Holiday House: Kisah perjuangan memerangi kanker

Holiday House Hak atas foto Holiday House

Di London, pameran model rumah dengan konsep baru menggabungkan inspirasi desain interior dengan penggalangan dana untuk penelitian kanker. Emily Dawling mengunjungi kolaborasi berwarna tersebut.

Fenomena Holiday House dari New York tiba di London, dengan beberapa hasil yang menarik.

Didirikan pada 2008 oleh Iris Danker, seorang desainer interior dan penyintas kanker payudara, proyek tersebut adalah sebuah model rumah hasil karya desainer interior dan arsitek ternama yang terbuka untuk umum dan untuk mengumpulkan dana untuk pencegahan dan perawatan kanker payudara.

Keuntungan dari penjualan tiket akan disalurkan ke Yayasan Penelitian Kanker Payudara (The Breast Cancer Research Foundation), yang didirikan oleh Evelyn Lauder pada 1993.

Holiday House juga mengumpulkan dana yang secara khusus akan diberikan untuk program-program penelitian di Inggris.

Hak atas foto Mel Yates
Image caption Ruang tidur yang berwarna dengan sentuhan retro, didesain oleh Amelia Carter Interiors.

Holiday House awalnya menarik orang yang berbakat di sektor desain dari seluruh AS untuk merenovasi Academy Mansion yang bersejarah di Upper East Side di Manhattan.

Renovasi ini dilakukan setiap musim gugur. Tahun ini, pameran Holiday House telah sampai di tahun ke-10, dan untuk merayakannya, mahakarya itu menyeberang samudera Atlantik.

Hak atas foto Mel Yates
Image caption Candy Room adalah ruang makan yang menyenangkan dan heboh, didesain oleh Iggi Interior Design.

Dua rumah di St John's Wood, dekat persimpangan Abbey Road yang terkenal, telah diubah menjadi sebuah tempat tinggal impian yang magis dan unik - setiap kamar memiliki sebuah karakter unik dan menunjukkan bakat masing-masing desainer yang mengerjakan proyek itu.

Hak atas foto Mel Yates
Image caption Sebuah ruang keluarga yang didesain oleh perusahaan desain di London Taylor Howes.

Desainer interior yang terlibat termasuk Beth Clancy, Amelia Carter, Justin Van Breda, Sophie Patterson dan Susan White.

Arsitek asal Prancis Philippe Maidenberg berkolaborasi dengan perusahaan mebel Roche Bobois untuk menciptakan Dreamers Lounge (Ruang Santai Pemimpi): sebuah kamar loteng yang diubah dalam Holiday House. Maidenberg mengatakan kepada BBC Designed mengenai mengapa dia memutuskan untuk bergabung dengan proyek itu.

Hak atas foto Mel Yates
Image caption Sebuah ruang tidur yang didesain oleh Bismut & Bismut bekerja sama dengan The Invisible Collection.

Setelah mengunjungi Holiday House NYC pada 2015, Maidenberg "sangat terkesan dan menghargai acara yang memungkinkan para desainer menbggunakan talenta dan kreativitas mereka untuk sebuah maksud yang penting. Saya tinggal di Paris, sehingga saat saya mendengar bahwa Holiday House akan dibuka di London untuk pertama kalinya, saya tidak ragu untuk bergabung."

Terbaik di pameran

Memasuki ruang Maidenberg, ada perbedaan yang mencolok dengan ruangan-ruangan lain di rumah tersebut.

Fitur-fitur abstrak memenuhi ruangan, seperti "cermin berbentuk segitiga kecil yang menciptakan efek tiga dimensi" di langit-langit, begitu juga instrumen berbentuk seperti harpa raksasa dari lantai ke langit-langit, "setiap senar membaurkan suara dengan sedikit sentuhan tangan."

Hak atas foto Roger Gooding
Image caption Arsitek asal Prancis Philippe Maidenberg berkolaborasi dengan perusahaan mebel Roche Bobois untuk menciptakan Dreamers Lounge.

Maidenberg menjelaskan bagaimana musik sangat menginspirasi kreasinya, dan bagaimana dia mengembangkan idenya dengan Roger Hodgson, pendiri dan vokalis band Supertramp.

Lantai mewakili gelombang suara musik, yang "tersebar di seluruh ruangan, seperti sebuah kiasan untuk merambatnya suara," katanya. Di beberapa bagian gelombang, lirik lagu Roger Hodgson berjudul Dreamer, Give A Little Bit, " ditulis tangan.

Hak atas foto Mel Yates
Image caption Sebuah ruang kerja yang mewah, yang dirancang oleh perusahaan desain asal New York Patrik Lönn Design Inc.

Simone Suss, pendiri dan direktur perusahaan interior kontemporer Studio Suss, mengatakan kepada BBC Designed mengenai desain perusahaannya yang berwarna pink sempurna untuk kamar tidur bertemakan Teenage Dream (Mimpi Remaja).

"Kami ingin remaja mengetahui bahwa merekalah yang menentukan masa depan mereka sendiri dan bahwa mereka harus peduli mengenai kanker payudara. Kamar tidur mereka adalah tempat mereka berlindung, satu-satunya tempat mereka dapat menjadi diri mereka sendiri: sebuah tempat untuk bermimpi dan sendiri."

Hak atas foto Mel Yates
Image caption Ruang tidur bertema Teenage Dream, dirancang oleh Studio Suss, yang bertujuan agar remaja mengendalikan masa depan mereka dan peduli dengan resiko kanker payudara.

Desainer interior Hazel Collins memimpin renovasi salah satu kamar mandi di Holiday House.

Kreasinya termasuk sebuah kertas dinding berwarna perak dan putih yang penuh dengan gambar burung, sebuah cermin bulat dengan lampu, dan bunga-bunga yang berwarna cerah.

Collins mengatakan dia mengembangkan skema desain "untuk menciptakan lingkungan yang terang, menyembuhkan dan positif utnuk mendukung orang-orang yang berjuang melawan kanker payudara."

Hak atas foto Mel Yates
Image caption Bagi desainer Hazel Collins, yang menyumbangkan kreasi desain kamar mandi, penting "untuk menciptakan lingkungan yang terang, emnyembuhkan dan positif".

"Palet warna utama terdiri dari pink-abu-abu yang lembut dan feminin, hijau lembut yang menyegarkan dan sentuhan emas yang hidup, begitu juga dengan pola yang cerah untuk menciptakan sebuah atmosfer yang menyenangkan dan mengangkat mood. Bentuk-bentuk yang organik dan melengkung ditampilkan untuk meniru ketahanan dan kekuatan pemulihan alam."

Anda dapat membaca artikel berjudul asliCharity design concept Holiday House comes to LondondiBBC Culture

Berita terkait