Tambang tembaga kuno yang digali oleh anak-anak

Tebing yang mencuat di Llandudno, Wales Hak atas foto Neil Setchfield
Image caption Tebing yang mencuat di Llandudno, Wales menyimpan rahasia yang sudah tersembunyi dan terkubur selama ribuan tahun.

Ribuan tahun sebelum Revolusi Industri, orang-orang sudah menambang logam dalam skala industri.

Dari puncak Great Orme, pemandangannya terlihat damai dan juga memukau - perbukitan hijau dan lahan peternakan sepanjang mata memandang sampai Laut Irlandia yang biru.

Namun tebing yang mencuat di Llandudno, Wales menyimpan rahasia yang sudah tersembunyi dan terkubur selama ribuan tahun.

Ada terowongan sepanjang 8km di bawah bukit tersebut. Terowongan tersebut tersebar di sembilan tingkat yang berbeda dan mencapai kedalaman 70m, sebagian dari terowongan itu sangat sempit sampai-sampai hanya bisa dimasuki oleh anak-anak.

Ini adalah terowongan dari tambang tembaga yang pertama digali pada 3.800 tahun lalu; dan dalam beberapa abad, menjadi yang terbesar di Inggris.

"Pada 1980an dan 1990an, dari sama sekali tidak ditemukan tambang Zaman Perunggu diketahui ada di Inggris sampai kemudian, tiba-tiba, ada banyak sekali tambang-tambang kecil yang ditemukan," kata Alan Williams dari Departemen Arkeologi di University of Liverpool, Inggris.

"Dan bintangnya adalah Great Orme, yang tumbuh menjadi tambang yang lebih besar daripada tambang lain dan bahkan menjadi salah satu yang terbesar di Eropa. Ini adalah Stonehenge-nya tambang tembaga."

Riset PhD Williams berfokus soal Great Orme. Tahun lalu, analisis Williams terhadap tambang tembaga itu - yang dipresentasikannya di Konferensi Internasional Eropa untuk Arkeometalurgi 2015 dan akan diterbitkan dalam jurnal ilmiah - sudah membenarkan bahwa tambang tersebut menghasilkan begitu banyak bijih tembaga dengan kualitas tinggi untuk membuat perunggu, dan hasilnya bisa sampai ke Prancis, Belanda dan mungkin Denmark.

Dalam proses yang disebutnya sebagai "latihan mirip CSI", Williams menemukan bahwa tembaga dari Great Orme cocok dengan artefak perunggu yang ditemukan di barat laut Eropa. Untuk membuktikan ini, dia memeriksa dua variabel "sidik jari" tembaga: elemen jejak bijih tembaga dan rasio perbedaan isotop timah.

"Anda bisa mengatakan bahwa ada masa keemasan bagi Zaman Perunggu di Great Orme, ketika mereka menyuplai sebagian besar bijih logam di Inggris," kata Williams. "Dan bukan hanya itu, kami menemukannya di Benua, di Brittany, di Belanda, dan mungkin di tempat-tempat lain."

Meski Great Orme adalah tambang tembaga terbesar di masa prasejarah Inggris, ini bukan satu-satunya.

Tambang tembaga besar pertama di Kepulauan Inggris muncul di Ross Island, di barat laut Irlandia, sekitar 4.400 tahun lalu. Salah satu alasan kami meyakini hal ini karena artefak yang mirip seperti peralatan tulang dan arang sudah ditemukan di banyak tambang prasejarah Inggris, dan memungkinkan peneliti menggunakan penanggalan radiokarbon untuk memperkirakan usianya.

Tembaga, logam pertama yang ditemukan manusia selain emas, banyak dicari. Namun meski mengkilap, tembaga terlalu lembek untuk dijadikan alat atau senjata.

Maka akan lebih baik jika tembaga dicampur dengan timah yang keras. Hasilnya menjadi ideal: perunggu. Logam ini pertama kali sampai ke Inggris dari tempat-tempat lain, tapi sekitar 4.100 tahun lalu, Inggris mulai membuatnya sendiri.

Membuat perunggu perlu kecanggihan tersendiri: bukan hanya soal teknologi, tapi juga dalam mengumpulkan orang, berkomunikasi dan membuat rencana, kadang dari jarak jauh.

Ini menjelaskan kenapa peneliti berpikir bahwa Zaman Perunggu, yang di Inggris terjadi sejak 4.000 sampai 2.800 tahun lalu, sebagai masa kompleksitas sosial dan keterhubungan antar masyarakat.

Hitung saja tenaga kerja manusia yang harus disediakan untuk mengambil dan meleburkan tembaga. Selain dari penambangannya, Anda membutuhkan orang untuk memotong dan mengumpulkan kayu untuk membuat api untuk meleburkan dan tenaga kerja lain untuk membawa batu-batu dari pantai dan mengubahnya menjadi peralatan. Ini baru sebagian tanggung jawab atau pekerjaan yang dibutuhkan.

Sementara itu, satu-satunya tempat di Inggris di mana timah ditambang adalah di Cornwall, sekitar 480km selatan dari Great Orme dengan menggunakan perahu. Dan seperti dikatakan oleh manajer Great Orme, Nick Jowett, "Jika Anda akan jauh-jauh sampai ke Cornwall, usahanya tidak akan sebanding jika Anda hanya membawa dua ton bijih tembaga. Mereka pasti harus bertemu. Mereka pasti berkomunikasi."

Hak atas foto Travel Ink
Image caption Meski tembaga bisa dilebur dari berbagai jenis bijih, namun mineral dari Orme adalah bentuk karbonat tembaga yang disebut "malakit" yang sangat mudah untuk dilebur.

Ada sepuluh tambang tembaga di Welsh yang ditemukan dan berasal dari 4.100 tahun lalu, kata Simon Timberlake dari Unit Arkeologi Cambridge.

"Kerja mereka mencerminkan fase pencarian tembaga di sekitar Inggris," katanya.

Meski begitu, dia menambahkan, "banyak tambang-tambang ini yang kecil. Tak ada yang sebesar Great Orme."

Sampai 3.500 tahun lalu, tambang-tambang ini kemudian mati. Sejak awal pun mereka tak memiliki deposit yang kaya. Lainnya kehabisan tenaga atau kebanjiran ketika penambang menemui air.

Lalu muncullah Great Orme.

Seperti tambang-tambang lain yang lebih kecil, Great Orme berawal dari sistem yang bekerja di permukaan. Penambang hanya menggali alur berwarna hijau dan hitam dari bijih tembaga yang mereka lihat di permukaan.

Namun segera sesudah itu, penambang memutuskan untuk mengikuti alur malakit tembaga secara horizontal dan ke bawah, terus ke bawah menciptakan terowongan sempit yang kita lihat sekarang.

Periode produksi yang paling intensif adalah selama dua atau tiga abad sekitar 3.500 tahun lalu, meski penanggalan radiokarbon menunjukkan bahwa tambang tersebut tetap beroperasi selama satu milenium sesudahnya.

"Meski ada banyak tembaga di banyak wilayah negara ini, Great Orme ini istimewa," kata Williams. Ada beberapa alasan.

Meski tembaga bisa dilebur dari berbagai jenis bijih, namun mineral dari Orme adalah bentuk karbonat tembaga yang disebut "malakit", yang sangat mudah untuk dilebur.

Alurnya dikelilingi batu kapur dolomitik yang lebih lembut dan lebih mudah digali daripada batuan jenis lain seperti silika.

Karena Great Orme terletak di dekat tebing, penambang harus menggali melewati banyak batu sebelum mengenai air. Selain itu ada juga jalur gua alami yang bisa dieksploitasi.

Namun ini tak berarti penambangan menjadi mudah.

Lebih dari 2.500 palu batu - yang terbesar beratnya mencapai 30kg - dan lebih dari 35.000 artefak alat dari tulang ditemukan di Orme. Hasilnya, kita tahu bahwa penambang akan menghancurkan batu dengan palu sampai kemudian bisa dikumpulkan dengan tulang.

Meski begitu, ada lebih dari 40 fragmen tembaga yang ditemukan di tambang - selain juga tanda di bebatuan yang bisa berasal dari batu atau tulang. Bukti dari palu tembaga juga ditemukan di tambang tersebut dari periode yang sama di Austria.

Ini menunjukkan bahwa penambang juga menggunakan alat penambangan dari tembaga. Tak mengejutkan hanya beberapa belas yang ditemukan: penambang prasejarah mungkin akan membuang alat tulang di bawah tanah, sementara alat dari tembaga akan dilebur untuk digunakan ulang, maka akan disimpang.

Mengingat pekerjaan ini begitu sulit, tak heran terowongan-terowongannya sangat kecil. Anda tak akan menggali terowongan lebih besar daripada yang dibutuhkan.

"Ya, ini sulit untuk dilalui, tapi kemudian saya berpikir, 'Bagaimana jika harus menghancurkan tembok di depan saya selama delapan jam dengan palu batu' - itu juga sulit," kata Jowett sambil tertawa.

Dan bagi terowongan yang terlalu kecil bagi orang dewasa, mungkin ini digali oleh anak-anak.

Kelompok keluarga sepertinya berperan bekerja di tambang, kata Jowett. "Anak-anak mungkin akan mengorek alur ini sementara orangtua ada di dakat mereka. Ini adalah masa yang berbeda. Tidak ada sekolah. Ini cara hidupnya."

Ketika penambang menggali lebih dalam, mereka mendapat risiko kebanjiran. Pada akhirnya, karena permukaan air berubah mengikuti musim, mereka mungkin hanya bisa mengakses level terbawah di musim panas. Pada kedalaman 70m, mereka mendapati permukaan air.

Hak atas foto VisitBritain/Britain on View
Image caption Terowongan yang terlalu kecil bagi orang dewasa mungkin digali oleh anak-anak.

Akhirnya tambang itu sepenuhnya ditinggalkan. Dalam beberapa ratus tahun, Inggris kembali mendapatkan tembaganya dari Benua Eropa, di mana penambang lebih mudah mengeksploitasi bebatuan di sana.

Namun dalam beberapa ratus tahun, Orme membantu mendukung jaringan tembaga di seluruh Eropa.

Tak ada yang tahu berapa banyak tembaga yang dihasilkan oleh tambang tersebut. Ada beberapa faktor yang menyulitkan hal itu, kata Williams, termasuk, tak mengetahui berapa banyak bijih yang sebenarnya ada di sana jika dibandingkan dengan yang dibuang, dan berapa banyak yang hilang saat penambangan dan peleburan.

Hasilnya, perkiraan berkisar antara 25 sampai 1.760 ton.

"Angka yang lebih tinggi sering dikritik karena seperti ada terlalu banyak logam," kata Williams.

Sulit mengetahui apa yang akan dilakukan oleh penduduk Inggris yang sedikit dengan tembaga sebanyak itu. Seperti disebut oleh Timberlake, semua konten logam yang tercatat dari kapak pada Zaman Perunggu di Irlandia hanya mencapai 0,75 ton.

"Namun, jika Anda bilang sebagian dari logam, ini dipindahkan dari jarak jauh, maka hal ini mungkin," kata Williams.

Di dataran Eropa, seperti halnya di Inggris, tembaga digunakan untuk semuanya, dari perhiasan sampai tombak. Namun yang paling sering ditemukan adalah kepala kapak,.

Jika dibandingkan dengan batu yang rapuh atau kapak tembaga yang lebih lembek, kapak perunggu akan membuat tugas yang berat seperti membuka lahan, membangun rumah atau memotong kayu bakar menjadi lebih mudah dan cepat - dan ini menjadikannya teknologi yang bisa memiliki banyak fungsi di zamannya.

Karena multifungsi dan nilainya, perunggu membantu membentuk masyarakat di Inggris dan dataran Eropa. Semakin besar akses Anda terhadap perunggu, maka Anda akan semakin berkuasa, dan ini membantu arkeolog untuk memetakan hierarki sistem sosial di era tersebut.

Pertukaran tembaga juga mengikat hubungan antar masyarakat, membantu persebaran ide, teknologi baru serta objek. Dan ironisnya, ini termasuk persebaran tembaga menuju Inggris dari dataran Eropa - membalikkan tren Great Orme dan akhirnya berarti bahwa Inggris kembali harus mengandalkan perdagangan dengan dataran Eropa.

Baru 1.500 tahun kemudian, dengan datangnya orang Romawi, maka penambangan logam kembali menjadi industri besar lagi di Inggris.

Versi asli tulisan ini bisa Anda baca di The ancient copper mines dug by children di laman BBC Earth

Topik terkait