Bagaimana jika kisah Ramayana terjadi di India masa kini?

Vasantha Yogananthan Hak atas foto Vasantha Yogananthan

Ramayana adalah sebuah puisi epik kuno yang terkenal di seluruh Asia. Fotografer Vasantha Yogananthan menuju India untuk memaknai kisah Ramayana pada zaman modern.

Fotografer Vasantha Yogananthan yang bermukim di Paris pertama kali menjumpai Ramayana dalam wujud buku komik saat kanak-kanak. Komik itu diberikan ayahnya yang berasal dari Sri Lanka.

"Perhatian saya ada pada gambarnya, karena dalam bahasa Inggris," katanya kepada BBC Culture.

"Saya lupa ceritanya sampai saya berkunjung ke India untuk pertama kalinya beberapa tahun yang lalu."

Ramayana menceritakan tentang Pangeran Rama, sosok legendaris yang ditakdirkan meraih kejayaan. Dia menikahi Putri Sinta yang cantik dan dari situ ceritanya berlanjut ke penculikan, penyekapan, pembunuhan, dan tragedi.

Mungkin karena Yogananthan mengenal Ramayana dalam bentuk buku komik sehingga dia bisa menangkap potensi kekuatan visual dalam kisah fantastis yang bermula dari puisi berbahasa Sansekerta dengan 24.000 bait.

Hak atas foto Vasantha Yogananthan

Dua bab pertama dari kisah ini - yang berfokus pada masa kecil Rama dan pernikahannya dengan Sinta - sekarang dipamerkan di pameran bertajuk 'Illuminating India' di Science Museum, London.

Pameran itu terdiri dari koleksi gambar yang mencakup foto-foto India dari abad ke-19 sampai sekarang, namun foto-foto karya Yogananthan sepertinya menggantung pada garis waktu.

"Saya ingin menemukan palet tertentu untuk proyek yang menggambarkan perasaan berlalunya waktu. Sebab (kisah Ramayana) ditulis kembali pada abad ke-4 SM dan ceritanya telah melintasi masa.

"Dalam beberapa tahun terakhir orang-orang bahkan telah menciptakan permainan video Ramayana, jadi cara khalayak menerima cerita berkembang seiring berjalannya waktu.

"Mengikuti gagasan itu, saya ingin agar gambar tidak terjebak dalam rentang waktu tertentu. Bila Anda melihat pertunjukan, akan sulit untuk mengetahui apakah gambar-gambar ini diambil dua tahun lalu atau 15 atau 50 tahun lalu. Itu adalah sesuatu yang ingin saya capai - untuk mengelabui pembaca."

Hak atas foto Vasantha Yogananthan

Banyak foto karya Yogananthan - terutama beberapa foto bagian akhir dalam serial ini - merupakan potret yang direkayasa.

"Asisten saya dan saya pergi mencari orang-orang yang sesuai dengan beberapa karakter, jadi seperti berjalan sebagai sutradara film. Anda memiliki naskah dan papan cerita dan Anda tahu bagian cerita yang ingin Anda ceritakan.

"Jelas kami menemukan orang-orang yang bukan aktor, mereka semua penduduk setempat. Kami mencoba hal yang berbeda dan karena mereka semua tahu ceritanya dengan baik, ini adalah proses yang sangat menyenangkan. Mereka sangat gembira dengan proses menciptakan sesuatu bersama-sama. "

Hak atas foto Vasantha Yogananthan

"Di sebagian besar wilayah pedesaan di India sulit untuk memotret seorang perempuan. Juga sangat sulit untuk memotret pasangan karena banyak alasan.

"Orang tidak ingin tetangga melihat mereka difoto oleh orang asing, jadi banyak orang mengatakan tidak. Kita akan menghabiskan sepanjang hari untuk berbicara dengan seorang wanita atau pasangan dan menceritakan tentang proyek ini.

"Misalnya, dalam satu foto ada pasangan di hutan, dan pasangan ini belum menikah. Mereka berpacaran diam-diam. Pengambilan gambar itu harus terjadi sangat cepat di luar desa. Di pedesaan masih tidak biasa melihat perempuan dan pria berduaan jika mereka belum menikah. "

Hak atas foto Vasantha Yogananthan

Foto ini diambil di bagian utara, di perbatasan antara India dan Nepal, lokasi festival yang merayakan pernikahan Rama dan Sinta setiap tahun. Puluhan ribu orang ikut serta dalam perayaan tersebut.

"Di daerah itu, perempuan India masih belum diijinkan berperan di teater. Jadi anak laki-laki memerankan perempuan. Nah, anak laki-laki ini sedang memerankan wanita muda.

"Cerita di balik gambar menunjukkan bahwa di daerah pedesaan ini para perempuan, sayangnya, masih harus tinggal di rumah. Sangat sulit bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan dan bisa melakukan banyak hal yang menurut kami di Dunia Barat adalah sesuatu yang normal."

Hak atas foto Vasantha Yogananthan

Seiring plot Ramayana semakin kelam karena peperangan dan tragedi, begitu juga foto-foto Yogananthan. Buku berikutnya yang akan diterbitkan akan menampilkan gambar yang seluruhnya diabadikan pada malam hari.

"Ini adalah buku di mana drama sesungguhnya dimulai, ini akan menjadi babak yang sangat berbeda sama sekali. Jauh lebih gelap.

"Pada akhir Ramayana, Rama berpikir bahwa Sinta telah diperkosa, jadi ada bagian dari cerita yang sangat menyedihkan dan sebenarnya banyak bercerita tentang isu yang merupakan pandangan yang sangat kontemporer.

"Banyak bagian cerita yang saya hubungkan dengan India modern dan apa yang sebenarnya terjadi di negara ini. Saya menggunakan sebagian ceritanya untuk mengembangkan Ramayana sedikit lebih jauh, untuk menguraikannya."

Hak atas foto Vasantha Yogananthan

Terlepas dari isu kontemporer yang diangkat oleh proyeknya, foto-foto Yoganantham tidak berusaha untuk membongkar kisah fantastis tersebut.

Sebagai gantinya, karyanya nampaknya mengenang kembali kisah Rama yang heroik dan istri tercintanya, menggabungkan sikap kompleks India modern dengan pesan cinta dan kebijaksanaan dalam kisah kuno.

Dandaka, bab selanjutnya, akan dirilis pada Mei 2018.

Anda bisa membaca versi bahasa Inggris dari artikel ini di The mythic landscape of modern India di BBC Culture

Berita terkait