Sepuluh film layak tonton pada 2018

Solo Hak atas foto Disney / Lucasfilm

Tahun ini akan ada banyak film yang ditawarkan di bioskop, termasuk sekuel Mary Poppins dan spin-off dari saga Star Wars, Solo: A Star Wars Story.

Hak atas foto Focus Features

Phantom Thread

Tiada kombinasi sutradara-aktor yang lebih dinamis dari Paul Thomas Anderson dan Daniel Day-Lewis (film There Will Be Blood buktinya). Kini, mereka telah menciptakan karya baru yang menakjubkan. Day-Lewis, yang sebelumnya menyebut film ini sebagai peran akting terakhinya, memainkan perancang busana yang berbasis di London tahun 1950-an, dan menuntut kendali penuh.

Lesley Menville memerankan saudari dan rekan bisnisnya yang setia, dan pendatang baru Vicky Krieps, sebagai seorang perempuan yang tidak dapat dia tolak. Ya, film ini dibuat secara elegan dan penuh dengan pakaiwan mewah, tapi inti dari drama psikologis ini adalah obsesi, cinta dan hubungan yang menyiksa. Film ini mengawali 2018 dengan kemegahan seni tinggi.

Hak atas foto Disney

A Wrinkle in Time

Ava DuVernay mencatat sejarah saat dia ditunjuk untuk menyutradarai film adaptasi novel klasik Madeleine L'Engle ini,. DuVernay praktis menjadi perempuan kulit berwarna pertama yang menyutradarai film dengan anggaran US$100 juta (Rp1,3 triliun). Tapi dia lebih dari sekedar itu. Dikenal sebagai salah satu pembuat film paling berbakat dan berani, dia bisa menjadi inspirasi tanpa menjadi orang yang sombong, seperti ditunjukkan oleh cuplikan film yang penuh semangat dan mengesankan.

Dan siapa lagi yang bisa mengumpulkan Oprah Winfrey, Mindy Kaling dan Reese Witherspoon untuk berperan sebagai Mrs Which, Mrs Who dan Mrs Whatsit? Storm Raid yang masih belia berperan sebagai Meg, tokoh pahlawan sekaligus ilmuwan yang cerdas. Dia melakukan perjalanan menuju ruang dan waktu untuk menemukan ayahnya yang diperankan Chris Pine.

Hak atas foto Disney / Lucasfilm

Solo: A Star Wars Story

Film lepas tentang Han Solo sebagai seorang pemuda cukup menyita perhatian publik. Namun film ini juga hadir dengan drama di balik layar yang membuat khalayak kebingungan. Kedua sutradara, Phil Lord dan Chris Miller (The Lego Movie), didepak setelah hampir lima bulan syuting. Ron Howard, yang belum pernah membuat film Star Wars sebelumnya, menyelesaikan pekerjaan itu.

Satu fakta sederhana: film ini adalah prekuel dengan setting sebelum trilogi Star Wars yang dibuat tahun 1977. Alden Ehrenreich, sebagai versi muda Harrison Ford, menyajikan sosok protagonis sebagai penyelundup magang, dengan Woody Harrelson sebagai mentornya.

Hak atas foto Focus Features

Mary, Queen of Scots

Film ini bagaikan film Lady Bird bertemu dengan atlet ice-skating Tonya Harding pada abad ke-16. Dalam drama sejarah ini, Saoirse Ronan memainkan Mary Stuart--penguasa Skotlandia yang muda, berkuasa, percaya diri, dan mencoba merebut tahta Kerajaan Inggris dari sepupunya, Elizabeth I, yang diperankan oleh Margot Robbie.

Skenarionya dibuat oleh orang di belakang serial House of Cards, Beau Willimon, yang tahu segala sesuatu tentang intrik politik. Josie Rourke memulai debutnya sebagai sutradara film, namun dia adalah sutradara panggung paling menarik di masa ini. Selain pengaturan kostum yang indah, film ini mengandung tema kontemporer yang mengangkat kisah para perempuan pintar dan berkuasa di dunia pria.

Hak atas foto Disney/Marvel

Black Panther

Penggemar film-film Marvel memiliki alasan untuk tertarik dengan film ini karena terdapat kombinasi aksi dan intrik politik di Wakanda, negara fiksi yang memiliki teknologi paling maju di seluruh dunia. Chadwick Boseman berperan sebagai T'Challa, sang raja dengan pekerjaan sampingan sebagai superhero. Michael B Jordan berperan sebagai Erik Killmonger, penjahat yang mencoba untuk melengserkan T'Challa. Dalam film yang disutradarai Ryan Coogler ini, Lupita N'yongo dan Angela Basset termasuk di antara artis-artis yang turut berperan.

Ingat: Black Panther mencuri perhatian ketika salah satu adegannya muncul di Captain America: Civil War.

Hak atas foto Universal Pictures

First Man

Film baru Damien Chazelle jauh berbeda dari La La Land, kecuali Ryan Gosling, yang berperan sebagai Neil Armstrong, orang pertama yang mendarat di bulan.

Ceritanya terjadi sepanjang dekade 1960-an, ketika Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan Armstrong mempersiapkan sebuah misi berisiko yang keberhasilannya tidak pernah pasti sampai hal itu terjadi.

Seperti Apollo 13, First Man adalah salah satu film luar angksa di mana penonton mengetahui akhir ceritanya, tapi tak mengenal karakternya. Menambah nilai positif, film ini ditulis naskahnya oleh Josh Singer, yang turut menulis Spotlight and The Post, dua film tentang kejadian nyata penuh dengan kejutan.

Hak atas foto Disney

Mary Poppins Returns

Selang 54 tahun setelah Julie Andrews dan payung dengan gagang kepala burung kakaktua melayang turun ke Cherry Tree Lane, salah satu film keluarga paling dicintai sepanjang masa itu kini memiliki sekuel. Umumnya sangat berbahaya mengharapkan akan jadi apa sebuah film dengan berpatokan pada deretan pemerannya, tapi yang satu ini sepertinya ideal.

Kali ini Emily Blunt memerankan Mary. Kisahnya bermula pada 1935 saat Mary datang untuk merawat Michael dewasa (Ben Whishaw) beserta anak-anaknya. Lin-Manuel Miranda memainkan tokoh Jack. Sejak jauh hari dia sudah mengatakan akan menghindari dialek Cockney ala Dick Van Dyke. Rob Marshall (Into the Woods) menyutradarai film ini, dengan lagu baru garapan komposer Hairspray, Marc Shaiman dan Scott Wittman.

Hak atas foto Warner Bros

Ready Player One

Petualangan sci-fi Steven Spielberg kali ini populer pada era 1980-an dan 90-an. Berdasarkan novel laris Ernest Cline, film ini berlangsung dalam setting masa depan dystopia dengan lingkungan yang hancur. Tye Sheridan (Mud) bermain sebagai remaja Wade Watts, yang kabur ke utopia virtual sebuah game online yang disebut Oasis. Dia diancam oleh pengusaha jahat (Ben Mendelsohn), seiring dengan berbaurnya kehidupan nyata dan dunia maya.

Pada trailer yang sarat dengan efek, Oasis dipenuhi ikon budaya, termasuk The Iron Giant dan Freddy Krueger. Spielberg mengatakan bahwa reaksi pertamanya terhadap gagasan film ini adalah "mereka akan membutuhkan sutradara muda." Namun, bisa jadi di tangan Spielberg film ini dapat masuk genre film-film terkenal khas garapannya.

Hak atas foto 20th Century Fox

Widows

Jika ada sutradara yang bisa mengguncangkan genre kriminal, dia pasti Steve McQueen yang selalu inovatif. Lima tahun setelah memenangkan penghargaan Oscar sebagai sutradara terbaik dan film terbaik untuk 12 Years a Slave, dia kembali dengan sebuah film thriller kontemporer yang berlokasi di Chicago dan ditulis bersama Gillian Flynn (Gone Girl).

Viola Davis, Elizabeth Debicki, Michelle Rodriguez dan Cynthia Erivo berperan sebagai para janda yang disatukan karena kematian suami-suami mereka yang berutang uang kepada gembong kriminal. Widows menjanjikan keberanian film drama Shame sekaligus ketegangan Gone Girl.

Hak atas foto 20th Century Fox

Red Sparrow

Jennifer Lawrence menjelajah ke wilayah mata-mata ala Jason Bourne sebagai penari balet Rusia. Dengan nama samaran Red Sparrow, dia menjadi mata-mata seperti Mata Hari, yang dilatih untuk menggunakan tubuh dan pikiran melawan musuh-musuhnya.

Lawrence bergabung dengan beberapa aktor brilian, termasuk Charlotte Rampling, Jeremy Irons dan Joel Edgerton sebagai agen CIA yang mungkin mencoba untuk merayu Red Sparrow. Paling tidak, film popcorn ini akan membantu mengusir hantu film Lawrence sebelumnya dalam film Mother!

Francis Lawrence, yang mengarahkannya dalam beberapa film Hunger Games, sepertinya cocok untuk film ini yang judulnya bisa diplesetkan menjadi Katniss: The Dark Side.

Anda bisa membaca artikel ini dalam bahasa Inggris dengan judul Ten Films to watch in 2018 atau kunjungi laman BBC Culture.

Topik terkait

Berita terkait