Ada cara menemukan fosil kehidupan Mars

mars

Tidak seorang pun mengetahui apakah terdapat, atau pernah adanya kehidupan di Mars. Tetapi sekarang kita memiliki cara untuk mencari organisma Mars di dunia, demikian dilaporkan Peter Cumpson.

Salah satu pertanyaan paling menantang dalam ilmu pengetahuan adalah apakah ada atau pernah ada kehidupan di Mars, paling tidak dalam bentuk mikroba. Tetapi meskipun telah banyak hal dilakukan, termasuk misi orbit dan pesawat yang menganalisa batu dan tanah merah, sampai sejauh ini kita tidak dapat menemukannya.

Hak atas foto NASA/JPL
Image caption Kita baru meneliti sebagian kecil permukaan Mars.

Sekarang kita memiliki teknik baru yang dapat mengetahui jejak kehidupan mikroba masa lalu di meteorit dari Mars di Bumi. Kita mengetahui metode ini berjalan: kita telah menggunakannya untuk mengetahui jejak kehidupan kuno di batu basal Bumi untuk pertama kalinya. Dan yang terutama tentang hal ini adalah batu-batu ini sangat mirip dengan yang ditemukan di Mars.

Permukaan adalah kunci hal ini. Kita sepertinya hidup dalam tiga dimensi tetapi saya ingin menegaskan bahwa kita kebanyakan hidup dalam dua dimensi. Hampir semua objek yang kita lihat (kecuali kaca, sejumlah plastik dan beberapa kristal) adalah tidak tembus cahaya, jadi kita hanya dapat melihat dan berhubungan dengan permukaan.

Kehidupan adalah, dalam banyak hal, dipengaruhi permukaan.

Berbagai hal hidup pada permukaan gelas kopi di kantor saya di akhir minggu. Kadang-kdanga, saya menggosok (permukaan) untuk sedikit membersihkannya, tetapi saya memerlukan kain dengan permukaan tertentu untuk melakukannya. Pada kasus biologis dan kesehatan yang lebih khusus permukaan menjadi sangat penting.

Obat antibiotik dan anti jamur sebagian besar bekerja dengan merusak permukaan berbakteri atau jamur. NHS membelanjakan dana besar setiap tahun untuk mengganti kateter saat sejumlah hal hidip di permukannya. Daftarnya terus bertambah panjang. Tetapi yang jelas permukaan berpengaruh.

Sejumlah bentuk kehidupan permulaan di planet kita terpaksa membuat permukaannya sendiri agar bisa hidup. Dengan mengamati permukaan sejumlah contoh batu basal dari ratusan meter di bawah dasar Laut Pasifik, kita dapat menemukan komposisi organik di sekitar "terowongan" mikroskopik.

Hak atas foto Newcastle University
Image caption Batu kuno di Bumi berisi fosil mikroba.

Kita memandang terowongan pada batu berumur 220 juta tahun ditinggalkan jamur mirip jari, kemungkinan untuk menemukan nutrien atau perlindungan dari pemangsa. Hal yang sama ditemukan pada batu berusia 3,3 miliar tahun yang kemungkinan berarti bukti dari sjeumlah bukti kehidupan pertama di Bumi.

Penelitian mengisyaratkan permukaan buatan mikroba ini kemungkinan tempat yang baik untuk mulai menjadi kehidupan di tempat lain. Meskipun kita tidak begitu yakin sudah berapa lama biomolekul ini bertahan hidup, kita mengetahui sebagian sangatlah kuat.

Semakin jelas bahwa dengan melihat fosil, misalnya, molekul seperti melanin dapat bertahan selama ratusan juta tahun dan memberikan informasi tentang warna dinosaurus.

Karena itulah kemungkinan molekul yang lebih sederhana dan kuat daripada melanin seperti hopanes atau sterains, dapat bertahan di meteorit Mars, pecahan kecil batu yang melontar dari permukaan Mars ketika meteorit besar menumbuk Mars di masa lalu, dan kemudian melakukan perjalanan jauh dan acak, jatuh di permukaan Bumi.

Hak atas foto NASA/JPL-CalTech/Cornell University/Arizona State
Image caption Panorama permukaan Mars.

Kita baru mulai mengamati pecahan seperti ini. Kita tidak memerlukan terlalu banyak, hanya beberapa potong berukuran beberapa mm sebagai permulaan. Hanya inilah bagian dari Mars yang dapat kita lihat sekarang dan penyelidikan seksama permukaan hal ini kemungkinan akan mengungkap banyak hal.

Kita tidak tahu akan berapa lama hal ini perlu diteliti, ini adalah pekerjaan yang sulit dilakukan. Jika kita hanya mengamati permukaan ini dengan mikroskop kuat, kita kemungkinan akan melihat hal-hal yang ditinggalkan mikroba, tetapi sudah pasti terdapat juga penjelasan geologi dan kehidupannya.

Dan jika kita menaruh bagian dari meteorit Mars ke blender dan kemudian menganalisa dengan menggunakan metode analisa kimiawi konvensional, kita akan menemukan molekul kehidupan, tetapi ini kemungkinan juga campuran permukaan saat menumbuk bumi.

Kita kemudian berharap dapat secara meyakinkan dan tepat mengetahui lokasi molekul biologis, tanda kehidupan, di dalam benda yang sepertinya dibentuk kehidupan, seperti terowongan mikroba yang kita lihat di Bumi, misalnya. Jika biomolekul tersebut ada disana, dan bukan di tempat lain pada sampel, maka saya pikir kita berhasil mengetahuinya.

Hak atas foto NASA/JPL
Image caption Kemungkinan terdapat fosil mikroba pada batu Mars.

Teknik yang kita gunakan di antaranya adalah X-ray photoelectron spectroscopy (XPS) dan Secondary Ion Mass Spectrometry (SIMS) yang mengambil gambar kimia permukaan.

Hal ini berhasil dengan memusatkan elektron, ion (atom yang kehilangan elektron) atau sinar-X pada permukaan dan melihat partikel yang muncul setelah sinar ditembakkan.

Ini memungkinkan kita memetalah konsentrasi elemen dan molekul konsentrasi sangat rendah pada permukaan sampel, seringkali dalam skala puluhan atau ratusan nanometer, yang memberikan kita gambar dimana letak molekul tertentu.

Lebih dari masalah kehidupan di Mars, alat ini juga dapat membantu kita mengamati permukaan berbagai masalah kedokteran, fisika dan permesinan. Ini sangat membantu sebagian dari kita yang hidup dalam dua dimensi.

Peter Cumpson adalah profesor mechanical engineering di Newcastle University, Inggris.

Versi bahasa Inggris tulisan ini bisa Anda baca di There is a way to find fossils of Martian Life di BBC Earth.

Topik terkait

Berita terkait