Bahaya mematikan pada beberapa makanan yang lazim dimakan

foods Hak atas foto iStock
Image caption Beberapa tanaman yang sering dimakan ternyata mengandung racun, jika tidak diolah dengan tepat.

Beberapa bahan makanan favorit kita mengandung racun yang dapat membuat kita menderita sakit parah.

Kita semua pernah menderita dari makan berlebihan yang dilakukan sesekali, dan sebagian besar kita pernah menyimpan memori akan penyesalan dari tiram dan udang tak segar. Namun pada umumnya, kita makan cukup aman.

Sementara para pencari tantangan mencari fugu - ikan buntal Jepang yang sarat dengan racun saraf tetradotoxin - dan berisiko menjadi salah satu korban yang cukup banyak, sebagian besar kita memilih diet yang lebih tidak berbahaya. Untuk itu semua, anda mungkin akan kaget mengetahui bahwa beberapa makanan yang akrab dengan kita cukup dekat dengan hal-hal yanh dapat membahayakan kesehatan kita.

Pai dan selai rubarb adalah makanan musiman yang banyak disukai. Musim panas tidak akan lengkap tanpa seloyang kue tart berisi batang merah yang mendidih di atas kompor dan siap untuk dituang ke lapisan kulit pai. Tanaman yang rimbun dengan daun hijau lebar ini biasa dijumpai sebagai hiasan di kebun sayur di halaman belakang rumah. Meski begitu, walau batangnya dapat dimakan, daunnya sangat berbahaya.

Hak atas foto iStock
Image caption Batang rubarb menjadi andalan untuk makanan penutup - tetapi daunnya tidak untuk dikonsumsi.

Pada 1919, seorang dokter di Helena, Montana, menulis dalam Journal of the American Medical Association tentang kasus yang mengkhawatirkan seorang istri muda yang pucat, kelelahan dan muntah-muntah saat dia tiba.

Tenyata istri itu sedang hamil - dia menemukan "produk konsepsi yang lengkap yang telah berkembang sekitar enam minggu, keluar ke sprei tempat tidur" - namun plasentanya tidak berdarah, dan darah yang ada disitu tidak membeku. Dia meninggal beberapa jam kemudian, pendarahan dari hidung.

Malam sebelumnya, dia membuat batang dan daun rubard untuk makan malam, dan makan sebagian besar daunnya, sedang suaminya hanya makan sedikit. Suaminya merasa lemah dan pusing, namun tidak meninggal. Editor jurnal tersebut membalas dan mengatakan bahwa firasat sang dokter - bahwa dia telah teracuni oleh daun rubarb, mungkin oleh zat yang disebut asam oksalat - besar kemungkinan benar.

"Sejumlah kematian dari penggunaan daun itu telah dilaporkan," tulis mereka. "Selama perang, direkomendasikan penggunaan daun sebagai pengganti makanan di Inggris; saat bahaya fatal keracunan semakin jelas (akibat beberapa kematian), dikeluarkan peringatan terhadap penggunaan daun." Asam oksalat terdapat di daund an batang namun kuantitasnya jauh lebih tinggi di daun.

Racun itu menyebabkan gagal ginjal, dan meski anda harus makan daun dalam jumlah yang besar agar mati, lebih baik menghindari sama sekali. (Rubarb bahkan muncul di Taman Racun di Alnwick Gardens di Northumberland, tempat sejumlah tanaman mematikan dan berbahaya dibudidayakan untuk menjadi objek wisata mengerikan.)

Kasus aneh lainnya datang dari kentang sederhana - yang tidak, dalam kejadian normal, menjadi sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Saat disimpan di bawah sinar matahari, bagaimanapun, reaksi kimiawi di permukaannya mengubah warnanya menjadi hijau dengan klorofil dan siap untuk bertunas. Di sat bersamaan, dihasilkan juga sebuah zat yang disebut solanine. Dinamakan dari tanaman terong-terongan (nightshade) beracun Solanum nigrum; kentang ternyata sepupu nightshade, seperti tomat dan terong.

Hak atas foto iStock
Image caption Saat kentang berubah warna menjadi hijau, berarti level racun solanine-nya tinggi.

Kentang hijau yang kaya dengan solanine dapat menghasilkan efek tidak menyenangkan bagi yang mengkonsumsinya. Pada musim gugur 1978, 78 siswa di London selatan terkena diare, muntah-muntah dan gejala lainnya setelah makan kentang rebus. Penyelidikan setelah itu menunjukkan bahwa kentang yang mereka makan telah disimpan di gudang sekolah sejak musim panas dan analisa potongan kulitnya menunjukkan bahwa kentang itu penuh dengan solanine.

Semua siswa akhirnya pulih, "meski sebagian bingung dan berhalusinasi selama beberapa hari", dan menjadi catatan kecil di British Medical Journal atas kejadian dari tahun berikutnya, yang mencatat laporan kematian dari memakan kentang hijau di masa lampau, meski sebagian besar terjadi pada orang-orang kekurangan gizi yang tidak mendapat pertolongan medis dengan cepat.

Solanine mengganggu sistem saraf, merusak fungsi normal saluran ion di sel-sel tubuh. Ini dapat menjelaskan mengapa sebagian siswa yang keracunan menunjukkan kejang yang aneh sebelum pulih. (Daun dan batang kentang, kebetulan, dihindari sebagai makanan utama - di sana banyak solanine juga)

Minuman anggur elderberry, sebaliknya, adalah baik dan romantis untuk dikonsumsi. Hanya pastikan saja, jika anda membuatnya sendiri, bagian romantisnya tidak termasuk ke daun tanaman tersebut. Hampir setiap bagian dari pohon elderberry mengandung hidrogen sianida atau pendahulunya, termasuk daun dan buah beri mentah. Meski memasak berry akan menghancurkan molekul yang berbahaya, berpikir membuat selai elderberry adalah hal yang aman, mengkonsumsinya tanpa tindakan pencegahan ini terkadang akan mengarah ke hasil yang tidak diinginkan.

Hak atas foto iStock
Image caption Elderberry harus dimasak untuk menetralisir racun.

Pada 1983, laporan mingguan penyakit dan kematian (Morbidity and Mortality Weekly Report) dari Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit AS (Centers for Disease Control and Prevention), delapan orang dikirim dengan helikopter ke sebuah rumah sakit di Monterey, California, AS.

Sebelumnya mereka pergi ke sebuah wilayah terpencil untuk retret "reliji/filosofis" bersama 17 orang lain, dan sehari setelah mereka tiba, seseorang membawakan jus buah dari elderberry liar yang dikumpulkan dari sekitar. Beri dihancurkan dan dicampur dengan jus apel, air dan gula, namun tidak dipanaskan. Dalam 15 menit, orang-orang mulai muntah-muntah. Orang yang minum jus paling banyak terpaksa bermalam di rumah sakit. Pada akhirnya, untungnya, semuanya pulih.

Saat anda duduk di meja, anda dapat bersyukur atas semua tindakan pencegahan keamanan pangan modern yang menghilangkan dugaan menghindari racun yang mengerikan. Gigitan kentang atau batang rubarb atau pai elderberry, seharusnya nikmat, bukan mematikan, jika disimpan dan dimasak dengan tepat.

Namun anda dapat merasakan sensasi kegembiraan - mungkin seperti yang dirasakan pemakan ikan fugu - saat anda memikirkan bahaya yang mengintai di dekatnya

Versi bahasa Inggris tulisan ini bisa Anda baca diThe deadly danger in common atau artikel lain diBBC Future

Berita terkait