Bacaan terbaik untuk dinikmati di tepi pantai pada tahun 2017

buku Hak atas foto crown

Dari memoar di daerah Martha's Vineyard, Amerika Serikat sampai ke misteri baru detektif Prancis, inilah buku-buku untuk dinikmati di tepi pantai, tulis Jane Ciabattari.

Hak atas foto Doubleday

Hannah Tunnicliffe, A French Wedding

Enam teman berkumpul di rumah Max di Douarnenez di pantai Normandy, Prancis pada ulang tahunnya yang ke-40.

Dia adalah bintang rock yang menghabiskan waktunya melakukan tur, dan hal ini membuatnya ingin mengingat-ingat teman kuliah, terutama Helen.

Saat akhir minggu, suami Rosie, Hugo membuat orang bosan, pacar baru Eddie memperkirakan dirinya hamil, anak remaja Naina dan Lars yang bernama Sophie jatuh cinta, saudara tiri Helen, Soleil, mengajukan pertanyaan yang tidak mengenakkan, dan Max mengungkapkannya.

Reuni yang biasa terjadi, dengan banyak minuman, dan cukup menarik. Yang membuat novel ini bertambah menarik adalah Juliette, mantan koki Paris yang menciptakan makanan lezat seperti oyster Cancale, kerang dan kue setempat kouign-aamann.

Tunnicliffe membuat kerangka buku ini lewat sebuah pernikahan Prancis yang dimulai dari akhir minggu, tetapi tidak menyebutkan nama pasangannya. Ini adalah satu dari beberapa kejutan novel dengan alur cerita kaya dan rinci.

Hak atas foto Hogarth

Lawrence Osborne, Beautiful Animals

Sensual dan ditulis dengan elegan, novel baru Osborne berkutat pada Naomi, yang mengunjungi pulau Yunani, Hydra dengan ayahnya yang kaya raya sejak Leonard Cohen dan Samantha masih belasan tahun.

Mereka minum di bar setempat, dimana Naomi memberikan Sam kursus kilat tentang minuman alkohol Yunani yang tidak terlalu dikenal, berenang dan berjemur di pantai tersembunyi.

"Mereka adalah binatang yang begitu indah," pikir Samantha," seindah macan".

Selama perjalanan ke bagian yang jauh dari pulau itu, mereka menemukan seorang pria yang terdampar dari laut, seorang pengungsi bernama Faoud. Naomi mengajukan cara untuk menyelamatkannya dan Sam menjadi curiga. Karakter Osborne menambahkan drama keluarga, tokoh yang mengejutkan dari masa lalu, dan ketegangan.

Cerita psikologis canggih yang mengkaji keambiguan moral dari berbagai cara pandang yang berbeda.

Hak atas foto Scribner

Ann Beattie, The Accomplished Guest

Beattie menjadi semacam legenda cerita pendek, berdasarkan prosanya, kecerdasan dan alur cerita.

Beberapa dari 13 kumpulan ceritanya disusun dari sejumlah kekerasan, ketika seorang perempuan bernama Lawrence mengunjungi orang tua dan kakak perempuan yang bermasalah, Brett, ketika dua saudara laki-kaki, John dan Dolph, mengingatkan kembali kesedihan masa lalu terkait pernikahan Dolph.

Cerita-cerita lain memasukkan kalimat yang menggelikan (Hoodie di Xanadu, di Key West, bintang ketakutan yang mengubah ruang depannya menjadi sebuah "tenda banyak warna besar" berhiaskan cermin kecil) dan menyentuh perasaan (dalam The Cloud Candace melakukan kunjungan langka ke seorang paman yang sedang menjalani kemoterapi).

Secara keseluruhan, Beattie menangkap sifat terpecah belah dan cacatnya hubungan zaman modern.

Hak atas foto Soho Crime

Cara Black, Murder in Saint-Germain

Di akhir bulan Juli 1999, "yang ada hanya panas, hujan dan wisatawan" dan Aimée Leduc berjuang menghadapi pengalaman baru menjadi ibu, disamping pekerjaan detektif dari kantor sementara di École des Beaux-Arts, di Left Bank.

Dia mengamati keamanan komputer sekolah ketika seorang profesor sejarah di sana menyewanya untuk mengikuti jejak perusak nama orang lain.

Temannya Suzanne Lesage, pimpinan kelompok anti-terorisme elit, memintanya untuk bekerja secara rahasia guna mencari Mirko, seorang penjahat perang Serbia yang diduga telah meninggal karena sebuah ledakan.

Suzanne melihatnya di Paris, tetapi timnya percaya dia menderita Post-traumatic stress disorder, PTSD (gangguan jiwa pasca trauma).

Kemudian dua anggota tim Suzanne dibunuh dan Aimée terjebak di sebuah tambang kuno dan terowongan bawah tanah.

Buku ke-17 dari seri Black Leduc ini adalah cerita mencekam yang diwarnai perdagangan senjata internasional.

Hak atas foto Riverhead

Maile Meloy, Do Not Become Alarmed

Dua pasangan California ikut serta pelayaran berlibur di pantai Meksiko dan Amerika Tengah dengan anak-anak mereka.

Suatu hari si ibu mengajak anaknya ikut serta tur dengan pemandu, tetapi ban minibus mereka kempis karena ditabrak, dan mereka harus ke pantai untuk mendapatkan taksi, satu orang ibu tertidur, yang lainnya masuk ke hutan dengan pemandu, dan tiba-tba keempat anak menghilang, terbawa arus sungai.

Ini adalah skenario buruk, dan dramanya baru saja dimulai. Meloy mengikuti kedua pasangan, anak-anak mereka, saudara laki-laki yang menolongnya, dan seorang gadis migran yang melakukan perjalanan serupa, menjelajahi sejumlah pilihan moral yang rumit, masalah pernikahan dan upaya untuk mempertahankan keseimbangan antara yang berpunya dan yang tidak.

Hak atas foto Bantam

Michelle Richmond, The Marriage Pact

Ketika Alice, mantan penyanyi rock yang menjadi pengacara, menikahi Jake, seorang tamu pernikahan memberikan mereka hadiah misterius.

Menjadi anggota pada sebuah kelompok rahasia, The Pact, termasuk sebagai panduan berisi rincian aturannya.

Penjelajahan dimulai ke acara pernikahan yang dimulai di sebuah pesta minum-minum di Inggirs, di mana pengantin baru bertemu anggota lain The Pact, investor, modal, pakar teknbologi dan seorang perempuan yang Jake kenal dari universitas.

Alice merasa optimtik dan senang. Tetapi The Pact mulai mencampuri kehidupan pribadi mereka, dengan membatasi kebebasan dan menerapkan hukuman di sebuah spa padang pasir. Richmond merangkai jaring rumit pengawasan dan penolakan sementara Jake menelusuri pendiri misterius the Pact di Skotlandia untuk menyelamatkan pernikahannya, dan juga nyawanya.

Hak atas foto Atlantic Monthly Press

Madeleine Blais, To the New Owners

"Kami berharap rumah tidak akan pernah terjual," tulis Balis, wartawan pemenang Pulitzer prize, sementara dia melihat ke belakang, ke ingatan musim panas puluhan tahun lalu di Martha's Vineyard, yang mulai dijual pada 2014.

Dia pertama kali mengunjungi rumah musim panas suaminya, sebuah "gubuk" yang dibeli seharga US$80.000 di tahun 1976.

Dia mengingat saat-saat pertama, tur pribadi Scotty Reston, dimulai di kawasan Edgartown dan mengelilingi pulau dengan menggunakan mobil, dan berbagai pesta keluarga.

Dia menyentuh berbagai tonggak, Chappaquiddick, Jaws-nya Stephen Spielberg, kunjungan para presiden mulai dari Bill Clinton, pertemuan tahunannya dengan Katherine Graham dari tahun 1989 sampai kematiannya di tahun 2001. "Sama seperti pulau-pulau lainnya, Vineyard adalah masalah pemikiran, misterius, unik, terpisah, penyendiri," tulisnya.

Hak atas foto Crown

Diksha Basu, The Windfall

Pandangan jenaka penduduk asli Delhi, Basu, terhadap pergerakan ke atas masyarakat abad ke-21 India dimulai saat Mr Jha menjual situs internetnya dan memindahkan keluarganya dari sebuah rumah susun di Delhi Timur di mana mereka tinggal selama 25 tahun ke sebuah rumah gedung di Gurgaon.

Tetapi pada mulanya, pasangan ini mengadakan pesta bagi teman-teman terdekat, dengan kesadaran mereka akan menjadi subjek pergunjingan karena iri hati.

Mr Jha sudah mendengar salah satu dari mereka mengatakan uang yang didapatnya dengan susah payah sebagai "suatu harta keberuntungan".

Kekayaan yang baru didapat ini membuat Mrs Jha iri. Bahkan anak laki-laki mereka, Rupak, yang sejikag bisnis di AS, juga terganggu.

Cerita Basu adalah tentang adaptasi yang dilakukan keluarga ini dalam komunitas baru dengan tetangga yang penuh dengan kepura-puraan. Buku ini penuh dengan pemahaman yang mendalam terkait penyesuaian satu keluarga dan juga humor.

Hak atas foto Harper Wave

Jaimal Yogis, All Our Waves Are Water

Lewat memoar ini, Yogis menggambarkan upayanya mencari pencerahan melalui perjalanan yang membawanya ke Himalaya.

Dia menemani seorang biksu Tibet, Sonam, ke New York, di mana dia mengamati kelas keagamaan pakar Buddha, Richard Thurman di Columbia, dan ke Tembok Barat Jerusalem.

Dia merangkai perjalanan spiritual dan berselancar, di Puerto Escondido, salah satu tempat selancar paling ganas di Meksiko, dan di Padangbai, Bali, dimana dia mengumpulkan keberanian untuk mengikuti teman sesama peselancar yang berani mengambil risiko menghadapi gelombang besar.

Di Ocean Beach, California, dia mempertimbangkan bagaimana menyeimbangkan anggota keluarganya yang bertambah besar dan lautan yang menjadi jangkarnya, dalam upacya mencari "kedamaian di dalam kekacauan, kesatuan di dalam dua hal."

Hak atas foto Doubleday

Chiara Barzini, Things That Happened Before the Earthquake

Latar novel suram Batzini adalah di Los Angeles, antara tahun 1992 dan 1994 - di bulan-bulan terjadinya kerusuhan setelah polisi yang membunuh Rodney King dibebaskan, dan gempa bumi. Eugenia pindah dari Roma ke LA setelah keluarganya menjadi bintang iklan dan ayahnya memutuskan mereka bisa menjadi kaya dan terkenal di Hollywood.

Mereka tinggal di kawasan Valley, dengan kebisingan jalan bebas hambatan 405. Pada usia 15 tahun, dia bersikap sinis terhadap ambisi ayahnya, dan malu atas sikap orang tuanya yang telanjang di pantai Malibu. Setelah seorang teman meninggal dalam penembakan antar gang, dia berteman dengan perempuan bermata hijau, Deva di Topanga Canyon. Dan kemudian terjadilah gempa dan tidak ada tempat aman lagi.

Versi bahasa Inggris tulisan ini bisa Anda baca di The best beach reads of 2017 di BBC Culture.

Topik terkait

Berita terkait