Bibir tertutup yang justru bersuara keras

bibir Hak atas foto Joe Raedle/Getty Images

Bibir tertutup mengatakan banyak hal. Dan bibir yang dicat warna pelangi seperti bendera komunitas homoseksual menjadi pusat perhatian dari foto menggugah yang beredar beberapat waktu lalu.

Jati diri wanita muda pemilik bibir yang 'memberontak' tersebut -yang hadir pada peringatan penembakan 49 orang di kelab malam Pulse, Orlando, Florida, Amerika Serikat tahun lalu- tertutup oleh foto jarak dekat yang terpotong sehingga kita tidak bisa melihat langsung matanya.

Dengan mengarahkan perhatian orang pada mulut bisunya, sang fotografer berhasil mengalihkan ekspresi subyeknya dari hal-hal yang tidak penting dan abstrak ke sesuatu yang lebih kekal dan universal. Pesan solidaritas menjadi sangat kuat tanpa harus menampilkan kata-kata.

Hak atas foto Albright Knox Collection
Image caption Man Ray melukis Observatory Time - The Lovers setiap hari selama bertahun-tahun setelah Lee Miller meninggalkannya.

Kesunyian foto ini, yang amat fasih untuk tema kehilangan (dan harapan yang terbentang di langit), mengingatkan pada pernyataan visual yang lebih lembut dari lukisan cat minyak berjudul Observatory Time - The Loversdalam pameran Modern Art: Man Ray tahun 1934.

Ketika fotografer Lee Miller -yang merupakan pacar, saingan, model, dan juga saingan kreatif Man Ray, seorang seniman beraliraan Surealis yang terkenal- meninggalkannya setelah hubungan selama tiga tahun yang bergejolak, Man Ray pun menjadi hancur.

Saat berjuang mengatasi kepergian Miller, Man Ray mengkaji caranya menyikapi seni. Lewat Observatory Time - The Lovers, dia membayangkan bibir Lee terpisah dari tubuhnya, melayang di langit di atas hutan, mengembang seperti gejala cuaca yang tidak jelas membawa ramalan buruk ataupun baik.

Bukan pertama kalinya Man Ray membayangkan tubuh mantan kekasih tercerai-berai menjadi sejumlah kepingan yang menghantuinya. Beberapa bulan setelah Lee pergi, dia menaruh foto mata Miller pada lengan pendulum di sebuah metronome, peralatan untuk mengatur tempo musik, yang menjadi dasar dari salah satu karya terkenalnya, Object To Be Destroyed, sebuah patung yang sudah dibayangkannya pada tahun 1923.

Man Ray meyakinkan dirinya bahwa dengan selama mungkin menatap mata Miller, yang berayun maju mundur dengan ketukan teratur, maka dia akhirnya akan bisa mengatasi patah hatinya.

Dalam kasus Observatory Time - The Lovers, lukisan tersebut memang dibuat untuk mengatasi kehilangan yang dirasakan Man Ray. Selama bertahun-tahun, dia akan memulai harinya dengan membuat satu sapuan pada lukisan bibir itu, seakan-akan dia secara perlahan-lahan sedang memindahkan rasa sakitnya ke kanvas.

Akhirnya dia dan Miller berhasil memulihkan kembali hubungan mereka, walau bukan lagi sebagai sepasang kekasih. Mereka tetap berhubungan erat sepanjang hidup.

Dengan menempatkannya di samping foto bibir berwarna pelangi dari Orlando, bibir Man Ray jadi mengingatkan kita akan misteri bibir, yang seringkali justru mengatakan lebih banyak ketika hanya mengatakan amat sedikit. ***

Versi bahasa Inggris tulisan ini bisa Anda baca di Why these lips speaks volumes about Orlando shooting? di BBC Culture.

Topik terkait

Berita terkait