Kesuksesan upaya konservasi berang-berang dari ancaman kepunahan

berang-berang laut California, alam, lingkungan, pelestarian, satwa langka, terancam punah Hak atas foto Inaki Relanzon / Naturepl.com
Image caption Hero, seekor berang-berang laut sedang berenang-renang di California.

Di seluruh dunia jumlah populasi berang-berang tidak seimbang dan terancam kepunahan, tetapi dua upaya yang berbeda telah sukses menyelamatkan spesies ini.

Disukai banyak orang, suka bermain, ulet, energik, menawan, dan pastinya sangat imut adalah beberapa kata yang bisa menggambarkan berang-berang.

Jika Anda cukup beruntung untuk melihat salah satu dari hewan yang hidup di darat dan menghabiskan waktu di perairan ini di alam liar, Anda langsung memahami alasannya.

Tetapi, meskipun begitu, jumlah populasi berang-berang di seluruh dunia terancam menurun.

Karena binatang ini tidak dihargai (paling tidak waktu mereka masih hidup), berang-berang laut diburu sampai nyaris punah karena kulit bulunya yang hangat dan mahal.

Baru-baru ini, banyak spesies termasuk jenis berang-berang Eurasian diburu dan dijerat karena mereka dianggap sebagai hama pemakan ikan. Kadang-kadang mereka juga dibunuh hanya untuk hobi.

Bukan hanya pemburuan, penjeratan, dan penyiksaan yang disengaja sehingga menyebabkan berang-berang menderita tetapi habitat dan makanan hewan ini juga terus berkurang.

Mereka juga rentan terhadap bahan kimia, polusi, dan (bagi beberapa spesies) tumpahan minyak. Secara tidak sengaja terperangkap di jala ikan, penyakit parasit, dan infeksi sejauh ini bukan penyebab kematian mereka.

Hak atas foto Charlie Hamilton James
Image caption Berang-berang adalah hewan yang suka bermain.

Ini adalah masalah besar dan pesan konservasi penting yang harus dilaksanakan segera oleh semua kelompok pelindung binatang.

Walaupun menghadapi tantangan-tantangan ini, berang-berang adalah pejuang dengan berbagai keterampilan dan perilaku yang membuat mereka sangat mudah beradaptasi untuk hidup di daratan dan di perairan.

Hewan ini dapat ditemukan di semua benua kecuali Oseania dan Antartika, ke-13 spesies mereka belum punah.

Hal ini banyak menggambarkan tentang sifat ulet mereka tetapi juga tentang upaya banyak organisasi dan individu yang berperan dalam konservasi.

Pendekatan dan penggunaan teknologi mungkin sangat berbeda di berbagai belahan dunia, tetapi kelangsungan hidup jangka panjang spesies ini adalah yang terpenting.

Berang-berang laut di California

Meski demikian, berang-berang laut (Enhydra lutris) yang benar-benar lucu dan hampir punah.

Selama perdagangan bulu pada 1700-an sampai 1800-an, populasi berang-berang laut di seluruh dunia berkurang, yang semula sebanyak 300.00 hewan menjadi 2.000, jelas Andrew Johnson, Manajer Operasional Penelitian Konservasi di Monterey Bay Aquarium.

Mereka tak henti-hentinya diburu karena kulit bulunya. Dengan sekitar sejuta bulu per inci persegi, kulit bulunya dianggap sebagai salah satu bulu hewan yang termahal di dunia.

Di sepanjang pesisir pantai California, berang-berang laut selatan (Enhydra lutris nereis) disiksa dengan sangat parah, jumlahnya pada awal 1900-an turun dari 15.000 menjadi 50 dan hampir punah.

Hak atas foto Charlie Hamilton James
Image caption Hewan ini juga terampil berburu ikan.

Untungnya, mereka sekarang dilindungi dan jumlahnya meningkat menjadi sekitar 125.000. Meski demikian, mereka tetap menjadi spesies yang terancam punah.

Populasi yang sehat memberikan dampak penting pada keseluruhan kesehatan hutan kelp, muara sungai, dan lautan karena kata Johson, "Ketika berang-berang laut tidak ada, sistem itu sering kali tidak seimbang dan menjadi kurang beragam dan tangguh."

Monterey Bay Aquarium di California bekerja melindungi berang-berang laut sejak pertama kali dibuka pada 1984 dan sekarang menjalankan program pelindungan dan pelepasan berang-berang laut yang berhasil.

Program ini menggunakan fasilitas modern dan ide-ide terbaru serta implan yang dipasang di hewan tersebut untuk membantu para peneliti melacak mereka dan membantu dalam pekerjaan pentingnya.

Untuk membantu berang-berang laut yang terdampar, mereka memiliki Pusat Layanan Terpadu dan beberapa kandang yang penuh dengan air laut yang disaring dengan kapasitas untuk 10 hewan sekaligus. Untuk memantau kemajuan mereka saat mereka dilepaskan di alam liar, mereka menggunakan pemancar radio.

"Kami memasang implan pemancar radio tersebut sehingga kami bisa memantau setiap berang-berang dan melihat perilaku mereka setelah dilepas," katanya.

Hak atas foto Conservation International
Image caption Berang-berang Kamboja ini berbeda dengan jenis berang-berang Eurasian karena bulu-bulu di hidungnya.

Karena baterainya hidup sampai setidaknya dua tahun, berang-berang muda bisa sering dilacak sampai mereka mencapai usia dewasa dan berkembang biak.

Hal ini membantu tim untuk mendapatkan informasi dampak signifikan atas pelepasan berang-berang laut ke suatu wilayah terhadap ekosistemnya.

Sebagian besar karena undang-undang dan hasil konservasi dari organisasi serta badan amal seperti Monterey Bay Aquarium, ada kabar baik bagi berang-berang laut California selatan karena jumlahnya sekarang mencapai 3.000.

"Spesies menawan dan penting ini tidak akan bertahan hidup tanpa adanya perlindungan ini. Kita membutuhkan mereka untuk bertahan hidup jadi mereka bisa memberikan dampak positif pada hutan kelp dan habitat muara sungai, membuat kawasan tersebut lebih sehat dan lebih beraneka ragam hayati," kata Johnson.

Berang-berang Kamboja hidung berbulu

Tidak semua pendekatan konservasi didanai dengan cukup, tetapi ini tidak berarti kurang berhasil.

Berang-berang hidung berbulu (Lutra sumatrana) adalah salah satu spesies berang-berang yang paling langka dan terancam punah. Pada 1900-an, hewan ini diduga punah di Asia Tenggara karena hilangnya habitat, perburuan, dagingnya dikonsumsi penduduk setempat, dan makin berkurangnya sumber makanannya.

Namun, dalam survey antara tahun 2006 sampai 2013 di habitat yang memungkinkan bagi mereka dipastikan adanya beberapa populasi kecil. Di Kamboja misalnya, ditemukan di empat wilayah. Salah satu populasi terbesar berada di sekitar hutan rawa yang mengelilingi Danau Tonle Sap.

Hak atas foto Conservation International
Image caption Sepasang anak berang-berang Kamboja ditemukan di rumah pemburu.

Sekarang spesies tersebut telah 'ditemukan kembali', mereka perlu dilindungi sehingga populasinya bisa meningkat. Dan di situlah organisasi seperti Conservation National telah bekerja untuk melindungi dan menjaga kawasan serta spesies tersebut.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Sokrith Heng, ketua peneliti survey di Conservation International, meskipun ada berbagai peraturan dan undang-undang untuk melindungi spesies, pelaksanaannya sangat rendah dan terbatas serta kesadaran penduduk setempat terhadap pentingnya satwa liar dan ekosistem di mana mereka tinggal sangat terbatas.

Kemiskinan di kawasan-kawasan di daerah terpelosok seperti Kamboja juga bisa bermasalah dan sering mendorong komunitas setempat untuk menggunakan sumber-sumber daya alam secara tidak berkelanjutan.

Untuk menanggapi masalah ini, Conservation International mengambil tindakan di Danau Tonle Sap. Upaya mereka adalah untuk mengembalikan habitat yang kritis, meningkatkan kesadaran di komunitas setempat dan sekolah-sekolah, serta memberikan saran hukum dan undang-undang untuk melindungi spesies dengan lebih baik.

Mereka juga mendirikan zona konservasi, melindungi kawasan ini melalui kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat serta membantu nelayan lokal untuk mengembangkan mata pencaharian alternatif.

Kuncinya secara langsung melibatkan anggota masyarakat setempat dalam penelitian berang-berang dan membentuk kelompok 'duta berang-berang' yang membantu menyebarkan kesadaran yang menghasilkan dukungan kuat dari penduduk setempat.

Ini penting, kata Heng, karena, "Mendidik masyarakat setempat berarti mereka dapat membagikan pengetahuan mereka kepada anggota masyarakat lainnya."

Hak atas foto Conservation International
Image caption Hutan rawa adalah habitat penting bagi berang-berang berkumis.

Bagian penting dari konservasi yang berhasil di sini adalah untuk memastikan bahwa masyarakat lokal dapat menggunakan dan mengelola sumber daya mereka secara berkelanjutan, serta masyarakat secara finansial lebih kuat, jelas Heng.

Misalnya, beberapa perikanan masyarakat sekarang memiliki perlindungan yang lebih baik untuk berang-berang: mereka berpatroli di daerah tersebut untuk menghentikan kegiatan ilegal dan mengajarkan konservasi berang-berang di wilayah setempat.

Di Danau Tonle Sap, pendekatan ini memberikan dampak berkurangnya perangkap berang-berang dan kulit brang-berang yang dicatat oleh petugas dan peneliti, keduanya menandakan bahwa lebih sedikit hewan yang terbunuh.

Sementara restorasi habitat yang terus berlanjut dikombinasikan dengan berkurangnya perburuan dan kesadaran yang lebih besar membantu memastikan masa depan yang lebih cerah bagi berang-berang hidung berbulu.

Meskipun teknologi ini mungkin sangat berbeda dengan yang digunakan di Monterey Bay, metode konservasi ini sama suksesnya, karena berang-berang berbulu sekarang memiliki setidaknya satu kubu di Kamboja.

Ini adalah hasil yang bagus bagi negara tersebut dan untuk spesies yang dulu pernah dianggap punah.

Anda bisa membaca ceritanya dalam versi bahasa Inggris Conservation success for otters on the brink dan berbagai artikel tentang alam di BBC Earth.

Berita terkait