Laba-laba heroik yang rela memberikan nyawanya untuk menyelamatkan laba-laba lain

Laba-laba Manogea porracea jantan. Hak atas foto Rafael Rios Maura
Image caption Laba-laba Manogea porracea jantan hidup di Brasil.

Hidup itu luar biasa berat bagi laba-laba Manogea porracea betina. Habitat mereka di hutan begitu padat dengan predator sampai-sampai banyak dari mereka yang mati melindungi telurt-telur sebelum siap menetas.

Meski begitu, tak berarti bahwa anak laba-laba harus bertahan hidup tanpa mendapat perlindungan, karena ayah mereka kemudian mengambil peran orangtua tersebut.

Mungkin ini terdengar tak istimewa, namun sebenarnya temuan ini cukup luar biasa. Ada ribuan spesies laba-laba orb-weaver, namun M. porracea unik karena mereka berbagi tugas sebagai orangtua.

Hak atas foto Alamy
Image caption Laba-laba lynx (Oxyopes schenkeli) betina memakan pasangannya.

Laba-laba orb-weaver biasanya mengikuti peran gender yang relatif tergariskan jelas. Laba-laba muda, baik jantan dan betina, akan memintal sarang, namun saat mereka matang secara seksual, laba-laba jantan berhenti membuat sarang dan mulai bepergian.

"Laba-laba jantan mulai berpindah-pindah untuk mencari kesempatan berkembang biak," kata Rafael Rios Moura di Universitas Federal Uberlândia di Minas Gerais, Brasil.

"Biasanya mereka tertarik pada jaring dari betina yang menerima dan kawin dengan bergetar setelah menginvasi sarang si betina."

Setelah kawin, si jantan kemudian pindah lagi untuk mencari pasangan baru - dengan asumsi bahwa dia belum dibunuh atau dimakan oleh laba-laba betina saat proses pembuahan.

"Pada akhirnya jantan dari sebagian besar spesies akan dimakan," kata Moura. Bahkan sebagian spesies jantan sengaja mengorbankan diri untuk menyediakan nutrisi tambahan bagi laba-laba betina sebelum si betina menjalankan tugas melindungi telur-telurnya.

Namun M. porracea jantan tak mengikuti aturan ini.

Hak atas foto Rafael Rios Moura
Image caption Manogea porracea jantan dan betina di sarang mereka dengan kantung telur.

Setelah si jantan menemukan dan kawin dengan laba-laba betina, dia akan berada di sekitar situ.

Laba-laba betina membangun sarangnya secara horizontal, dan bukan vertikal - dan untuk menguatkan komitmennya, laba-laba jantan membangun sarang horizontalnya sendiri hanya beberapa centimeter di atas sarang si betina.

Laba-laba betina kemudian memintal kantung telur di ruang antara dua sarang tersebut, seperti isi roti.

Perilaku laba-laba orb-weaver jantan seperti ini tak pernah terdengar.

Moura dan koleganya mempelajari laba-laba sepanjang musim kawin untuk mengetahui alasan laba-laba jantan berlaku aneh. "Untungnya kami menemukan populasi yang cukup banyak dekat universitas," katanya.

Hasil penelitian mereka yang diterbitkan di jurnal Animal Behaviour menunjukkan beberapa kejutan.

Hak atas foto Rafael Rios Moura
Image caption Manogea porracea betina di sarangnya.

Pada awal musim kawin, ada jumlah yang kurang lebih seimbang antara laba-laba jantan dan betina. Namun, setelah beberapa minggu, jumlah laba-laba betina menurun, sementara jumlah laba-laba jantan relatif stabil.

Lagi-lagi, ini tak pernah terjadi di antara laba-laba orb-weaver lainnya. "Laba-laba betina biasanya hidup lebih lama daripada jantannya," kata Moura.

"Bahkan, saya tidak tahu ada contoh kasus laba-laba jantan hidup lebih lama daripada betina, selain M. porracea."

Moura dan koleganya bereksperimen dengan menghilangkan laba-laba jantan, betina, atau keduanya dari sarang dengan kantung telur, untuk melihat bagaimana efek laba-laba dewasa terhadap keberlangsungan hidup telur.

Tak mengejutkan, peluang hidup telur meningkat pesat pada sarang di mana terdapat laba-laba betina, namun laba-laba jantan juga mendorong peluang hidup.

Telur di sarang yang dijaga oleh laba-laba jantan akan lebih mungkin bertahan hidup dan menetas daripada di sarang yang kosong.

Hak atas foto Alex Hyde/naturepl.com
Image caption Laba-laba orb-weaver jenis four-spot (Araneus quadratus) jantan dan betina.

Hal ini menunjukkan bahwa laba-laba M. porracea jantan memainkan peran aktif dalam perlindungan telur, jika laba-laba betina terbunuh atau jatuh dari sarang.

Beberapa eksperimen di laboratorium membenarkan temuan tersebut. Ilmuwan menemukan bahwa saat laba-laba jantan ditinggal sendiri di sarang dengan kantung telur, maka mereka akan melakukan serangan agresif terhadap predator pemangsa telur yang mendekati - meski serangan-serangan ini bisa membuat mereka terbunuh.

"Jumlah sarang yang dijaga laba-laba jantan meningkat dengan cepat pada musim kawin," kata Moura.

Hak atas foto Rafael Rios Moura)
Image caption Laba-laba jantan dengan laba-laba muda dan kantung telur.

Jika digabungkan, temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa laba-laba ini bereproduksi dengan cara unik.

Laba-laba dewasa kawin dan yang betina bertelur, dan laba-laba jantan memutuskan untuk berada di sekitarnya - mungkin karena insting mereka memberi tahu bahwa laba-laba betina tak akan bertahan hidup cukup lama untuk menjaga telurnya. Dan jika laba-laba betina menghilang, maka laba-laba jantan akan mengambil tanggung jawab tunggal menjaga telur, mempertahankannya dengan nyawanya atau sampai telur menetas.

Hak atas foto Edwin Giesbers/naturepl.com
Image caption Laba-laba orb-weaver betina jenis northern golden (Nephila pilipes).

Hasil penelitian tersebut tampak meyakinkan, kata Linda Rayor dari Cornell University di Ithaca, New York.

"Saya rasa mereka menampilkan bukti yang cukup baik yang menunjukkan bahwa kehadiran laba-laba jantan adalah hal yang positif bagi peluang hidup telur," katanya. "Yang menarik dalam perilaku ini adalah begitu sangat jarangnya ini ditemukan di laba-laba, atau bahkan arachnid secara umum."

Rayor melihat sendiri laba-laba M. porracea saat mengunjungi universitas Moura pada 2015.

Menurutnya, lokasi sarang, hanya beberapa centimeter di atas sampah dedaunan dari hutan yang lebat, mungkin membantu membentuk perilaku aneh laba-laba ini. "Saya tidak tahu apakah karena sampah daun atau karena sesuatu di Brasil, tapi ada predator dalam jumlah yang luar biasa."

Sekelompok laba-laba predator bernama mimetid mungkin menjadi problem yang khusus.

Hak atas foto Stephen Dalton/naturepl.com
Image caption Laba-laba bajak laut (Ero sp., kanan) memburu laba-laba uang (Linyphiidae, kiri).

"Mereka disebut laba-laba bajak laut, laba-laba predator yang sangat serius," kata Rayor.

"Semua orang tahu laba-laba ini menyerang laba-laba lain, tapi saya merasa bahwa Anda tak bisa melihat laba-laba ini dalam jumlah banyak. Namun dalam lingkungan seperti ini, laba-laba ini sangat umum."

Laba-laba preator ini tampaknya sengaja menyasar laba-laba M. porracea betina. Mungkin ukuran laba-laba betina tersebut yang besar adalah faktornya, atau mungkin karena tubuh betina memiliki konsentrat gizi dalam jumlah yang besar; contohnya Moura dan koleganya meneliti apakah laba-laba betina memiliki simpanan lemak yang lebih besar daripada laba-laba jantan.

Terlepas dari itu, situasinya memaksa laba-laba jantan untuk membunuh keinginan mereka berjalan-jalan, seperti layaknya laba-laba lain, dan lebih memilih untuk berdiam demi melindungi telur-telurnya.

"Pentingnya perilaku jantan ini bagi keberlangsungan hidup laba-laba sangat mengesankan," kata Moura. "Ini adalah kejutan."

Versi bahasa Inggris tulisan ini bisa Anda baca di One heroic spider gave his life to save the lives of others di laman BBC Earth

Topik terkait

Berita terkait