Apa jadinya jika kita semua berhenti memakan daging?

Sayur Hak atas foto Getty Images
Image caption Jika setiap orang menjadi vegetarian, pada tahun 2050 nanti angka kematian di dunia berkurang tujuh juta orang per tahun.

Tanggal 12 Juni 2017 diperingati sebagai Hari Bebas Daging Sedunia, hari ketika kita diminta untuk tidak makan daging selama satu hari saja.

Namun apa yang akan terjadi jika kita semua berhenti sama sekali mengonsumsi daging? Berikut dampaknya -baik positif maupun negatif- dari sisi iklim, lingkungan, kesehatan, dan ekonomi.

- Jika setiap orang menjadi vegetarian, pada tahun 2050 nanti, angka kematian di dunia berkurang tujuh juta orang per tahun dan jika kita semua menerapkan veganisme, yang tidak menyantap produk-produk turunan dari hewan, seperti susu, keju, maka angka kematian berkurang hingga delapan juta orang per tahun.

- Emisi yang terkait dengan makanan akan turun sekitar 60% menurut perkiraan yang dikeluarkan oleh Marco Springmann, peneliti di jurusan Makanan Masa Depan di Oxford Martin School. Ini dimungkinkan jika kita tidak memakan daging merah, yang berasal dari ternak yang menghasilkan metana.

- Meski demikian, jika tak lagi mengonsumsi daging merah, para peternak di negara-negara berkembang akan terpukul. Dampak lain adalah kelompok-kelompok nomaden di Sahel, di dekat Sahara di Afrika, akan kehilangan identitas kultural karena akan terpaksa menetap dan tak lagi hidup dari berternak. Selama ini mereka hidup berpindah-pindah, memanfaatkan lahan-lahan kering dan semikering untuk menggembalakan ternak.

Image caption Setiap orang yang bekerja di sektor peternakan harus mendapat pelatihan untuk menekuni profesi lain kalau kita memutuskan pensiun dari makan daging.

- Di sisi lain, persoalan perubahan iklim dalam taraf tertentu teratasi berkat pemanfaatan kembali atau memfungsikan lahan penggembalaan ternak sebagai habitat dan hutan alami. Ini akan mengembalikan kembali keragaman hayati, termasuk herbivora besar seperti kerbau. Juga, predator seperti serigala akan 'hidup tenang', tak lagi diburu atau dibunuh karena mereka menjadi ancaman hewan ternak.

- Berhenti memakan daging tentu saja punya dampak serius terhadap lapangan kerja. Setiap orang yang bekerja di sektor peternakan harus mendapat pelatihan untuk menekuni profesi lain kalau kita memutuskan pensiun dari makan daging. Kegagalan menawarkan profesi alternatif akan memicu pengangguran dalam skala besar dan problem sosial, terutama di komunitas pedesaan.

- Juga, menghapuskan domba dari daftar sumber makanan akan berdampak serius terhadap keragaman hayati karena domba-domba pemakan rumput ini membantu membentuk lahan selama berabad-abad. Jadi, kalau kita tak makan daging kambing atau domba kagi, maka kita harus membayar petani agar mereka mempertahankan binatang ternak yang terbukti bermanfaat bagi lingkungan.

- Bagaimana dengan jamuan daging kalkun di Hari Natal? Kalau kita memutuskan tak lagi memakan daging, dengan sendirinya tradisi itu harus pula dihilangkan. Banyak komunitas di dunia yang memanfaatkan daging hewan ternak sebagai hadiah di acara atau perayaan khusus, misalnya perkawinan. Itulah sebabnya, kata Ben Phelan dari Universitas Cambridge, upaya mengurangi konsumsi daging 'sering mengalami kegagalan'.

Image caption Setiap orang yang bekerja di sektor peternakan harus mendapat pelatihan untuk menekuni profesi lain kalau kita memutuskan pensiun dari makan daging.

- Tidak ada daging berarti mengurangi penyakit jantung, diabetes, stroke dan kanker dan pada saat yang sama menghemat uang karena 2%-3% produk domestik kotor secara global dipakai untuk biaya pengobatan.

- Tapi menghilangkan daging juga akan memaksa kita mencari sumber makanan yang bergizi, terutama bagi sekitar dua miliar warga dunia yang sekarang kekurangan gizi. Kita tahu bahwa produk hewan mengandung lebih banyak nutrisi per kalori dibandingan biji-bijian dan beras.***

Artikel asli dalam bahasa InggrisThe consequences if the world decided to go meat-free dan artikel lainnya di BBC Future.

Topik terkait

Berita terkait