Lupakan Dubai, orang Inggris bangun pulau buatan sejak 5.000 tahun lalu

Kepulauan Palm Jumeirah buatan Dubai Hak atas foto Preston Schlebusch
Image caption Kepulauan Palm Jumeirah buatan Dubai mungkin terlihat luar biasa, tapi Skotlandia sudah lebih dulu membangun pukau buatan 5.000 tahun lebih awal.

Dubai punya Palm Jumeirah; Bahrain punya Kepulauan Amwai. Namun pulau buatan manusia bukanlah sebuah tren baru. Ribuan tahun sebelum berbagai bangsa mulai membuat pulau buatan, orang-orang prasejarah di Inggris sudah melakukan hal yang sama.

Dikenal dengan nama 'crannog' dan dibangun di atas danau atau loch, pulau buatan ini bisa berasal dari 5.000 tahun lalu. Meski ada konstruksi serupa di Alpen Eropa — yang dibangun di atas lahan yang kemudian dibanjiri air pada abad-abad berikutnya — namun crannog selalu dimaksudkan menjadi pulau buatan.

Beberapa pulau-pulau buatan ini disokong oleh tiang yang didorong ke dasar danau, dan sebagian memiliki rumah bulat di atasnya. Bentuk yang paling populer atau banyak dikenal adalah rumah panggung bundar.

Dan ini hanya ada di Skotlandia dan Irlandia. Di Skotlandia, ada 350 yang ditemukan, meski jumlah sebenarnya bisa jauh lebih banyak.

Terlepas dari jumlah crannog yang banyak, arkeolog mengatakan bahwa menemukan satu saja sama halnya dengan menemukan peti harta karun.

Alasannya, karena sebagian besar hunian prasejarah ini kini sepenuhnya berada di bawah air, mereka berada dalam kondisi yang lebih terawat daripada ketika mereka ditemukan di daratan — bahkan kadang masih memiliki tanaman pakis yang menutupi lantai.

"Ini sangat menarik," kata Nick Dixon, direktur dan pendiri Scottish Trust for Underwater Archaeology, yang bersama Barrie Andrian memimpin ekskavasi crannog Oakbank di Loch Tay di Kenmore, Skotlandia.

"Anda berbaring di lantai rumah sesorang dari Zaman Besi setelah 2.500 tahun; ada pakis yang masih bisa diidentifikasi."

Hak atas foto Helena Smith
Image caption Banyak danau-danau Skotlandia lain yang menyimpan sisa-sisa belasan crannog atau lebih di bawah permukaannya, dan sebagian besar berasal dari era yang sama — antara abad 5 atau 2 SM.

Penggalian Oakbank yang terjadi sejak 1890 adalah penggalian crannog bawah laut pertama di Skotlandia. Dan sampai sekarang, proses ini baru separuhnya.

Salah satu alasan butuh waktu sangat lama untuk menggalinya berasal dari masalah yang ingin dimiliki oleh seorang arkeolog.

Dari kayu crannog sampai piring kayu dan bahkan biji-bijian yang dimakan, situs itu kini adalah tumpukan material setinggi tiga meter yang luas ukurannya bisa mencapai 991 meter kubik, dan semuanya harus digali oleh penyelam.

"Ada kekayaan informasi di bawah sana, dan potensi untuk menulis ulang prasejarah — dan sejarah — sangat besar," kata Andrian.

Oakbank bukan satu-satunya. Ini baru satu dari 18 crannog yang diteliti di Loch Tay atau Danau Tay yang panjangnya mencapai 20 km.

Namun Loch Tay tidak istimewa. Banyak danau-danau Skotlandia lain yang menyimpan sisa-sisa belasan crannog atau lebih di bawah permukaannya, dan sebagian besar berasal dari era yang sama — antara abad 5 atau 2 SM.

Jumlah crannog ini sangat luar biasa karena membangunnya bukanlah perkara gampang. Dixon dan Andrian tahu itu karena mereka melakukannya sendiri, mereka-ulang satu-satunya crannog prasejarah Skotlandia di Scottish Crannog Centre.

Hak atas foto Lukasphoto
Image caption Ada 18 crannog yang diteliti di Loch Tay, dan ini adalah rekonstruksi dari Scottish Crannog Centre.

Terletak sedikit lebih jauh dari lokasi penggalian Oakbank di Loch Tay, upaya rekonstruksi itu membangun ulang crannog asli melalui gambar-gambar serta temuan yang mereka dapatkan dari penggalian.

Dan jika mereka belum menemukan bukti — contohnya, atap — mereka harus mengandalkan sumber dari luar dan bereksperimen untuk melihat cara yang tepat.

Ada satu perbedaan utama dari crannog yang asli: agar pulau buatan itu bisa dijangkau oleh pengunjung, maka ada jembatan kecil menuju hunian tersebut dari pinggir pantai. Selain itu, Andrian dan Dixon berusaha untuk tetap mengikuti struktur asli bangunan tersebut.

Meski begitu, penting untuk dicatat, seperti dikatakan peneliti seperti Graeme Cavers dari AOC Archaeology, bahwa kalaupun rekonstruksi tersebut akurat, hal ini hanya menunjukkan crannog dalam satu titik sejarah saja.

Sebagian besar crannog, termasuk Oakbank, sering digunakan ulang atau tidak digunakan dalam 2.500 tahun ke depan. Satu contohnya ada di seberang lokasi crannog yang dibangun ulang di Loch Tay: Pulau Priory, yang digunakan ulang pada abad 12 sebagai biara dan kini merupakan hutan.

Luar biasa betapa nyamannya sebuah crannog.

Meski dari luar terlihat kecil, di dalam, struktur itu seperti membuka.

Andrian dan Dixon memperkirakan bahwa sekitar 20 orang atau lebih, kemungkinan keluarga besar, akan tinggal dalam crannog seukuran itu.

Atapnya terbuat dari tanaman kering. Pakis di lantai menjadi versi prasejarah untuk karpet tebal. Bulu-bulu disampirkan di kursi yang rendah, dan perapian di tengah ruangan akan memberikan kehangatan dan cahaya.

Hak atas foto Dennis K. Johnson
Image caption Crannog yang direka ulang di Craggaunowen Project, di Irlandia.

Tak ada besi di keseluruhan struktur yang dibangun ulang tersebut, artinya tak ada paku, baut, engsel atau kabel. Semuanya dibuat dari materi organik dan kayu.

Karena ini hari yang cerah, maka keuntungan lain dari crannog menjadi tak terlalu jelas: desainnya ideal untuk iklim Skotlandia.

Bentuk atapnya yang kerucut itu aerodimanis, dan karena struktur bangunannya terbuat dari kayu, maka keseluruhan bangunan tersebut bergerak dan fleksibel, fitur penting untuk area yang kecepatan anginnya bisa mencapai 160km per jam dan ada hantaman ombak dari danau.

Membangun hunian seperti itu membutuhkan kemampuan tingkat tinggi selain juga sumber daya tak terbatas.

Rekonstruksi tersebut membutuhkan cukup banyak pohon untuk menghasilkan 168 lembar kayu yang ditumpuk di dasar danau, belum lagi untuk struktur di atasnya.

"Persoalan pertama kami sadari cukup cepat, bahwa kami membutuhkan bahan mentah; di mana Anda bisa mendapat pohon yang lurus dan bagus? Jika Anda melihat di sekitar sini, ada banyak pohon yang lurus dan bagus — pohon alder," kata Dixon, menunjukkan kawasan hutan yang lebat di sekitar danau.

"Dan itulah yang digunakan orang-orang. Maka kami sadar untuk menebang pohon-pohon ini di musim dingin, dan mulai membangun di musim semi. Jika Anda kehabisan, maka Anda tidak akan menebang pohon di musim panas. Dan ini sudah ada buktinya dari situs-situs lain."

Sulit untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan bagi orang di masa prasejarah untuk membangun crannog mereka.

Di satu sisi, mereka menebang pohon dengan kapak tembaga yang mudah tumpul; di sisi lain, mereka pasti sudah mengasah kemampuan menebang sejak masa kanak-kanak.

Meski begitu, ini tidak menjadi masalah. "Yang harus diingat bahwa pola pikir mereka jutaan kilometer jauhnya dari cara kita berpikir, karena mereka tidak melihat jam; mereka mengikuti musim," kata Dixon.

"Tak ada yang akan datang dan bilang, 'Oh, sekarang sudah jam 10'. Tapi pasti mereka butuh waktu yang lama."

Dan pertanyaannya kemudian adalah: kenapa mereka susah-susah membangun crannog?

Jika dilihat dari jumlah serta keragaman crannog, peneliti mengatakan bahwa tidak ada satu jawaban yang pasti.

Hak atas foto The Scottish Crannog Centre
Image caption Meski dari luar terlihat kecil, di dalam, struktur itu seperti membuka.

Namun karena semua crannog terlepas dari daratan — kadang dengan gerbang atau dengan pembatas lain di sisi lain — sebagian besar peneliti yakin bahwa pulau buatan ini adalah semacam benteng pertahanan, meski jarang dipakai dalam peperangan.

Salah satu alasan utama crannog tidak digunakan untuk alasan militer adalah lokasi mereka yang sangat jelas terlihat.

"Tak ada yang bersembunyi di sini," kata Dixon. "Jika Anda pergi sekitar 16km ke danau dari jalan, Anda bisa melihat ke bawah dan melihatnya di hari yang cerah. Jadi tidak ada yang bersembunyi. Mereka mengatakan, 'Kami adalah orang-orang yang tinggal di sini. Mau perang dengan kami?'"

Dengan cara yang sama, crannog mungkin mirip dengan benteng bukit yang misterius di Wales, yang tampaknya berasal dari era yang sama.

Mereka dibangun untuk berjaga-jaga dari serangan, tapi hanya tampak seperti pertahanan dari serangan. Atau dengan kata lain, untuk membuat orang terkesan.

Crannog "mewakili jejak yang sangat jelas terlihat dalam lansekap, jelas-jelas dirancang untuk membuatnya terlihat tak dapat ditembus tapi juga membuat suatu pernyataan dengan kehadirannya," tulis Cavers dalam penelitiannya, "Crannogs as buildings: The evolution of interpretation 1882-2011".

Dan bukan hanya crannog: "Pada akhir milenium SM pertama, arsitektur domestik menjadi investasi utama dalam masyarakat bertani, dan menjadi kontras dengan makam masyarakat yang monumental atau lingkaran bebatuan pada abad-abad awal."

Namun jika gagasan ini benar, maka muncul pertanyaan kenapa orang mulai memberi perhatian lebih pada pertahanan atau status pada masa ini.

Di Loch Tay, dari 13 crannog yang sudah diteliti jejak karbonnya, ada sembilan yang berasal dari periode yang sama seperti Oakbank. Empat lainnya berasal dari 2.400 dan 1.800 tahun lalu.

Dan kedua era tersebut — satu di pertengahan milenium SM pertama dan yang kedua di akhir milenium — menunjukkan tren yang sama di seluruh Skotlandia.

Hak atas foto Science Photo Library
Image caption Tak seperti crannog di Loch Tay, hunian yang direka ulang di Craggaunowen Project di Irlandia adalah pulau buatan dengan beberapa rumah.

Sebagian, ini berasal dari alasan yang sama yang menyebabkan lonjakan jumlah benteng bukit di Welsh pada periode yang sama: penurunan kondisi iklim.

Pada 536 SM, ada bencana yang tercatat dengan baik — kemungkinan disebabkan oleh satu atau dua letusan gunung api, atau mungkin serangkaian dampak tumbukan komet — yang menyelimuti Belahan Bumi Utara dengan kabut abu.

Panen pun gagal dan cuaca menjadi lebih dingin dan basah. Setelah letusan gunung api lain di sekitar 210 SM, ketika kabut abu kembali muncul, iklim pun memburuk lagi.

Seperti sudah dibahas oleh beberapa peneliti, di antaranya Mike Baillie dan David Brown, peristiwa-peristiwa ini paralel dengan peningkatan pembangunan crannog di Irlandia dan Skotlandia.

"Pada daerah seperti ini, bahkan perubahan suhu beberapa derajat membuat orang harus pindah turun dari tanah-tanah tinggi," tempat di mana potongan batu dan lingkaran batu menunjukkan adanya permukiman awal, kata Dixon.

Di Loch Tay saja, dia menambahkan, "Kami memperkirakan 500 orang turun ke bawah ke sisi danau. Karena tekanan pada dataran, orang menjadi lebih defensif. Dan crannog ini adalah permukiman yang defensif."

Andrian dan Dixon berharap penggalian Oakbank yang terus berlanjut akan memberikan gambaran yang lebih jelas.

Namun karena pusat penelitian dan penggalian ini dibiayai sendiri, maka mereka sangat terbatas akan aktivitas yang bisa dilakukan — terutama untuk memperluas aktivitas serupa di situs-situs lain di danau.

"Sangat mengesalkan ketika kami tidak bisa masuk dan melakukan lebih banyak dan melatih lebih banyak orang untuk teribat dan melanjutkan penelitian," kata Andrian. "Dengan banyaknya crannog di danau ini, ada banyak sekali jawaban yang menunggu untuk diungkap."

Versi bahasa Inggris tulisan ini bisa Anda baca diForget Dubai, Brits were building islands 5,000 years ago di BBC Earth