Pulau ganjil di Indonesia, tempat pertemuan monyet dan hewan berkantung

Sulawesi Hak atas foto Vivien Mary Cumming

Di sebuah tempat yang khusus, di Sulawesi, hewan-hewan jenis marsupial atau hewan berkantung dari Australia dan berjenis-jenis monyet dari Asia hidup berdampingan -sesuatu yang tak terjadi di belahan dunia lain.

Sulawesi adalah pulau besar Indonesia yang tak banyak terdengar di masyarakat internasional. Dalam isu lingkungan hidup, orang lebih banyak membicarakan dua pulau besar yang mengapitnya, Kalimantan dan Papua, kendati di Sulawesi juga terdapat atraksi turis populer seperti Bunaken, dan gua-gua dengan lukisan purba.

Hak atas foto Vivien Mary Cumming
Image caption Sungai yang mengalir membelah hutan tropis Sulawesi.

Pulau ini tak memiliki keragaman hayati seperti Kalimantan. Namun di Sulawesi terdapat kehidupan binatang yang paling tak lazim di muka bumi. Lebih dari itu, fauna dalam jenis yang sangat kontras di pulau ini membuka jalan bagi penemuan-penemuan ilmiah terbesar sepanjang masa.

Hak atas foto Vivien Mary Cumming
Image caption Hutan rimba dan pegunungan Kalimantan yang penuh keragaman hayati.

Sulawesi adalah pulau terbesar di kawasan 'Wallacea,' sebentang wilayah yang dinamai berdasar ahli alam Alfred Russel Wallace, yang melakukan eksplorasi pada tahun 1850an. Wallace termasyhur untuk penemuannya atas evolusi berdasar seleksi alam yang mandiri dari teori Charles Darwin.

Hak atas foto Vivien Mary Cumming
Image caption Hutan-hutan rawa yang unik di pulau Buton, dekat Sulawesi.

Wallacea adalah sebuah sona transisi antara alam liar Asia di barat dan Australia di timur. Zona itu dibatasi oleh garis Wallace di barat dan Garis Lydekker di timur. Lydekker adalah seorang naturalis Inggris lain.

Kedua naturalis ini menarik garis-garis itu karena pulau-pulau di seberang garis-garis itu dihuni oleh berjenis unggas dan binatang memamah biak atau mamalia yang sangat berbeda.

Hak atas foto Vivien Mary Cumming
Image caption Seekor orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) yang makin lama makin terancam.

Pulau-pulau di barat Garis Wallace, seperti Kalimantan, memiliki mamalia yang mirip dengan yang ada di Asia Timur. Antara lain harimau, badak, dan kera. Ketinggian laut lebih rendah saat zaman es, karenanya sejumlah pulau terhubungkan ke daratan Asia dengan jembatan-jembatan darat.

Hak atas foto Vivien Mary Cumming
Image caption Sungai-sungai jernih yang membelah gunung-gunung Kalimantan.

Pada sisi lain, kepulauan sebelah timur Garis Lydekker sebagian besar dihuni hewan mamalia berkantung dan burung-burung yang mirip dengan satwa di Australia. Pada masa tingkat air laut rendah, pulau-pulau ini terhubung dengan Australia melalui jembatan darat.

Hak atas foto Vivien Mary Cumming
Image caption Sebagian hutan tropis dataran rendah Sulawesi yang merupakan salah satu yang terluas dalam jenisnya di dunia.

Di antara garis-garis itu terletak Sulawesi dan kawasan Wallacea yang dihuni oleh campuran berbagai binatang dari kedua kawasan. Pulau-pulau di Wallacea adalah satu-satunya kepulauan di dunia ini yang di dalamnya bangsa monyet dan hewan berkantung hidup secara berdampingan.

Hak atas foto Vivien Mary Cumming
Image caption Kera Muna-Buton (Macaca ochreata brunnescens) di Pulau Buton.

Wallacea terkucil oleh palung samudera yang dalam, sehingga hanya hewan yang bisa berenang atau terbang cukup jauh yang bisa mencapainya. Itu berarti bahwa pulau-pulau di Wallacea memiliki mamalia tanah dan burung tanah yang lebih sedikit dibanding pulau-pulau sekitarnya. Tetapi banyak burung, reptil, dan spesies serangga menyeberangi laut dalam dengan terbang atau berenang.

Hak atas foto Vivien Mary Cumming
Image caption Kupu-kupu, seperti jenis harimau putih (Danaus melanippus) ini, sangat pantai menyebar dari pulau ke pulau.

Kawasan itu merupakan saah satu yang memiliki keragaman hayati terkaya di dunia, sebagian karena terdiri dari berbagai pulau tempat berbagai spesies berevolusi dalam keterpencilan.

Hak atas foto Vivien Mary Cumming
Image caption Seekor katak terbang (Rhacophorus edentulus) Sulawesi.

Ini berarti, kawasan itu memiliki banyak 'spesies endemik': spesies yang unik dan hanya ada di pulau atau kawasan tertentu, dan tak ditemukan di tempat lain di dunia ini.

Hak atas foto Vivien Mary Cumming
Image caption Seekor laba-laba penenun jaring sutera emas (Nephila pilipes)

Sulawesi adalah tempat yang menakjubkan untuk menyaksikan alam liar, karena kita menyadari bahwa hewan-hewan yang kita lihat hanya bisa ditemukan di sana. Ada katak hijau cemerlang, dan kodok kulit tebal, burung-burung yang membangunkan hutan dengan paduan suara menyegarkan, serangga di setiap sudut dan celah, dan primata dan hewan berkantung atau marsupial -sesuatu yang tak ditemukan di tempat lain di dunia ini.

Hak atas foto Vivien Mary Cumming
Image caption Seekor kodok Sulawesi (Ingerophrynus celebensis).

Spesies paling menarik di Sulawesi adalah hewan berkantung yang disebut kuskus. Marsupial atau hewan berkantung biasanya dianggap merupakan spesies khusus Australia dan Amerika Selatan, tetapi ini adalah kekecualian. Mereka adalah satu-satunya marsupial di Asia dan merupakan bangsa bajing paling primitif di dunia.

Hak atas foto Vivien Mary Cumming
Image caption Kuskus beruang (Ailurops ursinus) Sulawesi adalah seekor marsupial atau hewan berkantung.

Di Sulawesi terdapat dua spesies: kuskus beruang dan kuskus kerdil. Mereka hidup di bagian atas kanopi hutan, menyantap dedaunan, bersama berbagai monyet dan tarsius, sejenis primata Asia.

Hak atas foto Vivien Mary Cumming
Image caption Seekor tarsius timur (Tarsius tarsier), merupakan primata malam yang unik.

Tidak ada tempat seperti ini di muka bumi. Bagi para naturalis yang mengunjungi Sulawesi dan Wallacea, perpaduan ganjil hewan-hewan ini mengisyaratkan sejarah yang panjang dan ganjil. Teori evolusi oleh seleksi alam, bersama dengan gagasan endemisme pulau, kemudian memasok berbagai penjelasan.

Hak atas foto Vivien Mary Cumming
Image caption Penampakan bintang-bintang dari rimba lebat Sulawesi.

Kawasan itu aslinya hampir sepenuhnya hutan, namun sekarang ini sebagian hutan telah ditebangi dan banyak spesies endemik langka pulau itu telah punah.

Sulawesi memiliki salah satu hutan tropis dataran rendah paling besar di seluruh dunia, dan sebagian belum dieksplorasi. Sebagian dari spesies-spesiesnya yang unik bisa punah sebelum pernah ditemukan orang.


Versi bahasa Inggris tulisan ini bisa Anda baca di The strange Asian island where Monkeys and Marsupials meet di laman BBC Earth

Topik terkait

Berita terkait