Mengapa ribuan remaja lari dari rumah mereka di tahun 60-an?

lari Hak atas foto daily mail
Image caption Paul McCartney membaca kasus Coe di Daily Mirror, dan mengatakan "banyak cerita sejenis pada masa itu" .

Lagu The Beatles, She's Leaving Home, mewakili satu saat di akhir tahun 60-an di mana ribuan anak muda meninggalkan rumah mereka untuk tinggal di masyarakat utopis.

Lima puluh tahun lalu, sebuah lagu berada di puncak tangga lagu di Inggris. Lagu ini mewakili kekhawatiran para orangtua.

She's Leaving Home, karya The Beatles menceritakan seorang perempuan yang tiba-tiba melarikan diri, hanya meninggalkan "sebuah catatan yang dia harapkan akan menceritakan lebih banyak" dan keterkejutan serta kesedihan orangtuanya saat terbangun dan mengetahui kepergiannya.

Lagu ini berdasarkan cerita sebenarnya Melanie Cole, seorang remaja dari London utara yang ceritanya menjadi jawaban terhadap kesedihan orangtuanya,"Kami memberikan sebagian besar kehidupan kami/ mengorbankan sebagian besar kehidupan kami/kami memberikan apapun yang bisa dibeli oleh uang".

Lagu ini berhasil menangkap trauma 'beda generasi' yang terutama banyak terjadi di akhir tahun 60-an.

Meskipun dibayangi musik yang lebih berwarna dan menyita perhatian, She's Leaving Home bergema, karena membantu kita memahami kurangnya pengertian bersama. Dibuat Paul McCartney, 'chorus Yunani' kesedihan ditambahkan John Lennon, 'berdasarkan kata-kata yang biasa dikatakan tantenya, Mimi".

Remaja di lagu tersebut merasakan "sesuatu di dalam yang selalu tidak terpenuhi selama bertahun-tahun" dan Cole mengatakan kepada media bahwa "sebagai seorang remaja 17 tahun yang memiliki apapun yang bisa dibeli uang, berlian, mantel bulu dan mobil, tetapi ayah dan ibu saya tidak pernah mengatakan mereka mencintai saya."

Sama seperti lagu Simon & Garfunkel dari tahun 1966, Richard Cory, She's Leaving Home mengkaji hubungan kekayaan dan kebahagiaan ("kesalahan apa yang kami lakukan?/kami tidak mengetahui itu suatu kesalahan/ kegembiraan adalah satu hal yang tidak bisa dibeli uang").

Cerita mencemaskan tentang anak-anak yang melarikan diri memenuhi tabloid. Paul McCartney membaca kasus Coe di Daily Mirror, dan mengatakan "banyak cerita sejenis pada masa itu" .

Bagi Karen Staller, penulis buku Runaways, 1967 adalah "tahun bermasalah", ketika muncul kepanikan di media. Anak-anak yang sebelumnya bermain di jalan, memindahkan diri ke daerah anti-budaya, seperti East Village di New York, atau Haight-Ashbury di San Fransisco saat masa Summer of Love tahun '67.

Dalam tulisannya Slouching Towards Bethlehem, penulis Joan Didion mengingat tulisan di jalan Haight pada akhir musim semi 1967:

Hari Paskah lalu

Christopher Robin-ku mengembara

Dia menelpon tanggal 10 April

Tetapi tidak pernah lagi sejak saat itu

Dia mengatakan akan pulang.

Tetapi dia masih belum kelihatan

Anak-anak revolusi

Antara tahun 1967 dan 1971, lebih 500.000 orang di AS meninggalkan rumah mereka untuk hidup dalam komunitas eksperimental.

Di San Fransisco, kelompok Diggers (nama sosialis petani saat perang saudara Inggris) menawarkan layanan sosial dan dukungan emosional bagi orang-orang yang melarikan diri. Dalam kaitannya dengan perang Vietnam, orang yang lari dari wajib militer dan tahanan, mendapatkan status politik, apapun tujuan sebenarnya.

Kekhawatiran masyarakat yang meluas terkait gejala ini akhirnya mencapai Congress, yang akhirnya mengeluarkan aturan Runaway Youth Act tahun 1974.

San Francisco menarik perhatian anak muda yang tidak puas dari penjuru negeri, termasuk sekelompok mahasiswa yang mendirikan kelompok gerilya kota Symbionese Liberation Army (SLA).

Salah satunya adalah Emily Harris, mahasiswi sukses dari pedesaan Indiana yang konservatif. Beberapa hari sebelum penculikan Patty Hearst oleh SLA pada bulan Februari 1974, Harris menulis sepucuk surat kepada orangtuanya untuk menjelaskan alasan kepergiannya yang tiba-tiba,

"Saya menyaksikan penderitaan di mana-mana," tulisnya. "Ini adalah kenyataan yang ada dan Anda memilih untuk tidak memperhatikannya dalam kehidupan Anda.

Kenyataan ini terjadi karena sebagian orang menginginkan tetap kaya meskipun menggunakan darah dan keringat orang lain. Saya tidak melihat kebebasan dan kebahagiaan saya sebagai sesuatu yang dapat saya renggut dari orang lain. Ini berarti saya tidak bisa lagi mendukung pandangan yang Anda miliki, menciptakan kehidupan yang nyaman bagi Anda, karena Anda mengacuhkan penderitaan kehidupan yang dialami orang lain untuk bisa bertahan hidup."

Pada paragraf terakhir surat Harris, dia menekankan jurang perbedaan antar generasi:

"Saya mencintai kamu karena kemandirian yang kamu berikan di masa lalu sehingga saya mencapai titik ini sekarang, tetapi saya menyadari kita menuju arah yang berlawanan dan kita tidak pernah berharap ini akan berubah dan kembali ke masa lalu dimana kita memiliki persamaan." Dia menyimpulkan: "Cinta saya kepadamu tidak berubah, hanya saja cinta saya kepada orang lain dan tujuan lain melebihinya. Selamat tinggal masa lalu, bergerak maju ke masa depan."

Bagi pegiat New Left, masa lalu ternodai kekuatan yang menekan: masyarakat dibentuk dari bawah ke atas. Masyakarat egaliter baru akan bebas dari hirarki, patriaki, rasisme dan "keinginan palsu" konsumerisma dan agama besar. "Masyarakat pengganti" akan menghapus keterasingan dan memberikan masyarakat bagi anak muda yang, mirip dengan remaja di She's Leaving Home, merasa mereka telah "hidup sendiri selama bertahun-tahun".

Yang baru

Pusat pandangan ini adalah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap keluarga inti, yang dipandang sebagai wakil dari keteraturan masyarakat. Filosofi "kebebasan cinta" bukan hanya terkait liberalisme: hal ini mewakili pemberotakan terhadap "rantai" monogami.

Konsumerisme menciptakan iri hati, monogami menekan nafsu, menimbulkan penyakit jiwa dan memperbudak perempuan di rumah. Komuni menciptakan jati dirinya sendiri, bukannya mewarisi ikatan masyarakat.

Masyarakat ini berusaha hadir melampaui ikatan hukum dan moral masyarakat kapitalis.

Contoh paling jelas pandangan ini adalah film tahun 1973, The Wicker Man, berdasarkan novel Ritual dari tahun 1967, karya David Pinner.

Kelompok Celtic di daerah kepulauan Skotlandia, Scottish Herbrides, "cinta bebas" diterapkan lewat ritual keagamaan, dengan mempertentangkan pagan dan Kristiani.

Gerakan "kembali ke bumi" lahir dengan menyatakan diri sebagai kembali ke idealisme masa lalu, di mana manusia hidup berdampingan dengan alam.

Sebagai usaha untuk memperlihatkan keseimbangan ini, sebagian komune membuat kubah geodesi Buckminster Fuller di mana bagian rapuh saling menunjang dan menciptakan keseluruhan yang kuat.

Dalam istilah organisasi, komune berusaha meniru pandangan "berbagai organisma yang bergerak bersama", demikian dikatakan anggota Molly Hollenbach.

Tetapi seperti diperlihatkan Adam Curtis, "keseimbangan organik" ini terbukti bukanlah contoh yang tepat bagi bentuk pemerintahan yang baik, dan komune bukannya kembali ke keadilan alam, tetapi kondisi alam. Dengan menolak pemaksaan hukum, komune mencabut peraturan yang membatasi tingkah laku manusia, dan pribadi kuat yang mendominasi. Komune akhirnya menciptakan sebagian dinamika paternalistik yang ingin ditinggalkan para pelarian.

Kembali ke Bay Area, SLA berusaha "menghidupan revolusi" berbagi semua hal mulai dari pekerjaan dapur sampai ke sikai gigi bersama.

Tetapi percobaan "cinta bebas" segera mengecewakan perempuan seperti Emily Harris. Terlepas dari ikatan monogami, mereka menemukan diri menjadi budak hasrat seksual laki-laki dominan, bukannya memiliki satu tuan, para perempuan memiliki banyak tuan (Dia tidak menurut, tetapi seperti dituliskan Hearst, "adalah menjadi bagian kamerad jika mengatakan setuju").

Bahkan setelah komune dibubarkan, rancangan radikal mereka tetap hidup, dan dipicu kekuatan perusahaan yang sebelumnya mereka tolak.

Di tahun 2016, Apple dan Google mengungkapkan rencana markas baru di Silicon Valley dengan rancangan yang sangat mirip pandangan masa depan yang ada sebelumnya.

Perpindahan dari budaya penolakan ke budaya siber berasal dari Whole Earth Catalog karya Stewart Brand yang berpengaruh dan diterbitkan secara berkala dari tahun 1968 sampai 1971.

Steve Jobs menggambarkan Catalog tersebut sebagai "Google dalam bentuk buku kertas", dan kantornya ditempatkan pada kubah geodesi yang dapat dipindah-pindah.

Gaya ini kemudian dikenal sebagai "modernisme hippie", dengan ciri berbentuk lembut dan melingkar, bertolak belakang dengan gedung-gedung berbentuk tajam dan kaku.

Tetapi rencana Apple dan Google mengadopsi rancangan yang berhubungan dengan komune bebas, dengan ruangan dijadikan ruangan pribadi, ruang seperti ini masih kurang diminati.

Bagi para pelarian, kebebasan dikaitkan dengan visi sosial dalam sebuah masyarakat yang terlepas dari belenggu kehidupan keluarga dan properti pribadi.

Sebagai contoh tentang seberapa jauh seseorang telah melangkah dari pandangan ini, subyek lagu She's Leaving Home dapat menjadi tolok ukur.

Lima puluh tahun kemudian, Melanie Cole telah menikah dengan dua anak. Seorang anak pelarian yang sekarang memiliki kantor real estate.

Versi bahasa Inggris tulisan ini bisa Anda baca di Why thousands of teens ran away from home in the 1960s? di BBC Culture.

Topik terkait

Berita terkait