Pertanian besar yang menghasilkan kekuatan tak terlihat

Turbin angin, Inggris Hak atas foto Chris Baraniuk
Image caption Kompleks pertanian angin terbesar di bumi berada di Inggris, London Array, dengan 175 turbin di bagian luar muara Sungai Thames.

Pembangunan turbin angin besar di laut lepas membutuhkan teknologi yang andal namun energi yang dihasilkan bersh serta murah, dan Inggris yang melakukan investasi besar kini menjadi yang paling unggul di dunia.

Tidak ada sesuatu di di alam terbuka sana yang bisa menggambarkan besarnya mesin-mesin ini. Langit abu-abu tampak di latar belakang struktur tersebut dan kapal kami sekitar 7km di lepas pantai Liverpool, naik turun mengikuti gelombang laut.

Kami tiba di 'pertanian angin' di bagian Burbo Bank yang sedang diperluas untuk melihat keajaiban teknologi: turbin angin terbesar di dunia.

Jika salah satu bilah turbin tegak mencapai titik tertinggi, maka akan mencapai 195, yang membuat struktur ini hampir dua kali lebih tinggi dari Big Ben di pusat kota London. Diameter dari tiga bilah raksasanya lebih besar dari London Eye. Saat bilah-bilah tersebut bergerak dan memotong angin, terdengar suara lembut 'swooshhh'.

Barisan turbin angin yang pertama adalah proyek di Denmark namun kini Inggris yang paling depan.

Kompleks pertanian angin terbesar di bumi berada di Inggris, London Array, dengan 175 turbin di bagian luar muara Sungai Thames.

Sekitar 5,2GW listrik dihasilkan oleh turbin di laut lepas Inggris, hampir sama dengan seluruh pertanian angin di laut lepas di Eropa dan dengan kapasitas dua pertiga lebih dari yang berada di Eropa daratan.

Sumber-sumber industri mengatakan pentingnya untuk menggali energi yang bersumber dari angin laut dengan harga yang lebih murah tidak bisa dianggap remeh.

Bulan Desember 2016, Forum Ekonomi Dunia, WEF, melaporkan bahwa dengan biaya untuk memproduksi turbin angin turun sampai 30% lebih dalam waktu tiga tahun belakangan, maka biaya listrik dari turbin angin turun menjadi rata-rata US$50 atau sekitar Rp665.000 per megawatt jam tanpa subsidi.

Harga itu setengah dari biaya energi batu bara.

Hak atas foto Chris Baraniuk
Image caption Stasiun turbin angin di Burbo Bank di lepas pantai Liverpool.

Bahkan turbin angin di laut lepas -yang membutuhkan teknologi andal dan bangunan yang kokoh- tetap lebih murah dibanding megawatt/jam yang dihasilkan pembangkit listrik nuklir.

Oleh karena itu Jerman, Denmark, Belanda, dan sejumlah negara lagin melakukan investasi untuk energi angin, sementara Cina dan Korea Selatan memperlihatkan ketertarikannya.

Burbo Bank menjadi gambaran tentang cepatnya perkembangan angin laut lepas. Pertanian angin pertama, yang dibangun 10 tahun lalu ini terdiri dari turbin dengan produksi energi 253,6 MW, yang cukup memasok listrik untuk 80.000 rumah. Perluasan Burbo Bank dengan 328MW turbin akan menyalurkan listrik hampir tiga kali dari pertanian awal.

"Sebuah perbedaan besar," jelas Benji Sykes, wakil presiden dan kepala manajemen asset di perusahaan energi Denmark, Dong Energy, yang memasang turbin angin di proyek perluasan Burbo Bank.

"Dan saya kira, itu menjadi kesaksian dari perkembangan tekonologi selama 10 tahun lebih."

Satu putaran tunggal dari bilah raksasa, tambah Sykes, bisa memberi listrik kepada rumah Inggris secara rata-rata selama 39 jam. Dalam kecepatan tertingginya, bilah-bilah bisa berputar sampai 30 kali dalam waktu satu menit.

Namun ada batas dari kekuatan yang bisa dihasilkan baling-baling tersebut'. Jika berputar terlalu cepat, akan bisa merusak turbin sehingga bilah-bilahnya dibuat terkunci jika angin keras datang.

Bagaimanapun turbin-turbin perlu dirawat dan karena berada di laut lepas dan ini kerjaan yang bisa sulit jadinya.

Di Liverpool, tim teknisi bekerja berdasarkan jadwal untuk merawat struktur-struktur yang kesepian di Burbo Bang. "Hal yang sama Anda lakukan dengan mobil Anda," kata pengawas tim, Justin Monaghan. "Jika mobil Anda rusak, Anda mencari tahu apa yang salah."

Hak atas foto Chris Baraniuk
Image caption Berada di tengan laut membuat perbaikan menjadi tugas yang tidak mudah.

Tergantung dari kerusakannya, Monaghan dan timnya mungkin perlu memperbaiki atau mengganti perlengkapan listriknya, hidrolisnya, atau bagiannya yang berkerak. Setiap struktur turbin masing-masing memiliki cadangan makanan dan air, untuk berjaga-jaga jika cuaca memburuk sehingga teknisinya harus menunggu di sana.

Hingga saat ini, kejadian seperti itu amat jarang karena ramalan cuaca yang rinci dan pengawasan cuaca yang seksama ketika teknisi sedang berada di turbin. Namun ada kemungkinan bahwa hidup di dalam pertanian angin di lepas pantai akan menjadi bagian dari pekerjaan.

Proyek besar berikut dalam industri energi di laut lepas adalah Hornsea, di lepas pantai barat laut Inggris. Lokasinya saja sudah amat jauh dari pantai: 120km. Daripada berlayar bolak balik, sekitar 150 teknisi akan tinggal di akomodasi di lautan, tidak berbeda dengan orang-orang yang bekerja di pangkalan minyak di laut lepas.

Jika selesai tahun 2021 nanti, tahap pertama Hornsea saja akan menjadikannya sebagai pertanian angin terbesar di dunia dengan kapasitas sampai 1,2GW.

Tergantung dari rencana tahap akhirnya nanti, seluruh pertanian angin itu kelak bisa memiliki kapasitas 4GW hingga 6GW jika selesai seluruhnya pada pertengahan tahun 2020, yang cukup untuk memasok energi kepada lebih dari empat juta rumah atau sekitar 15% dari total rumah di Inggris.

Menjangkau jauh

Proyek-proyek yang lebih jauh terpencil sedang dikaji oleh pihak pengembang.

Sudah ada persetujuan untuk membangun pulau buatan di tengah Laut Utara dengan ratusan turbin yang mengelilinginya. Dengan sambungan ke Belanda, Jerman, Denmark, Norwegia, Belgia, dan Inggris, maka listrik yang dihasilkan bisa dibagi-bagi.

Perkiraan kapasitasnya beragam, namun antara 70GW hingga 100GW -lebih besar dari gabungan kapasitas semua pembangkit listrik tenaga nuklir di Prancis.

Namun diperlukan beberapa dekade untuk merancang dan membangunnya sehingga untuk saat ini masih merupakan proyek masa depan.

Hak atas foto Chris Baraniuk
Image caption Semakin besar turbin maka semakin besar pula energi yang dihasilkan.

Banyak yang mengharapkan Inggris melanjutkan investasinya untuk angin laut lepas dengan membangun pertanian angina dalam skala yang sama dengan yang sudah ada saat ini. "Ada potensi yang besar," kata Joel Meggelaars dari badan kajian energi angin Wind Europe. "Inggris dan Laut Utara adalah kawasan yang amat berangin," tambahnya.

Meggelaars menjelaskan bahwa load factor -atau rasio antara beban dan jumlah energi yang dihasilkan- dari turbin-turbin di Inggris tergolong tinggi dibanding yang biasa. Pada Desember 2016, turbin laut lepas di Inggris mencatat rata-rata 68,2% sementara di tempat lainya biasanya lebih rendah dari 50%.

Turbin bisa berdiri di tempat-tempat yang terpencil selama 25 tahun tanpa perlu pemeliharaan secara rutin. Berbeda dengan teknologi energi surya, turbin juga bisa menghasilkan energi pada malam hari, sepanjang ada angin yang bertiup.

Bagaimanapun ada sisi buruk dari turbin angin lepas pantai. Selain biaya pembangunan dan perbaikan yang mahal, turbin mungkin memiliki dampak buruk bagi satwa liar.

Para pengkritiknya mengatakan turbin mengganggu koloni burung laut, seperti burung gannet maupun kittiwakes, dan rencana perluasan London Array tertahan di pengadilan karena ancamannya terhadap burung laut.

Hak atas foto Chris Baraniuk
Image caption Turbin berdampak buruk terhadap kehidupan burung-burung laut.

Ada juga yang mengatakan getaran turbin bisa membuat paus kehilangan orientasi. Tapi -selain suara yang dihasilkan saat membangun fondasi yang menjadi tempat turbin, yang jelas amat keras- masih belum diketahui dampak dari suara yang dihasilkan mesin-mesin itu saat beroperasi secara rutin.

Tetap saja banyak pihak di Inggris yang sudah menaruh visi untuk peningkatan energi dari angin laut di masa depan. Masyarakat juga lebih bersemangat dibanding dengan pertanian angin di darat.

Walau ada sejumlah keluhan bahwa turbin angin merusak pandangan di laut, bukti yang ada memperlihatkan bahwa mayoritas warga mendukungnya. Sebuah jajak pendapat tahun 2016 menemukan 73% khalayak umum mendukung pertanian angin laut lepas.

"Mereka agak kurang mengganggu kalau di lepas pantai, mereka agak menjauh," kata Monaghan. "Mereka tidak berada di halaman belakang."

Saat ini, turbin angin Inggris tampaknya memenuhi sejumlah persayaratan untuk energi terbarukan: bersih, tidak mengganggu kehidupan sehari-hari, dan mendorong industri lokal.

Kelebihan dan kelemahannya dalam jangka panjang mungkin kelak akan semakin jelas. Namun hingga saat ini, jika bilah baru di Burbo Bank berputar maka energi yang dihasilkannya akan mengalir ke jaringan listrik nasional Inggris.

Artikel ini dalam bahasa Inggris bisa Anda baca The massive farm harnessing an invisible force, juga artikel-artikel lainnya di BBC Future.

Topik terkait

Berita terkait