Hewan-hewan dengan keturunan paling banyak

Hak atas foto Andy Rouse

Paling banyak, dalam satu siklus kehidupan, manusia bisa 'memproduksi' selusin anak. Namun, hewan lain bisa melahirkan jauh lebih banyak anak.

Di antara mamalia, kelinci adalah hewan yang terkenal paling sering beranak. Kelinci bahkan kerap dianggap sebagai simbol kesuburan karena dapat melahirkan anak dalam jumlah banyak.

Kondisi itu karena kelinci aktif secara seksual sejak berumur tiga hingga empat bulan. Betinanya bahkan bisa hamil lagi, langsung setelah melahirkan.

Alhasil, setiap musim kawin masing-masing kelinci betina produktif bisa melahirkan hingga tujuh ekor anak.

Namun, itu tetap bergantung pada musim. Di Eropa, kelinci hanya kawin di musim gugur dan musim panas, sehingga jumlah keturunannya terbatas. Sementara di Australia dan Selandia Baru, kelinci bisa kawin dan beranak sepanjang tahun.

Hak atas foto Stephen Dalton
Image caption Tikus rumah muda.

Sayangnya, kelinci dianggap sebagai hama di negara-negara itu. Namun, faktanya status sebagai hama ini ternyata juga terkait dengan kecendrungan kawin dan beranak yang tinggi, sehingga bisa digunakan untuk mencari tahu apa hewan yang paling subur di dunia.

Misalnya, di Australia tikus adalah wabah. Dengan makanan yang berlimpah dan kondisi lingkungan yang cocok, seekor ibu tikus rata-rata melahirkan enam anak setiap bulannya. Alhasil, jumlahnya bisa mencapai 2.700 ekor tikus per-hektar di tempat penimbunan gabah.

Jika jumlah itu belum Anda nilai ekstrim, mari kita lirik batu karang. Meski tidak kawin secara fisik, batu karang secara bersamaan melepas sperma dan sel telur untuk meningkatkan peluang memiliki keturunan.

Image caption Batu karang di lautan.

"Saya rasa belum ada orang yang pernah menghitung berupa jumlah telur yang dilepas setiap karang," ungkap Dr Mary Hagedorn dari Institut Biologi Smithsonian. "Jumlahnya bisa jutaan telur yang diproduksi oleh masing-masing karang."

Jutaan sel telur mungkin terdengar banyak sekali, tetapi hasil akhirnya tidak seperti yang dibayangkan. "Pola reproduksi karang adalah salah satu yang paling terbatas di dunia hewan," ungkap Hahedorn. Mayoritas karang memproduksi gamet jantan dan betina secara bersamaan, hanya selama dua hari setiap tahunnya.

Selain itu, kebanyakan keturunan mati muda. "Meskipun karang memproduksi banyak sel telur dan sperma, hasil akhirnya tetap sama dengan hewan lainnya; hanya dua keturunan yang bertahan hingga dewasa."

Di sisi lain lautan, seekor hewan raksasa yang pernah diklaim Guinnes World Records sebagai hewan-bertulang-punggung paling subur di dunia, ikan matahari, sedang berenang.

Image caption Mola-mola memproduksi jutaan telur.

Nama latin ikan ini adalah Mola-mola. Panjangnya dari mulut hingga ke ekor bisa mencapai tiga meter. Beratnya hingga dua ton. Kerap dikenal sebagai 'kepala yang berenang' karena badan hewan ini sangat besar sementara siripnya kecil, Mola-mola kerap ditemukan dekat ke permukaan air, berjemur mencari sinar matahari.

Mola-mola adalah juaranya pemproduksi telur. Dalam sekali proses, betinanya bisa mengeluarkan sekitar 300 juta telur ke air. Di perairan Jepang, mereka biasanya menebar telur pada bulan Agustus hingga Oktober.

"Ikan mola-mola dewasa adalah hewan soliter. Mereka senang sendirian di lautan. Alhasil, mencari pasangan adalah hal yang sulit. Jadi, memproduksi banyak telur bisa menaikkan peluang pembuahan dari sejumlah pejantan," ujar Dr David Sims dari Asosiasi Biologi Laut, Inggris.

Sama seperti karang, hanya beberapa saja dari telur itu yang terus hidup dan tumbuh menjadi Mola-mola dewasa. Seandainya tidak, lautan akan dipenuhi ikan Mola-mola raksasa ini. "Kami meyakini mereka memproduksi banyak telur karena kemungkinan untuk dibuahi sedikit," tutur Sims.

Tampaknya kita sekarang harus melihat ke hewan-hewan yang lebih kecil untuk mencari tahu hewan apa yang tingkat reproduksinya tinggi.

Image caption Ikan Mola-mola

Kutu kol dikenal oleh para petani sebagai pengganggu.

Pada musim semi, serangga betina menelurkan lima sampai sepuluh keturunan setiap harinya. Ini berlanjut hingga musim panas dimana keturunan-keturunan tersebut, yang telah memiliki sayap, kemudian menjangkau wilayah yang lebih luas.

Jika dilihat dengan menggunakan mikroskop, anak betina dari kutu kol ternyata sudah mengandung embrio generasi selanjutnya. Jadi, ini seperti boneka Rusia.

Dr. Richard Harrington dari lembaga Survei Serangga Rothamsted mengungkapkan seekor kutu kol, dalam setahun, bisa menghasilkan keturunan yang jumlahnya dapat menutup permukaan bumi. Namun, faktanya angka kematian serangga ini cukup tinggi karena mereka menjadi mangsa burung.

Namun, ada serangga yang menghabiskan seluruh hidupnya untuk bereproduksi. Ratu-ratu pada koloni semut punya semut pekerja untuk melakukan berbagai hal untuk mereka, sehingga mereka bisa fokus untuk bereproduksi.

Hak atas foto Alex Wild/Visuals Unlimited, Inc
Image caption Semut Argentina pekerja (kiri), dan ratunya (kanan)

Bahkan koloni semut Afrika bisa menghasilkan tiga hingga empat juta telur setiap bulannya.

"Meskipun begitu, ternyata banyak koloni semut yang punya banyak ratu," kata Thomas O'Shea-Wheller dari Universitas Bristol.

Misalnya, semut Argentina yang punya ribuan ratu. Ini berarti jumlah populasi mereka benar-benar spektakuler. Jika semut-semut dibentangkan, panjangnya bisa mencapai 6.000km, atau sama dengan panjang bibir pantai laut mediterania.

Anda bisa membaca artikel ini dalam bahasa Inggris One Animal has more babies than any other di BBC Earth.

Topik terkait

Berita terkait