Delapan gambar yang bisa saja menjadi bendera nasional Amerika Serikat

Amerika Serikat Hak atas foto Getty Images/Ronald Martinez

Sebanyak 13 garis dan 50 bintang menyusun salah satu simbol paling dikenal di dunia. Tapi unsur apa yang sempat membuat bendera Amerika Serikat itu berubah berbeda rupa? Jonathan Glancey berupaya menelisik sejarahnya lebih dalam.

Pada 18 Agustus 1968, Jimi Hendrix mengakhiri Festival Woodstock dengan membawakan medley lagu Voodoo Child dan Purple Haze, diselangi interpretasi yang 'menyerang' lagu kebangsaan The Star-Spangled Banner (Panji Berhiaskan Bintang) .

Sejumlah kelompok menganggap permainan gitar Stratocaster Hendrix tersebut sebagai kritik terhadap perang Vietnam yang disponsori AS. Sementara kelompok lainnya menyebut Hendrix secara langsung menghina lagu kebangsaan dan bendera AS.

Setahun sebelumnya, di Royal Albert Hall yang berada di London, Keith Emerson, pemain keyboard grup musik progresif rock asal Inggris The Nice, membakar bendera AS di akhir lagu Amerika milik Leonard Bernstein yang mereka bawakan secara 'liar'.

The Nice dilarang bermain di Albert Hall akibat aksi tersebut, meskipun mereka disambut hangat di New York pada Desember 1969, ketika merekam album secara langsung di Fillmore East, salah satu tempat pertunjukan favorit Hendrix.

Banyak warga AS menempatkan lagu kebangsaan mereka—juga dikenal sebagai Old Glory and The Stars and Strips (Bintang dan Jalur)—sebagai simbol religius. Sebagai reaksi terhadap pembakaran bendera AS di Hampshire College usai pengumuman hasil pilpres November 2016, presiden terpilih Donald Trump kala itu mengunggah status di akun Twitternya.

"Tidak satu orang pun diperbolehkan membakar bendera AS. Jika mereka melanggar aturan itu, ada konsekuensi yang harus mereka tanggung, mungkin kehilangan kewarganegaraan atau dipenjara selama setahun!"

Pada 2005, Senator Hillary Clinton menjadi sponsor terbitnya Undang-Undang Perlindungan Bendera Negara. Aturan itu berisi ancaman denda maksimal US$250 ribu dan penjara selama dua tahun untuk penodaan terhadap simbol negara yang tak sesuai dengan prinsip patriotisme.

Clintion dan Trump terlihat memahami dua putusan Mahkamah Agung AS yang mendukung kebebasan berpolitik pada amendemen pertama konstitusi, termasuk membakar bendera negara—meskipun sejumlah kalangan menilai perbuatan itu sebagai tindakan kriminal dan tak patriotis.

Pada babak-babak awal Perang Revolusi melawan Inggris, resimen Angkatan Darat pimpinan George Washington mengibarkan beberapa bendera, salah satunya Bendera Kesatuan milik Inggris.

Bendera Stars and Strips muncul dari sejarah penggunaan beragam bendera yang kompleks dan tidak pasti. Namun, mungkinkah satu dari sejumlah alternatif di bawah dapat mengungguli ketenaran Old Glory? Jika iya, barangkali Jimi Hendrix telah melantunkan lagu Don't Tread on Me atau Keith Emerson membakar bendera Betsy Ross.

1. Bendera Grand Union, 1775

Hak atas foto BBC Culture

Pemisahan diri secara penuh dari Kerajaan Inggris tentu tidak berlangsung begitu saja karena warga Amerika tetap harus mengangkat senjata pada 1775.

Pada 1 Januari 1776, ketika pasukan yang dipimpin George Washington menggelar apel di Prospect Hill, Somerville, Massachusetts, mereka beraksi di bawah bendera yang disenangi sang jenderal sejak Peristiwa Pengepungan Boston, setahun sebelumnya.

Sementara itu, John Paul Jones tercatat sebagai petinggi angkatan laut Amerika pertama yang mengibarkan bendera Grand Union di lautan pada Desember 1775. Kala itu dia berlayar untuk membantu Angkatan Laut Kerajaan Rusia—tugas militer yang saat ini tidak mungkin terjadi di bawah bendera Stars and Strips.

Bendera Grand Union sendiri merupakan adaptasi dari bendera Kerajaan Inggris yang didominasi warna merah pada abad ke-18. Bendera itu memiliki enam garis putih pada latar belakang merah, penanda negara-negara bagian pertama yang bergabung bersatu di bawah Amerika Serikat.

2. Liberty Tree Flag, 1775

Hak atas foto BBC Culture

Simbol pinus putih yang luhur milik New England sangat digemari Angkatan Laut Kerajaan Inggris sebagai cerminan kapal perang mereka yang megah. Merujuk Piagam Massachusetts tahun 1691, barang dari daerah jajahan diberi logo busur panah sebagai simbol hak milik Kerajaan Inggris.

Kewajiban menyerahkan barang jajahan itu memantik Pine Tree Riot pada 1772, sebuah keributan yang mengawali Boston Tea Party pada 1774 dan perang melawan Inggris Raya setahun setelahnya.

Berkibar di tiang kapal perang Amerika, Pine Tree Flag merupakan simbol kuat untuk menyindir angkatan laut sekaligus penguasa Kerajaan Inggris. Sebuah pinus tergambar di atas latar belakang putih, dengan tulisan 'Seruan kepada Surga' (versi yang lebih tidak umum adalah 'Seruan kepada Tuhan).

Kata-kata tersebut dikutip dari buku karangan filsuf Inggris John Locke yang berjudul Pemerintahan Sipil (1690), yang menyangkal kekuasaan raja bersumber dari Tuhan.

3. The Betsy Ross, 1776

Hak atas foto BBC Culture

Bendera yang bergambar 13 bintang dalam sebuah lingkaran modern ini tampaknya berasal dari lukisan karya John Turnbull yang muncul ke publik pada 1792, sesudah George Washington memimpin perang di Trenton.

Perang tersebut terjadi pada 1776 dan kemungknan Betsy Ross merupakan bendera pertama dari seluruh bendera yang pernah berkibar terkait negara itu.

Bendera itu hingga kini masih dikibarkan dalam sejumlah upacara, sekaligus menjadikannya sebagai bagian dari legenda yang tak lekang dimakan waktu.

Beberapa kalangan menyebut bendera itu dirancang Betsy Ross, seorang tukang pelapis perabotan sekaligus penjahit perempuan asal Philadelphia yang dikenal George Washington. Kisah ini dituturkan cucu Ross yang bernama William Canby beberapa tahun kemudian.

Saat ini mayoritas sejarawan AS sepakat, apapun peran Ross maupun tanggal pasti pembuatan bendera itu, janda muda yang jelita tersebut merupakan simbol kontribusi perempuan AS selama era revolusi.

4. Don't Tread on Me atau The Gadsden Flag, 1776

Hak atas foto BBC Culture

Bendera ini telah mendapatkan persetujuan Kongres. Bendera ini terdiri dari gambar selilit ular derik yang siap mematuk pada latar belakang polos berwarna kuning. Di bawah gambar itu terdapat frase legendaris 'Jangan Menindas Kami'.

Bendera yang tidak awam ini mungkin pertama kali dikibarkan oleh Komodor Esek Hopkins, Februari 1776, pada serangan laut terhadap pos terdepan Inggris di Nassau, Bahamas.

Di darat, bendera itu dipopulerkan Brigadir Jenderal Christopher Gadsden dari South Carolina, yang kemungkinan merupakan sosok pendesain bendera tersebut.

Seperti elang laut, ular derik adalah simbol dari koloni-koloni di Amerika: deriknya memiliki 13 lapis, masing-masing untuk negara-negara bagian pertama yang mendeklarasikan Amerika Serikat.

Dalam tulisannya untuk surat kabar Pennsylvania Gazette pada 1751, Benjamin Franklin menyarankan penggunaan ular derik sebagai perlawanan terhadap kebijakan Inggris mengirimkan pelaku kriminal ke Amerika.

Kalangan libertarian, terutama Tea Party alias gerakan konservatif di Partai Republik, lebih menyukai bendera ini dibandingkan Bendera Stars and Strips. Bendera ini juga menjadi favorit banyak kelompok pendukung kesebelasan tim sepakbola di AS.

5. US Navy Flag, 1777

Hak atas foto BBC Culture

Pada 14 Juni 1777, Kongres Kontinental Kedua yang terdiri dari perwakilan 13 koloni menyatakan, "bendera Amerika Serikat terdiri dari 13 garis merah dan putih, bahwa persatuan itu tersimbolkan dalam 13 bintang berwarna putih di atas latar biru, yang merepresentasikan sebuah tatanan baru."

Bendera ini didesain pengacara sekaligus penandatangan Deklarasi Kemerdekaan asal New Jersey, Francis Hopkinson. Walapun mirip bendera Star-Spangled Banner yang berkibar selama Perang Baltimore, bendera tersebut sebenarnya lebih dulu melekat pada Angkatan Laut Amerika Serikat.

Bahkan, pada Mei 1779, sebuah surat dari Dewan Perang kepada George Washington menyebut tak ada satu pun desain bendera untuk pasukan tempur, apalagi untuk Amerika Serikat.

Mitos muncul pada Agustus 1777. Ketika itu bala bantuan dikirim untuk menyelamatkan Benteng Schuyler di New York yang terkepung. Para anggota pasukan itu lantas memotong pakaian putih mereka, rok merah milik istri-istri perwira serta mantel biru kepunyaan Kapten Abraham Swartwout. Pasukan itu disebut menjadikan potongan-potongan itu bendera Stars dan Strips yang pertama.

6. Serapis Flag, 1779

Hak atas foto BBC Culture

Pada periode-periode awal ketika bendera Amerika Serika belum diresmikan, banyak yang menggabungkan garis berwana merah, putih, dan biru. Yang paling terkenal dari bendera model ini adalah Serapis Flag. Bendera itu berkibar pada 1779 di atas kapal fregat Kerajaan Inggris yang ditangkap Kapten John Paul Jones.

Usai pertempuran, bendera di kapal Inggris itu telah diturunkan. Saat Jones mengambil alih kendali, kapal itu tak berbendera dan membutuhkan sejumlah perbaikan di kepulauan Texel yang dikuasai pejabat Pronvisial Belanda yang netral.

Namun saat itu Inggris buru-buru menyatakan kapal berbendera Serapis itu sebagai kapal perompak. Jones lantas menghadapi ancaman baru.

Merujuk surat yang dikirimkan Benjamin Franklin dan John Adams pada 3 Oktober 1778 kepada penguasa Kerajaan Dua Sisilia, Ferdinand I, Jones lantas menaikkan bendera baru.

Jones meniru 13 gabungan garis merah, putih, dan biru seperti yang dideskripsikan Franklin dan Adams. Sketsa asli itu disimpan dalam arsip di Belanda.

7. Star-Spangled Banner, 1795

Hak atas foto BBC Culture

Bendera besar ini, berukuran 13x9 meter, berkibar di Pelabuhan McHenry pada Pertempuran Baltimore pada 1812 yang dimenangkan Amerika.

Berkibarnya bendera ini di atas pelabuhan itu mendorong Francis Scott Key, seorang pengacara dan penulis puisi, menulis sajak berjudul Penjagaan Pelabuhan McHenry. Syair masyhur itu kemudian menjadi lagu kebangsaan AS sejak 1931:

Apakah bendera Panji berhiaskan bintang telah berkibar

Di atas tanah yang merdeka, rumah para pemberani?

Bendera AS terkenal itu—yang kini dipajang di Museum Sejarah Amerika di Washington DC—terdiri dari 15 dan bukan 13 garis. Sementara itu, lagu kebangsaan dinyanyikan dalam komposisi musik Britania gubahan John Stafford Smith, seorang pianis di kapel kerajaan yang berlokasi di London.

Smith sendiri telah menciptakan musik untuk mengiringi To Anacreon in Heaven, lirik kebanggaan sebuah klub minum di London.

8. Confederate Navy Flag, 1863

Hak atas foto BBC Culture

Pada 1861, bendera AS terlihat hampir sama dengan bendera mereka saat ini. Namun suatu hal kala itu mengancam identitas asli AS, yakni Perang Sipil yang berlangsung 1861 hingga 1865.

Ketika pihak serikat mengibarkan bendera Stars and Strips, pihak konfederasi menaikkan bendera berbeda yang dihiasi 13 bintang dalam lingkaran, atau yang dikenal saat ini, di dalam palang biru berlatar warna merah.

Pihak konfederasi membuat beberapa desain bendera, meski yang paling terkenal adalah di antara Second Confederate Navy Jack atau Battle Flag of Northern Virginia.

The Southern Cross adalah pengingat bahwa sejarah AS mungkin dapat menjadi sangat berbeda saat ini. Walaupun mereka tak dapat mengabaikan putusan Mahkamah Agung, hukum yang berlaku di Florida, Georgia, Louisiana, Mississippi, dan South Carolina melindungi bendera konfederasi dari pengerusakan, penistaan dan penghinaan.

Anda dapat membaca versi asli artikel ini dalam judul Eight US Flags That Could Have Been di BBC Culture.

Berita terkait