikan."

Versi bahasa Inggris tulisan ini bisa Anda baca di The woman who 'draw' music di BBC Culture,

Berita terkait