Dapatkah Anda bertahan hidup dengan hanya satu jenis makanan?

Makanan Hak atas foto iStock
Image caption Makanan apa yang dapat membantu Anda bertahan hidup paling lama?

Kita selalu diajarkan tentang manfaat dari menu makanan yang beragam. Tapi bagaimana jika Anda harus hidup dengan hanya satu jenis makanan -makanan apa yang akan membantu Anda bertahan paling lama?

Manusia tidak bisa hidup hanya dengan memakan roti -terutama karena ia akan mengalami scurvy (penyakit karena kekurangan vitamin C) dalam sebulan.

Menu makanan terbaik ialah menu yang beragam, yang memastikan Anda mendapatkan semua kebutuhan mulai dari vitamin C, zat besi, sampai asam linoleat. Bahkan tren diet yang berfokus hanya pada beberapa jenis makanan pun biasanya cukup bervariasi sehingga tetap bergizi. Tetap saja, dalam skenario yang nyaris tak mungkin terjadi ketika Anda harus hidup dengan hanya satu jenis makanan, manakah yang gizinya paling lengkap? Dapatkah Anda memenuhi kebutuhan gizi dengan memakan hanya, katakanlah, kentang, atau pisang, atau alpukat?

Satu yang pasti, Anda tidak dapat hidup hanya dengan memakan daging atau sebagian besar buah-buahan dan sayuran. Daging tidak mengandung serat, juga tidak mengandung vitamin dan nutrisi. Buah-buahan dan sayuran mungkin mengandung vitamin, namun mereka tidak dapat mencukupi kebutuhan akan lemak dan protein, bahkan jika dimakan dalam jumlah besar. Tubuh manusia memang tidak membutuhkan terlalu banyak semua itu, tapi tanpanya Anda akan menderita.

Hak atas foto iStock
Image caption Kentang ternyata mengandung banyak protein juga vitamin.

Penjelajah Arktik Vilhjalmur Stefansson pernah menulis tentang fenomena di antara penduduk Kanada selatan yang disebut "kelaparan kelinci", yang mana orang yang hanya memakan daging tanpa lemak, seperti daging kelinci, "mengalami diare dalam seminggu, disertai sakit kepala, keletihan, kegelisahan samar-samar." Supaya tidak mati karena malnutrisi, penderita kelaparan kelinci harus mengonsumsi lemak, tulisnya. Diperkirakan bahwa memenuhi semua kebutuhan kalori dengan protein, dan nyaris tanpa lemak atau karbohidrat, dapat membebani ginjal.

Akan tetapi, jika daging dan sebagian besar sayuran bukan pilihan, kentang sebenarnya opsi yang cukup baik, kata penata diet Jennie Jackson dari Glasgow Caledonian University. Jackson pernah menulis tentang seorang pria Australia bernama Andrew Taylor, yang hanya makan kentang selama setahun dalam upaya menurunkan berat badan dan membangun kebiasaan yang lebih sehat.

Hal yang membuat kentang istimewa ialah, sebagai makanan yang mengandung pati, kentang juga mengandung cukup banyak protein, yang mencakup beragam asam amino, kata Jackson.Tetap saja, bahkan memakan 3kg kentang setiap hari hanya dapat mencukupi dua per tiga kebutuhan seseorang dengan ukuran tubuh seperti Taylor.

Kentang juga tidak memiliki cukup lemak; dan meskipun Taylor juga memakan kentang manis, yang memberinya vitamin A dan E, zat besi, dan kalsium, Jackson mencatat bahwa vitamin B dan seng serta mineral lainnya tidak mencukupi. Namun Taylor tampaknya relatif baik-baik saja. Bahkan, berat badannya lumayan turun.

Tampaknya kentang memang sering muncul dalam percakapan seperti ini. Beberapa tahun lalu seorang pembaca mengirim surat kepada kolom saran di situs berita The Chicagor Reader, menanyakan apakah benar bahwa Anda dapat hidup hanya dengan mengonsumsi kentang dan susu. Bagaimanapun, diceritakan bahwa sebelum Wabah Kelaparan Besar di Irlandia, orang-orang di sana hidup nyaris hanya dengan memakan kentang.

Cecil Adams, sang kolumnis, mengklaim telah melakukan perhitungan dengan asistennya dan menemukan bahwa sejumlah besar kentang dan susu dapat memberikan sebagian besar nutrisi yang Anda butuhkan -kecuali mineral molybdenum. Tapi Anda bisa mendapatkan itu dengan tambahan sedikit havermut.

Hak atas foto iStock
Image caption Alpukat mengandung banyak nutrisi -tapi tak sebanyak kentang.

Ketika mendengar cerita ini, Jackson tertawa. "Oh, itu memang menu makanan kami orang Skotlandia sejak ratusan tahun lalu. Kentang, susu, dan havermut, ditambah sedikit kubis."

Namun selain persoalan nutrisi, ada kendala lain dalam mengurangi menu makanan menjadi hanya satu jenis. Manusia punya mekanisme dalam tubuh untuk menghindari situasi seperti itu (mungkin karena pada akhirnya akan menyebabkan malnutrisi) -khususnya, fenomena yang disebut kekenyangan spesifik-sensorik: semakin banyak Anda memakan satu jenis makanan, semakin mual Anda dibuatnya.

"Saya menyebutnya skenario puding," kata Jackson, "ketika Anda makan di luar dan kekenyangan, Anda merasa tidak bisa makan lagi. Kemudian seseorang menawarkan puding dan tiba-tiba Anda sanggup menambah sejumlah kalori." Itulah bahaya makan satu jenis makanan yang sama setiap hari dalam waktu yang lama, Anda akan sulit memakannya dalam jumlah yang cukup untuk membantu Anda bertahan hidup.

Selanjutnya, logika bahwa dimungkinkan untuk memakan satu jenis makanan daripada yang beragam, dan tidak mengalami efek buruk, selama semua kebutuhan vitamin, mineral, dan kalori tercukupi, tidak bisa diwujudkan dalam kenyataan.

Untuk mengerti alasannya, mari kita tinjau bagaimana kita mendapatkan pemahaman modern tentang nutrisi. Peneliti pada awal abad 20 membuat tikus kekurangan nutrisi tertentu dan memantau apakah tikus itu menjadi sakit atau mati. Inilah cara kita mengetahui keberadaan vitamin. Penelitian ini mengungkap kekurangan nutrisi apa yang akan menyebabkan tikus mati, setidaknya dalam jangka pendek.

Hak atas foto iStock
Image caption Daging kelinci mengandung lemak yang sangat sedikit sehingga bisa menyebabkan masalah pencernaan.

Namun, beberapa manfaat kesehatan dari menu makanan yang beragam -yang dapat dirasakan dalam jangka panjang- tidak bisa didapatkan dalam penelitian reduktif seperti ini, kata Jackson. (Dan tentu saja, manusia bukan tikus.) Data epidemiologi menunjukkan bahwa Memakan beragam sayur-mayur lebih sehat daripada hanya beberapa jenis, tapi tidak begitu jelas alasannya.

Mungkin menu makanan tanpa sayuran hijau berarti bahwa suatu saat nanti, Anda memiliki peluang mengalami kanker yang seharusnya tidak Anda alami. "Kita tidak tahu makanan mana yang memberikan efek," kata Jackson. "Jadi sementara Anda dapat mencari tahu apa yang tepatnya Anda butuhkan dari makronutrien, Anda tidak akan tahu tepatnya apa yang mungkin Anda lewatkan."

Mengurangi menu makanan sehari-hari menjadi hanya satu bahan makanan mungkin bisa menghemat waktu dan energi, tapi juga bisa membuat Anda cepat bosan dan bahkan sakit.

Anda dapat membaca versi bahasa Inggris artikel ini, Could you survive on just one food? di BBC Future

Topik terkait

Berita terkait