Kisah perempuan buta dengan 'penglihatan kedua' yang unik

iStock Hak atas foto iStock

Seorang perempuan buta menggambarkan bagaimana dia mengetahui bahwa dirinya memiliki indra yang paling menarik itu.

Ini adalah salah satu fenomena yang paling aneh dalam ilmu saraf kognitif. Sejumlah orang di dunia memiliki 'penglihatan buta' atau blindsight: mereka tidak bisa melihat, namun pemikiran tak sadar mereka masih bisa merasakan sekeliling.

Milina Cunning, dari Wishaw di Skotlandia, kehilangan penglihatannya pada usia 20-an,. Dia kemudian menyadari bahwa dia memiliki kemampuan 'penglihatan buta'.

Kemampuan unik ini membuatnya menjadi obyek penelitian intensif oleh para peneliti.

"Jika saya ingin melempar bola ping pong ke kepala Milina, dia mungkin mengangkat lengan dan menghempaskannya, bahkan sebelum dia menyadari keberadaan bola itu," kata Jody Culham, ilmuwan yang memindai otak Cunning.

Jadi bagaimana rasanya hidup di dunia Milina? Di sini dia menggambarkan sensasi itu dalam kata-katanya sendiri:

"Saya berangkat ke rumah sakit sebagai orang yang bisa melihat. Saya dibuat koma karena semua masalah kesehatan yang saya miliki. Saya koma selama 52 hari. Ketika saya bangun, yang saya lihat hanya hitam pekat. Saya tidak bisa melihat satu hal pun. Mereka mengatakan, ketika saya koma saya stroke sehingga menyebabkan kebutaan."

Hak atas foto The Digital Human

"Beberapa bulan kemudian, keadaan mulai berubah. Dalam enam bulan, saya kira saya mulai melihat warna-warna, tetapi tidak ada yang percaya. Jadi saya menghubungi ahli saraf, Professor Gordon Dutton. Dan segera setelah saya bertemu dengannya, dia langsung tahu, dia mengkonfirmasi bahwa saya memiliki blindsight."

"Ketika saya menemui Dutton, ada beberapa tes yang dia ingin lakukan. Salah satunya adalah: dia meletakan beberapa kursi di koridor rumah sakit. Dia meminta saya untuk berjalan melewati kursi. Dia mengatakan: 'Jalan saja dengan kecepatan normal'.

"Saya berjalan biasa saja dan saya selalu terbentur dengan kursi itu. Lalu, saya berada di ujung koridor dan dia mengatakan: 'Sekarang, cobalah berjalan lebih cepat melalui koridor."

"Jadi saya berjalan lebih cepat dan saya melaluinya, satu demi satu, dan saya tidak terbentur oleh apapun. Itu sangat luar biasa."

"Bagaimana Dutton menjelaskannya adalah: 'Jangan terlalu banyak berpikir, pergi dan lakukanlah. Jangan berpikir terlalu banyak di benak Anda.' Itu adalah alam bawah sadar saya yang menunjukan bagaimana menyelesaikan tugas dan menghindari benturan dengan kursi."

"Saya bisa berjalan di rumah dengan lancar, dan merapikan segala macam. Tetapi saya tidak bisa melihatnya. Saya tahu semua itu di sana. Otak saya memberitahu saya. Sama saja ketika keluarga saya meninggalkan sesuatu di tengah lantai ruang keluarga. Saya mengatakan, 'kamu harus membuatnya rapi, agar saya tidak terpeleset atau menghinjak barang-barang.'

"Jika ada barang di sana, seperti tas tangan atau sepatu, saya bisa melihatnya, dan tidak tersandung, atau saya ambil saja."

"Tapi ketika saya mencoba melihat Anda, dan saya tahu Anda duduk di sana, duduk dengan jarak yang dekat... tapi saya tidak bisa melihat Anda.

"Ini aneh, ada hal-hal yang saya lihat tapi saya seharusnya tidak bisa karena saya buta."

Artikel ini dibuat berdasarkan wawancara yang diterbitkan dalam program radio BBC, The Digital Human, yang dipandu oleh Aleks Krotoski. Anda bisa membaca versi bahasa Inggrisnya dengan judul A woman with a strage 'second sight' atau artikel lain di BBC Future.

Topik terkait

Berita terkait